• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

H. Retrun On Assets (ROA)

I. Penelitian Sebelumnya

Indah Nurfitri Adi (2006) meneliti tentang Pengaruh penempatan dana pada SWBI dan pasar uang antar bank Syariah (PUAS) terhadap FDR perbankan syariah. Penelitian ini secara khusus ingin mengetahui seberapa besar penempatan dana pada Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) sebagai sarana penitipan dana jangka pendek oleh bank syariah yang mengalami kelebihan likuiditas dan penempatan dana pada Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) berpengaruh terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) perbankan syariah. Data penelitian ini bersumber dari Bank Indonesia dan juga dari berbagai buku, koran, tesis dan internet yang berhubungan dengan topik ini. Data yang digunakan mulai bulan Januari 2003 hingga Maret 2006. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hubungan tersebut diekspresikan dalam bentuk persamaan yang menghubungkan variabel terikat Y dengan dua atau lebih variabel bebas X. Dan hasil analisa diketahui bahwa kedua variabel bebas yaitu variabel SWBI dan PUAS secara bersama-sama

48 dapat mempengaruhi variabel FDR perbankan syariah. Kedua variabel tadi dapat menjelaskan variabel terikat sebesar 50,6 % dan sisanya yaitu 49,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalarn model. Walaupun kedua variabel bebas secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel FDR perbankan syariah, namun hasil uji t menunjukkan bahwa hanya variabel SWBI yang signifikan dalam mempengaruhi FDR perbankan syariah.

Dian Nuriyah Solissa (2009) meneliti tentang Pengaruh SBI Syariah terhadap Tingkat FDR Perbankan Syariah (Analisis Simulasi Kebijakan). Penelitian ini terkait dengan PBI No. 10/11/PBI/2008 tentang SBI syariah ini berangkat dari permasalahan yang terjadi dalam hubungan antara bonus (insentif) yang diberikan bank indonesia atas penempatan overlikuditas pada SBI Syariah dengan tingkat FDR. Kenyataan mengenai ketentuan bonus (insentif) tinggi, tingkat FDR tinggi dalam peraturan ini semakin tinggi bonus yang diberikan oleh bank indonesia maka tingkat FDR bank syariah semakin rendah begitupula sebaliknya. Tingginya tingkat FDR perbankan syariah disebabkan dua hal yaitu, tingginya imbal hasil pembiayan yang pada Priode penelitian mencapai 14,71 % dan adanyabbatasan minimal tingkat FDR 80% guna menyeimbangkan hubungan yang terjadi antar bonus SBIS dengan tingkat FDR. Agar tingkat kesehatan bank syariah tetap terjaga maka diajukan sebuah kebijakan yang mencakup beberapa skenario kebijakan tersebut berupa penurunan batas minimal tingakat tingkat FDR. Mengunakan data statistik perbankan syariah bulanan April 2008 – Maret 2008 (penerapan SWBI) dan April 2008 – Maret 2009 (penerapan SBIS) serta mengukur linier programing

49 diproleh batas minimimum tingkat FDR yang optimal adalah 60%. Penurunan batas minimal tingkat FDR berdampak pada tingkat outstanding SBIS, sehingga batas maksimum outstanding SBIS adalah 4% dari total DPK.

Toni Hidayat (2007) meneliti tentang Pengaruh Inflasi Terhadap Kinerja Pembiayaan Perbankan Syariah, Volume Transaksi Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUAS) dan Posisi Outsanding Sertifikat Wadiah Bank Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap kinerja pembiayaan perbankan syariah yang diukur dengan kreteria

Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Non Performing Financing (NPF), Volume transaksi Pasar Uang Antarbank berdasarkan prinsip Syaraiah (VPUAS) dan posisi Outstanding Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (OSWBI). Hipotesis awal menyatakan bahwa variabel inflasi berpengaruh positif dengan variabel NPF, VPUAS adn OSWBI. Tetapi infalsi berpengaruh negatif terhadap FDR. Berdasrkan pengujian yang mengunakan metode

Vector Autoregression (VAR) teryata inflasi mempunyai pengaruh yang positif terhadap FDR, NPF, Volume transaksi Pasar Uang Antarbank Syariah dan posisi Outstanding SWBI.

Ari Cahyono (2009) meneliti tentang Pengaruh Indikator Makroekonomi Terhadap Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan Bank Syariah Mandiri. Penelitian ini bertujuan utuk menganalisa pengaruh indicator makroekonomi (suku bunga SBI, kurs, inflasi, IHSG dan PDB) terhadap Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan Bank Syariah Mandiri. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa indikator

50 makroekonomi memberikan pengaruh terhadap DPK dan Pembiayaan Bank Syariah Mandiri, dimana suku bunga SBI memberikan pengaruh negative, sedangkan inflasi, kurs, IHSG dan PDB memberikan pengaruh yang positif. Berdasarkan penelitian dengan metode yang sama menunjukkan bahwa PDB memberian pengaruh positif yang paling besar terhadap Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan Bank Syariah Mandiri.

Irsadunas (2004) meneliti tentang Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi posisi outstanding SWBI. penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi dimana posisi outstanding SWBI yang semakin meningkat mengindikasikan bahwa perbankan syariah berada dalam situasi over

likuditas. Disi lain PUAS yang semestinya menyerap kelebihan likuditas ini beleum berperan secara optimal dan tingkat bonus SWBI masih punya daya tarik bagi bank syariah dari pada dana yang berlebih tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Sementara disisi lain untuk mencapai sasaran-sasaran moneter yang telah ditetapkan bank Indonesia juga punya piranti dan kebijakan yang bersipat konvensional. Kebijakan itu antara lain oprasi pasar terbuka melalui SBI dan mencetak dan mengeluarkan uang kartal (Mo). Jadi disinyalir ada empat faktor utama yang menyebabkan posisi outstanding SWBI ini berubah-ubah (1) kondisi likuditas bank syariah yang tercemin pada

Financing to Deposit Ratio (FDR), (2) tingkat imbal bonus SWBI, (3) tingkat suku bunga SBI, (4) Mo.

51 J. Kerangka Berpikir

Kerangka pemikiran merupakan bagian dari tinjauan pustaka yang berisikan rangkuman atas semua teori-teori yang dijadikan landasan dalam penelitian. Dalam kerangka pemikiran ini diberikan skema singkat mengenai alur penelitian yang menggambarkan proses penelitian yang akan dilakukan. Penelitian ini didasarkan atas penelitian-penelitian dan teori-teori yang telah ada sebelumnya. Dari beberapa teori yang telah ada peneliti merangkainya menjadi satu kesatuan yang salaing berhubungan. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Jalur. Hal ini dikarenakan analisis jalur dapat memperlihatkan hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.

Setelah menentukan judul dan metode analisis peneliti mengumpulkan data-data dari variabel-variabel yang akan diteliti. Data variabel Inflasi didapatkan dari statistik moneter. Variabel Sertifikat Bank Indonesia Syaraiah (SBIS), Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS), Financing to Deposit Ratio

(FDR) dan Return On Assets Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) diperoleh dari statistik perbankan syariah.

Setelah data diperoleh kemudian dilakukan analisis. Langkah awal yang diperlukan adalah menentukan struktur persamaan linier dari paradigma penelitian yang telah dibentuk berdasarkan teori-teori yang ada. Sebelum melakukan analisis, terlebih dahulu menguji dengan menggunakan SPSS 17, kemudian data diolah dengan menggunakan software AMOS 18. Dari output tersebut dapat dianalisa korelasi, hubungan antara variabel, besarnya R

52

square dan kesesuaian model struktural (Goodness of Fit). Setelah malakukan analisis tersebut peneliti dapat mengambil kesimpulan dan implikasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

53 Gambar 2.2

Kerangka Berpikir Bank Indonesia

Bank Syariah

Inflasi (X1) PUAS (X3) ROA (Z)

Analisis Jalur

Hubungan langsung dan tidak langusng

Interpretasi Pengujian Hipotesa

Uji Kesesuaian Model

FDR (Y1) SWBI/SBIS (X2)

Variabel Makro

54 Gambar 2.3

Diagram Jalur

(Sumber: Diagram Amos 18) K. Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pengaruh Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan Pasar Uang Antarbank Syariah Terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR). Ho = Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Inflasi, Sertifikat Bank

Indonesia Syariah (SBIS) dan Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) secara simultan dan parsial.

Ha = Terdapat pengaruh signifikan antara Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan Pasar Uang Antarbank Syariah

Inflasi (X1) SBIS (X2) PUAS (X3) FDR (Y) ROA (Z) e1 e2

55 (PUAS) terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) secara simultan dan parsial.

2. Pengaruh Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS) Terhadap Return On Assets (ROA). Ho= Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Inflasi, Sertifikat Bank

Indonesia Syariah (SBIS) dan Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) terhadap Return On Assets (ROA) secara simultan dan parsial.

Ha = Tedapat pengaruh signifikan antara Inflasi, Sertifikat Indonesia Bank Syariah (SBIS) dan Pasar Uang Antarbank Bank Syariah (PUAS) terhadap Return On Assets (ROA).

56 BAB III