BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
2.5. Penelitian Sejenis
Penulis telah mengumpulkan tiga penelitian sejenis yang sebelumnya telah dilakukan yaitu sebagai berikut:
Dean Fathony Alfatwa, ITB Bandung melakukan penelitian dengan judul
“Watermarking Pada Citra Digital Menggunakan Discrete Wavelet Transform”.
Dean Fathony Alfatwa menggunakan file citra digital dengan format JPEG, PNG, dan BMP serta Metode Discrete Wavelet Transform dalam penelitiannya. Pada metode Discrete Wavelet Transform secara garis besar proses dalam teknik ini adalah dengan melewatkan sinyal yang akan dianalisis pada filter dengan frekuensi dan skala yang berbeda. Dalam penelitian tersebut Sistem dirancang untuk dapat melakukan proses penyisipan watermark ke dalam sebuah citra digital. Watermark yang disisipkan berupa citra hitam putih yang dipilih sebagai masukan bagi sistem. Proses watermarking berguna untuk melakukan watermarking pada citra host, sedangkan proses ekstraksi berguna untuk melakukan ekstraksi watermark dari citra digital yang sudah ber-watermark.
Kesimpulan dari hasil dari penelitian tersebut adalah watermarking dengan menggunakan teknik Haar wavelet merupakan teknik dalam keluarga wavelet yang paling mudah penerapannya, namun hal ini diimbangi dengan kurang tahannya terhadap serangan dibandingkan teknik wavelet yang lain.
Desi Alex Lestari, UGM Yogyakarta melakukan penelitian dengan judul
“Implementasi Teknik Watermarking Digital Pada Domain DCT untuk Citra Berwarna”. Desi Alex Lestari menggunakan file citra digital berwarna dengan format BMP, TIFF atau JPEG dan teknik Discrete Cosine Transform dalam penelitiannya. Pada teknik Discrete Cosine Transform bisa digunakan untuk mengubah sebuah sinyal menjadi komponen frekuensi dasarnya. Pada penelitian ini vektor watermark dengan panjang n dapat dibangkitkan secara acak oleh komputer dengan hanya memberikan sebuah kunci tertentu, atau dengan kata lain dengan kunci yang sama juga akan didapat vektor watermark yang serupa.
Kesimpulan dari hasil dari penelitian tersebut adalah implementasi pada citra berwarna menunjukkan watermark yang ditanamkan tidak tampak oleh indera penglihatan manusia dan teknik yang diimplementasikan ini ternyata memiliki ketahanan (robustness) yang cukup baik terhadap serangan kompresi citra JPEG dan juga beberapa usaha pemrosesan citra, seperti peningkatan kualitas citra, penambahan noise dan pengubahan ukuran (resizing). Teknik ini juga tidak memerlukan citra aslinya dalam mendeteksi keberadaan watermark. Sehingga dapat juga disebut sebagai blind watermarking atau public watermarking.
Ulfatun Nafhah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Discrete Wavelet Transform Pada Watermarking Citra Digital dengan Data Audio Sebagai Label Watermark”.
Ulfatun Nafhah menggunakan file citra digital dengan format JPEG dan BMP, label audio dengan format WAVE dan MIDI serta Metode Discrete Wavelet Transform dalam penelitiannya. Pada metode Discrete Wavelet Transform secara
umum penyisipan watermark ke dalam citra dilakukan dengan cara membandingkan koefisien DWT dari dekomposisi citra, dimana koefisien yang memiliki nilai terbesar adalah tempat yang paling signifikan untuk menyisipkan watermark. Watermark yang disisipkan berupa audio yang dipilih sebagai masukan bagi sistem. Kesimpulan dari hasil dari penelitian tersebut adalah secara visual tampilan citra yang sudah disisipi label audio dengan citra asli sebelum disisipi tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Selain itu, citra yang bisa digunakan adalah citra dengan format jpg dan bitmap. Sedangkan untuk format lain seperti icon tidak bisa digunakan karena ukuran file terlalu kecil. Kekurangan dari penggunaan label audio adalah ukuran file ber-watermark akan lebih besar dibandingkan citra asal.
43 3.1. Metode Pengumpulan Data
Adapun sumber-sumber yang digunakan untuk penulisan skripsi ini antara lain buku pengolahan citra digital, buku kemanan multimedia, buku metode penelitian, buku Aplikasi Multimedia dengan Visual Basic 6.0, jurnal, browsing internet dan sumber-sumber lainnya yang berhubungan erat dengan permasalahan yang diambil baik berupa buku atau pun paper. Untuk daftar lengkap buku yang digunakan telah terlampir pada daftar pustaka.
Setelah mendapatkan sumber dan referensi, dilanjutkan dengan mencari informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini dari sumber dan referensi tersebut. Informasi yang didapatkan digunakan untuk penyusunan penelitian yang akan dilakukan.
Adapun referansi jurnal adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1. Referensi Jurnal Penelitian
Nama Judul Penelitian Kesimpulan
Dean Fathony
1. Penyisipan citra watermark ke dalam citra
asli menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT) adalah dengan menyisipkan citra watermark ke dalam
koefisien wavelet dari citra asli.
2. Dekomposisi citra digital menggunakan
Discrete Wavelet Transform (DWT) dilakukan dengan cara mengambil koefisien
Nama Judul Penelitian Kesimpulan
wavelet dari citra tersebut, koefisien wavelet juga yang digunakan untuk dapat
4. Haar wavelet merupakan teknik dalam
keluarga wavelet yang paling mudah penerapannya, namun hal ini
pengubahan format file citra saja.
Desi Alex
1. Implementasi pada citra berwarna menunjukkan watermark yang
Nama Judul Penelitian Kesimpulan citra,
penambahan noise dan pengubahan ukuran (resizing). Khusus untuk kompresi JPEG, teknik ini masih mampu mendeteksi eksistensi watermark sampai dengan kualitas kompresi 10%, dan bahkan pada salah satu kasus watermark masih dapat terdeteksi meskipun dilakukan kompresi sampai kulitas 0%. Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah
detektor masih dapat mengenali watermark meskipun kualitas citra sudah sangat menurun dibandingkan citra aslinya.
3. Teknik ini juga tidak memerlukan citra aslinya dalam mendeteksi keberadaan watermark. Sehingga dapat juga disebut sebagai blind watermarking atau public
1. Secara visual, tampilan citra berwatermark dengan citra asli sebelum disisipi tidak mempunyai perbedaan yang signifikan, yakni hampir sama dengan citra asli 2. Citra yang bisa digunakan adalah citra dengan format jpg dan bitmap.
Sedangkan untuk format lain seperti icon tidak bisa digunakan karena ukuran file terlalu kecil.
3. Pada citra hasil atau citra terwatermark, ukuran file lebih besar dibandingkan citra asal.
Persamaan dari 3 referensi jurnal di atas :
- Ketiganya melakukan penelitian tentang implementasi watermarking pada citra digital.
Perbedaan dari 3 referensi jurnal diatas :
- Format citra digital yang digunakan berbeda-beda, ada yang menggunakan 2 format (*.jpg dan *.bmp) dan 3 format (*.jpg, *.png, dan *.bmp).
- Format label watermark yang digunakan berbeda-beda, ada yang menggunakan citra hitam putih, citra berwarna, dan audio berformat midi dan wave.
Berdasarkan 3 referensi jurnal di atas berikut ini adalah hal-hal yang membedakan penelitian yang akan penulis lakukan dengan penelitian sebelumnya :
- Penulis akan memfokuskan pada 1 format citra digital saja, yaitu hanya fokus pada citra digital dengan format bitmap (.bmp).
- Label watermark yang bisa digunakan berupa 4 format audio yaitu amr, midi, wave, dan mp3.
- Ukuran file dari hasil citra yang disisipi watermark tidak berubah atau sama dengan citra asli.