• Tidak ada hasil yang ditemukan

HALAMAN Lampiran 1 Prosedur analisis dan uji minyak biji karet

III. METODE PENELITIAN

3.4 Metode Penelitian

3.4.2 Penelitian Utama

3.4.2.1 Penyamakan Awal

Proses penyamakan awal dimulai dengan mengikuti metode yang dilakukan oleh Suparno et al. (2009a). Penyamakan awal dimulai dengan pencucian kulit pikel dalam suatu drum berputar (molen). Sebelum dicuci, kulit ditimbang untuk menentukan jumlah bahan pencuci yang akan digunakan sesuai dengan persentase yang sudah ditetapkan. Persentase bahan pencuci yang digunakan berbasis bobot total bahan (kulit pikel). Kulit pikel dicuci dengan menggunakan NaCl sebanyak 8 persen dan air sebanyak 200 persen. Selanjutnya kulit pikel yang telah bercampur dengan bahan pencuci dalam molen berputar selama 20 menit. Kecepatan putaran drum pada proses penyamakan awal dan penyamakan adalah sebesar 12 rpm.

Proses selanjutnya adalah mengeluarkan air cucian yang telah dipakai dan menggantinya dengan bahan pencuci baru yaitu 10 persen NaCl dan 100 persen air. Molen kemudian diputar kembali selama 10 menit. Setelah itu dilakukan pengecekan pH bahan, dengan standar nilai pH yaitu 3. Proses selanjutnya adalah penambahan bahan pretanning yaitu Relugan GT50 sebanyak 3 persen dari bobot bahan. Relugan yang ditambahkan sebelumnya diencerkan dalam 9 persen air, jumlah air yang digunakan berdasarkan bobot bahan dan dimasukkan ke dalam molen dengan tiga kali pemasukan setiap 15 menit. Pemutaran molen dilanjutkan selama 65 menit dengan kecepatan putar yang sama yaitu 12 rpm. Penambahan bahan berikutnya yaitu natrium formiat sebanyak 1 persen yang telah diencerkan menggunakan air dengan perbandingan 1:3. Penambahan tersebut dilakukan dengan empat tahap pemasukan dengan selang waktu 10 menit. Pemutaran drum dilanjutkan selama 60 menit. Setelah pemutaran selesai, dilakukan penambahan natrium karbonat sebanyak 2 persen dan air sebanyak 10 persen. Penambahan dilakukan dengan tiga kali tahap pemasukan setiap selang waktu 15 menit. Pemutaran drum dilanjutkan selama 45 nenit. Setelah itu, air sebanyak 10 persen ditambahkan ke dalam molen dan pemutaran molen dilanjutkan selama 60 menit.

Setelah semua selesai, maka selanjutnya dilakukan pengecekan pH dengan nilai standar sebesar 8. Jika pH yang terukur kurang dari 8 maka perlu ditambahkan dengan natrium karbonat. Proses selanjutnya yaitu pemeraman kulit selama 24 jam. Kulit diperam atau dibiarkan selama 24 jam dengan tujuan untuk mengurangi ketebalan kulit dan menghilangkan lapisan grain pada kulit. Proses penyamakan awal secara lebih jelas tersaji pada Tabel 5.

13 Tabel 4. Proses Penyamakan Awal (Suparno et al. 2009a)

Proses Bahan Kimia Jumlah (% kulit

pikel) (b/b)

Waktu Catatan

Penimbangan

Pencucian 1 NaCl 8-10 20 menit Derajat baumè diukur

min. 8, jika kurang dari 8 ditambahkan NaCl

Air 200

Pencucian 2 NaCl 8-10 10 menit • Ukur min. 8 baumè,

jika kurang dari 8 tambahkan NaCl • Cek pH min. 3, jika

kurang tambahkan asam formiat

Air 100

Pre-Tanning Relugan GT 50 3 3 x 15 + 30 menit Relugan GT50

diencerkan dengan air, perbndingan 1:3

Air 9

Natrium Formiat 1 4 x 10 + 20 menit Natrium Formiat

diencerkan dengan air, perbandingan 1:10

Air 10

Natrium Karbonat 2 3 x 15 menit

Air 10

Air 10 1 jam pH min. 8, jika kurang

ditambahkan Natrium Karbonat

14

3.4.2.2Penyamakan Minyak

Proses penyamakan minyak dimulai dengan mengikuti metode yang dilakukan oleh Suparno et al. (2009a). Kulit yang telah diperam kemudian ditimbang untuk diketahui bobotnya. Bobot inilah yang akan dijadikan acuan dalam penentuan persentase bahan-bahan yang akan digunakan dalam penyamakan. Kulit yang telah ditimbang selanjutnya dimasukkan ke dalam drum berputar untuk proses pencucian ulang menggunakan air sebanyak 200 persen dengan penambahan dan penggantian air sebanyak tiga kali setiap selang waktu 10 menit. Setelah selesai, air pencucian dibuang dan dilanjutkan dengan prapenyamakan ulang menggunakan air sebanyak 100 persen dan natrium karbonat sebanyak 0.5 persen, kemudian diputar selama 10 menit. Natrium karbonat yang akan ditambahkan dalam proses pencucian sebelumnya dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1:3. Setelah itu dilakukan pengecekan pH dengan standar nilai pH 8 - 9. Proses selanjutnya adalah penirisan kulit pada kuda-kuda selama 1 jam dan dilanjutkan dengan setting out selama 12 jam.

Kulit yang telah di setting out selanjutnya disamak menggunakan bahan penyamak yaitu campuran antara minyak biji karet sebanyak 30 persen, natrium karbonat sebanyak 0.5 persen dan air sebanyak 1.5 persen. Penyamakan dilakukan dengan mengoleskan bahan penyamak secara merata keseluruh permukaan kulit, selanjutnya diperam selama 24 jam pada kotak penyimpanan kulit.

Pada hari kedua selama 24 jam pemeraman, kulit kemudian diputar dalam molen selama 8 jam untuk penetrasi minyak ke dalam kulit. Setelah itu dilakukan penambahan natrium hipoklorit sebanyak 2 persen yang telah dilarutkan dalam 70 persen air. Kulit kemudian diputar didalam molen selama tiga kali waktu yaitu 4 jam, 6 jam, dan 8 jam untuk mengetahui waktu optimum penetrasi minyak ke dalam kulit. Proses selanjutnya yaitu mengeluarkan kulit dari dalam molen kemudian membentangkan atau menggantungkannya pada togel selama tiga taraf waktu yang ditentukan yaitu 1 hari, 2 hari dan 3 hari, dari ketiga waktu tersebut akan dicari waktu terbaik untuk oksidasi kulit.

Setelah penggantungan, kulit kemudian dicuci melalui dua tahap pencucian dalam molen. Pencucian pertama menggunakan air 300 persen, natrium karbonat 4 persen dan degreaser 2 persen. Pemutaran drum dilakukan selama 60 menit. Selanjutnya bahan pencuci tersebut dikeluarkan dan diganti dengan air sebanyak 1000 persen dan pemutaran molen dilanjutkan selama 15 menit. Setelah selesai, air cucian dibuang dan kulit dikeluarkan dari molen untuk kemudian di-setting out. Pada tahap kedua, kulit yang telah di setting out dimasukkan kembali ke dalam molen dan dilakukan penambahan air sebanyak 1000 persen, natrium karbonat 2 persen dan degreaser 1 persen. Molen kemudian diputar selama 60 menit. Selanjutnya bahan pencuci tersebut dikeluarkan dan diganti dengan air sebanyak 1000 persen dan pemutaran molen dilanjutkan selama 15 menit. Setelah selesai, air cucian dibuang dan kulit dikeluarkan dari molen untuk kemudian di-setting out.

Kulit yang telah dicuci kemudian dikeringkan dalam ruangan dengan cara digantung selama 2 x 24 jam. Setelah kulit tersebut kering, selanjutnya kulit dilemaskan menggunakan alat stacking

dengan tujuan agar kulit menjadi lemas dan lentur. Pada tahap terakhir dilakukan proses buffing.

Proses ini bertujuan untuk menghaluskan permukaan kulit terutama lapisan grain pada kulit. Selain itu, buffing juga ditujukan untuk mengurangi ketebalan kulit, sehingga sesuai dengan tujuan pembuatan produk akhirnya. Proses penyamakan minyak secara lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 6.

15 Tabel 5. Proses Penyamakan Minyak (modifikasi dari Suparno et al. 2009a)

Proses Bahan Kimia Jumlah (% kulit

shaving) (b/b)

Waktu Catatan

Penimbangan

Pencucian 1 Air 200 3 x 10 menit Air cucian dibuang

Prapenyamakan Ulang Natrium Karbonat 0.5

10 menit

Air 100 pH larutan 8-9

Penirisan 1 jam

Setting Out

Penyamakan minyak Minyak biji karet 30

Penyamakan dengan mengoleskan bahan penyamak pada kulit Natrium Karbonat 0.5

Air 1.5

Pemeraman Semalam Disimpan dan

didiamkan

Penetrasi minyak 8 jam Kulit diputar di

dalam molen Oksidasi dalam molen

NaClO 2% dari minyak

biji karet 4 jam, 6 jam, dan 8 jam Kulit diputar di

dalam molen

Air 70% dari minyak

biji karet

Oksidasi di togel 1 hari, 2 hari, dan 3 hari Dibentang pada togel

Pencucian 2

Air 300

60 menit

Menggunakan air hangat (40oC). Air sisa cucian dibuang Natrium karbonat 4

Degreaser 2

Pencucian 3 Air 1000 15 menit Menggunakan air

hangat (40oC). Air sisa cucian dibuang

Setting Out

Pencucian 4 Air 1000

60 menit

Menggunakan air hangat (40oC). Air sisa cucian dibuang Natrium karbonat 2

Degreaser 1

Pencucian 5 Air 1000 15 menit Menggunakan air

hangat (40oC). Air sisa cucian dibuang

Setting Out

Pengeringan 2 x 24 jam

Stacking

Buffing Ketebalan 0.3 -1.2

16

3.4.2.3Analisis Karakteristik Kulit Samoa

Kulit samoa yang diperoleh dari hasil penyamakan dianalisis karakteristiknya yang meliputi sifat fisik, kimia, dan orgnoleptik. Sifat fisik yang diamati meliputi ketebalan, suhu kerut, daya serap air, kekuatan sobek, kekuatan tarik dan kemuluran putus (elongation at break). Metode pengujian sifat fisik kulit dapat dilihat pada Lampiran 2. Sifat kimia yang diamati meliputi kadar lemak, kadar abu, dan pH, sedangkan sifat organoleptik yang diamati meliputi kehalusan, warna dan bau. Metode pengujian sifat kimia dan organoleptik dapat dilihat pada Lampiran 3.

3.4.2.4 Kajian Mikroskopis Kulit Samoa

Pengujian mikroskopi kulit samoa dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron

Microscope (SEM) tipe JSM-5000. Prosedur pengujian mikroskopi kulit samoa disajikan pada

Lampiran 4.

Dokumen terkait