BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Penelitian yang Relevan
1. Elliot (2010) dengan judul sweet and salty: nutrional content and analysis of baby and toddler foods. Tujuan penelitian adalah untuk memeriksa secara kritis produk makanan bayi dan balita yang dijual di Kanada untuk gula dan kandungan sodium, dan untuk menilai rekomendasi saat ini. Metode penelitian yaitu analisis isi digunakan untuk membuat profil dari produk makanan bayi dan balita saat ini tersedia di pasar Kanada. Tepat 186 produk yang dibeli untuk coding dan 29 variabel direkam untuk setiap produk. Setiap kasus diidentifikasi dalam hal merk, nama produk, makanan bayi atau balita makanan, jenis makanan dan harga. Enam belas variabel tergolong kemasan itu sendiri. Informasi gizi, diambil dari Nutrition Facts Table. Hasil penelitian adalah 63%
dari produk memiliki tingkat tinggi natrium. Lebih dari dari 53% dari produk berasal dari kalori gula.
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang produk makanan bayi. Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan adalah dari metode penelitian deskriptif kualitatif, sampel bukan dari produk makanan bayi dan usia toddler tetapi ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, kader dan bidan. Intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam
2. Fein, et al (2008) dengan judul Selected Complementary Feeding Practices and Their Association With Maternal Education. Tujuan penelitian adalah sebagai bayi transisi dari diet berbasis susu yang mencakup sebagian besar kelompok makanan, waktu transisi, bagaimana bayi diberi makan, dan kualitas diet. Metode penelitian yaitu menganalisis data dari Infant Feeding Practices Study II. Ukuran sampel bervariasi untuk pertanyaan yang relevan. Menganalisis prevalensi 14 praktik pemberian makan dan hubungan mereka dengan ibu dan pendidikan juga memeriksa peserta penggunaan makanan bayi komersial. Hasil penelitian adalah sekitar 21% dari ibu diperkenalkan makanan padat sebelum usia 4 bulan, 7% memperkenalkan padatan setelah 6 bulan. Dua puluh sembilan persen dari ibu memberi 3 makanan baru per minggu untuk bayi usia 5 sampai 10 bulan.
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang MPASI untuk bayi, intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara.Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan adalah dari tema penelitian bukan produk susu tetapi MPASI Lokal, metode penelitian deskriptif kualitatif, sampel bukan bayi tetapi ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, kader dan bidan.
3. Stein, et al (2012) dengan judul The development of salty taste acceptance is related to dietary experience in human infants: a prospective study. Tujuan penelitian adalah prospektif apakah diet dengan makanan yang mengandung natrium dikaitkan dengan perkembangan preferensi rasa asin bayi. Desain: Bayi (n = 61) diuji pada 2 dan 6 bulan untuk menilai respon mereka terhadap 0,17 dan 0,34 mol NaCl / L dalam air. Tes Intake terdiri dari paparan acak double-blind
untuk larutan garam dan air. Dari 26 subyek kembali pada 36-48 bulan untuk penilaian rasa asin. Hasil: bayi yang sebelumnya terkena makanan rasa asin lebih memilih asin di usia 6 bulan (P = 0,007). Eksposure buah tidak dikaitkan dengan penerimaan natrium klorida.
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang makanan bayi berkaitan dengan konsumsi garam/rasa asin. Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan adalah dari metode penelitian bukan kuantitatif tetapi deskriptif kualitatif, sampel bukan bayi tetapi ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, kader dan bidan. Intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam.
4. Grimes, et al (2012) dengan judul Dietary Salt Intake, Sugar-Sweetened Beverage Consumption, and Obesity Risk. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan asosiasi antara diet garam, cairan, dan konsumsi minuman gula/manis dan status berat badan anak-anak Australia berusia 2 sampai 16 tahun. Metode penelitian yaitu data Cross- sectional dari Australian National Children’s Nutrition and Physical Activity Survey tahun 2007. Analisis regresi digunakan untuk menilai hubungan antara garam, cairan, konsumsi minuman gula/manis, dan status berat badan. Hasil penelitian yaitu dari 4.283 peserta, 62% dilaporkan mengkonsumsi minuman gula/manis. Asupan diet garam adalah positif berhubungan dengan konsumsi cairan. Partisipan yang mengonsumsi minuman gula/manis 26% lebih mungkin kelebihan berat badan/obesitas.
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang MPASI untuk bayi yang berkaitan dengan konsumsi gula dan garam. Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan adalah dari metode penelitian deskriptif kualitatif, sampel bukan bayi tetapi ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, kader dan bidan. Pengambilan sampel dengan purposive (criterian sampling). Intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam.
5. Rohmani, A (2012) dengan judul untuk menganalisis hubungan antara usia pemberian makanan pendamping ASI pertama kali dengan status gizi batita, menganalisis hubungan antara frekuensi pemberian MPASI dengan status gizi batita. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan jenis penelitian
deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 1-2 tahun yang berkunjung ke Posyandu Kelurahan Lamper Tengah, kota Semarang, dengan jumlah sampel sebanyak 60 anak yang menggunakan metode purpose random sampling. Data yang dianalisis menggunakan statistik non parametrik, dengan menganalisis bubungan antar variabel dengan uji korelasi spearman dan analisis uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia pertama pemberian MPASI dengan status gizi pada indek BB/U dan TB/U, terdapat hubungan antara frekuensi pemberian MPASI dengan status gizi pada indek BB/U dan TB/U.
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang status gizi bayi mengenai pemberian MPASI, Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan adalah dari metode penelitian bukan kuantitatif tetapi menggunakan deskriptif kualitatif, sampel bukan bayi tetapi ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, kader dan bidan. Intrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam.