BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Penelitian Yang Relevan
Kajian penelitian yang relevan/telaah pustaka merupakan deskripsi hubungan antara masalah yang diteliti dengan kerangka/landasan teoritik yang dipakai serta hubungannya dengan penelitian yang terdahulu yang relevan.
Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah :
1. Penelitian yang dilakukan oleh Dwi Oktorini, Evi Nurleni, M.Si, Dedy Ilham Perdana (2018), dengan judul “Strategi Bertahan Hidup Karyawan Senior Korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT. Antang Ganda Utama Di Desa Butong Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, karyawan senior korban PHK lebih dominan untuk melakukan strategi aktif, terlepas dari strategi apa yang paling dominan dapat disimpulkan juga ternyata karyawan senior korban PHK sudah cukup bagus dalam menjalankan strategi bertahan hidup mereka selama ini, seperti memanfaatkan sumber daya yang ada disekitar tempat tinggal mereka, untuk dijadikan sumber penghasilan seperti bekerja serabutan. Dari pemanfaatan terhadap
sumber daya yang ada mereka mampu mendapatkan beberapa pekerjaan untuk melakukan aktivitas mereka sendiri, dan juga memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Cendria Abdul Hafizh (2017), dengan judul
“Mekanisme Adaptasi Korban PHK Di Kota Surabaya”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, Mekanisme adaptasi yang dilakukan oleh buruh korban PHK di Kota Surabaya adalah dengan cara melakukan penghematan terhadap kebutuhan keluarga sehari-hari. Keluarga buruh korban PHK mengkalkulasi ulang jumlah pengeluaran setiap bulannya agar cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih selama menganggur buruh korban PHK melakukan prioritas pada kebutuhan pokok seperti makan dan kebutuhan anak serta tidak membeli barang-barang mewah agar tidak membebani keuangan keluarga. Para korban PHK mencari tambahan penghasilan dengan berwirausaha membuka usaha roti, warung kecil-kecilan dan membuat warung kopi serta menjadi buruh harian lepas.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Katarina Aprillia Gultom, Drs.
Jonyanis.M.Si (2018), dengan judul “Adaptasi Bertahan Hidup Keluarga Karyawan Yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja dari CV. Abadi Jaya, Kecamatan Mandau, Duri Kabupaten Bengkalis”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, strategi bertahan hidup adalah kemampuan seseorang dalam menerapkan seperangkat cara untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam kehidupan ekonomi. Keluarga karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja melakukan ketiga strategi untuk mengatasi kesulitannya dalam memenuhi kebutuhan hidup , yaitu strategi
aktif, strategi pasif dan strategi jaringan.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Azwin Syahrul Rizal (2016), dengan judul
“Strategi Bertahan Hidup Karyawan Pasca PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga (Studi Deskriptif Pada Karyawan PHK PT. Kertas Leces di Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo)”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, adanya beberapa strategi yang dilakukan karyawan PHK PT. Kertas Leces dengan pikiran rasionalnya berdasarkan pengalaman dan pemahaman mereka melakukan strtagei bertahan hidup agar tercipta pemenuhan kebutuhan dalam keluarga. Strategi yang dilakukan meliputi diversifikasi usaha, memanfaatkan anggota keluarga, perilaku hidup hemat, dan memanfaatkan kelompok social.
Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu yang dimana berdasarkan dari hasil penelitian terdahulu dilakukan untuk memperoleh hasil kondisi social ekonomi dan memiliki persamaan atau sejalan dengan penelitian peneliti yaitu sama-sama meneliti tentang strategi adaptasi yang dilakukan oleh keluarga korban PHK, namun terdapat perbedaan antara lain :
1. Lokasi penelitian yang berbeda dengan penelitian terdahulu.
2. Jika pada penelitian terdahulu Dwi Oktorini,dkk (2018) hanya meneliti strategi adaptasi atau upaya apa yang dilakukan oleh para korban PHK sedangkan pada penelitian sekarang meneliti kepada kondisi social ekonomi para keluarga korban PHK dan menghasilkan apakah membaik atau tidak membaik.
3. Jika pada penelitian terdahulu Cendria Abdul Hafiz (2017) menunjukkan
hasil bahwa terjadi putus sekolah pada anak-anak keluarga korban PHK karena kurangnya biaya sedangkan pada penelitian sekarang para keluarga korban PHK berusaha semaksimal mungkin untuk bisa tetap menyekolahkan anak-anak mereka tanpa harus putus sekolah walaupun terkadang memiliki hambatan dalam membayar uang sekolah.
2.3 Konsep Penelitian
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Banyak sekali perusahaan yang menutup usahanya untuk mencegah penularan Pandemi Covid-19, seperti hal nya di dunia industry penerbangan yaitu lebih tepatnya Bandara Internasional Kualanamu, yang terkena dampak dari Covid 19, menurunnya jumlah penumpang menyebabkan Bandara Kualanamu melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran untuk meminimalisir terjadinya kerugian.
Dengan di PHK nya seorang karyawan sudah pasti membuat kondisi social ekonomi mereka menurun baik itu pendapatan, perumahan, pendidikan, kesehatan, sandang pangan dan interaksi social, dan dengan hilangnya pendapatan yang dihasilkan dari korban PHK tersebut memicu terjadinya kesenjangan ekonomi, dan menurunnya tingkat kesejahteraan keluarga.
Di tengah pemutusan hubungan kerja keluarga korban PHK harus tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup misalnya sandang, pangan, biaya pendidikan anak termasuk uang sekolah anaknya, biaya sewa rumah dengan lapangan pekerjaan sangat sedikit dengan banyak persaingan. Keluarga yang terkena PHK tidak boleh pasrah dalam menghadapi kondisi seperti ini, dimana harus ada suatu upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang melingkupi
permasalahan kehidupan mereka dan dilakukan oleh rumah tangga untuk tetap dapat bertahan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini. Perlu adanya strategi adaptasi yang mengoptimalkan segala potensi yang dilakukan oleh rumah tangga korban PHK agar dapat mempertahankan sosial ekonomi keluarga. Strategi atau upaya yang dilakukan oleh para keluarga korban PHK tersebut dapat menimbulkan dua pernyataan mengenai kondisi keluarga mereka yaitu membaik atau tidak membaiknya social ekonomi keluarga korban PHK. Maka untuk memperjelas bahasan ini peneliti menggambarkan konsep penelitian strategi adaptasi masyarakat korban PHK dalam mempertahankan sosial ekonomi keluarga sebagai berikut :
Gambar 2.1 Bagan Konsep Penelitian
PHK
Kondisi Sosial Ekonomi
Pendapatan, Perumahan, Pendidikan, Kesehatan, Sandang dan Pangan, dan
Interaksi Sosial
Strategi Adaptasi Keluarga Korban PHK
Membaik
Tidak Membaik Pandemi
Covid-19
2.4 Definisi Konsep
Konsep adalah istilah atau khusus yang digunakan para ahli dalam upaya mengga,barkan secara cermat fenomena social yang dikaji, untuk menghindari salah pengertian atas konsep-konsep yang dijadikan objek penelitian. Definisi konsep adalah pengertin yang terbatas dari satu konsep yang dianut dalam suatu penelitian. Karena kajian konsep itu sangat multidimensional dan asbtrak makadiperlukan proses dan upaya penegasan dan pembatasan makna konsep dalam suatu penelitian yang disebut dengan definisi konsep. (Siagian, 2011:138)
Untuk lebih mengetahui pengertian yang jelas mengenai konsep-konsep yang akan diteliti, maka peneliti memberikan batasan konsep yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Strategi adaptasi diartikan sebagai suatu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran atau tujuan khusus.
Strategi adaptasi dalam penelitian ini adalah suatu cara atau teknik dari suatu gambaran tentang reaksi manusia dalam menanggapi suatu keadaan yang ditempuh oleh keluarga korban PHK dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
2. Pandemi Covid-19 diartikan sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Dimana penderita Covid-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas.
3. Keluarga sejahtera dalam penelitian ini adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya baik kebutuhan sandang, pangan,
perumahan, sosial dan agama, keluarga yang mempunyai keseimbangan antara penghasilan keluarga dengan jumlah anggota keluarga, keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan anggota keluarga, kehidupan bersama dengan masyarakat sekitar.
4. PHK adalah kehilangan mata pencaharian bagi tenaga kerja dan berakhirnya kontrak/perjanjain kerja dengan pengusaha.
PHK dalam penelitian ini adalah diberhentikannya tenaga kerja/karyawan secara individu atau berkelompok dari suatu perusahaan tempat tenaga kerja tersebut bekerja karena perusahaan sedang mengalami krisis atau kerugian.
5. Kemiskinan adalah suatu kondisi tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pokok atau kebutuhan-kebutuhan dasar yang disebabkan kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan dalam upaya memenuhi standar hidup yang layak.
6. Kondisi sosial ekonomi keluarga sesuatu yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan keluarga akan pendapatan, perumahan, pendidikan dan kesehatan pangan.
Kondisi social ekonomi keluarga dalam penelitian ini adalah suatu posisi seorang individu atau sebuah keluarga di dalam masyarakat berdasarkan pendapatan, penghasilan, pekerjaan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan yang harus dibiayai dalam satu keluarga, keadaan fasilitas keluarga, dan kondisi pemenuhan kebutuhan pada keluarga tersebut.
7. Indicator social ekonomi adalah variable untuk mengukur suatu hal, atau menilai perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Indicator social ekonomi dalam penelitian ini adalah alat ukur suatu keadaan social ekonomi yang diukur dari tingkat pendapatan, kepemilikan kekayaan atau perumahan, pendidikan, kesehatan, sandang maupun pangan, dan kemampuan berkomunikasi sesama masyarakat atau interaksi social.
56
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deksriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono metode penelitian kualitatif adalah suatu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono,2013:9)
Penelitian deksriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan atau mendeskripsikan obyek dan fenomena yang diteliti.
Termasuk didalamnya bagaimana unsur-unsur yang ada dalam variable penelitian itu berinteraksi satu sama lain dan apa pula produk interaksi yang berlangsung.
(Siagian,2011:52)
Penelitian kualitatif ini merupakan penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan social berdasarkan kondisi realistis atau natural setting yang holistis, kompleks, dan rinci. Penelitian kualitatif tidak menggunakan statistic, tetapi melalui pengumpulan data, analisis, kemudian di interpretasikan. (Albi Anggito & Johan Setiawan, 2018:9)
3.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut karena di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin ini terletak cukup dekat dengan Bandar Udara Kualanamu, dimana perusahaan tersebut cukup banyak melakukan PHK di masa Pandemi Covid-19 ini. Hal ini yang menyebabkan peneliti tertarik melakukan penelitian di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Dan kenapa juga menarik, karena peneliti belum tahu, maka dari itu peneliti ingin melakukan sebuah penelitian di lokasi tersebut. Peneliti ingin mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat korban PHK dan bagaimana strategi adaptasi masyarakat korban PHK tersebut dalam mempertahankan sosial ekonomi keluarga mereka.
3.3 Informan Penelitian
Informan adalah orang-orang yang dipilih untuk diobservasi dan diwawancarai sesuai dengan tujuan peneliti untuk memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian.
Orang-orang yang dapat dijadikan sebagai informan adalah orang-orang yang memiliki pengalaman sesuai dengan penelitian. Adapun informan dalam penelitian ini meliputi informan utama dan informan kunci.
1. Informan utama, adalah mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi social yang diteliti. (Suyanto & Sutinah, 2005:172)
Informan utama dalam penelitian ini adalah para korban PHK Bandar Udara Kualanamu yang berjumlah 3 orang, dimana mereka merupakan orang yang paling merasakan dampak dari adanya PHK akibat Pandemi Covid-19.
2. Informan kunci (key informan), adalah mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian.(Suyanto & Sutinah, 2005:172)
Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin, karena dengan adanya informasi yang didapat dari beliau peneliti ingin mengetahui upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam menangani permasalahan PHK tersebut.
3. Informan tambahan, adalah mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi social yang diteliti.
(Suyanto & Sutinah, 2005:172)
Informan tambahan dalam penelitian ini adalah keluarga, tetangga atau anak dari korban PHK, karena dengan adanya informasi yang didapat dari tetangga para korban PHK peneliti ingin mengetahui bagaimana kehidupan social mereka di masyarakat sekitar.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1. Data primer
Data primer adalah data yang diambil dari sumber data primer atau sumber data pertama di lapangan. Data primer diperoleh dengan metode sebagai berikut :
a. Observasi, yaitu peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang sedang digunakan sebagai sumber data peneliti atau mengumpulkan data dengan mengadakan pengamatan langsung.
Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan atau observasi dan pencatatan data secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala pada objek penelitian untuk meneliti bagaimana kondisi social ekonomi para korban PHK di masa Pandemi Covid-19 yang terjadi di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin, serta peneliti juga mengamati apa saja ataupun usaha apa yang dilakukan oleh para korban PHK maupun keluarga korban PHK dalam meningkatkan social ekonomi mereka. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti menghasilkan beberapa data yang mendukung penelitian, meliputi :
1. Gambaran Umum Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin.
2. Kondisi social ekonomi keluarga korban PHK.
3. Strategi atau upaya yang dilakukan oleh para korban PHK maupun keluarganya dalam meningkatkan social ekonomi yang sempat menurun.
b. Wawancara, yaitu percakapan atau tanya jawab yang dilakukan pengumpul data dengan responden sehingga responden memberikan data atau informan yang diperlukan dalam penelitian (Siagian,2011:207).
Dalam hal ini peneliti melakukan proses tanya jawab atau mewawancarai secara langsung informan utama yaitu para korban PHK yang ada di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin guna mendapat informasi terkait bagaimana kondisi social ekonomi keluarga mereka pasca PHK dimasa
Pandemi Covid-19 dan upaya atau strategi apa yang mereka lakukan untuk meningkatkan kehidupan social ekonomi mereka yang menurun setelah di PHK, dan peneliti juga melakukan proses tanya jawab atau mewawancarai secara langsung informan tambahan yaitu para tetangga korban PHK guna mendapat informasi mengenai bagaimana kehidupan para keluarga korban PHK dari sudut pandang mereka selaku tetangga. Proses wawancara berlangsung mulai dari tanggal 10 Maret 2021 hingga 7 April 2021, dan dilakukan di rumah atau tempat tinggal para korban PHK.
c. Dokumentasi, adalah mempelajari dokumen yang relevan dimana dokumen bisa berasal dari lembaga, bisa juga berasal dari informan kunci dan informan utama.
Dalam hal ini peneliti mengumpulkan dokumentasi berupa foto kondisi social ekonomi para korban PHK yang ada di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin selaku informan utama seperti keadaan rumah, kemudian peneliti juga mengumpulkan dokumentasi berupa foto usaha atau cara yang mereka lakukan dalam meningkatkan social ekonomi keluarga mereka. Dan juga dokumen dari lembaga pemerintah Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin berupa data geografis dan monografi. Selain itu tape recorder untuk merekam dan arsip lain yang mendukung penelitian ini.
2. Data sekunder
Data sekunder diperoleh melalui :
a. Studi kepustakaan, yaitu proses memperoleh data atau informasi yang menyangkut masalah yang akan diteliti melalui penelaah buku, jurnal, dan karya tulis lainnya.
Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data-data terkait informasi yang dibutuhkan mengenai permasalahan kondisi social ekonomi para keluarga korban PHK yang ada di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin dan strategi yang dilakukan guna meningkatkan social ekonomi mereka yang peneliti peroleh melalui buku, maupun jurnal.
b. Studi lapangan, adalah pengumpulan data atau informasi melalui kegiatan penelitian langsung turun ke lokasi penelitian untuk mencari fakta-fakta yang berkaitan dengan masalah yang diteliti (Siagian, 2011:206).
Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan langsung ke Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin guna mengumpulkan data-data terkait informasi yang dibutuhkan baik berupa gambar atau foto maupun tulisan yang berhubungan dengan kondisi social ekonomi keluarga para korban PHK maupun upaya atau strategi yang mereka lakukan untuk meningkatkan social ekonomi mereka.
3.5 Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memillih mana yang penting dan akan dipelajari, dan
membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. (Sugiyono, 2013:244).
63
BAB IV
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
A. Temuan Umum
4.1 Letak Geografis Desa Sidodadi Ramunia
Desa Sidodadi Ramunia adalah salah satu Desa yang termasuk di wilayah Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Secara geografis Desa Sidodadi Ramunia terletak pada ketinggian ± 0 – 7 m diatas permukaan laut. Memiliki curah hujan rata – rata ± 0 – 2,5 m/detik, dan memiliki suhu udara rata – rata ± 32 °C s/d 37 °C. Desa Sidodadi Ramunia memiliki jarak tempuh ke Ibukota Kecamatan ± 1 km, jarak tempuh ke Ibukota Kabupaten ± 7 km, dan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi ± 32 km.
Desa Sidodadi Ramunia merupakan desa yang terletak pada wilayah yang cukup srategis yaitu berdekatan dengan jalan menuju Bandara Internasional Kualanamu, dengan batas – batas sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Karang Anyar.
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Sei Ular.
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Emplasmen Kuala Namu.
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pasar V Kebun Kelapa.
4.2 Sejarah Perkembangan Desa Sidodadi Ramunia
Desa Sidodadi Ramunia merupakan salah satu Desa yang berada di Kota Lubuk Pakam. Berdirinya Desa Sidodadi Ramunia ini adalah dimulai pada zaman Kolonial Belanda, dimana pada masa itu terdapat sisa lahan perkebunan Belanda
dan pohon Ramunia sebagai tapal batas yang kemudian diperjuangkan oleh tokoh yang bernama Sodi Kromo dan akhirnya tidak jadi direbut. Maka atas keinginan pejuang pendahulu tersebut maka tercetus Sidodadi yang dalam bahasa jawa artinya SIDO = Ingin, sedangkan DADI = Jadi, dan digabung dengan RAMUNIA yang akhirnya terbentuk menjadi Desa SIDODADI RAMUNIA pada rahun 1951.
Nama – nama Kepala Kampung dan Kepala Desa yang pernah memimpin di Desa Sidodadi Ramunia sejak berdirinya desa tersebut hingga saat ini, yaitu :
Tahun Jabatan Nama Keterangan
1951 – 1969 Kepala Kampung Sodi Kromo I (Satu) Periode 1970 – 1987 Kepala Kampung Tarmo I (Satu) Periode 1988 – 1992 Kepala Desa Suroto I (Satu) Periode 1993 – 2002 Kepala Desa Makmur I (Satu) Periode 2003 – 2015 Kepala Desa Satiman 3 (Tiga) Periode 2017 – 2022 Kepala Desa Salamun Sedang Aktif 4.3 Profil Desa Sidodadi Ramunia
Berikut lampiran mengenai jumlah Penduduk Desa Sidodadi Ramunia, luas areal wilayah yang terdiri dari berbagai agama, tingkat pendidikan dan mata pencaharian masyarakat yang berbeda dan apabila dipadukan secara harmonis yang menampakkan potensi sebagai modal dasar dalam pembangunan di Desa Sidodadi Ramunia.
1. Luas Wilayah : ± 779 ha 2. Jumlah Dusun : 17 Dusun 3. Jumlah Penduduk : 12.997 jiwa
4. Jumlah Laki – laki : 6.798 Jiwa 5. Jumlah Perempuan : 6.199 Jiwa 6. Jumlah Kepala Keluarga : 3563 KK 4.3.1 Penduduk berdasarkan jenis kelamin
Tabel berikut ini menunjukkan jumlah penduduk Desa Sidodadi Ramunia berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 4.1 komposisi penduduk menurut jenis kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Jiwa Persentase %
1 Laki – laki 6.798 52,3
2 Perempuan 6.199 47,7
Jumlah 12.997 100
Sumber Data : Data di Kantor Desa
Dari tabel 4.1 diatas dapat dilihat bahwa adanya perbedaan jumlah penduduk Laki – laki yang lebih banyak yaitu berjumlah 6.798 jiwa bila dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan yang hanya berjumlah 6.199 jiwa. Dimana dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwasannya jumlah penduduk laki – laki lebih banyak sekitar 3,0 % bila dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan.
4.3.2 Penduduk Berdasarkan Agama
Ditinjau dari sudut agama yang dianut penduduk Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin terdapat perbedaan jumlah penganut yang dikelompokkan atas
penganut agama Islam, Kristen Protestan, Katholik, Buddha, dan Hindu. Dan pengelompokkan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.2 komposisi penduduk berdasarkan agama
No Agama Jumlah Persentase %
1 Islam 9.117 70
2 Kristen 660 5
3 Katholik 660 5
4 Buddha 2.560 20
5 Hindu 0 0
Jumlah 12.997 100
Sumber Data : Data di Kantor Desa
Dari tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang beragama Islam yakni sebanyak 70 %, dan sebahagian penduduk beragama Kristen sebanyak 5 %, agama Buddha sebanyak 20 % dan Katholik sebanyak 5 %. Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan, penduduk yang beragama Buddha biasanya berasal dari Warga Nasional Indonesia Keturunan seperti keturunan dari etnis Tionghoa.
Tingkat toleransi beragama di daerah ini sangat tinggi, dimana hal tersebut terbukti dengan tidak pernah ada konflik antar agama yang terjadi di daerah ini yang memancing perbuatan anarkis. Masing – masing pemeluk agama melaksanakan ibadah serta perayaan – perayaan hari besar keagamaannya sesuai ajaran di rumah ibadah masing – masing.
4.3.3 Penduduk berdasarkan tingkat pendidikan
Untuk melihat komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan di Desa Sidodadi Ramunia dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Tabel 4.3 komposisi tingkat pendidikan masyarakat Desa Sidodadi Ramunia
No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase % 1 Tidak Tamat Sekolah Dasar (SD) 184 < 1
2 Tamat Sekolah Dasar (SD) 2517 ˃ 1
3 Tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP)
3708 ˃ 1
4 Tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) 4695 ˃ 1
5 Akademi ( D1 – D3) 433 ˃ 1
6 Sarjana (S1 – S2) 1060 < 1
Jumlah 12.597
Sumber Data : Data di Kantor Desa
Dari tabel tersebut diketahui bahwa mayoritas penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yakni sebanyak 4.695 jiwa. Berdasarkan observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwasannya mayoritas pekerja atau karyawan yang bekerja di Bandara Kualanamu memiliki latar belakang pendidikan hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) sehingga
Dari tabel tersebut diketahui bahwa mayoritas penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yakni sebanyak 4.695 jiwa. Berdasarkan observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwasannya mayoritas pekerja atau karyawan yang bekerja di Bandara Kualanamu memiliki latar belakang pendidikan hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) sehingga