ANALISA DAN PEMBAHASAN
B. Penemuan dan Pembahasan 1 Deskriptif Demografi Responden
Deskriptif demografi responden memberikan gambaran mengenai karakteristik responden yang diukur dengan skala nominal yang menunjukkan besarnya frekuensi absolut dan persentase (dengan pembulatan tanpa koma) jabatan, jenis kelamin, pendidikan, dan lamanya bekerja pada perusahaan.
Tabel 4.3. Jabatan Responden
Jabatan Absolut Persentase
Manager 2 4 %
Senior Auditor 13 25 %
Junior Auditor 37 71 %
Jumlah 52 100 %
Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010
Pada tabel 4.3. dapat dilihat bahwa jabatan yang dimiliki oleh responden pada data yang telah diolah. Responden yang menjabat sebagai Manager sebanyak 2 orang atau sebesar 4% dari 52 responden. Sebanyak 13 orang jabatannya sebagai Senior Auditor dengan persentase 25%, sebanyak 37 orang sebagai Junior Auditor dengan persentase 71%.
64
Tabel 4.4.
Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Absolut Persentase
Laki-laki 35 67 %
Perempuan 17 33 %
Jumlah 52 100 %
Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010
Pada tabel 4.4 dapat dilihat bahwa jumlah responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 35 atau sebesar 67%, sedangkan sisanya sebanyak 17 orang atau sebesar 33% dipenuhi oleh jenis kelamin perempuan. Artinya, sebagian besar responden yang mengisi kuesioner adalah laki-laki.
Tabel 4.5. Pendidikan Responden
Pendidikan Absolut Persentase
S1 48 92%
S2 4 8%
S3 0 0%
Jumlah 52 100%
Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2009
Pada tabel 4.5. dapat dilihat bahwa jumlah responden berdasarkan jenjang pendidikan terakhir tersebar pada responden yang berpendidikan terakhir dengan kategori Sarjana Strata Satu (S1) sebanyak 48 orang atau sebesar 92%, dan Strata Dua (S2) sebanyak 4 orang atau sebesar 8% serta tidak ada satu orang responden pun yang berpendidikan selain S1, dan S2.
65
Tabel 4.6.
Lama Berprofesi Sebagai Auditor
Lama Bekerja Absolut Persentase
≤ 5 tahun 33 63 %
> 5 tahun 19 37 %
Jumlah 52 100 %
Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010
Pada tabel 4.6. dapat dilihat bahwa jumlah responden berdasarkan lama berprofesi sebagai auditor adalah diatas 5 tahun yaitu sebanyak 19 orang atau sebesar 37% sedangkan sisanya sebanyak 33 orang atau sebesar 63% telah berprofesi sebagai auditor tidak lebih dari 5 tahun.
2. Hasil Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Realibilitas
Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menguji konsistensi jawaban dari responden melalui pertanyaan yang diberikan. Hasil dari pengujian reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian yang dipakai dapat digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliable atau handal jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Dalam pengujian reliabilitas ini, peneliti menggunakan metode statistik Cronbach Alpha dengan signifikansi yang digunakan sebesar 0,6
66
dimana jika nilai Cronbach Alpha dari suatu variabel lebih besar dari 0,6 maka butir pertanyaan yang diajukan dalam pengukuran instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang memadai. Sebaliknya, jika nilai Cronbach Alpha dari suatu variabel lebih kecil dari 0,6 maka butir pertanyaan tersebut tidak realible (Ghozali, 2005).
Tabel 4.7. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Jumlah butir pertanyaan Cronbach alpha
Penerapan EDP Audit 10 butir 0,840
Kompetensi Auditor 10 butir 0,774
Independensi Auditor 10 butir 0,819
Tingkat Materialitas 10 butir 0,834
Sumber: Hasil penelitian yang diolah, 2010
Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa instrumen untuk setiap variabel penelitian adalah reliabel, karena Cronbach Alpha (α) hitung > 0,6. Pada variabel Penerapan EDP Audit memiliki α 0,840 > 0,6. Variabel Kompetensi Auditor memiliki α hitung 0,774 > 0,6, Variabel Independensi Auditor memiliki α hitung 0,819 > 0,6, dan variabel
Tingkat Materialitas memiliki α hitung 0,834 > 0,6.
b. Hasil Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah item-item yang ada di dalam kuesioner mampu mengukur peubah yang didapatkan dalam penelitian ini (Ghozali, 2005). Maksudnya untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner dilihat jika pertanyaan dalam kuesioner tersebut
67
mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Uji validitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Setelah itu tentukan hipotesis H0: skor butir pertanyaan berkorelasi positif dengan total skor konstruk dan Ha: skor butir pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan total skor konstruk. Setelah menentukan hipotesis H0 dan Ha, kemudian uji dengan membandingkan r hitung (tabel corrected item-total correlation) dengan r tabel (tabel Product Moment dengan signifikansi 0,05) untuk degree of freedom (df) = n-2, dimana “n” adalah jumlah sampel penelitian sebanyak 50 responden sehingga diperoleh nilai (df) = 50-2 atau nilai df dari 48 adalah 0,235. Suatu kuesioner dinyatakan valid apabila r hitung > r tabel (Ghozali, 2005). Hasil pengujian validitas ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.8.
Hasil Uji Validitas Variabel Penerapan EDP Audit
Pertanyaan Variabel Pearson
Correlation Sig. Kesimpulan
Butir 1 Penerapan EDP Audit 0,596** 0 Valid
Butir 2 Penerapan EDP Audit 0,402** 0,003 Valid Butir 3 Penerapan EDP Audit 0,384** 0,005 Valid
Butir 4 Penerapan EDP Audit 0,587** 0 Valid
Butir 5 Penerapan EDP Audit 0,418** 0,002 Valid Butir 6 Penerapan EDP Audit 0,383** 0,005 Valid
68
Butir 7 Penerapan EDP Audit 0,354* 0,01 Valid
Butir 8 Penerapan EDP Audit 0,413** 0,002 Valid Butir 9 Penerapan EDP Audit 0,419** 0,002 Valid
Butir 10 Penerapan EDP Audit 0,616** 0 Valid
Sumber: Hasil penelitian yang diolah, 2010
Variabel penerapan EDP Audit terdiri atas 10 butir pertanyaan, dari 10 butir pertanyaan tersebut semua butir pertanyaan adalah valid (nilai signifikansi kurang dari 0,01 dan 0,05).
Tabel 4.9.
Hasil Uji Validitas Variabel Kompetensi Auditor
Pertanyaan Variabel Pearson
Correlation Sig. Kesimpulan
Butir 1 Kompetensi Auditor 0,664** 0 Valid
Butir 2 Kompetensi Auditor 0,700** 0 Valid
Butir 3 Kompetensi Auditor 0,494** 0 Valid
Butir 4 Kompetensi Auditor 0,396** 0,004 Valid
Butir 5 Kompetensi Auditor 0,588** 0 Valid
Butir 6 Kompetensi Auditor 0,628** 0 Valid
Butir 7 Kompetensi Auditor 0,633** 0 Valid
Butir 8 Kompetensi Auditor 0,651** 0 Valid
Butir 9 Kompetensi Auditor 0,628** 0 Valid
Butir 10 Kompetensi Auditor 0,403** 0,003 Valid Sumber: Hasil penelitian yang diolah, 2010
69
Variabel Kompetensi Auditor terdiri atas 10 butir pertanyaan, dari 10 butir pertanyaan tersebut semua butir pertanyaan adalah valid (nilai signifikansi kurang dari 0,01 dan 0,05).
Tabel 4.10.
Hasil Uji Validitas Variabel Independensi Auditor
Pertanyaan Variabel Pearson
Correlation Sig. Kesimpulan
Butir 1 Independensi Auditor 0,629** 0 Valid
Butir 2 Independensi Auditor 0,774** 0 Valid
Butir 3 Independensi Auditor 0,665** 0 Valid
Butir 4 Independensi Auditor 0,672** 0 Valid
Butir 5 Independensi Auditor 0,689** 0 Valid
Butir 6 Independensi Auditor 0,696** 0 Valid
Butir 7 Independensi Auditor 0,536** 0 Valid
Butir 8 Independensi Auditor 0,683** 0 Valid
Butir 9 Independensi Auditor 0,431** 0,001 Valid Butir 10 Independensi Auditor 0,395** 0,004 Valid Sumber: Hasil penelitian yang diolah, 2010
Variabel Independensi Auditor terdiri atas 10 butir pertanyaan, dari 10 butir pertanyaan tersebut semua butir pertanyaan adalah valid (nilai signifikansi kurang dari 0,01 dan 0,05).
70
Tabel 4.11.
Hasil Uji Validitas Variabel Tingkat Materialitas
Pertanyaan Variabel Pearson
Correlation Sig. Kesimpulan
Butir 1 Tingkat Materialitas 0,650** 0 Valid
Butir 2 Tingkat Materialitas 0,651** 0 Valid
Butir 3 Tingkat Materialitas 0,649** 0 Valid
Butir 4 Tingkat Materialitas 0,562** 0 Valid
Butir 5 Tingkat Materialitas 0,589** 0 Valid
Butir 6 Tingkat Materialitas 0,626** 0 Valid
Butir 7 Tingkat Materialitas 0,645* 0 Valid
Butir 8 Tingkat Materialitas 0,698** 0 Valid
Butir 9 Tingkat Materialitas 0,649** 0 Valid
Butir 10 Tingkat Materialitas 0,680** 0 Valid
Sumber: Hasil penelitian yang diolah, 2010
Variabel Tingkat Materialitas terdiri atas 10 butir pertanyaan, dari 10 butir pertanyaan tersebut semua butir pertanyaan adalah valid (nilai signifikansi kurang dari 0,01 dan 0,05).
3.Hasil Uji Asumsi Klasik a.Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan atau korelasi diantara variabel independen. Multikolinearitas menyatakan hubungan antar sesama variabel independen. Dalam penelitian ini uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah ada
71
korelasi atau hubungan diantara variabel penerapan EDP audit, kompetensi auditor dan independensi auditor. Pedoman suatu model regresi yang ideal adalah tidak terjadi korelasi diantara variabel independen (nilai VIF dan tolerance disekitar angka 1 serta koefisien korelasi antar variabel independen haruslah dibawah 0,5) atau tidak terjadi multikolinearitas. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal yakni variabel orthogonal adalah variabel independen yang memiliki nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol (Ghozali, 2005).
Tabel 4.12.
Hasil Uji Multikolinearitas
Pada tabel 4.12 terlihat nilai tolerance untuk variabel PEA sebesar 0,671, KA sebesar 0,397, dan IA sebesar 0,529 sedangkan nilai VIF untuk masing-masing variabel sebesar 1,491 untuk PEA, 2,517 untuk KA dan IA sebesar 1,889. Berdasarkan pedoman terhadap uji multikolinieritas nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 maka terlihat bahwa tidak terjadi korelasi diantara variabel penerapan EDP audit, kompetensi auditor dan
Coefficients(a) Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) PEA 0.671 1.491 KA 0.397 2.517 IA 0.529 1.889 a. Dependent Variable: TM
72
independensi auditor atau tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi ini.
b. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terdapat persamaan atau perbedaan varian yang dapat dilihat dari grafik plot. Deteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED, dimana sumbu Y adalah Y telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi - Y sesungguhnya) yang telah di-studentized.
Jika plot membentuk pola tertentu (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika plot tidak membentuk pola tertentu, seperti titik- titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka mengindikasikan telah terjadi homokedastisitas. Model regresi yang baik adalah plot yang mengindikasikan homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2005).
73
Gambar 4.1
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Data yang diolah, 2010
Pada gambar 4.1. menunjukkan tidak terjadi pola tertentu yang teratur seperti bergelombang, melebar, dll. Sesuai dengan pedoman uji heteroskedastisitas, maka dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas atau disebut homokedastisitas. Hal ini dibuktikan dengan grafik plot diatas yang tidak membentuk pola tertentu yang teratur sehingga penelitian ini layak dilakukan pengujian lebih lanjut.
c. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas ini dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau paling tidak mendekati normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan
74
bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.
Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Jika data (titik) menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka menunjukkan pola distribusi normal yang mengindikasikan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data (titik) menyebar menjauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka tidak menunjukkan pola distribusi normal yang mengindikasikan bahwa model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas (Ghozali, 2005).
Pada gambar 4.2. menunjukkan adanya persebaran data (titik) pada sumbu diagonal yang mendekati garis diagonal. Berdasarkan pedoman uji normalitas mengatakan bahwa jika persebaran data (titk) mengikuti atau mendekati garis normal maka suatu penelitian dapat dikatakan normal. Pada gambar histogram juga menunjukkan adanya normalitas dalam penelitian ini. Melihat hal tersebut maka dapat disimpulkan penelitian ini memenuhi uji normalitas.
75
Gambar 4.2. Hasil Uji Normalitas
76
4. Hasil Uji Hipotesis
a. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Uji ini dilakukan untuk mengukur kemampuan variabel- variabel independen, yaitu penerapan EDP Audit, Kompetensi dan Independensi auditor dalam menjelaskan variabel dependen, yaitu Tingkat Materialitas. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada kolom adjusted R square, yang ditampilkan pada tabel berikut:
Tabel 4.13.
Hasil Uji Koefisien Determinasi
S
Sum ber : Hasil penelit ian yang diolah, 2010
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai koefisien Adjusted R Square yang dihasilkan oleh variabel-variabel independen sebesar 0,600 yang artinya adalah 60 % variabel dependen Tingkat Materialitas dijelaskan oleh variabel independen penerapan EDP audit, kompetensi auditor dan independensi auditor. Kemudian sisanya sebesar 40 % dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen yang digunakan yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0.775(a) 0.600 0.575 2.50611
77
Angka koefisien kolerasi (R) pada tabel 4.13 sebesar 0,775 menunjukkan bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen adalah kuat karena memiliki nilai koefisien kolerasi diatas 0,5. Standar Error of Estimate (SEE) sebesar 2,50611. Semakin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen.
b. Hasil Uji t
Pengujian regresi secara parsial (uji t) berguna untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas (p-value) dari masing-masing variabel dengan tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05. jika p-value lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel-variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji regresi secara parsial (uji t) dapat dilihat pada tabel berikut:
78
Tabel 4.14. Hasil Uji t
Dalam tabel Coefficients di atas ditunjukkan bahwa variabel independen yang dimasukkan dalam model yaitu penerapan EDP audit adalah signifikan. Hal ini dapat dilihat probabilitas signifikannya sebesar 0,026 lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha1 diterima. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa penerapan EDP audit berpengaruh singnifikan terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Rukmini (2008). Dengan demikian, penerapan EDP audit sangat berperan penting dalam proses audit. Penerapan EDP audit diharapkan akan semakin lebih mampu meminimalisasi tingkat materialitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat materialitas
Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.943 4.349 1.596 0.117 PEA 0.153 0.067 0.255 2.29 0.026 KA 0.356 0.15 0.344 2.374 0.022 IA 0.343 0.129 0.334 2.661 0.011 a. Dependent Variable: TM
79
yang menunjukkan bahwa kompetensi auditor berhubungan positif terhadap tingkat materialitas. Semakin tinggi kompetensi yang dimiliki seorang auditor maka semakin tinggi tingkat kemampuan dalam meminimalisasi tingkat materialitas.
Variabel kompetensi auditor memiliki nilai probabilitas signifikan sebesar 0,022 di bawah 0,05 yang berarti Ha2 diterima. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa kompetensi auditor berpengaruh signifikan terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Megasari (2008). Dengan demikian, semakin tinggi kompetensi seorang auditor maka semakin tinggi tingkat kemampuan dalam meminimalisasi tingkat materialitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat materialitas yang menunjukkan bahwa independensi auditor berhubungan positif terhadap tingkat materialitas. Semakin tinggi independensi yang dimiliki seorang auditor maka semakin tinggi tingkat kemampuan dalam meminimalisasi tingkat materialitas.
Variabel independensi auditor memiliki nilai probabilitas signifikan sebesar 0,011 di bawah 0,05 yang berarti Ha3 diterima. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh
80
Justiana (2010). Dengan demikian, semakin tinggi independensi seorang auditor maka semakin tinggi tingkat kemampuan dalam meminimalisasi tingkat materialitas. Dari hasil uji regresi yang dilakukan, juga ditemukan bahwa variabel independensi auditor merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hal ini menunjukkan bahwa independensi dalam mengaudit sangat diperlukan oleh seorang auditor dalam melaksanakan tugas audit.
c. Hasil Uji F
Pengujian signifikansi simultan (uji F) dilakukan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang digunakan dalam model regresi mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.15. Hasil Uji F
Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010 ANOVA(b) Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 452.763 3 150.921 24.03 0.000(a) Residual 301.468 48 6.281 Total 754.231 51
a. Predictors: (Constant), IA, PEA, KA b. Dependent Variable: TM
81
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.15 menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil dari nilai probabilitas (p-value) 0,05 (0,000 < 0,5) (Ghozali, 2005). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa penerapan EDP, kompetensi auditor dan independensi auditor secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat materialitas. Keberhasilan meminimalisasi tingkat materialitas merupakan sebuah prestasi bagi seorang auditor. Tingginya penerapan EDP, kompetensi auditor dan independensi auditor merupakan penunjang dalam pertimbangan tingkat materialitas.
82
BAB V