BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... I-1
3.5. Penentuan Isu – Isu Strategis
Isu strategis merupakan permasalahan yang bersifat sangat mendesak dan harus segera diselesaikan dalam tahun perencanaan. Metode yang digunakan dalam penentuan isu strategis Renstra yaitu dengan diskusi secara terfokus terhadap permasalahan yang telah diidentifikasi. Berdasarkan hasil telaah terhadap visi-misi Gubernur Provinsi DKI Jakarta, telaah terhadap Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Renstra Ditjen Penyediaan Perumahan, Renstra Ditjen Pembiayaan Perumahan dan hasil identifikasi permasalahan yang ada, dapat dirumuskan isu strategis dalam pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut:
1. Belum Optimalnya Kinerja Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta karena keterbatasan jumlah SDM, alokasi anggaran, target pembangunan, ketersediaan data perumahan dan kawasan permukiman terkini;
2. Tingginya backlog kepemilikan rumah yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan arus migrasi di Provinsi DKI Jakarta sulit diimbangi oleh penyediaan perumahan pemerintah DKI Jakarta melalui DPRKP;
3. Tingginya harga tanah di Jakarta yang disebabkan ketersediaan lahan untuk pembangunan hunian terbatas menyebabkan harga jual rumah tinggi;
4. Daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di provinsi DKI Jakarta untuk memiliki rumah sangat rendah karena harga rumah yang tidak terjangkau;
5. Akses masyarakat berpenghasilan rendah kepada pembiayaan perumahan masih perlu ditingkatkan. Perlu adanya inovasi pilihan-pilihan model (skema) pembiayaan yang semakin sesuai, terjangkau, cepat dan berkelanjutan; dan
6. Menurunnya kualitas lingkungan dan citra kawasan permukiman di Provinsi DKI Jakarta yang disebabkan oleh pertumbuhan kawasan permukiman kumuh yang semakin sulit dikendalikan.
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN
KAWASAN PERMUKIMAN
Berdasaran kondisi faktual dan hasil analisis, meliputi potensi, kemampuan, keterbatasan, peluang, ancaman, dan isu-isu strategis terkait perumahan rakyat dan kawasan permukiman Provinsi DKI Jakarta, diperlukan penyelenggaraan pelayanan dan pembangunan yang direncanakan dan disusun berdasarkan pemahaman dan kesepakatan semua pihak yang terkait (stakeholder). Oleh karena itu ditetapkan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang berada dalam sebuah bingkai cita-cita yang ingin diwujudkan secara objektif, realistis, dan dengan pencapaian yang dapat diindikasikan berdasarkan ukuran-ukuran tertentu.
4.1. Visi dan Misi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, yang dimaksud dengan visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Visi harus menggambarkan wujud akhir yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Dengan demikian visi memegang peranan penting dalam menentukan arah yang akan dituju pada masa mendatang.
DPRKP Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu unsur pelaksana di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman. Dengan demikian, perumusan visi DPRKP Provinsi DKI Jakarta adalah dalam rangka bertanggungjawab dan mendukung pencapaian visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022, khususnya terkait bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman.
Selain itu, visi dan misi DPRKP juga harus didasarkan pada tugas dan fungsi DPRKP Provinsi DKI Jakarta.
Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta periode 2017 –2022 yaitu:
“Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua.” Dalam rangka mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta tersebut, serta untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsi DPRKP maka dirumuskan visi yang ingin diwujudkan oleh DPRKP Provinsi DKI Jakarta tahun 2017-2022 sebagai berikut:
“Terwujudnya Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta yang layak huni, terjangkau, aman, terpadu, dan berkelanjutan”
Makna layak huni adalah pantas untuk dihuni atau ditempati. Rumah layak huni dimaksudkan sebagai rumah yang memenuhi persyaratan baik teknis maupun non teknis terkait keselamatan, bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya. Dengan terwujudnya perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni serta terdepan dalam kelengkapan prasarana, sarana, dan utilitas permukiman, diharapkan dapat mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota maju.
Makna terjangkau adalah pemenuhan kebutuhan hunian yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat dan berdasarkan pada asaz keadilan. Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang berkeadilan diharapkan dapat menjamin setiap warga masyarakatnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk memiliki hunian dan hidup berkembang di lingkungannya. Keadilan merupakan salah satu asas penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman dalam UU Nomor 1 tahun 2011 yaitu “asas keadilan dan pemerataan”. Yang dimaksud dengan “asas keadilan dan pemerataan” adalah memberikan landasan agar hasil pembangunan di bidang perumahan dan kawasan permukiman dapat dinikmati secara proporsional dan merata bagi seluruh rakyat.
Makna aman adalah bahwa pembangunan perumahan dan kawasan permukiman harus dapat memberikan rasa aman kepada para penghuninya, diantaranya melalui perencanaan yang mengakomodir mitigasi/pengurangan risiko bencana. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik
Makna terpadu adalah ada unsur-unsur yang dipadukan. Pembangunan perumahan dan permukiman merupakan kegiatan multisektoral yang melibatkan banyak stakeholder.
Dengan keterpaduan, setiap pembangunan perumahan rakyat dan kawasan permukiman yang tidak hanya dilaksanakan oleh salah satu sektor saja, melainkan saling melengkapi antar sektor yang satu dengan sektor yang lain.
Makna berkelanjutan adalah pembangunan atau perkembangan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Perumahan dan permukiman yang berkelanjutan diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan penghuninya baik pada aspek ekonomi maupun sosial, dengan tetap berwawasan lingkungan sejak tahap perencanaan, pembangunan, pengelolaan hingga pengembangan. Salah satu asas penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman dalam UU Nomor 1 tahun 2011 yaitu “asas kelestarian dan keberlanjutan”. Yang dimaksud dengan “asas kelestarian dan keberlanjutan” adalah memberikan landasan agar penyediaan perumahan dan kawasan permukiman dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan hidup, dan menyesuaikan dengan kebutuhan yang terus meningkat sejalan dengan laju kenaikan jumlah penduduk dan luas kawasan secara serasi dan seimbang untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Dalam rangka mewujudkan visi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta yang layak huni, terjangkau, aman, terpadu, dan berkelanjutan, maka disusunlah 3 (tiga) buah misi sebagai berikut:
1. Mewujudkan perumahan rakyat yang layak huni, dilengkapi prasarana, sarana dan utilitas yang memadai dan terjangkau untuk semua masyarakat.
2. Menciptakan pelayanan yang optimal di sektor perumahan dan permukiman.
3. Membangun kawasan permukiman yang aman, nyaman, dan berkelanjutan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial.
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi berisi pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dan memberikan arah dalam usaha mewujudkan visi. Oleh karena itu, apabila ketiga misi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, maka akan sangat menunjang keberhasilan pencapaian visi
“Terwujudnya Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta yang layak huni, terjangkau, aman, terpadu, dan berkelanjutan”.
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah.
Untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi diatas, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menetapkan Tujuan dan sasaran Jangka menengah. Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, dan menangani permasalahan yang dihadapi DPRKP Provinsi DKI Jakarta. Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Perumusan sasaran akan memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi DPRKP Provinsi DKI Jakarta. Berikut ini adalah tujuan dan sasaran dari masing-masing misi DPRKP Provinsi DKI Jakarta:
Misi pertama: Mewujudkan perumahan rakyat yang layak huni, dilengkapi prasarana, sarana dan utilitas yang memadai dan terjangkau untuk semua masyarakat.
Tujuan 1. Meningkatkan penyediaan perumahan yang layak huni dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sasaran:
Tersedianya hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Misi Kedua: Menciptakan pelayanan yang optimal di sektor perumahan dan permukiman.
Tujuan 1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan keuangan yang transparan, akuntabeldan berbasis teknologi informasi.
Sasaran:
Terwujudnya tata kelola pemerintahan dan keuangan yang transparan, akuntabeldan berbasis teknologi informasi.
Misi Ketiga: Membangun kawasan permukiman yang aman, nyaman, dan berkelanjutan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial;
Tujuan 1. Mewujudkan pembangunan (permukiman) yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial;
Sasaran:
Terwujudnya kawasan (permukiman) perkotaan yang layak huni, tertata rapi dan berkelanjutan, berikut sarana prasarana pendukungnya.
Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Kinerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pada RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022
No
. Tujuan Sasaran Indikator Kinerja
Sasaran
Target Kinerja Pada Tahun Ke:
1 2 3 4 5
1 Meningkatkan penyediaan perumahan yang layak huni dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat
Tersedianya hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat
Jumlah backlog hunian 294.756 293.290 291.696 290.584 287.755
2 Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah yang transparan, akuntabel
Terwujudnya tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah yang transparan, akuntabel
Indeks Kepuasan Penghuni
Rumah Susun - - 77 78 80
Skor EKPPD 3,1 3,15 3,2 3,25 3,3
3 Mewujudkan pembangunan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial
Terwujudnya kawasan perkotaan yang layak huni, tertata rapi dan berkelanjutan, berikut sarana prasarana pendukungnya
Jumlah kawasan
permukiman kumuh 223 221 147 84 23
BAB V
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Perumahan dan permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, yang juga mempunyai peran sangat strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, dan peningkatan kualitas generasi mendatang, serta merupakan pengejawantahan jati diri. Permasalahan perumahan dan permukiman tidak dapat dipandang sebagai permasalahan fungsional dan fisik semata, tetapi lebih kompleks lagi sebagai permasalahan yang berkaitan dengan dimensi kehidupan bermasyarakat yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, teknologi, ekologi maupun politik. Kesadaran akan adanya keragaman tersebut penting, karena dapat melahirkan alternatif-alternatif strategi penyelenggaraan di bidang perumahan dan permukiman untuk menuju visi dan misi yang diinginkan.
5.1. Tujuan, Sasaran dan Strategi RPJMD Provinsi DKI Jakarta.
Dalam RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan visi, misi, tujuan, dan sasaran jangka menengah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya telah dirumuskan pula strategi untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran RPJMD tersebut. Dari lima misi yang telah ditetapkan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ikut mendukung pencapaian tiga misi yaitu misi kedua, ketiga, dan keempat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 5.1 Tujuan, Sasaran dan Strategi RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022
Tujuan Sasaran Strategi
VISI : Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua
Misi 2 : Menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan kebutuhan pokok,
Tujuan Sasaran Strategi
meningkatnya keadilan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis, serta perbaikan pengelolaan tata ruang
Mempercepat pembangunan
infrastruktur yang handal, modern, dan terintegrasi serta mampu
menyelesaikan masalah-masalah perkotaan
Tersedianya hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan
masyarakat
Peningkatan jumlah perumahan rakyat yang layak huni tertata rapi dan berkelanjutan
Peningkatan jumlah perumahan rakyat yang lengkap sarana dan prasarana
Misi 3 : Menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang berkarya, mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan masyarakat, secara efektif, meritokratis dan berintegritas
Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel
Terwujudnya tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel
Peningkatan pelayanan penghuni rumah susun
Peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai Peningkatan dan pengelolaan kendaraan operasional dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai
Misi 4 : Menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan dan tata kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial.
Mewujudkan pembangunan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial
Terwujudnya kawasan perkotaan yang layak huni, tertata rapi dan berkelanjutan, berikut sarana prasarana pendukungnya
Peningkatan jumlah kawasan
permukiman yang layak huni, tertata rapi dan berkelanjutan
Sumber: RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022
5.2. Strategi dan Kebijakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta
Strategi dan kebijakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta disusun berdasarkan kesesuaian dengan RPJMD Provinsi DKI Jakarta 2017-2022.
Dengan memperhatikan tugas dan fungsi DPRKP dalam mendukung RPJMD, maka strategi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta dijabarkan secara lebih jelas sebagai berikut:
Tabel 5.2 Tujuan, Sasaran, dan Strategi DPRKP Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022
Tujuan Sasaran Strategi
VISI : Terwujudnya Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta yang layak huni, terjangkau, aman, terpadu, dan berkelanjutan
Misi 1: Mewujudkan perumahan rakyat yang layak huni, dilengkapi prasarana, sarana dan utilitas yang memadai dan terjangkau untuk semua masyarakat Meningkatkan
penyediaan perumahan yang layak huni dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat
Tersedianya hunian yang layak dan
terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat
Peningkatan jumlah perumahan rakyat yang layak huni tertata rapi dan berkelanjutan
Peningkatan jumlah perumahan rakyat yang lengkap sarana dan prasarana
Misi 2: Menciptakan pelayanan yang optimal di sektor perumahan dan permukiman
Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan keuangan yang transparan, akuntabel dan berbasis teknologi informasi
Terwujudnya tata kelola pemerintahan dan keuangan yang transparan, akuntabel dan berbasis teknologi informasi
Peningkatan pelayanan penghuni rumah susun
Peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai Peningkatan dan pengelolaan kendaraan operasional dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai
Misi 3: Membangun kawasan permukiman yang aman, nyaman, dan berkelanjutan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial
Tujuan Sasaran Strategi Mewujudkan
pembangunan permukiman yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial
Terwujudnya kawasan permukiman perkotaan yang layak huni, tertata rapi dan berkelanjutan, berikut sarana
prasarana pendukungnya
Peningkatan jumlah kawasan permukiman yang layak huni, tertata rapi dan berkelanjutan
Kebijakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk menentukan prioritas program dan kegiatan dalam mencapai tujuan dalam kurun waktu 2017 – 2022, adalah sebagai berikut:
a. Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan dan Permukiman yang Terjangkau oleh Seluruh Lapisan Masyarakat
Pembangunan perumahan dan permukiman yang dapat terjangkau oleh masyarakat luas diselenggarakan guna meningkatkan pemerataan dan memperluas cakupan pelayanan penyediaan perumahan dan permukiman, dan dapat menjangkau masyarakat yang berpenghasilan rendah. Kebijakan yang akan ditempuh meliputi penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman yang berkualitas dan layak huni sebagai sarana pembinaan keluarga serta terjangkau oleh kemampuan masyarakat luas, dengan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang berpenghasilan menengah dan rendah; pengembangan standar jenis rumah sederhana beserta fasilitas lingkungannya dengan menerapkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi setempat; dan pelaksanaan perbaikan, peremajaan, relokasi, dan permukiman kembali penghuni kawasan kumuh dengan tetap memperhatikan kesinambungan kerja penghuni asal, bahkan lebih meningkatkan pendapatan masyarakat penghuni asal.
Salah satu alternatif upaya peningkatan kualitas permukiman bagi kawasan permukiman terbangun yang sudah padat adalah melalui konsolidasi lahan. Konsolidasi lahan adalah suatu model pembangunan permukiman yang mengatur semua bidang tanah yang semula tidak teratur dalam bentuk, luas atau letak melalui: pergeseran letak;
penggabungan; pemecahan; pertukaran; penataan letak; dan penghapusan atau pengubahan. Kegiatan konsolidasi lahan juga meliputi pembangunan infrastruktur, fasilitas
tanah di lokasi yang ditata tidak harus pindah ke tempat lain karena masih dapat menempati tanah di lokasi tersebut. Secara umum keuntungan konsolidasi tanah antara lain: masyarakat tidak tergusur, tetapi ikut menikmati hasil pembangunan; tersedianya fasilitas umum, jalan, dan drainase yang baik; nilai tanah naik; lingkungan tertata; dan masyarakat memiliki sertifikat.
b. Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan dan Permukiman yang Berwawasan Lingkungan dan yang Berkelanjutan
Pembangunan perumahan dan permukiman diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan permukiman yang sehat dan terpelihara guna mendukung terselenggaranya pembangunan yang berkelanjutan. Dalam rangka itu diupayakan untuk menetapkan dan menerapkan baku mutu lingkungan di kawasan permukiman;
meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam terutama air dan lahan bagi pembangunan perumahan dan permukiman secara lebih terkendali dan bertanggung jawab; meningkatkan kondisi lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat melalui pembangunan prasarana dan sarana lingkungan seperti penyediaan air bersih, penyehatan lingkungan, dan fasilitas sosial ekonomi lainnya; meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dalam pembangunan perumahan dan permukiman melalui pembangunan hunian vertikal yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan lingkungan sosial setempat serta upaya pemugaran permukiman; dan meningkatkan pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna sejalan dengan tuntutan pembangunan dan keterjangkauan masyarakat.
Pembangunan perumahan diarahkan pada pembangunan rumah vertikal, yaitu melalui rencana penyediaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan mendorong optimalisasi pembangunan susun sederhana milik (rusunami). Sedangkan pembangunan/penataan kawasan permukiman dilaksanakan antara lain melalui Community Action Plan (CAP). Melalui CAP, diharapkan dapat tercipta koordinasi dan kolaborasi dari berbagai pihak di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta para stakeholder yang selanjutnya menjadi acuan keberlanjutan program penataan kawasan.
c. Peningkatan Peran Stakeholder Baik Masyarakat Maupun Dunia Usaha Dalam Penyediaan Perumahan dan Permukiman
Kebijakan pengembangan peran stakeholder khususnya masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan perumahan dan permukiman diarahkan untuk mendorong terciptanya
penyediaan perumahan dan permukiman secara mandiri sehingga mengurangi ketergantungan pembiayaannya pada Pemerintah. Kebijakan pengembangan peran masyarakat dan dunia usaha dalam penyediaan pelayanan perumahan dan permukiman ditempuh dengan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakat untuk mendiami rumah sehat dalam lingkungan yang sehat melalui berbagai upaya sosialisasi/penyuluhan; meningkatkan pembangunan perumahan dan permukiman yang bertumpu pada upaya swadaya masyarakat; menciptakan iklim yang efektif untuk meningkatkan kesempatan usaha dan lapangan kerja serta mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pembangunan perumahan dan permukiman; dan memantapkan mekanisme kemitraan dunia usaha dan masyarakat dalam penyediaan perumahan dan permukiman. Kebijakan untuk meningkatkan peran stakeholder juga sangat terkait dan perlu didukung dengan kebijakan lainnya berupa pengembangan regulasi khususnya terkait penyederhanaan proses perizinan agar dapat mendukung terciptanya partisipasi stakeholder.
d. Pengembangan Sistem Pendanaan Perumahan dan Permukiman Melalui Skema DP Nol Rupiah
Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada periode Gubernur Terpilih Saat ini 2017-2022 terkait penyediaan perumahan melalui suatu skema pembiayaan perumahan adalah kebijakan penyediaan rumah susun milik (Rusunami) melalui skema DP nol rupiah.
Penyediaan rumah susun milik melalui skema DP Nol Rupiah merupakan kredit murah berbasis tabungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Skema pembiayaan perumahan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta adalah melalui dukungan uang muka. Sejalan dengan skema tersebut, pemerintah provinsi DKI Jakarta mengembangkan Program DP Nol Rupiah dalam rangka mewujudkan hunian yang terjangkau (affordable housing), hal tersebut akan diwujudkan melalui subsidi kredit murah berbasis tabungan bagi MBR yang rencananya akan dibangun sebanyak 14.000 Unit oleh BUMD dan 218.214 Unit melalui mekanisme KPBU atau mekanisme pasar.
Adapun upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan program DP Nol Rupiah dapat berupa dan tidak terbatas pada :
Kerjasama Business to business
Penyediaan lahan oleh pemerintah pusat, BUMN, BUMD, Swasta 2. Tabungan Uang Muka
3. Fasilitas Likuiditas Pembiayan Perumahan (FLPP) dari APBD DKI Jakarta.
4. Penyediaan unit rumah skema DP Nol Rupiah.
5. Pembentukan Badan Layanan Umum (BLUD) yang bertugas mengelola perumahan DP 0 Rupiah.
Adapun penyelenggaraan rumah DP Nol Rupiah akan ditempuh antara lain melalui mekanisme housing career, penyerapan pendanaan dari Pemerintah Pusat, penugasan kepada BUMD, serta melibatkan pasar hunian, sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
APBD : 14.564 Unit APBN : 3.222 Unit
RUSUNAMI (DP 0) BUMD : 14000 Unit*
MARKET
Swasta/Developer
Strata Pendapatan Penyediaan Rumah
*Sarana Jaya, Jakpro, Pasar Raya dan lain - lain
Juta – Juta > 7 Juta
KPBU + MARKET : 218.214 Unit
HOUSING CAREER
Gambar III.1 Mekanisme Housing Career Penyelenggaraan Rumah DP Nol Rupiah
e. Pemeliharaan/perawatan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Kawasan Permukiman
Kebijakan Pemeliharaan/perawatan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Kawasan Permukiman diselenggarakan dalam rangka mewujudkan rumah/hunian yang terawat, sehat, serta mencegah timbulnya permukiman kumuh pada kawasan permukiman eksisting. Seiring berjalannya waktu, kondisi perumahan baik itu perumahan vertikal/rumah susun maupun perumahan horizontal/landed dapat mengalami kerusakan atau penurunan kualitas fisik. Oleh karena itu diperlukan pemeliharaan/perawatan pada bangunan rumah eksisting dan peningkatan kualitas jika sudah terlanjur mengalami penurunan kualitas.
Pendekatan penanganan dapat dilakukan antara lain melalui pemeliharaan berkala khususnya pada bangunan rumah susun, peningkatan kualitas rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, pemugaran, peremajaan, dan pemukiman kembali (resettlement).
f. Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman
Kebijakan ini diselenggarakan untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan
Kebijakan ini diselenggarakan untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan