BAB III METODOLOGI PENELITIAN
III.2. Metode Pengukuran
III.2.4. Penentuan Kategorisasi
Pengertian pornomedia yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk wacana porno (penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual) yang ditemukan dalam media elektronik seperti televisi mencakup pornografi, pornosuara dan pornoaksi.
A. Pornografi
Pornografi adalah gambar-gambar perilaku pencabulan yang lebih banyak menonjolkan tubuh dan alat kelamin manusia. Bentuknya berupa foto, poster, lieflet, gambar video, film dan gambar VCD. Atau dalam UU Pornografi No.44 Tahun 2008 mengatakan bahwa Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
Sehingga elemen dari dimensi pornografi dapat dikategorikan menjadi :
- Gambar porno : tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb)yang dibuat dengan coretan pinsil dsb pada kertas dsb yang menimbulkan seksualitas.
- Sketsa porno : lukisan cepat (hanya garis-garis besarnya), gambar rancangan yang menimbulkan seksualitas.
- Ilustrasi porno : gambar (foto lukisan) untuk membantu memperjelas isi suatu buku, (penjelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dsb untuk lebih memperjelas paparan (tulisan dsb) yang mengandung seksualitas.
- Foto porno : potret, gambaran bayangan, pantulan dari sesuatu benda (barang, manusia, tumbuhan, dsb) yang menimbulkan seksualitas.
- Tulisan yang menimbulkan nafsu birahi seseorang.
- Gambar bergerak yang menimbulkan nafsu birahi seseorang.
- Lukisan porno : hasil dari melukis, gambar(an) yang indah-indah dan yang menimbulkan seksualitas.
-Poster porno : plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) yang menimbulkan seksualitas.
B. Pornosuara
Porno suara adalah suara, tuturan dan kalimat-kalimat yang diucapkan, baik secara langsung maupun tidak langsung, bahkan secara halus atau vulgar melakukan rayuan seksual, suara atau tuturan tentang objek seksual atau aktivitas seksual. Bentuknya bisa berupa kata-kata rayuan, desahan yang ada dalam film atau tayangan komedi berbau porno.
Pornosuara dapat dikategorikan menjadi : - Percakapan yang mengandung seksualitas.
- Kata-kata rayuan : hiburan atau bujukan (janji mulut, dsb) untuk menyenangkan hati, memikat dengan kata-kata manis dsb, mengajukan permohonan dengan kata-kata yang memikat dan mengandung seksualitas.
- Desahan : nafas orang yang tersengal-sengal yang mengandung seksualitas.
- Siulan : hasil dari tiupan suara manusia/ tiruan bunyi suling yang dilakukan dengan mulut untuk maksud menarik perhatian seksual
- Gurauan porno : kelakar, lelucon,yang menggambarkan tingkah laku secara erotis, cabul untuk membangkitkan nafsu birahi.
menarik perhatian seksual.
C. Pornoaksi
Pornoaksi adalah suatu penggambaran aksi gerakan, lenggokan, liukan tubuh, penonjolan bagian-bagian tubuh yang dominan memberi rangsangan seksual sampai dengan aksi mempertontonkan alat vital yang tidak disengaja atau sengaja, dimana dapat membangkitkan nafsu seksual bagi yang melihatnya. Misalnya, goyangan dangdut yang seronok, penari streaptise.
Pornoaksi dapat dikategorikan menjadi :
- Penonjolan bagian-bagian tubuh yang memberikan rangsangan seksualitas. - Mempertontonkan alat vital.
- Tarian striptis : tarian yang penarinya (biasanya wanita) sambil menari dengan gerakan merangsang secara berangsur-angsur menanggalkan pakaiannya, tarian telanjang.
- Lenggokan, liukan : gerakan meliuk ke kiri dan ke kanan (seperti gerakan penari, gerak ular yang melata, dsb) yang menimbulkan rangsangan seksualitas.
- Cara berpakaian yang menimbulkan rangsangan seksualitas : memakai pakaian yang memperlihatkan aurat, pakaian mini dan sangat melekat pada tubuh sehingga menonjolkan bagian-bagian tubuh dan menimbulkan nafsu birahi.
- Sentuhan yang menimbulkan rangsangan sekualitas.
- Pelukan : melingkarkan lengan pada pundak (tubuh, pinggang dsb), memepetkan badan pada badan orang lain sambil melingkarkan kedua lengan, mendekap, merangkul yang dapat menimbulkan rangsangan seksualitas.
- Ekspresi wajah meminta perhatian seksual.
- Berciuman : saling melekatkan bibir atau hidung, bersentuhan antara bagian depan dua benda.
Bentuk pornomedia yang ada dalam tayangan film kartun di televisi tersebut kemudian dianalisis secara lebih mendalam mengenai :
Tabel 4 : Rincian Visual
Pelaku Laki-laki (orang atau manusia yang kalau dewasa punya zakun dan adakalanya berkumis)
- Anak-anak (berbadan kecil, belum dewasa, sering digambarkan menggunakan seragam TK dan SD)
- Remaja (mulai dewasa, sudah hampir umur menikah, sering digambarkan memakai seragam SMP ke SMA)
- Dewasa (sampai umur, akil baliq, bukan anak-anak atau remaja, matang dalam pemikiran dan pandangan, pasangan muda tapi sudah menikah)
- Tua (sering digambarkan dengan uban, sudah lama hidup, lanjut usia dan tidak muda lagi)
- Kumpulan orang (gang)/komunitas (kelompok yang hidup dan saling berinteraksi didaerah tertentu, masyarakat paguyuban)
Perempuan (orang atau manusia yang dapat hamil, melahirkan, menyusui/wanita, istri) - Anak-anak - Remaja - Dewasa - Tua
- Kumpulan orang (gang)/komunitas Laki-laki dan Perempuan - Sepasang kekasih
- Kumpulan massa Waria (wanita pria/pria
yang bersifat dan bertingkah laku spt wanita/pria yang mempunyai perasaan sbg wanita, banci,wadam) - Anak-anak - Remaja - Dewasa - Tua
Korban Laki-laki - Anak-anak - Remaja - Dewasa - Tua
- Kumpulan orang (gang)/komunitas Perempuan - Anak-anak
- Remaja - Dewasa - Tua
- Kumpulan orang (gang)/komunitas Laki-laki dan perempuan - Sepasang kekasih
- Kumpulan massa
Waria - Anak-anak
- Remaja - Dewasa - Tua
- Kumpulan orang (gang)/komunitas Tempat Rumah Tempat kerja Sekolah Daerah Konflik Jalanan Tempat prostitusi Tempat hiburan Tempat ibadah Tempat rekreasi Tempat sosial/umum
- Pornomedia dalam rumah tangga - Pornomedia di tempat kerja
- Pornomedia di sekolah/tempat menempuh pendidikan
- Pornomedia di jalanan
- Pornomedia di tempat prostitusi, hotel, dll - Pornomedia di Kafe/bar, diskotik, dll - Mesjid, Gereja, Wihara, Pura, dll - Pantai, taman bermain, dll - Panti jompo, toserba, dll
Waktu Pagi hari Siang hari Sore hari Malam hari
Hubungan pelaku-korban - Tidak ada hubungan keluarga - Suami – istri
- Ibu – anak - Kakek – cucu - Bersaudara - Keponakan - Atasan - bawahan - Guru -murid
- Teman - dekat (pacar) - Polisi – pelaku
- Tetangga
- Pertemanan biasa - Rekan kerja