VIII Pertumbuhan
6 Pendapatan/Bulan
7.6. Penentuan Prioritas Strategi berdasarkan Matriks QSP (Quantitative Strategic Planning)
Alternatif –alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT, tidak semua dapat diimplementasikan karena tergantung dari kebijakan perusahaan. Matriks QSP merupakan alat yang digunakan untuk membuat peringkat strategi yang diprioritaskan. Kelebihan dari matriks QSP adalah set strategi dapat diperiksa secara berurutan dan bersamaan. Tidak ada batas untuk jumlah strategi yang dievaluasi, mengharuskan ahli strategi untuk memadukan faktor internal dan eksternal yang terkait dengan proses keputusan. Kelemahan dari matriks QSP yaitu memerlukan intuisi dan asumsi yang diperhitungkan, memberikan peringkat dan nilai daya tarik mengharuskan keputusan subyektif, walaupun demikian prosesnya obyektif.
Berdasarkan hasil analisis SWOT Restoran Pondok Sekararum terdapat enam alternatif strategi yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan. Enam alternatif strategi tersebut yaitu :
1. Melakukan penetrasi pasar
2. Meningkatkan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen 3. Memperbaiki bauran pemasaran
4. Meningkatkan kualitas hubungan kerja antara pengelola dan karyawan 5. Meningkatkan hubungan dengan pemasok
6. Melakukan pengembangan produk
Enam strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan matriks QSP. Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks QSP diperoleh prioritas strategi yang disarankan
102 berdasarkan urutan pertama dengan nilai TAS tertinggi sampai urutan terakhir dengan nilai TAS terndah. Nilai TAS untuk setiap alternatif strategi dapat dilihat pada Tabel 19.
Berdasarkan matriks QSP pada Lampiran 8 diperoleh bahwa strategi “Memperbaiki bauran pemasaran” sebagai strategi dengan nilai TAS tertinggi yaitu sebesar 6,824. Strategi pertama ini sangat penting untuk memperbaiki dan meningkatkan bauran pemasaran perusahaan dan dapat digunakan untuk memperoleh peluang serta menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. Strategi ini dilakukan untuk dapat lebih menarik perhatian konsumen dan meningkatkan bauran pemasaran perusahaan. Strategi ini dilalui dengan melakukan pembenahan dan perbaikan pada bauran pemasaran yang meliputi tujuh elemen bauran pemasaran jasa yaituproduk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion), orang (people), proses (process), dan bukti fisik (physical evidence). Upaya yang dapat dilakukan untuk menjalankan strategi W-O ini adalah dengan melakukan beberapa perbaikan pada bauran pemasaran. Perbaikan dalam bauran pemasaran tersebut meliputi, perbaikan dan penambahan beberapa papan nama penunjuk restoran yang diletakkan di lokasi-lokasi strategis, pembuatan pamflet Restoran Pondok Sekararum yang kemudian akan diedarkan di lingkungan universitas, promosi potongan harga, menata lahan parkir, menambah fasilitas toilet, membuat perencanaan produksi yang baik dan adanya pembagian tugas memasak di antara koki, memberikan pengarahan atau pembinaan kepada pramusaji dalam bersikap, dan menambah jumlah karyawan.
Tabel 19. Matriks QSP Restoran Pondok Sekararum
No. Alternatif Strategi TAS Peringkat
1 Memperbaiki bauran pemasaran 6,824 I
2 Melakukan penetrasi pasar 6,673 II
3 Melakukan pengembangan produk 6,475 III
4 Meningkatkan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen
5,915 IV
5 Meningkatkan hubungan dengan pemasok 4,693 V
6 Meningkatkan kualitas hubungan kerja antara pengelola dan karyawan
103 Strategi kedua yang diterapkan oleh Restoran Pondok Sekararum adalah “melakukan penetrasi pasar” dengan nilai TAS sebesar 6,673. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar dari produk yang sudah ada dalam pasar yang selama ini digeluti dengan menggunakan usaha pemasaran dengan maksimal. Hal tersebut dilakukan Restoran Pondok Sekararum karena selama ini Restoran Pondok Sekararum adalah pionir makanan khas Jawa Timur di Kecamatan Ciomas dengan bumbu dan cita rasa asli, memiliki hubungan yang baik antara pengelola usaha dengan karyawan, jaringan pemilik restoran yang luas, memiliki modal yang kuat dan milik pribadi, serta didukung oleh fasilitas pesan antar. Strategi penetrasi pasar yang akan ditempuh Restoran Pondok Sekararum adalah dengan cara memperluas wilayah distribusi produk dan meningkatkan pemasaran seperti membuka sebuah cabang mini outlet baru di lingkungan IPB ataupun membuka sebuah cabang di lingkungan universitas lainnya di Kota Bogor. Selain karena masih banyak pasar potensial yang tersedia, jaringan pemilik yang luas yang dimiliki Restoran Pondok Sekararum sangat membantu dalam upaya meningkatkan pangsa pasar yang ada. Selain itu, adanya peluang dari tingginya kepadatan penduduk Kecamatan Ciomas membuka kesempatan bagi Restoran Pondok Sekararum untuk meningkatkan pangsa pasar dengan usaha pemasaran yang maksimal.
Strategi yang menempati prioritas ketiga untuk diterapkan Restoran Pondok Sekararum adalah “melakukan pengembangan produk” dengan nilai TAS sebesar 6,475. Upaya Restoran Pondok Sekararum dalam strategi pengembangan produk adalah dengan melakukan pembuatan menu dengan paket yang lebih bervariasi, menjual makanan oleh-oleh khas Jawa Timur. Dengan membuat menu yang lebih bervariasi dalam sisi penempatan beberapa produk dan harga, akan membuat konsumen mempunyai pilihan yang lebih banyak dan bervariasi. Selain itu, adanya menu yang variatif akan meningkatkan pangsa pasar dengan menjangkau lebih luas dari setiap golongan konsumen. Adanya inovasi baru dengan menjual aneka oleh-oleh khas Jawa Timur merupakan salah satu upaya pengembangan produk untuk menghasilkan perbedaan dan differensiasi terhadap produk para pesaing. Dengan adanya penjualan oleh-oleh khas Jawa Timur, diharapkan dapat memperluas pangsa pasar yang dimiliki oleh Restoran Pondok
104 Sekararum. Selain itu, Inovasi dalam pengembangan produk Restoran Pondok Sekararum bertujuan memanfaatkan adanya celah pasar yang belum terjangkau oleh para pesaing.
Strategi yang menempati prioritas keempat untuk diterapkan Restoran Pondok Sekararum adalah ”meningkatkan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen” dengan nilai TAS sebesar 5,915. Dalam meningkatkan kualitas produk, Restoran Pondok Sekararum memanfaatkan sayuran organik yang dibudidayakan sendiri sebagai bahan baku bagi produk-produk yang dihasilkan. Upaya peningkatan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen yang akan diterapkan oleh Restoran Pondok Sekararum selanjutnya adalah dengan menggunakan daging ayam organik yang bebas dari zat berbahaya, menggunakan beras kualitas tinggi, serta meningkatkan fasilitas layanan jasa antar. Tujuan strategi ini adalah menambah dan mempertahankan loyalitas konsumen serta secara tidak langsung mengajak para konsumen untuk mengkonsumsi makanan tradisional khas Jawa Timur yang sehat dan bebas dari bahan pengawet.
Strategi yang menempati urutan prioritas kelima yaitu “meningkatkan hubungan dengan pemasok” dengan nilai TAS sebesar 4,693. Dengan melakukan strategi integrasi ke belakang dengan upaya untuk meningkatkan hubungan dengan pemasok, Restoran Pondok Sekararum bertujuan untuk mencoba memiliki dan meningkatkan kendali atas pemasok. Upaya tersebut adalah dengan menjalin sebuah kontrak tertulis dengan pemasok dan dengan melakukan kerjasama dengan petani. Dengan adanya hal tersebut diharapkan ancaman berupa tingginya kekuatan tawar menawar pemasok dapat dikurangi dengan beberapa kekuatan yang dimiliki perusahaan.
Strategi yang menempati urutan prioritas terakhir yaitu keenam berdasarkan hasil analisis matrik QSP adalah “Meningkatkan kualitas hubungan kerja antara pengelola dan karyawan” dengan niai TAS sebesar 3,469. Hubungan yang baik antara karyawan dan pengelola usaha pun perlu terus dijaga agar loyalitas mereka terhadap Restoran Pondok Sekararum dapat terus ditingkatkan. Upaya ini dapat dilakukan dengan mengadakan rekreasi bersama antara karyawan dan pengelola usaha pada waktu-waktu tertentu guna menjaga hubungan baik yang sudah terjalin.
105
VIII KESIMPULAN DAN SARAN
8.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada Restoran Pondok Sekararum, diperoleh kesimpulan yaitu :
1) Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal, terdapat beberapa faktor internal utama yang menjadi kekuatan dan kelemahan bagi Restoran Pondok Sekararum. Faktor-faktor yang menjadi kekuatan terdiri dari jaringan pemilik restoran yang luas, hubungan yang baik antara pengelola usaha dengan karyawan, restoran adalah pionir makanan khas Jawa Timur di Kecamatan Ciomas dengan bumbu dan cita rasa asli, memiliki modal yang kuat dan milik pribadi, melayani fasilitas pesan antar, dan menggunakan bahan baku sayuran yang diproduksi sendiri secara organik. Kekuatan utama usaha yaitu restoran adalah pionir makanan khas Jawa Timur di Kecamatan Ciomas dengan bumbu dan cita rasa asli. Faktor-faktor yang menjadi kelemahan yaitu, kurangnya kegiatan promosi, lokasi usaha yang kurang strategis, lahan parkir yang sempit, kurangnya variasi dalam menu, dan kurangnya fasilitas toilet. Kelemahan utama usaha adalah kurangnya kegiatan promosi.
2) Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal, terdapat beberapa faktor eksternal utama yang menjadi peluang dan ancaman bagi Restoran Pondok Sekararum. Faktor-faktor yang menjadi peluang terdiri dari Pasar potensial restoran yang cukup besar, inflasi yang cenderung stabil, jumlah PDRB per kapita meningkat, dan perkembangan teknologi. Peluang utama bagi perusahaan adalah pasar potensial restoran yang cukup besar. Ancaman bagi perusahaan meliputi: tingginya kekuatan tawar-menawar pemasok, hambatan masuk industri kecil, adanya persaingan industri, banyaknya produk subtitusi, tingginya kekuatan tawar-menawar pembeli. Ancaman utama bagi perusahaan adalah tingginya kekuatan tawar-menawar pemasok.
3) Hasil matriks IE menempatkan usaha pada sel II yaitu tumbuh dan berkembang. Strategi yang tepat dilakukan untuk kuadran ini antara lain strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal). Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, diperoleh
106 tujuh alternatif strategi bersaing yang dapat diterapkan oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya. Adapun urutan prioritas strategi berdasarkan hasil QSPM adalah : (1) Memperbaiki bauran pemasaran, (2) Melakukan penetrasi pasar, (3) Melakukan Pengembangan produk, (4) Meningkatkan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen, (5) Meningkatkan hubungan dengan pemasok, dan (6) Meningkatkan kualitas hubungan kerja antara pengelola dan karyawan.
8.2. Saran
Saran yang dapat diberikan kepada Restoran Pondok Sekararum adalah : 1. Restoran Pondok Sekararum sebaiknya dengan segera melakukan perbaikan
bauran pemasaran yang meliputi tujuh elemen bauran pemasaran jasa. Hal tersebut dilakukan karena perbaikan bauran pemasaran adalah prioritas strategi utama yang penting untuk diwujudkan oleh Restoran Pondok Sekararum yang diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan membuat Restoran Pondok Sekararum terus berkembang.
2. Restoran Pondok Sekararum sebaiknya segera mendaftarkan nama restorannya kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor. Restoran yang telah mendaftar akan mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten dalam hal pelatihan sumberdaya manusia dan pemasaran berupa brosur yang disebar pada setiap objek pariwisata di Kabupaten Bogor.
3. Restoran Pondok Sekararum sebaiknya mengkomunikasikan strategi yang akan dilakukan kepada seluruh pihak terkait (pengelola dan karyawan usaha) agar proses pencapaian tujuan strategi tersebut dapat dilakukan dengan baik dan hasil yang dicapai akan sesuai dengan harapan.
107 DAFTAR PUSTAKA
Amalia R. 2009. Strategi pengembangan usaha jus buah pada CV Winner Perkasa Indo Unggul [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Annisa L. 2008. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Restoran Cibaru, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Atmojo, M. W. 2005. Restoran dan Segala Permasalahannya. Andi Offset. Yogyakarta.
[BPS] Badan Pusat statistika. 2009. Laporan Tahunan.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. 2009. Kabupaten Bogor dalam Angka. Cibinong: BPS Kabupaten Bogor.
[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 2008. Jawa Barat dalam Angka. Bandung: BPS Provinsi Jawa Barat.
David, Fred R. 2006. Manajemen Strategi: Konsep-Konsep. Edisi Ke-sepuluh. Terjemahan. Prenhallindo. Jakarta.
Davis, H.J. and R.A. Golberg. 1957. A Concept of Agribusiness. Harvard Graduate School of Business Administration. Boston, Massachusets. Downey, W. David and Steven, P. Erickson. 1987. ‘Agribusiness Management’.
Mc Graw-Hill Book Company, New York, Second Edition.
Hussey, J., Hussey, R. (1997), Business Research : A practical guide for undergraduate and postgraduate students’, Macmillan Press Ltd., London. Jauch, Lawrence R dan Glueck, William F. 1988. Manajemen Strategis dan
Kebijakan Perusahaan, Terjemahan, Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta. Krisnamurthi B. 2001. Agribisnis. Jakarta: Yayasan Pengembangan Sinar Tani Kurniawan. 2008. Strategi Bauran Pemasaran Rumah Makan Eco Raos [Skripsi].
Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Lestari PE. 2008. Formulasi Strategi Restoran Waralaba Lokal Seafood Niagara, Bandung [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Nazir M. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.
Pearce, J. A. dan Robinson, R. B. 1997. Manajemen Strategi: Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Terjemahan. Jilid satu. Binarupa Aksara. Jakarta.
Porter ME. 1991. Strategi Bersaing: Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing. Agus M, penerjemah; Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Competitive Strategy.
108 Raharjo A. 2008. 5 Rahasia Sukses Bisnis Restoran. Jakarta : Penebar Plus
Rahmadhoni. 2006. Analisis Bauran Pemasaran dan Tingkat Kepuasan Konsumen Restoran Pajajaran, Bogor, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Ridwansyah. 2008. Strategi Pemasaran pada Rumah Makan Sate Kiloan Empuk Cibinong [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Robbins, Stephen P and Mary Coulter. 2004. Pengantar Manajemen. Jakarta:
Gramedia.
Rustiana I. 2008. Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Restoran Rice Bowl Bogor Serta Implikasinya Terhadap Bauran Pemasaran [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Saragih, Bungaran. 1998. “Kumpulan Pemikiran Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian”. Yayasan Persada Mulia Indonesia.
Tjiptono F, Chandra G. 2007. Service, Quality & Satisfaction. Yogyakarta : CV Andi Offset
Umar, Husein, Manajemen Risiko Bisnis (Pendekatan Bisnis dan Nonfinansial), Jakarta; PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003.
Yoshida. 2006. Strategi Bauran Pemasaran Rumah Makan Eco Raos [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
109
LAMPIRAN
110 Lampiran 1. Daftar Pertanyaan Wawancara Analisis Lingkungan Internal dan
Eksternal Restoran Pondok Sekararum