• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan identitas visual (logo) pada media

Dalam dokumen BAB III METODOLOGI PENELITIAN (Halaman 31-36)

dan terlalu banyak warna yang harus diingat, sehingga kurang cocok untuk target anak muda. Pada tampilan logo yang baru menggunakan jenis logo emblem. Logo ini memanfaatkan gambar gunungan wayang pada logo lama dan dijadikan latar gunungan wayang. Pada logo tersebut juga dipertahankan tokoh Semar yang diubah gaya visualnya menjadi lebih simpel, modern, dan seperti kartun. Typeface yang digunakan lebih tipis, kokoh dan tegak, serta jelas terlihat (lebih mudah terbaca). Warna yang digunakan hanya dua yaitu hijau tua dan muda pada latarnya menampilkan kesan alami, fresh, dan lebih hidup. Menurut Irawan (2015), logo baru ini ingin menyampaikan nilai budaya yang dapat diterima oleh kalangan anak muda. Juga, menampilkan keunikan dari visual tokohnya yang dibuat seperti kartun sehingga lebih simpel dan mudah diingat. Logo baru ini menggambarkan wujud perubahan citra Batik Semar yang ingin menarik perhatian target audiens dan mengikuti perkembangan zaman. Logo yang kreatif, mudah dibaca, dan menyenangkan sehingga menyampaikan pesan penting yang mudah dipahami.

2) Penerapan identitas visual (logo) pada media

Logo baru diterapkan pada berbagai media untuk memperkenalkan dan mengkomunikasikan identitas baru kepada target sasaran.

Gambar 3.20 Penerapan Logo Batik Semar Pada Company Profile

74

Perancangan Rebranding Batik…, Bernice Priscillia, Universitas Multimedia Nusantara

Sumber:

https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Faldodigiprint.com%2Fpo

rtfolio_category%2Fbatik-semar-solo%2F&psig=AOvVaw2gS4XPUbVZIgV5MNqBJK1_&ust=163432696155800 0&source=images&cd=vfe&ved=0CFYQr4kDahcKEwig_9rC1MrzAhUAAAAA

HQAAAAAQGA

Logo diterapkan pada company profile Batik Semar terletak pada bagian tengah buku. Logo terlihat lebih menonjol karena menggunakan warna yang lebih terang dibandingkan latar belakangnya. Warna cover company profile ini dibuat senada agar terlihat konsisten dan tetap terhubung dengan filosofi warna dari logo brand tersebut. Warna latar tersebut menggunakan warna hijau yang lebih tua dan terkesan lebih gelap. Selain itu, terdapat supergrafis yang mendukung citra brand tersebut. Supergrafis itu terdapat pada latar dengan ukuran yang lebih besar namun tidak lebiih dominan dibandingkan logo. Warna yang digunakan pada supergrafis senada dengan warna latar dan logo yaitu menggunakan warna hijau yang lebih terang dibandingkan latar. Supergrafis yang menyerupai bunga yang diambil dari gambar gunungan pada logo.

Gambar 3.21 Penerapan Logo Batik Semar Pada Hampers Sumber:

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2FBatik-

Semar-Spesial-Packaging-Box-All-75

Perancangan Rebranding Batik…, Bernice Priscillia, Universitas Multimedia Nusantara

i.223591349.5236070995&psig=AOvVaw2kZZWVwrzBWfX5dR-DHQXL&ust=1634336588411000&source=images&cd=vfe&ved=0CAwQjhxqF

woTCOithrD4yvMCFQAAAAAdAAAAABAF

Penerapan logo pada hampers terkesan lebih profesional, mewah, dan elegan. Logo pada bagian packaging menggunakan stiker cermin dengan ukuran hampir setengah box packaging tersebut. Packaging menggunakan warna coklat yang terkesan natural. Pada bagian dalam hampers terdapat surat dilengkapi dengan logo yang berada pada bagian atasnya.

Surat tersebut tidak terdapat supergrafis namun dihiasi dengan bingkai garis berwarna hijau. Pada packaging bagian dalam diisi dengan kertas pembungkus berwarna hitam dan kertas-kertas yang menyelimuti beberapa produk. Warna hitam memberi kesan tegas, glamor, dan sederhana. Pada kertas yang menyelimuti produk terdapat logo, supergrafis, dan tulisan-tulisan dengan typeface sans serif berwana coklat keemasan.

Gambar 3.22 Penerapan Logo Batik Semar Pada Packaging Sumber:

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.blibli.com%2Fam

p%2Fp%2Fbatik-semar-hampers-kerudung-puspo-cocohan-tolet%2Fis--BAS-

60112-00196-00001&psig=AOvVaw2kZZWVwrzBWfX5dR-DHQXL&ust=1634336588411000&source=images&cd=vfe&ved=0CAwQjhxqF woTCOithrD4yvMCFQAAAAAdAAAAABAq

Logo pada packaging Batik Semar diletakkan di bagian tengah. Dihiasi garis lurus yang pada bagian ujung dekat logo melengkung mengikuti bentuk logo. Hal tersebut agar garis tidak terkesan kaku. Pada bagian samping kiri dan kanan

76

Perancangan Rebranding Batik…, Bernice Priscillia, Universitas Multimedia Nusantara

diterapkan supergrafis yang sama pada media-media sebelumnya. Hal ini juga diterapkan serupa pada paperbagnya, namun dilengkapi dengan informasi alamat website, Instagram, dan Facebook.

Gambar 3.23 Penerapan Logo Batik Semar Pada Totebag

Sumber: https://www.instagram.com/p/CSLjiyMl83k/?utm_medium=copy_link

Pada totebag logo ditampilkan dengan ukuran yang lebih besar dan jelas. Logo diletakkan pada bagian tengah totebag. Selain itu pada bagian bawah totebag terdapat informasi alamat website, Instagram, dan Facebook. Selain pada media yang sudah dijelaskan, logo juga diterapkan pada media sosial yang digunakan oleh Batik Semar dengan warna yang krem pada bagian latarnya sama dengan warna yang digunakan pada totebag Batik Semar.

77

Perancangan Rebranding Batik…, Bernice Priscillia, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3.24 Penerapan Logo Batik Semar Pada Website Sumber: https://batik-semar.com/brand

Pada tampilan Instagram terjadi perubahan antara tahun 2020 dengan 2021. Tampilan pada tahun 2020 menggunakan model yang memakai produk pakaian Batik Semar. Pada latarnya terdapat frame dan latar template yang saling terhubung berupa batik. Namun, pada tahun 2021 konten feedsnya diisi dengan model yang menggunakan produknya tetapi dengan latar putih dan logo yang berada di bagian kiri atas.

78

Perancangan Rebranding Batik…, Bernice Priscillia, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3.25 Penerapan Logo Batik Semar Pada Instagram

Sumber: https://www.instagram.com/p/CL_wHP7hgeu/?utm_medium=copy_link

3.2 Metode Perancangan

Metodologi yang digunakan dalam perancangan ulang identitas Batik Bogor Tradisiku didasari oleh Alina Wheeler (2018) dalam buku yang berjudul Designing brand identity: An essential guide for the whole branding team (5th ed.). Perancangan brand identity terdiri dari lima tahap perancangan yaitu:

Dalam dokumen BAB III METODOLOGI PENELITIAN (Halaman 31-36)

Dokumen terkait