• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Model Belajar Kooperatif Team Games Tournament

BAB II LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

5. Penerapan Model Belajar Kooperatif Team Games Tournament

Langkah-langkah dalam pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh dengan penerapan model TGT adalah sebagai berikut:

1. Siswa dibagi menjadi dua kelompok dan anggota-anggota kelompok dibuat heterogen.

2. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan presentasi guru dalam menjelaskan teknik-teknik dasar tendangan jarak jauh dan permainan kompetisi yang akan digunakan dalam pembelajaran. Tujuan peresentasi adalah untuk mengenalkan konsep dan mendorong rasa ingin tahu siswa.

3. Dalam penerapan team games tournament dalam pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh, permainan yang dilakukan adalah tendang tangkap bola, tendang sasaran serta menendang dan berlari ke tempat kosong.

a. Tendang Tangkap Bola

Dalam permainan ini siswa dibagi menjadi dua kelompok.

Kemudian dua kelompok ini saling berhadapan dengan jarak yang ditentukan, yaitu pada tendangan pertama berjarak 10 meter, tendangan kedua berjarak 20 meter. Tiap kelompok mempunyai kesempatan dua kali menendang bola dan menangkap bola. Salah satu kelompok yang menendang bola berada di belakang pembatas (count) dengan sebuah bola di depannya. Kemudian bola ditendang ke kelompok lawan yang bertugas menangkap bola dengan jarak yang telah ditentukan di atas.

Kelompok penendang harus berusaha bolanya dapat melewati garis batas, yaitu 10 m, dan 20 m. Kelompok penangkap bola yang barada di

commit to user

belakang garis batas tendangan bersiap untuk menangkap bola dari kelompok penendang. Apabila bola dapat ditangkap maka diberikan nilai satu untuk regu penangkap. Sedangkan regu penendang mendapat nilai apabila bola yang ditendang melewati garis batas tendangan.

Tendangan dilakukan secara bergantian setelah ada aba-aba dari guru.

Kegiatan ini dilakukan secara bergantian yaitu regu penangkap menjadi regu penendang dan sebaliknya. Regu yang dapat mengumpulkan nilai terbanyak akan menjadi regu yang memenangkan pertandingan ini.

Kelompok penangkap

---

Jarak garis batas tendangan dan penangkap 10 m dan 20 m

---

Kelompok penendang

Gambar 6. Permainan Tendang Tangkap Bola (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 105) b. Tendang Sasaran

Setiap kelompok melakukan tendangan jarak jauh dengan suatu sasaran yaitu lingkaran yang berjarak 10 m dan pada tendangan kedua berjarak 20 m. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian antar

kelompok. Regu yang dapat melakukan tendangan dengan arah bola tepat pada sasaran akan memperoleh nilai satu. Tendangan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kaki bagian dalam ataupun kura-kura kaki bagian dalam. Tendangan dilakukan secara bergantian sesuai dengan aba-aba guru. Regu yang memperoleh nilai terbanyak maka akan menjadi pemenang dalam permainan ini.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

O O O O O O O O O

(sasaran)

Jarak garis tendangan dengan sasaran :10 dan 20 m

x x x x x x x x x kelompok penendang

Gambar 7. Permainan Tendang Sasaran (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 104) c. Menendang dan Berlari ke Tempat Kosong

Permainan ini dilakukan dengan cara menendang bola tepat kearah teman yang masing-masing berjarak 15 m, kemudian segera si

penendang lari ketempat lingkaran yang kosong. Penerima tendangan menghentikan bola dan segera mengoper bola ke teman yang lain dan segera pula lari ketempat lingkaran yang kosong. Latihan ini dilakukan secara bergantian, regu yang salah operan atau salah lari diganti oleh temannya seregu yang lain. Regu yang lebih cepat selesai mendapat nilai satu poin. Regu yang mengumpulkan nilai terbanyak akan menjadi pemenang dalam permainan ini.

commit to user

Gambar 8.Permainan Menendang dan Berlari ke Tempat Kosong (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 103)

4. Siswa memainkan permainan yang bersifat kompetisi dan dilakukan dengan peraturan-peraturan yang telah dibuat sebelumnya dan telah disepakati.

5. Hasil pertandingan selanjutnya dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya dan poin akan diberikan berdasarkan tingkat keberhasilan siswa mencapai atau melebihi kinerja sebelumnya. Poin ini selanjutnya dijumlahkan untuk membentuk skor kelompok.

6. Setelah itu guru memberikan pernghargaan kepada kelompok yang terbaik prestasinya atau yang telah memenuhi kriteria tertentu. Penghargaan disini dapat berupa kesempatan pada kelompok yang menang dengan memberikan hukuman bagi kelompok yang kalah seperti menyanyi atau menggendong kelompok yang menang.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

B. Kerangka Berpikir

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahn diatas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru mampu menyampaikan semua mata pelajaran yang tercantum dalam proses pembelajaran secara tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.

Sedangkan belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dan perubahan ini akan terjadi apabila adanya interaksi antara siswa dan lingkungannya. Tingkah laku itu mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tingkah laku dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang dapat diamati dan yang tidak dapat diamati. Tingkah laku yang dapat diamati disebut behavioral performance, sedangkan yang tidak dapat diamati disebut behavioral tendency.

Agar tujuan dari pembelajaran bisa tercapai Cowell dan Hozeltn dalam (http://bio-sanjaya.blogspot.com/2012/03/skripsi-ptk-model-kooperatif-tipe-teams.html#

ixzz1rofCeLii) mengatakan bahwa, untuk membawa anak kepada cita-cita pendidikan, maka perlu adanya usaha peningkatan keadaan jasmani, sosial, mental, dan moral anak yang optimal. Agar memperoleh peningkatan tersebut, anak dapat dibantu dengan permainan, karena anak dapat menampilkan dan memperbaiki keterampilan jasmani, rasa sosial, percaya diri, peningkatan moral dan spiritual

Senada dengan pendapat di atas menurut Saco (2006) dalam (http://www.scribd.com/doc/54667141/Makalah-TGT) mengemukakan: “Dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing.”

Pemilihan model pembelajaran yang diberikan guru sangat penting agar siswa dapat termotivasi untuk mengikuti proses pembelajarn. Dengan model pembelajaran TGT yang banyak melakukan game-game dan bertanding antar

commit to user

kelompok yang telah dibentuk dengan begitu akan menumbuhkan rasa motivasi, khususnya motivasi ekstrinsik siswa untuk bersaing dengan teman-temannya secara fair play.

Dengan penerapan model belajar TGT pada pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh, maka akan membantu guru untuk menjelaskan teknik-teknik dasar dalam melakukan tendangan jarak jauh pada siswa. Sehingga dengan model TGT guru akan dapat lebih mudah memberi penjelasan tentang teknik dalam melakukan tendangan jarak jauh, disamping siswa tidak merasa jenuh pada saat pembelajaran berlangsung.

Secara sederhana kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 9. Alur Kerangka Pemikiran (Agus Kristiyanto, 2010 : 134) Kondisi pada siswa siswa dalam kegiatan pembelajaran

a. Siswa kurang memahami teknik dasar melakukan tendangan jarak jauh b. Hasil belajar teknik dasar

tendangan jarak jauh yang

Siklus II : upaya perbaikan dari siklus I sehingga

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

Dokumen terkait