• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : LANDASAN TEORI

A. Uraian Teoritis

4. Penerapan Sistem E-Filing

E-Filing adalah sutu cara penyampaian SPT Tahunan atau Pemberitahuan Perpanjang SPT Tahunan yang dilakukan secara online yang real time melalui Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP), (www.pajak.go.id).

Menurut Soeharto Darmawan (2016) menyatakan:

“e-filing adalah sistem pelaporan SPT dengan menggunakan sarana internet tanpa melalui pihak lain dan tanpa biaya apapun, yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam pengisian dan penyerahan laporan SPT”.

Sedangkan, menurut Gita Gowinda (2010) e-filing adalah : “Sebagai suatu layanan penyampaian SPT secara elektronik baik untuk Orang Pribadi maupun Badan melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak atau penyedia jasa aplikasi kepada Kantor Pelayanan Pajak dengan memanfaatkan internet, sehingga Wajib Pajak tidak perlu mencetak semua formulir lampiran dan menunggu tanda terima secara manual”.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2015 tentang Penyampaian Surat Pemberitahuan secara Elektronik dalam pasal 7, Direktur Jenderal Pajak memutuskan bahwa “Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Pemberitahuan secara elektronik melalui perusahaan penyedia jasa aplikasi (Apllication Service Provider) yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak.” Adapun persyaratan sebagai perusahaan penyedia jasa aplikasi (ASP) yaitu:

1) Bentuk Badan

Perusahaan penyedia jasa harus berbentuk badan, yaitu sekumpulan orang ataupun modal yang melakukan usaha ataupun tidak melakukan usaha yang berorientasi pada laba atau pun non laba.

2) Memiliki izin usaha penyedia jasa aplikasi (ASP)

Penyedia jasa aplikasi merupakan perusahaan yang sudah memiliki ijin dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai perusahaan yang dapat menyalurkan penyampaian SPT secara on line yang real time.

28

3) Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak Perusahaan penyedia jasa aplikasi harus mengukuhkan Nomor Pokok Wajib Pajaknya sebagai Pengusaha Kena Pajak.

4) Menandatangani perjanjian dengan Direktorat Jenderal Pajak.

Perusahaan yang ingin menjadi perusahaan penyedia jasa aplikasi harus menandatangani perjanjuan dengan Direktorat Jenderal Pajak.

Beberapa perusahaan penyedia jasa aplikasi yang telah ditunjuk oleh DJP menurut Fidel (2010) adalah sebagai berikut:

a) http://www.pajakku.com b) http://www.laporpajak.com c) http://www.taxreport.web.id d) http://www.layananpajak.com e) http://www.onlinepajak.com f) http://www.setorpajak.com g) http://www.pajakmandiri.com h) http://www.spt.co.id

b. Latar Belakang E-Filing

Untuk membantu menjawab dan menyikapi meningkatnya kebutuhan komunitas Wajib Pajak yang tersebar di seluruh Indonesia akan tingkat pelayanan yang harus semakin baik, membengkaknya biaya pemrosesan laporan pajak menggunakan kertas, berdasarkan keputusan Direktorat Jendral Pajak No PER - 01/PJ/2017mengenai pelaporan SPT secara elektronik. Tujuan utama layanan pelaporan pajak secara E-filing ini adalah:

1) Membantu para Wajib Pajak untuk menyediakan fasilitas pelaporan SPT secara elektronik kepada wajib pajak, sehingga wajib pajak orang pribadi dapat melakukannya dari rumah atau tempat bekerja,

sedangkan wajib pajak badan dapat melakukannya dari lokasi kantor atau usahanya, Hal ini akan dapat membantu memangkas biaya dan waktu yang dibutuhkan oleh Wajib Pajak untuk mempersiapkan, memproses dan melaporkan SPT ke Kantor Pajak secara benar dan tepat waktu.

2) Dengan cepat dan mudahnya pelaporan pajak ini berarti juga akan memberikan dukungan kepada Kantor Pajak dalam hal percepatan penerimaan laporan SPT dan perampingan kegiatan administrasi, pendataan, distribusi dan pengarsipan laporan SPT.

3) Saat ini tercatat lebih dari 10 juta Wajib Pajak di Indonesia dengan cara pelaporan yang manual tidak mungkin akan dapat ditingkatkan pelayanan terhadap para WP tersebut. Maka dengan E-filing dimana sistem pelaporan menjadi mudah dan cepat, diharapkan juga jumlah Wajib Pajak dapat meningkat lagi dan penerimaan Negara tercapai.

Menurut Gita (2010) e-filing ini sengaja dibuat agar tidak ada persinggungan Wajib Pajak dengan aparat pajak dan kontrol Wajib Pajak bisa tinggi karena merekam sendiri SPTnya. e-filing bertujuan untuk mencapai transparansi dan bias menghilangkan praktek-praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dengan diterapkannya sistem e-filing diharapkan dapat memudahkan dan mempercepat Wajib Pajak dalam penyampaian SPT karena Wajib Pajak tidak perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak untuk pengiriman data SPT, dengan kemudahan dan lebih sederhananya proses dalam administrasi perpajakan diharapkan terjadi peningkatan dalam kepatuhan Wajib Pajak. e-filingjuga dirasakan

30

manfaatnya oleh Kantor Pajak yaitu lebih cepatnya penerimaan laporan SPT dan lebih mudahnya kegiatan administrasi, pendataan, distribusi, dan pengarsipan laporan SPT.

c. Dasar Hukum E-Filing

Wajib Pajak yang menggunakan sistem e-filing ini mendapatkan perlindungan hukum. Direktorat Jendral Pajak dapat memberikan jaminan kepada wajib pajak atas keamanan, kerahasiaan dan keasliannya. Tanda tangan digital yang dibubuhkan dalam SPT electronic merupakan proses penyisipan status subjek hukum pada informasi, bahwa pengirim informasi adalah subjek hukum yang benar. Dasar hukum mengenai e-filing ini antara lain:

1) Peraturan Direktorat Jendral Pajak No. PER-01/PJ/2016 tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan Tahunan.

2) Peraturan Direktorat Jendral Pajak No. PER - 01/PJ/2017tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan secara Elektronik (E-filling) melalui website direktorat jendral pajak d) Prosedur Penyampaian SPT melalui e-filing

Berikut ini adalah proses untuk melakukan e-filingdan tata cara penyampaian SPT Tahunan secara e-filing:

1) Mengajukan permohonan Eletronik Filling Identification Number (e-FIN).

a) Wajib pajak mengajukan perrmohonan untuk mendapatkan e-FIN secara online melalui website

Direktorat Jenderal Pajak atau dating langsung ke KPP tempat wajib pajak terdaftar dengan melampirkan fotocopy kartu Nomor Pokok Wajib Pajak atau surat keterangan tedaftar. e-FIN adalah nomor identitas wajib pajak pengguna efiling yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak berdasarkan permohonan wajib pajak. b) Permohonan sebagaimana dimaksud diatas dapat disetujui

apabila: Alamat yang tercantum pada permohonan sama dengan alamat dalam database (masterfile) wajib pajak di Direktorat Jenderal Pajak.

c) Kantor Pelayanan Pajak harus memberikan keputusan atas permohonanyang diajukan oleh wajib pajak untuk memperoleh e-FIN paling lama 2 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap.

2) Mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak e-filing paling lambat 30 hari setelah diterbitkannya e-FIN. Setelah mendaftarkan diri, Wajib Pajak akan memperoleh username dan password, tautan aktivitas akun e-filing melalui e-mail yang telah didaftarkan oleh Wajib Pajak dan digital certificate yang berfungsi sebagai pengaman data Wajib Pajak dalam setiap proses e-filing.

3) Menyampaikan e-SPT secara e-filing:

a) Wajib pajak yang telah terdaftar sebagai pengguna e-filing dapat menyampaikan e-SPT secara e-filing melalui www.pajak.co.id .

32

b) Mengisi e-SPT dengan benar, lengkap dan jelas pada aplikasi efiling melalui website www.pajak.co.id. e-SPT adalah surat pemberitahuan dalam bentuk formulir elektronik yang merupakan pengganti lembar SPT manual.

c) Setelah pengisian SPT lengkap, wajib pajak dapat mengirimkan secara online dengan masukkan NPWP dan password.

d) Lalu klik e-filing, dan klik buat SPT. Jawab semua pertanyaan yang ada terkait jenis formulir SPT yang sesuai dengan profil data diri dan pilihlah opsi jenis formulir SPT yang digunakan.

e) Kemudian upload SPT. Notifikasi status e-SPT akan diberikan kepada wajib pajak melalui email. Bukti penerimaan e-SPT terdiri dari NPWP, tanggal transaksi, jam transaksi, nomor transaksi penyampaian SPT.

f) Buka email dan catat atau salin verisikasi yang diterima. Kembali ke situs DJP online lalu masukkan kode verifikasi. Jika berhasil lanjut ke daftar SPT (tanda terima yang dikirim melalui email dapat dicetak).

Sistem e-filing melalui website Direktorat Jenderal pajak dapat digunakan untuk:

1) Melayani penyampaian SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi formulir 1770S. SPT ini digunakan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang sumber penghasilannya diperoleh dari satu atau lebih

pemberi kerja dan memiliki penghasilan lainnya yang bukan dari kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas.

2) Melayani penyampaian SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi Formulir 1770SS. SPT ini digunakan bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya dari satu pemberi kerja (sebagai Karyawan) dan jumlah penghasilan brutonya tidak melebihi Rp.60.000.000 (enam puluh juta rupiah) setahun serta tidak terdapat penghasilan lainnya kecuali penghasilan dari bunga bank dan bunga koperasi.

3) Melayani penyampaian SPT Tahunan PPh Badan Formulir 1771. (www.pajak.go.id)

e. Indikator Penerapan E-Filing

Pengertian penerapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan menerapkan, pemasangan,

pemanfaatan. E-filing merupakan bagian dari sistem dalam administrasi pajak yang digunakan untuk menyampaikan SPT secara online yang realtime kepada kantor pajak. Jadi, penerapan sistem e-filing adalah suatu proses atau cara memanfaatkan sistem yang digunakan untuk menyampaikan SPT secara online yang realtime yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Penerapan sistem e-filing memiliki beberapa keuntungan bagi Wajib Pajak melalui situs DJP yaitu:

1) Penyampaian SPT lebih cepat karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja yaitu 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu karena memanfaatkan jaringan internet.

2) Biaya pelaporan SPT lebih murah karena untuk mengakses situs DJP tidak dipungut biaya.

34

3) Perhitungan dilakukan secara cepa karena menggunakan sistem computer.

4) Lebih mudah Karena pengisian SPT dalam bentuk wizard.

5) Data yang disampaikan Wajib Pajak selalu lengkap karena terdapat validasi pengisian SPT.

6) Lebih ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan kertas. 7) Dokumen pelengkap (fotokopi Formulir 1721 A1/A2 atau bukti potong PPh, SSP Lembar ke-3 PPh Pasal 29, Surat Kuasa Khusus, perhitungan PPh terutang bagi Wajib Pajak Kawin Pisah Harta dan/atau mempunyai NPWP sendiri, fotokopi Bukti Pembayaran Zakat) tidak perlu dikirim lagi kecuali diminta oleh KPP melalui Account representative.

Dokumen terkait