BAB II PROGRAM PENDIDIKAN
3.4 Penerimaan Mahasiswa Baru
3.4.5 Penerimaan Mahasiswa Asing
Penerimaan mahasiswa asing baik melalui kerja sama kelembagaan maupun perseorangan dikoordinasikan oleh Office of International Education and Relations (OIER).
Proses Pendaftaran
a) Perguruan tinggi di Indonesia menyediakan formulir pendaftaran, kalender akademik, dan daftar matakuliah dan topik penelitian yang dapat dipilih.
b) Mahasiswa asing peserta harus memilih matakuliah atau topik penelitian yang tersedia setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan pembimbing.
Mahasiswa asing peserta mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi dokumen yang diperlukan, misalnya: transkrip akademik terakhir, fotokopi paspor, foto ukuran paspor
sebanyak 8 lembar, surat pemeriksaan kesehatan, hasil uji kemahiran bahasa Inggris dan dokumen pendukung yang diperlukan untuk permohonan visa.
BAB IV
PROSES PEMBELAJARAN (PERKULIAHAN)
Proses pembelajaran diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS).Setiap mahasiswa pada awal semester diberi kesempatan untuk merencanakan sendiri beban studinya melalui konsultasi dengan dosen pembimbing akademik(PA).
Kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan menfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perencanaan proses pembelajaran yang telah disusun dalam bentuk rancangan pembelajaran untuk setiap mata kuliah dan disajikan dalam bentuk silabus, Rencana Pembelajaran Persemester (RPS), rancangan tugas yang disusun mengacu kepada buku pedoman pengembangan kurikulum. Rancangan pembelajaran disusun dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dengan kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan. Pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung dalam bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu.
Proses pemebalajarn/perkuliahan dapat dilakukan secara daring menggunakan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA). Perkuliahan JUGA dapat dilakukan dalam bentuk lain di perguruan tinggi mitra di dalam atau di luar negeri sesuai dengan kesepakatan.
Mahasiswa yang mengikuti bentuk perkuliahan ini tetap harus tercatat sebagai mahasiswa aktif di UIM dan melakukan kontrak mata kuliah.Kredit yang diperoleh dari perguruan tinggi mitra tersebut diakui sebagai perolehan kredit. Proses pembelajaran mengacu pada Proses Standar proses pembelajaran yan dimaksud mencakup:
4.1 Karakteristik proses pembelajaran
Proses pembelajaran di setiap mata kuliah dilaksanakan sesuai Rancangan pemebeajaran dengan karakteristik proses pembelajaran terdiri atas sifat intraktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efktif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran yang efektif, sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai
kemampuan tertentu yang ditetapkan pada matakuliah, dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Interaktif artinya capaian pembelajaran lulusan diraihdengan mengutamakan proses interaksi dua arah antaramahasiswa dan dosen.
a. Holistik artinya proses pembelajaran mendorongterbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luasdengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokalmaupun nasional.
b. Integratif artinya capaian pembelajaran lulusan diraihmelalui proses pembelajaran yang terintegrasi untukmemenuhi capaian pembelajaran lulusan secarakeseluruhan dalam satu kesatuan program melaluipendekatan antardisiplin dan multidisiplin.
c. Saintifik artinya capaian pembelajaran lulusan diraihmelalui proses pembelajaran yang mengutamakanpendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkunganakademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dankaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai - nilai agama dan kebangsaan.
d. Kontekstual artinya capaian pembelajaran lulusan diraihmelalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengantuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalamranah keahliannya.
e. Tematik artinya capaian pembelajaran lulusan diraihmelalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengankarakteristik keilmuan program studi dan dikaitkandengan permasalahan nyata melalui pendekatantransdisiplin.
f. Efektif artinya capaian pembelajaran lulusan diraihsecara berhasil guna dengan mementingkan internalisasimateri secara baik dan benar dalam kurun waktu yangoptimum.
g. Kolaboratif artinya capaian pembelajaran lulusan diraihmelalui proses pembelajaran bersama yang melibatkaninteraksi antar individu pembelajar untuk menghasilkankapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
h. Berpusat pada mahasiswa artinya capaian pembelajaranlulusan diraih melalui proses pembelajaran yangmengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas,kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, sertamengembangkan kemandirian dalam mencari danmenemukan pengetahuan.Metode pembelajaran
Metode pembelajaran yang dapat dipilih untuk pelaksanaan pembelajaran mata kuliah antara lain: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Setiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau gabungan dari beberapa metode pembelajaran diwadahi dalam suatu bentuk pembelajaran.
4.2 KetentuanUmum
a. Kalender akademik ditetapkan di awal semester akademik.
b. Jadwal kuliah disusun setiap 1semestert oleh Prodi yang bersangkutan.
c. Kartutanda mahasiswa (KTM)merupakan tanda pengenalsah untuk mengikutisegalakegiatanakademikdanmenggunakansaranadan prasarana yangtersedia.
d. Mahasiswa dapat mengikuti suatu matakuliah apa bila nama yang bersangkutan telah mengisi KRS.
e. Mahasiswa yang kehadirannya dalamperkuliahan kurang dari75% tidak diperbolehkan mengikuti ujian dan dinyatakan gagal.
f. Pemantauan perkuliahan dilaksanakan olehprodi. Rekap hasil pemantauan diserahkan ke bagian Akademik pada setiap akhir semester.
g. Perkuliahan diberikan oleh dosen atau tim dosen pengampu mata kuliah yang tertera dalam jadwal perkuliahan pada waktu dan tempatyang ditentukan.
Perubahan jadwal harus dikomunikasikan dengan coordinator mata kuliah terkait.
4.2.1 Bentuk Perkuliahan
Berdasarkan proses pembelajarannya, perkuliahan di UIM terdiri atas 4 (empat) bentuk, yaitu:
1) Kuliah, responsi, dan/atau tutorial;
2) Seminar atau bentuk lain yang sejenis;
3) Praktikum, praktik studio, praktik bengkel, atau praktik lapangan; Praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, praktik kerja, penelitian,
perancangan, atau pengembangan, pertukaran pelajar, magang, wirausahapengabdian kepada masyarakat.; dan bentuk pembelajaran lain yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi capaian pembelajaran, seperti pembelajaran sistem blok, modul,
dan lain-lain.
4.2.2 Frekuensi Perkuliahan
a. Frekuensi perkuliahandalam 1 semester berjumlah 14-16 kali pertemuan, termasuk ujian tengah semesterdan ujian akhirsemester, dengan rincian:
1)tatapmuka :14 kalipertemuan 2)ujian tengah semester :1 kali pertemuan 3)ujian akhirsemester :1 kali pertemuan
b. Dosen yang belum mencapai minimal 14 kali pertemuan tatap muka diharuskan melengkapi perkuliahan sebelum ujian matakuliah tersebut dilaksanakan.
4.2.3 Perkuliahan Semester Antara (Semester Padat)
Untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktuatau lebihcepat(akselerasi) pada program studi strata satu (sarjana),prodi menyediakan sejumlah matakuliah untuk diselenggarakan pada Semester antara. Ketentuan-ketentuan penyelenggaraan semester antaraadalah sebagaiberikut:
a. Kuliah semesterantara diselenggarakan pada masa jeda antara semestergenapdan ganjil.
b. Matakuliah yang ditawarkan dalam Semester Antara bukan yang memuat komponen praktik dan praktikum.
c. Jumlah pertemuan atau tatap muka untuk setiap mata kuliah dalam semester antara setara dengan perkuliahan reguler, yakni14-16 kali.
d. Prodi menyusun jadwal kuliah yang dapat memfasilitasi tercapainya jumlah pertemuan yang dipersyaratkan
e. Jumlah matakuliah yang dapat dikontrak mahasiswa dalam 1 Semester antara
f. Jumlah matakuliah yang ditawarkan pada semester antara harus lebih banyak dari jumlah mata kuliah yang akan dikontrak mahasiswa.
g. Jumlah pesertakuliah adalah 20-40 mahasiswa per mata kuliah. Dengan izin Ketua Prodi, jumlah peserta dapat kurang dari 20 atau lebih dari40 orang dengan membuka kelas baru/paralel.
h. Prosedur pendaftaran perkuliahan semester antara adalah sebagai berikut:
1) Mahasiswa mendaftarkan diri sebagai peserta semester antara diprodi sesuai jadwal.
2) Penetapan matakuliah yang akan dikontrak dilakukan melalui konsultasi dengan dosen pembimbing akademik.
3) Prodi menyerahkan daftar peserta (nama mahasiswa, NIM, jumlah sks yangakan ditempuh)ke administrasi Keuangan.
4) Mahasiswa membayar biaya registrasi Semester Antara dibank yang ditunjuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5) Mahasiswa yang berstatus cuti pada semester genap berjalan dapat mengikuti semester antara, dengan terlebih dahulu membayar biaya pendidikan semester ganjil tahun akademik berikutnya dan melakukan aktivasi diadministrasi Akademik.
6) Mahasiswa melakukan registrasi akademik (kontrak kuliah)di administrasi akademik mealaui SIAKAD, setelah sebelumnya mengisi Formulir Rencana Studi (FRS) Semester Antara.
7) Mahasiswa memperolehKartu Rencana Studi (KRS) dari SIAKAD..
8) Mahasiswa mengikutiperkuliahan dan ujian sesuai dengan ketentuan.
9) PemasukannilaidilakukanolehdosenmelaluiSistempengelolaan nilai didalam SIAKAD.
10) Tidak ada remedial untuk mata kuliah yang tidak lulus.
11) Administrasi akademik mencetak daftar hadir, dan apabila diperlukan, Kartu Hasil Studi(KHS).
4.2.4 Bimbingan Akademik
a. Bimbingan akademik adalah kegiatan yang berfungsi membantu mahasiswa dalam penyelesaian studinya, yang meliputi:
Perencanaan studi secara efektif dan efisiendari awal sampai akhir studi;
Bimbingan untuk menetapkan rencana studi semester (kontrak kuliah) pada setiap awal semester;
Bimbingan dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi mahasiswa, baik akademik maupun non akademik; dan
Bimbingan dalam kegiatan-kegiatan lain yang dipandang perlu.
b. Bimbingan akademik diberikan oleh dosen Pembimbing Akademik (PA) kepada mahasiswa yang terdaftar secara sah.
c. Dosen PA ditetapkan dengan keputusan Ketua Prodi.
d. Dosen PA bertanggung jawab kepada Ketua Ketua Prodi.
e. Bimbingan akademik dilaksanakan di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Akademik.
4.2.5 Pemantauan dan Evaluasi Studi Mahasiswa
a. Kegiatan pemantauan dan evaluasi studi mencakup aspek kemajuan studi, masa studi, status kemahasiswaan, dan masalah-masalah akademik yang dihadapi mahasiswa.
b. Pemantauan dan evaluasi studi mahasiswa dilakukan oleh dosen PA serta Ketua Prodi pada setiap akhir semester.
c. Dosen PA wajib melaporkan dan memberikan rekomendasi hasil pemantauan dan evaluasi studi mahasiswa kepada Ketua Prodi.
d. Dosen PA dapat merekomendasikan mahasiswa bimbingannya untuk melanjutkan perkuliahan di Prodi yang sama, pindah Prodi, atau membuat rekomendasi lain yangdiperlukan.
4.2.6 Batas Waktu Studi
Batas waktu studia dalah batas waktu maksimal diizinkannya seorang mahasiswa untuk menyelesaikan studi pada suatu Prodi.
a. Masa studi setiap jenjang adalah sebagai berikut:
1) Masa studi jenjangD-3 adalah 6 semester dan maksimal 10 semester.
2) Masa studi jenjangS-1 adalah 8 semester dan maksimal 14 semester.
3) Masa studi mahasiswa yang melanjutkan dari D-3 ke S-1 adalah 3 semester maksimal5 semester.
4) Masa studi program pendidikan profesi maksimal 2 semester maksimal 6.
b. Mahasiswa yang telah melebihi batas maksimal masa studinya din yatakan drop out (DO) atau mengundurkan diri dengan keputusan Rektor yang dilampiri transkrip nilai matakuliahyang telah diselesaikan serta keterangan pernah kuliah.
c. Pengunduran diri mahasiswa dilakukan dengan cara mengajukan surat permohonan pengunduran diri bermaterai cukup kepada Rektor, dengan melampirkan:
1) surat rekomendasi pengunduran diri dari dosen PA dengan diketahuiolehKetua Prodi;
2) surat persetujuan pengunduran diri dari Wakil Dekan Bidang Akademik Wakil Bidang Akademik;
3) kartu tandamahasiswa(KTM); dan
4) bukti pembayaran biaya pendidikan semester terakhir.
4.3 Penilaian
Efektivitas pembelajaran dapat dilihat dengan membandingkan kemampuan awal mahasiswa (entrylevel) dengan kemampuan mereka pada akhir program pembelajaran (exitlevel), melalui system penilaian. Selanjutnya hasil ini dapat dijadikan dasar pemetaan kualifikasi lulusan prodi. Secara operasional, penilaian terdiri atas penilaian mata kuliah, penilaian semester, penilaian kelayakan melanjutkan studi, dan penilaian akhir program. Keempat penilaian ini merupakan satu kesatuan yang terintegrasi.
4.3.1 Sistem Penilaian
Sistem Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa mencakup:
a. Prinsip penilaian
b. Teknik dan instrument penilaian c. Mekanisme dan prosedurpenilaian d. Pelaksanaan penilaian
e. Pelaporan penilaian dan f. Kelulusan mahasiswa.
Sistem penialain menganut prinsip penilaian dan terintegrasi mencakup 5 prinsip : a. Prinsip edukatif; merupakan penilaian yang memotivasi mahasiswa agar mampu:
Memperbaiki perencanaan dan cara belajar dan
Meraih capaian pembelajaran lulusan.
b. Prinsip otentik; merupakan penilaian yang berorientasipada proses belajar yang berkesinambungan dan hasil belajar yang mencerminkan kemampuan mahasiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
c. Prinsip objektif; merupakan penilaian yang didasarkan pada stándar yang disepakati antara dosen dan mahasiswa serta bebas dari pengaruh subjektivitas penilai dan yang dinilai.
d. Prinsip akuntabel; merupakan penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas, disepakati pada awal kuliah, dan dipahami oleh mahasiswa. Prinsip transparan; merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan
Teknik dan instrument penilaian terdiri atas observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket. Instrumen penilaian terdiri atas :
Penilaian proses dalam bentuk rubric dan/atau penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karya desain
Penilaian sikap dapat menggunakan teknik penilaian observasi
Penilaian penguasaan pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus dilakukan dengan memilih satu atau kombinasi dari berbagai teknik dan instrument penilaian.
Hasil akhir penilaian merupakan integrasi antara berbagai teknik dan instrument penilaian yang digunakan. Sistem penilaian di UIM mencakup proses maupun hasil belajar mahasiswa. Sistem ini memberlakukan penilaian formatif, yang ditujukan untuk memperoleh informasi yang digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran, dan penilaian sumatif, yang ditujukan untuk menilai ketercapaian hasil belajar mahasiswa (learning outcome).
4.3.2 Penilaian Keberhasilan Mahasiswa dalam Mata Kuliah
Keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan setiap mata kuliah yang telah dikontraknya ditetapkan dengan berpedoman pada butir-butir ketentuan sebagai berikut:
4.3.2.1 Acuan Penilaian
Penilaian terhadap keberhasilan studi mahasiswa untuk setiap mata kuliah didasarkan pada penilaian acuan patokan (PAP). Dengan acuan ini, nilai pencapaian mahasiswa atas tujuan/kompetensi ditentukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
4.3.2.2 Komponen Penilaian
Nilai keberhasilan studi untuk setiap mata kuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen tugas, ujian tengah semester, ujian akhir semester, serta komponen penilaian lainnya, yang dapat dijabarkan sesuai kebutuhan bentuk mata kuliah masing – masing mata kuliah melaui bobot persentase, yaitu:
a. Persentase Mata Kuliah Teori/Tatap Muka Tabel 4.1 Persentase Penilaian Matakuliah teori
No Aspek Penilaian Bobot persentase
1 Tugas terstruktur 15 %
2 Kegiatan Mandiri 15%
3 Ujian Tengah Semester (UTS) 30%
4 Ujian Akhir Semester (UAS) 40%
Total 100%
b. Persentase Mata Kuliah Teori/Tatap Muka dan Praktikum Laboratorium Tabel 4.2 Persentase msts kulish Matakuliah Teori dan Praktikum
No Aspek Penilaian Bobot persentase
1 Tugas terstruktur 10 %
2 Kegiatan mandiri 10%
3 Praktikum 20%
4 Ujian Tengah Semester (UTS) 20%
5 Ujian Akhir Semester 40%
Total 100%
c. Persentase Mata Kuliah Praktikum Laboratorium
Table. 4.3 Persentase Mata Kuliah Praktikum Laboratorium
No Aspek Penilaian Bobot persentase
1 Praktikum 70 %
2 Tugas 30%
Total 100%
d. Persentase Mata Kuliah Praktek Klinik/lapangan
Table. 4.4 Persentase Penilaian Mata Kuliah Praktek Klinik/Lapangan
No Aspek Penilaian Bobot persentase
1 Tugas 30%
2 Seminar 40%
3 Keterampilan 30%
Total 100%
Untuk menentukan nilai akhir mahasiswa digunakan rumus :
Na = Xh+Xb+Xt+f : 4
Nm= Na x sks
Na : Nilai akhir teori atau nilai kesimpulan evaluasi Xh : Nilai hasil laboratorium
Xb : Nilai Tugas/seminar Xt : Nilai ujian tengah semester
F : Nilai Ujian Akhir Semester
Nm: Nilai Maksimum
Untuk medapatkan nilia tugas dari dari semua bentuk/jenis mata kuliah, digunakan sistem penialain Rubrik. Adapun pedoman penilaian rubrik dapat dijelaskan sebagai berikut;
1) Pengertian Rubrik
Rubrik adalah suatu panduan bagi fassilitator pembelajaran untuk melakukan penilaian yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan terhadap mutu pekerjaan siswa/mahasiswa.Rubrik dapat pula digunakan sebagai umpan balik terhadap mutu pekerjaan siswa/mahasiswa. Di dalam suatu rubric terdapat satu set criteria yang digunakan untuk menilai kinerja dari suatu pekerjaan atau tugas tertentu oleh individu atau kelompok siswa/mahaiswa, serta menyediakan lebih detil grade capaiannya. Dengan demikian, rubrik membantu fasilitator memberikan penilaian lebih objektif sesuai dengan capaian pembelajaran.
2) Manfaat Rubrik
Mengapa menggunakan rubric? Secara jelas bahwa rubrik menyediakan cara penilaian lebih transparan baik bagi fasilitator maupun siswa/mahasiswa. Beberapa manfaat dari rubric, yaitu:
Rubrik dapat menjadi pedoman penilaian yang objektif dan konsisten dengan kriteria yang jelas
Rubrik dapat memberikan informasi bobot penilaian pada tiap tingkatan kemampuan mahasiswa;
Rubrik dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar lebih aktif;
Mahasiswa dapat menggunakan rubric untuk menentukan strategi pembelajarannya serta mengukur capaian kemampuannya sendiri atau kelompok belajarnya;
Mahasiswa mendapatkan umpan balik yang cepat dan akurat;
Rubrik dapat digunakan sebagai instrumen untuk refleksi yang efektif tentang proses pembelajaran yang telah berlangsung;
Sebagai pedoman dalam proses belajar maupun penilaian hasil belajar mahasiswa.
Manfaat rubric dapat pula digambarkan pada tiga stadia pembelajaran seperti matrik di bawah ini.
Sebelum Penilaian
Siswa/mahasiswa berkesempatan untuk melihat dan memahami tentang apa yang dinilai (criteria )dan bagaimana detil deskripsi untuk grade capaian yang berbeda.
Dengan pemahaman tersebut,siswa/mahasiswa dapat menyusunstrategi pembelajarannya.
Kemudahan bagi fasilitator untuk menjelaskan kepadasiswa/mahasiswa bagaimana kinerja mereka dinilai.
SelamaProses Penilaian
Bagi facilitator , rubric adalah suatu framework detil untuk menilai kinerja siswa/mahasiswa secara objektif terhadap suatu tugas yang diberikan untukcapaian pembelajaran yang telah ditentukan.
Bagi fasilitator, rubric memberikan kemudahan umpan balik dari kinerja mahasisiwa terhadap setiap criteria
SetelahPenilaian Rubrik memberikan informasi penting bagi siswa/mahasiswa tentang mutu kinerjanya terhadap kriteria yang ditentukan. Rubrik juga menyediakan informasi secara transparan tentang bagaimana dan darimana nilai capaiannya berasal.
3) Jenis Rubrik
Jenis rubric dapat dibagi dua, yaitu Analytic Rubrics dan Holistic Rubrics.Dalam panduan KPT Dikti,Analytic Rubrics disebut sebagai Rubrik Deskriptif, juga ditambah satu jenis rubric
Tabel 4.6 Jenis Rubric
Analytic Rubrics Holistic Rubrics
Digunakan untuk menilai setiap criteria secara terpisah, selanjutnya mengkombinasikan penilaian dari setiap
criteria untuk memberikan penilaian terhadap mutu kinerja secara keseluruhan
Digunakan memberikan penilaianterhadap keseluruhan atauholistic terhadap
mutukinerja mahasiswa
a. Rubrik Analitik
Analytic Rubrics adalah rubric yang umum digunakan untuk penilaian kinerja mahasiswa.Rubrik ini digunakan untuk melakukan assessment tugas-tugas yang dapat dibagi ke dalam domain atau criteria yang mana masing-masing criteria dapat diassess secara idividu.Masing-masing criteria dapat diberi bobot penilaian sesuai dengan pentingnya dalam mencapai learning outcomes dari tugas tersebut.
Elemen dari analytic rubrics dapat dilihat pada matrik di bawah ini:
Tabel 4.7 Analytic Rubrics
Kriteria/Domain Nama Tugas Nilai
Masing- masingkriteri a
Level kinerja1 Level kinerja2 Level kinerja…n Skor/nilai* Skor/nilai Skor/nilai Kriteria1 Deskripsi1.1 Deskripsi1.2 Deskripsi1.n Kriteria2 Deskripsi2.1 Deskripsi2.2 Deskripsi2.n Kriteria…n Deskripsin.1 Deskripsin.2 Deskripsin.n
TotalNilai
*.Skor/nilaidibrikansecaranumericdandapatdengankisaran1-10atau1-100tergantungtingkatketelitiandanakurasiyang diinginkanpadasetiapcriteria.
Elemen analytic rubrics dapat ditambahkan bobot penilaian masing-masing criteria Skor/nilai Skor/nilai Skor/nilai
Kriteria1 Deskripsi1.1 Deskripsi1.2 Deskripsi1.n % Kriteria2 Deskripsi2.1 Deskripsi2.2 Deskripsi2.n % Kriteria…n Deskripsin.1 Deskripsin.2 Deskripsin.n %
TotalNilai
*.Skor/nilaidibrikansecaranumericdandapatdengankisaran 1-10atau1-100tergantungtingkatketelitiandanakurasiyangdiinginkanpadasetiapcriteria.
Contoh Rubrik Analitik (deskriptif) untuk penilaian presentasi mahasiswa
Kriteria/Dim
Baik Cukup Kurang SangatKura
Skor 81 (61-80) (41-60) (21-40) ng <2
I
Total Nilai
Tugas pembuatan rubric analitik (analytic rubrics) bagi pesertalatihan: peserta latihan diminta untuk praktik
membuat AnalyticRubric suntuk penilaian terhadap tugas mahasiswa membuat“paper ” berkaitan dengan subjek tertentudan capaian pembelajaran yang diinginkan.
b. Rubrik Holistik
Rubrik Holistik digunakan bila ada kesulitan atau tidak memungkinkan adanya pembagian penilaian suatu tugas ke dalam criteria terpisah.In dapat terjadi karena adanya criteria saling berkaitan dan tumpang tindih satu dengan lainnya. Seperti halnya tugas kreatif yang kompleks yang mana pengerjaannya dapat didekati dengan ragam caraoleh mahasiswa dan tugas tersebut tidak dapat atau sulit dibagi ke dalam komponen atau kiteria penilaian. Untuk itu dibuat penilaian holistic terhadap kinerja mahasiswa.Dalam rubric holistic grade capaian diartikulasikan ke dalam pernyataan deskriptif.
Element dari Rubrik Holistik dapat dilihat pada matriks di bawah ini.
4.8 Rubrik Holistik
NamaTugas:
GradeCapaian Score/nilai DeskripsidariGradeCapaian
Grade1 NilaiGrade1 DeskripsiGr
ade1
Grade2 NilaiGrade2 DeskripsiGr
ade2
Grade3 NilaiGrade3 DeskripsiGr
ade3
Grade…n NilaiGrade..n DeskripsiGr
aden
*.Skor/nilai dibrikan secara numeric dan dapa tdengan kisaran 1-10atau1-100 tergantung tingkatketelitian dan akurasi yang diinginkan padasetiap criteria.
Contoh Rubrik Holistik untuk Projek Multimedia
NamaTugas:ProjekMultimedia
GradeCapaian Score/nilai DeskripsiC
apaian
Sangatbaik 80-100 Projek dibuat dengan standar professional sangat tinggi. Secara teknis berfungsi secara penuh memenuhi seluruh spesifikasi projek.
Menunjukkan kreativitas dan inovasi tingkat tinggi kaitannya dengan fungsi dan kegunaannya. Mempunyai nilai estetika tinggi.
Mutunya dikendalikan secara baik untuk meyainkan brfungsi secara penuh dan tanpa bukti kesalahan.
Baik 65-79 Projek dibuat dengan standar professional tinggi dengan tingkat fungsi yang baikdan memenuhi sebagian besar spesifikasi projek.
Menunjukkan kreativitas dan inovasi tinggi serta atraktif dan secara estetika menarik. Terdapat sedikit eror dan secara alami erorini adalah minor (kecil). Secara umum produk dipersiapkan dengan baik untuk memenuhi standard industry.
Cukup 55-64 Projekini dibuat dengan standard professional mencukupi dengantingkat fungsional memadai dan secara umum memenuhi spesifikasi,walaupun terdapat bukti-bukti kesalahan atau masalah.
Ada beberapa bukti kreativitas dan inovasi walaupun tidak terlihat jelas. Dengan eksperimen dan pengujian lebih lanjut mungkin dapat memperbaiki produk yang dihasilkan lebih baik. Secara umum
belum mendapatkan pengakuan dari
industrydanmemerlukankerjalebihintensifsebelumdirilis.
Kurang 45-54 Projek ini dapat terselesaikan namun kurang diterima oleh standard industry. Secara fungsional masih bermasalah dan tidak memenuhi persyaratan spesifikasi. Hanya sedikit buktikreativitas dan inovasi dan masih banyak kesalahan. Diperlukan kerja sangat intensif untuk dapat memenuhi standard industry.
Sangat Kurang/gagal
<44 Projek belum terselesaikan dan dibawah standard industry.
Kuran/tidak berfungsi dangagal memenuhi spesifikasi yang diinginkan projek. Sangat
NamaTugas:Projek Multimedia
GradeCapaian Score/nilai Deskripsi
Banyak pekerjaan dibutuhkan untuk memenuhi standard industry.
Contoh Rubrik Holistik untuk Esai
NamaTugas:Esai
GradeCapaian Score/nilai DeskripsiCa
paian
Sangatbaik 80-100 Esai ini sangat menarik perhatian karena mengandung wawasan yang luas dengan gaya tulisan yang matang. Esai inifocus dan diorganisasi secara baik serta elaborail uas menggunakan pilihan contoh-contoh yang benar dan rujukan yang tepat. Tulisan menggunakan kata-kata dan kalimat yang efektif dan memenuhi dengan sangat baik aturan tatabahasa Indonesia.
Baik 65-79 Esai ini menarik perhatian karena mengandung alasan-alasan atau rasional yang baik dan jelas. Secara umum esai ini focus dan mengandung ide-ide berkembang serta menggunakan pilihan contoh- contoh yang benar dengan rujukan yang tepat. Kalimat dibangun dengan pilihan kata-kata untuk berkomunikasi secara jelas dengan pembaca. Tata bahasa penulisan telah mendapat perhatian yang baik.
Baik 65-79 Esai ini menarik perhatian karena mengandung alasan-alasan atau rasional yang baik dan jelas. Secara umum esai ini focus dan mengandung ide-ide berkembang serta menggunakan pilihan contoh- contoh yang benar dengan rujukan yang tepat. Kalimat dibangun dengan pilihan kata-kata untuk berkomunikasi secara jelas dengan pembaca. Tata bahasa penulisan telah mendapat perhatian yang baik.