BAB III HASIL PENELITIAN
3.5 Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Di
Penerimaan pajak merupakan sumber penerimaan yang diperoleh pemerintah dari pembayaran pajak yang dilakukan masyarakat dan dapat digunakan untuk pengeluaran pemerintah terhadap kemakmuran rakyat.
Tabel 3.2 Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21
Sumber: KPP Pratama Medan Timur
Pada tabel di atas penerimaan pajak penghasilan pasal 21 di KPP Pratama Medan belum mencapai target, dapat dilihat dari pada tahun 2017 jumlah target yang dipasang KPP Pratama Medan Timur sebesar Rp 177.621.533.000 sedangkan realisasi sebesar Rp 88.752.545.816. pada tahun 2018 memiliki target sebesar Rp.
167.329.557.000 dan realisasinya sebesar Rp 126.817.595.213 dan terakhir pada tahun 2019 targetnya sebesar Rp 145.206.377.000 dan yang terealisasi sebesar Rp 118.551.456.479
Penerimaan PPh 21 Target (Rp) Realisasi (Rp) 2017 177.621.533.000 88.752.545.816 2018 167.329.557.000 126.817.595.213 2019 145.206.377.000 118.551.456.479
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 DAMPAK PENERAPAN SANKSI ADMINISTRASI
Inti dari penerapan sanksi administrasi yaitu dengan tujuan agar wajib pajak lebih patuh terhadap kewajiban perpajakannya. dengan melapor dan menyetor pajak tepat waktu sebelum masa penyampaian SPT berakhir. sanksi tersebut berguna bagi wajib pajak yang nakal dimana dengan segaja melalaikan atau tidak menyetor pajaknya setelah jatuh tempo. Pada tabel Tabel 3.2 Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21, jumlah penerimaan pajaknya tergolong meningkat walaupun belum mencapai target setiap tahunnya. tentu ada setidaknya peran sanksi administrasi dalam peningkatan penerimaan itu dan jumlah wajib pajak yang terkena sanksi administrasi di KPP pratama medan timur pun menurun drastis di tahun 2019 jika dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya tentu ini sebuah langkah yang baik bagi kpp pratama medan timur dalam menangani tingkat ketidak patuhan wajib pajak. Dan di tahun 2020 ini sanksi administrasi pajak dihapuskan diakibatkan pandemi covid 19, di momen ini juga menjadi uji coba seberapa besarkah tingkat kepatuhan wajib pajak jika sanksi administrasi perpajakan dihapuskan.
4.2 KEPATUHAN WAJIB PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (PPh 21) Kepatuhan wajib pajak adalah sikap yang dimiliki wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan tepat waktu baik secara sukarela
maupun terpaksa. Untuk menunjukkan seseorang tersebut patuh terhadap kewajiban perpajakannya adalah melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.
setelah melakukan penelitian di KPP Pratama Medan Timur maka saya berhasil mendapatkan jumlah wajib pajak yang menyetor PPh 21 dan yang terkena sanksi administrasi PPh 21, seperti tabel dibawah ini
Tabel 4.1 Gambaran Wajib Pajak KPP Pratama Medan Timur
Keterangan 2017 2018 2019
Wajib pajak penyetor PPh 21 1175 1254 1216
Wajib pajak yang terkena sanksi administrasi PPh 21
156 167 123
Sumber: KPP Pratama Medan Timur
Berdasarkan tabel di atas tingkat kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Medan Timur bisa dikatakan tidak stabil di tiga tahun tersebut (2017,2018 dan 2019) terlihat jelas terjadi peningkatan besar di tahun 2018. Mungkin saja disebabkan berbagai faktor seperti kurang pahamnya wajib pajak dalam melaporkan SPT kurangnya sosialisasi sehingga wajib pajak tidak memahami pajak apa yang harus ditanggungnya serta sikap lalai wajib pajak yang menunda pembayaran hingga lewat jatuh tempo. Tapi perlu di apresisasi juga kinerja dari KPP Pratama Medan Timur dalam meningkatkan jumlah wajib pajak penyetor PPh 21 setiap tahunnya.
Dan semoga di tahun-tahun selanjutnya jumlah kasus wajib pajak yang terkena sanksi semakin menurun dan jumlah WP yang menyetor PPh 21 bisa meningkat terutama di tahun 2020.
4.3 HAMBATAN YANG DIHADAPI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN PELUNASAN PPh PASAL 21
Disetiap kantor pelayanan pajak di Indonesia pasti sering mengalami hambatan dalam melakukan pengawasan pelunasan utang pajak wajib pajaknya, tidak terkecuali kantor pelayanan pajak pratama medan timur. Hambatan yang paling umum di jumpai antara lain:
a. Kurangnya Pengawasan Pada Pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21
masih banyak wajib pajak yang melakukan kesalahan dalam pelaporan pajak khususnya dalam menggunakan akses E-Filling seperti salah memasukan NPWP, daftar EFIN menggunakan alamat email kantor, tidak melaporkan sumber penghasilan lainnya, salah memilih formulir SPT, berhenti kerja tetapi tidak meminta bukti potong pajak.
b. Keterbatasan Pengetahuan Wajib Pajak Akan Pajak
Masih banyaknya wajib pajak tidak mengetahui tentang pajak yang ditanggungnya, diakibatkan kurangnya sosialisasi tentang pemahaman WP serta dapat menyebabkan keterlambatan dalam melaporkan pajak, kesalahan dalam pengisian SPT, bahkan tidak melapor.
c. Masih Adanya Kelalaian Wajib Pajak Dalam Melaporkan Spt Masa banyak wajib pajak terdaftar khususnya PPh 21 tetapi kesadaran untuk melaporkan kewajiban perpajakannya masih rendah, di poin ini diperlukan kerja sama antara masyarakat dengan pihak KPP pratama medan timur karena banyak wajib pajak yang masih beranggapan bahwa
“untuk apa bayar pajak tapi kemakmuran rakyat tetap tidak ada perubahan” stereotip seperti ini yang mesti dipecahkan oleh KPP sendiri, maka diperlukan sosialisasi dan penyuluhan yang intens baik dari ruang diskusi maupun event- event tertentu yang menyangkut tentang pajak.
4.4 UPAYA YANG DILAKUKAN DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK
Dalam meningktakan kepatuhan wajib pajak, hal-hal yang dilakukan antara lain:
a. Meningkatkan Pengawasan Pada Pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21 Dengan Menerbitkan Surat Himbauan
Secepat mungkin memberikan himbauan kepada wajib pajak yang salah dalam melaporkan kewajiban perpajakannya khususnya PPh 21, dengan merekomendasikan wajib pajak untuk berkonsultasi kepada AR yang sudah ditetapkan.
b. Diadakannya Sosialisasi Mengenai Pajak Secara Personal Maupun Masal
Yang dimaksud sosialisasi secara personal adalah menyuruh wajib pajak agar sering berkonsultasi dengan AR yang telah ditetapkan pihak KPP nya sendiri, atau dengan masal yaitu masal pihak fiskus mendatangi kantor atau instansi tentang cara pelaporan pajak yang ditanggungnya secara benar, baik mulai dari melaporkannya kepada siapa, bagaimana melaporkannya, cara pengisian spt maupun prosedur pelaporan yang harus dijalani oleh wajib pajak dalam membayar ataupun menyampaikan pelaporan pajak nya.
c. Meningkatkan Kesadaran Pajak Melalui Media Sosial
Di era saat ini kekuatan media online sangat berkembang pesat, hampir seluruh umat manusia saat ini tidak terlepas dari yang namanya media online (situs web) dan sosial media. Sampai saat ini hampir semua instansi pemerintahan punya sosial media resmi nya masing-masing seperti (Instagram, facebook, twitter, dan youtube) termasuk juga KPP pratama medan timur sendiri. Dibuatnya sosial media tersebut di harapkan dapat menjadi wadah untuk menyebarkan kegiatan KPP pratama medan timur tersebut secara luas dan dapat menjangkau ke segala umur baik yang tua maupun yang muda. Di era milenial ini generasi muda sangat aktif dalam membagikan informasi lewat akun sosmed nya sendiri dan ini dapat menjadi sebuah peluang bagi KPP
pratama medan timur untuk mengkampanyekan kesadaran akan membayar pajak lewat anak generasi milenial saat ini.
d. Rutin Mengadakan Event-Event Yang Dapat Menarik Perhatian Kawula Muda
Selain kekuatan sosial media, rutin mengadakan acara-acara seperti color-run, marathon ataupun gowes sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran pajak khususnya anak muda sekarang. Sebagai contohnya acara spectaxcular yang rutin diadakan setiap tahunnya di gedung keuangan negara di dominasi anak-anak muda artinya bahwa acara-acara seperti ini sangat di inginkan para anak muda zaman sekarang dan di sela-sela kegiatan dapat dilakukan penyuluhan tentang kesadaran wajib membayar pajak.
e. Membuka Tax Center Di Perguruan Tinggi
Diharapkan dengan dibukanya tax center di sebuah kampus dapat menjadi wadah pengkajian, penelitian, pelatihan dan sosialisasi perpajakan dilingkungan perguruan tinggi dan masyarakat serta tax center tersebut dapat mengirimkan mahasiswanya sebagai relawan pajak guna sebagai perpanjangan tangan dari otoritas pajak tersebut.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 SIMPULAN
Berdasarkan hasil penyusunan tugas akhir ini dapat ditarik kesimpulan:
a. Sanksi administrasi diterapkan dengan tujuan agar wajib pajak lebih patuh terhadap kewajiban perpajakannya. Dengan salah satu indikasi yaitu melapor dan menyetor pajaknya tepat waktu sebelum masa penyampaian SPT berakhir.
b. Kepatuhan pajak Adalah sikap yang dimiliki wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan tepat waktu baik secara sukarela maupun terpaksa. Kurang lebih ada sekitar 4 poin dalam mengategorikan kepatuhan wajib pajak. tingkat kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Medan Timur bisa dikatakan tidak stabil di tiga tahun tersebut (2017,2018 dan 2019) terlihat jelas terjadi peningkatan besar di tahun 2018. Mungkin saja disebabkan berbagai faktor seperti kurang pahamnya wajib pajak dalam melaporkan SPT kurangnya sosialisasi sehingga wajib pajak tidak memahami pajak apa yang harus ditanggungnya serta sikap lalai wajib pajak yang menunda pembayaran hingga lewat jatuh tempo. Tapi perlu di apresisasi juga kinerja dari KPP Pratama Medan Timur dalam meningkatkan jumlah wajib pajak penyetor PPh 21 setiap tahunnya. Dan semoga di tahun-tahun selanjutnya jumlah
kasus wajib pajak yang terkena sanksi semakin menurun dan jumlah WP yang menyetor PPh 21 bisa meningkat terutama di tahun 2020.
c. Hambatan Yang Di Hadapi KPP Pratama Medan Timur Dalam Melakukan Pengawasan Pelunasan PPh Pasal 21 antara lain kurangnya pengawasan pada pelaporan SPT masa PPh pasal 21, keterbatasan pengetahuan wajib pajak akan pajak, masih adanya kelalaian wajib pajak dalam melaporkan spt masa.
d. Upaya Yang Dilakukan Dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak antara lain Meningkatkan pengawasan pada pelaporan SPT Masa PPh pasal 21 dengan menerbitkan surat himbauan, Diadakannya sosialisasi mengenai pajak secara personal maupun masal, Meningkatkan kesadaran pajak melalui media sosial, Rutin mengadakan event-event yang dapat menarik perhatian kawula muda, Membuka tax center di perguruan tinggi.
5.2 SARAN
Lebih meningkatkan upaya dalam pengawasan khususnya PPh 21 agar tercapai sesuai yang sudah direncanakan dan kepada masyarakat diharapkan kerja samanya dalam melaporkan SPT nya karena pemasukan yang terkumpul dari pajak ini akan digunakan juga untuk kesejahteraan rakyat. Dan juga kepada KPP pratama medan timur agar lebih meningkatkan kualitas pengawasannya terhadap PPh pasal 21 di tahun ini. Karena di tahun ini sanksi administrasi perpajakan akan di hapuskan serta banyak wajib pajak yang tidak berhak di pungut pajaknya di akibatkan dampak covid 19 tahun ini, tentu ini akan menimbulkan penurunan penerimaan pajak negara, jadi jangan heran kalau penerimaan pajak tahun ini
lebih rendah di banding tahun lalu. Jika KPP pratama medan timur dapat meningkatkan penerimaan pajak penghasilan pasal 21 di banding tahun lalu, tentu ini suatu langkah yang besar telah di raih KPP tersebut di akibatkan dapat meningkatakan penerimaan pajak di tengah penurunan pendapatan masyarakat.
Selain itu diperlukan penambahan sumber daya manusia (SDM) dibidang pemeriksaan pajak dan juru sita pajak, karena pemeriksaan pajak merupakan bagian tak terpisahkan dengan system self assessment yang dianut dalam sistem perpajakan di indonesia serta fungsi pemeriksaan pajak dapat mendorong wajib pajak melaporkan kegiatan usahanya dengan benar. Sedangkan juru sita pajak dapat berfungsi sebagai pelaksana penagihan seketika dan sekaligus, pemberitahuan surat paksa, melaksanakan penyitaan dan penyaderaan berdasarkan surat perintah penyitaan dan penyanderaan. Tentu dengan menambahkan jumlah SDM pada kedua faktor tersebut dapat meningkatkan kepatuhan pajak di KPP Pratama Medan Timur khususnya pada pajak penghasilan pasal 21.
DAFTAR PUSTAKA
Dari Internet :
PajakBro. 2017. “Pengertian Pajak Menurut Para Ahli Berdasarkan Undang-Undang”,
https://www.pajakbro.com/2017/06/pengertian-pajak.html, diakses pada 30 April 2020
Cermati. 2020. “Pengertian Pajak, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya”,
https://www.cermati.com/artikel/pengertian-pajak-fungsi-dan-jenis-jenisnya#:~:text=Pajak%20merupakan%20alat%20untuk%20melaksanakan,ekspo r%2C%20seperti%20pajak%20ekspor%20barang., diakses pada 17 Juni 2020
Aristanti, Nimas Des. 2020. “Tentang Pph Pasal 21: Apa Itu Pph 21 dan Bagaimana Perhitungannya?”, https://koinworks.com/blog/apa-itu-pph-21/, diakses pada 19 Juni 2020
Onlinepajak. 2016. “Cara Perhitungan PPh Pasal 21”, https://www.online-pajak.com/cara-perhitungan-pph-21, diakses pada 25 Juni 2020
Onlinepajak. 2019. “Sekilas Memahami Sanksi Pajak di Indonesia”, https://www.online-pajak.com/tentang-pajakpay/sanksi-pajak-di-indonesia,
diakses pada 24 juni 2020
Hestanto. 2018. “Kepatuhan Wajib Pajak”, https://www.hestanto.web.id/kepatuhan-wajib-pajak/, diakses pada 24 Juni 2020 Prabandaru, Ageng. 2018.“Perbedaan Alur Pelaporan Pajak Online dan Manual”,
https://klikpajak.id/blog/lapor-pajak/alur-pelaporan-pajak-online/, diakses pada 26 september 2020
Prabandaru, Ageng. 2018. “Ketentuan Penagihan Pajak yang Penting untuk Anda Ketahui”, https://klikpajak.id/blog/bayar-pajak/ketentuan-penagihan-pajak/,diakses pada 26 september 2020
Kurniasih, Neng Sri. 2015. “tahap-tahap penagihan pajak”, https://www.kompasiana.com/nengsrik/5659225cf47e617f0ecdd8aa/tahaptahap-penagihan-pajak, diakses pada 26 september 2020
Dari E-Book :
Muljono,Djoko.2010.Panduan Brevet Pajak: Pajak Penghasilan.Yogyakarta: Cv Andi Offset.
Direktorat Jenderal Pajak.2013.Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya. Jakarta Selatan (ID): Balai Pustaka.
2017. Laporan Kinerja (LAKIN) Tahun 2017 Direktorat Jenderal Pajak.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak 2018. Laporan Kinerja (LAKIN) Tahun 2018 Direktorat Jenderal Pajak.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak
2019. Laporan Kinerja (LAKIN) Tahun 2019 Direktorat Jenderal Pajak.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak
Dari Laporan Tugas Akhir :
Sigarimbun, Devi Sentia Sari. 2016. Prosedur pengembalian kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan pada kantor pelayanan pajak pratama medan timur. Laporan Tugas Akhir. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu politik. Universitas Sumatera Utara: Medan
LAMPIRAN 1.1 SURAT PENGAJUAN JUDUL TUGAS AKHIR
LAMPIRAN 1.2 SURAT PENUGASAN PEMBIMBING
LAMPIRAN 1.3 KARTU KENDALI BIMBINGAN
LAMPIRAN 1.4 UNDANGAN SEMINAR PROPOSAL
LAMPIRAN 1.5 BERITA ACARA SEMINAR PROPOSAL
LAMPIRAN 1.6 SURAT IZIN PENELITIAN
LAMPIRAN 1.7 SURAT UNDANGAN SIDANG/MEJA HIJAU
LAMPIRAN 1.8 DATA PENELITIAN TUGAS AKHIR