• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengamatan Guru

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh : NURDIATI NURDIN (Halaman 43-51)

METODE PENELITIAN

C. Prosedur Penelitian

2. Pengamatan Guru

a. Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak (selanjutnya diupayakan agar semua kelompok dapat giliran ke depan).

b. Laporan murid dikoreksi,

dikomentari, dinilai, dikembalikan pada pertemuan berikutnya, dan didiskusikan.

Melakukan evaluasi dan analisis data

dengan cara melihat prestasi atau nilai murid kemudian hasil analisis pada siklus I

digunakan sebagai perbaikan dikegiatan siklus II.

a. Mengidentifikasi masalah atas

kelemahan dan kekurangan pada siklus I.

b. Dari refleksi hasil kegiatan siklus I, sebagai dasar untuk menyusun

akan dilakukan. perencanaan siklus II.

c. Merencanakan dan penetapan alternatif pemecahan masalah.

d. Menyusun RPP.

e. Mempersiapkan fasilitas dan sarana yang diperlukan dalam pembelajaran seperti sumber belajar dan lembar soal sebagai latihan murid.

f. Menyiapkan lembar observasi kegiatan pengamatan aktivitas murid dalam pembelajaran.

g. Peneliti menyiapkan lembar evaluasi untuk murid.

h. Pengembangan dan memperbaiki kesalahan atau kelemahan pada siklus I.

i. Menyusun kegiatan program tindakan siklus II akibat kelemahan pada siklus I.

Pelaksanaan

a. Para murid dalam kelompok menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas

sendiri-sendiri.

b. Semua murid dalam kelompok membaca,

belajar

c. Kelompok kolaboratif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi,

mendemontrasikan, meneliti,

menganalisis, dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKM atau masalah yang ditemukan sendiri.

d. Setelah kelompok kolaboratif

menyepakati hasil pemecahan masalah, masing-masing murid menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap.

e. Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak (selanjutnya diupayakan agar semua kelompok dapat giliran ke depan) untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaboratifnya di depan kelas, murid pada kelompok lain mengamati, mencermati, membandingkan hasil presentasi tersebut, dan menanggapi.

Kegiatan ini dilakukan selama lebih kurang 20-30 menit.

f. Masing-masing murid dalam kelompok

kolaboratif melakukan elaborasi, inferensi, dan revisi (bila diperlukan) terhadap laporan yang akan

dikumpulkan.

g. Laporan masing-masing murid terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan, disusun perkelompok kolaboratif.

h. Laporan murid dikoreksi, dikomentari, dinilai, dikembalikan pada pertemuan berikutnya, dan didiskusikan.

1. Pengamatan Murid

a. Para murid dalam kelompok menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri.

b. Semua murid dalam kelompok membaca, berdiskusi, dan menulis.

c. Kelompok kolaboratif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi,

mendemontrasikan, meneliti,

menganalisis, dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah

dalam LKM atau masalah yang ditemukan sendiri.

d. Setelah kelompok kolaboratif menyepakati hasil pemecahan masalah, masing-masing murid menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap.

e. untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaboratifnya di depan kelas, murid pada kelompok lain mengamati, mencermati, membandingkan hasil presentasi tersebut, dan menanggapi. Kegiatan ini dilakukan selama lebih kurang 20-30 menit.

f. Masing-masing murid dalam kelompok kolaboratif melakukan elaborasi, inferensi, dan revisi (bila diperlukan) terhadap laporan yang akan dikumpulkan.

g. Laporan masing-masing murid terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan, disusun perkelompok

kolaboratif.

2. Pengamatan Guru

a. Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak (selanjutnya diupayakan agar semua kelompok dapat giliran ke depan).

b. Laporan murid dikoreksi,

dikomentari, dinilai, dikembalikan pada pertemuan berikutnya, dan didiskusikan.

Melakukan evaluasi dan analisis data dengan cara melihat prestasi atau nilai siswa kemudian hasil analisis pada siklus II digunakan sebagai kesimpulan dari penelitian

Tabel 3.1. Kegiatan Siklus I dan Siklus II

D. Teknik Pengumpulan Data 1. Pengamatan (observasi)

Pengamatan bertujuan untuk memperoleh data tentang proses berlangsungnya belajar mengajar yang meliputi aktivitas murid, suasana atau situasi belajar murid.

2. Wawancara

Wawancara atau interview adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan hanya diajukan oleh subjek evaluasi.

Wawancara adalah suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang orang lain. Wawancara merupakan teknik penelitian dimana peneliti saling berhadapan muka secara langsung dengan subjek yang diteliti. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tingkat kemampuan siswa. Untuk memperoleh informasi dalam wawancara biasanya diajukan seperangkat pertanyaan atau yang tersusun dalam suatu daftar. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara dengan guru dan siswa kelas V SD Negeri Alluka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

3. Tes

Tes dapat diartikan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes merupakan suatu alat pengumpulan informasi yang bersifat resmi karena penuh dengan batasan-batasan, tes itu disusun secara sistematis dan obyektif, tes itu berbentuk tugas yang terdiri dari pertanyaan/perintah, tes itu diberikan

kepada individu atau kelompok, bahwa dengan tes itu dengan waktu yang singkat kita bisa memperoleh keterangan-keterangan yang kita perlukan, Mulyasa (2005:100). Tes ini digunakan untuk melihat peningkatan, pemahaman, dan pencapaian hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini tes yang diberikan ada 2 macam yang dikemukakan Purwanto (2004:112) sebagai berikut:

a. Pre test (tes awal)

Tes yang diberikan sebelum tindakan bertujuan untuk mengetahui pemahaman Murid terhadap materi yang akan diajarkan. Pre test memiliki banyak kegunaan dalam menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh karena itu pre test memegang peranan yang penting dalam proses pembelajaran.

b. Post test (tes akhir)

Tes yang diberikan setiap akhir tindakan untuk mengetahui pemahaman siswa dan ketuntasan belajar siswa pada masing- masing pokok bahasan. Tes yang diberikan dalam penelitian ini adalah tes tulis dan non test (unjuk karya), pada post test dengan bentuk uraian.

Pengambilan data hasil post test dilaksanakan setiap akhir siklus.

4. Dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan daftar murid kelas V, jumlah murid kelas V, baik laki-laki maupun perempuan, dan daftar nilai murid kelas V.

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh : NURDIATI NURDIN (Halaman 43-51)

Dokumen terkait