BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Paparan Implementasi Perangkat Pembelajaran
4) Pengamatan terhadap interaktifitas
(1) Membangun norma kelas
Pada awal kegiatan pembelajaran guru dan siswa membuat peraturan yang digunakan di dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Peraturan dibuat oleh guru supaya proses pembelajaran berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan ini dapat dilihat pada transkripsi I4: 11, II4: 8-13, IV4: 42-50, V4: 18-23.
(42) G: “Ibu mempunyai lanjutan cerita yang kemarin. Tapi sebelum ibu membacakan apakah anak-anak masih ingat apa peraturan kelas kita kemarin? Yang pertama apa?”
(43) S3: “Mengangkat tangannya sambil menjawab jika ada yang berbicara mendengarkan”
(44) G: “Iya, jika nanti ada yang berbicara silakan anak -anak mendengarkan! Yang kedua jika bertanya silakan apa?”
(45) S: “Angkat tangan”
(46) G: “Jika ingin ijin keluar, misalkan ke kamar mandi apa?”
(47) S: “Angkat tangan dan ijin”
(48) G: “Nanti jika ada yang melanggar silakan menggantikan piket pada hari ini!”
(49) S7: “Bu umpamane selasa piket terus kena hukuman berarti ora piket?”
(50) G: “Yang kena hukuman nanti tetap piket, walapun hari itu piket! Sudah paham! Sekarang didengarkan terlebih dahulu. Ibu mempunyai lanjutan cerita dari Paijo dan Kotak Ajaib”
Peraturan telah disepakati secara bersama-sama oleh guru dan siswa pada awal di setiap pertemuan. Namun pada kenyataannya di dalam proses pembelajaran masih saja ada siswa yang melanggar dan tidak mematuhi peraturan tersebut,
hal ini dapat dilihat pada transkripsi V4: 73, V4: 184-190, 198-202 sebagai berikut:
Transkripsi V4: 73
(73) S13: “Mah do ribut. Dibongkar kui baloke, mah ribut” Transkripsi V4: 184-190
(184) G: “Mempunyai 12 rusuk” (sambil menulis di papan tulis dan meminta siswa untuk menulisnya pada
buku mereka msing-masing). Siapa yang ingin
menjawab yang ketiga, silakan angkat tangannya!”
(185) S3: “Mempunyai 3 pasang sisi yang kongruen” (186) S7 menyerobot menjawab menjawab
(187) G: “Tadi yang ibu minta siapa? S3...” (188) S7: “Aku”
(189) G: “Silakan jika sedang ada yang berbicara silakan?” (190) BS: “Menggantikan piket”
Dari transkripsi di atas dapat dilihat bahwa peraturan yang telah disepakati bersama pada setiap awal pertemuan masih dilanggar oleh siswa. Siswa melanggar peraturan pada saat melakukan kegiatan pada LKS dan saat tanya jawab pada akhir pertemuan, siswa yang diminta menjawab belum menjawab dan siswa yang lain (yang tidak diminta menjawab) menyerobot menjawabnya.
Selain itu pembangunan norma dan peraturan juga terdapat pada saat siswa mengerjakan evaluasi. Guru memberikan kesepakatan juga di dalam mengerjakan evaluasi, hal ini dapat dilihat pada transkripsi III4: 40 dan berikut hasil transkripsi VI4: 21-26:
(21) G: “Nanti diperhatikan lagi dan diingat! Kesepakatan kelas kita di awal! Tidak boleh rame. Kalau mengerjakan soal tidak usah apa?”
(22) SS: “Mencontek”
(23) G: “Mencontek, dikerjakan sendiri! Peraturannya ada apa lagi?
(24) BS: “Tidak boleh rame”
(25) G: “Tidak boleh membuka, saat mengerjakan?” (26) BS: “Tidak boleh buku ataupun catatan”
Pada kegiatan penyelesaian soal evaluasi guru juga memberikan peraturan dalam mengerjakan hal ini bertujuan supaya siswa dalam mengerjakan soal evaluasi tertib dan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
Berdasarkan hasil transkripsi dan uraian di atas, guru dan siswa secara maksimal telah memunculkan indikator pembangunan norma kelas, tetapi peraturan ini masih saja dilanggar oleh siswa karena guru kurang tegas dalam memberikan peringatan kepada siswa di dalam proses pembelajaran dan siswa belum terbiasa dengan peraturan yang diberikan di dalam kelas di dalam proses pembelajaran, sehingga peraturan yang dibangun masih saja dilanggar oleh siswa.
(2) Mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung Di setiap kegiatan pembelajaran pastilah ada kegiatan tanya jawab. Kegiatan tanya jawab ini dilakukan antara guru dengan siswa di dalam kegiatan proses pembelajaran. Kegiatan tanya jawab ini terdapat pada transkripsi I4: 62-101, I4: 115-117, I4: 261-292, II4: 25-50, II4: 111-127 sebagai berikut:
(111) G: “Silakan bendanya dikumpulkan ke dalam kotak ajaib
Jadi kita tadi sudah menemukan sifat dari kubus, sifat kubus ada berapa?”
(112) SS: “Empaaaat”
(113) G: “Yang pertama apa?” (114) BS: “Mempunyai 6 sisi”
(115) G: “Sisinya berbentuk apa? (sambil menunjukkan
kubus dari kotak ajaib kepada siswa)”
(116) SS: “Persegi”
(117) G: “Sisinya ada berapa?” (118) G, SS: “1, 2, 3, 4, 5, 6”
(119) G: “Jadi sisinya ada 6 yang berbentuk persegi” (sambil menulis di papan tulis)
(120) G: “Jadi yang kedua sifatnya apa?” (121) BS: “Mempunyai titik sudut”
(122) G: “Titik sudutnya ada berapa?” (sambil menunjukkan kubus dari kotak ajaib kepada siswa)
(123) SS: “Delapaaan”
Selengkapnya dapat dilihat pada transkripsi (lampiran 29). Kegiatan pada transkripsi di atas yaitu mengenai tanya jawab yang dilakukan oleh guru pada kegiatan kesimpulan di akhir pertemuan. Kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh guru ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa setelah melakukan pembelajaran dan mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan pada hari itu.
Selain transkripsi di atas terdapat juga transkripsi yang lain III4: 48-54, IV4: 42-50, IV4: 86-98, IV4: 120-123, dan transkripsi V4: 74-81 sebagai berikut:
(74) S9: “Bu...bu begini membongkarnya? (sambil menunjukkan balok yang telah dibongkarnya) (75) G: “Iya”
(76) S3: “Bu ngeneki bu?” (sambil menunjukkan baloknya)
(77) G: “Iya langsung dipotong aja atau diguting”
(78) S10: “Bu kene ki dipotong ora bu?” (memperlihatkan bongkarannya)
(79) G: “Bagaimana? La dipotong enggak?” (80) S10: “Iya bu”
(81) G: “Kalau iya, ya dipotong!”
Pada transkripsi di atas, merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa saat membongkar bangun ruang. Siswa setelah membongkar menanyakan dan memperlihatkan hasil bongkarannya untuk mengecek kepastian apakah hasil bongkarannya sudah benar atau belum.
Pada kegiatan evaluasi, sebelum siswa mengerjakan soal evaluasi guru juga melakukan tanya jawab mengenai peraturan yang disepakati selama proses pembelajaran kegiatan ini dapat dilihat pada transkripsi VI4: 21-38 dan pada kegiatan evalusi guru juga melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah mereka pelajari sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan supaya siswa mengingat kembali materi yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini bisa dilihat pada transkripsi VI4: 39-50:
(39) G: “Hari ini kita akan menyelesaikan soal evaluasi” Siapa yang masih ingat jaring-jaring balok itu apa?” (sambil menulis di papan tulis)
(40) S3: “Kumpulan....” (41) G: “Apa? S15”
(42) S15: “Kumpulan dari beberapa...”
(43) G: “Siapa yang bisa silakan mengangkat tangan! Ya S14”
(44) S14: “Kumpulan dari beberapa bangun datar”
(45) G: “Jaring-jaring balok merupakan gabungan dari beberapa persegi panjang yang membentuk balok. Sedangkan jaring-jaring kubus, siapa yang mengetahuinya? Apa arti dari jaring-jaring kubus?” (46) S3: “Gabungan dari beberapa persegi...”
(47) G: “Silakan yang ingin menjawab mengangkat tangan! Yuk, silakan S3 (S3 mengangkat tanganya)”
(48) S3: “Gabungan dari beberapa persegi yang membentuk...”
(49) G: “Siapa yang biasa S3 sudah hampis benar (S15
mengangkat tanganya) Coba S15!”
(50) S15: “Gabungan dari beberapa persegi yang membentuk kubus”
Berdasarkan hasil transkripsi dan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa indikator mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung telah muncul secara maksimal di dalam proses pembelajaran, tetapi yang dominan melakukan kegiatan bertanya masih guru, siswa saat mengalami kesulitan barulah bertanya dengan guru.
(3) Melakukan demonstrasi dengan media pembelajaran
Pada saat pelajaran berlangsung baik guru maupun siswa melakukan demonstrasi. Guru dan siswa melakukan demonstrasi menggunakan media yang digunakan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pada saat memperkenalkan kotak ajaib guru menunjukkan kotak ajaib itu di depan kelas, gambar kotak ajaib yang digunakan oleh guru saat berdemonstrasi sebagai berikut:
Gambar 4.19. Guru sedang mendemonstrasikan kotak ajaib di depan kelas
Selain gambar diatas ada pula dambar dan transkripsi kegiatan demonstrasi siswa menggambar sebuah pada di papan tulis, kegiatan ini dapat terlihat pada transkripsi II4: 128-129. (128) G: “Iya benar. Siapa yang bisa menggambarkan
kubus di depan?”
(129) S17: Mengangkat tangan, dan menggambarkan kubus di papan tulis.
Gambar 4.20. Siswa mendemonstrasikan gambar kubus menggunakan pada papan tulis pada pertemuan ke dua Selain pada gambar di atas ada juga gambar yang menunjukkan indikator melakukan demonstrasi dengan media pembelajaran yaitu pada transkripsi I4: 268-269
(268) G: “Sisi itu yang sebelah mana?” (sambil menunjukkan balok yang dibawa oleh guru). (269) G, SS: (menghitung jumlah sisi pada balok secara
bersama-sama)
Gambar 4.21. Guru melakukan demonstrasi kepada menunjukkan sisi yang terdapat pada media
Berdasarkan hasil transkripsi, gambar, dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa indikator melakukan demonstrasi dengan media pembelajaran sudah muncul di dalam proses pembelajaran secara maksimal. Selain itu dengan adanya media dapat digunakan dan membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa selama pelajaran berlangsung, hanya saja media yang digunakan oleh guru untuk menjelaskan mengenai sisi kepada siswa kurang besar.
(4) Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru
Dalam kegiatan pembelajaran guru selalu membantu siswa yang mengalami kesulitan di dalam melakukan kegiatan. Saat siswa ada yang mengalami kesulitan guru langsung mendatangi siswa dan mendampingi siswa untuk menyelesaikan kesulitannya. Guru selalu mengecek setiap kelompok di dalam menyelesaikan tugas dan kegiatannya dalam proses pembelajaran. Adapun transkripsi yang menunjukan bahwa guru membimbing siswa dalam menyelesaikan tugasnya IV4: 94-98. (94) S1: “Bu iki piye bu?”
(95) G: “Oooo, ada yang terlepas iki”
(96) G: “Sebentar diperhatikan terlebih dahulu. Yang ada ininya itu apa? (sambil menunjukan tempat lem
yang terdapat hasil bongkaran kubus)”
(97) S7: “Tempat lem”
(98) G: “Iya benar, jadi ini (menunjukan tempat lem pada
hasil bongkaran) merupakan tempat lem. Kalau
tidak ibu beri lem atau doubletipe nanti tidak bisa merekat menjadi satu dan membentuk kubus.
Transkripsi di atas merupakan kegiatan siswa yang kesulitan dan kebingungan saat membuat membuat jaring-jaring kubus. Siswa kebingungan dengan tempat yang digunakan untuk memberi lem, siswa mengira jika tempat lem itu merupakan sisi dari kubus.
Selain transkripsi di atas, terdapat pula gambar yang menunjukkan pendampingan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung sebagai berikut:
Gambar 4.22. Guru melakukan pendampingan kepada siswa saat melakukan kerja kelompok
Berdasarkan hasil transkripsi, gambar, dan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa indikator membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru sudah muncul secara maksimal di dalam proses pembelajaran.
(5) Memfasilitasi negosiasi antar siswa
Kegiatan negosiasi antar siswa dapat dilihat pada kegiatan proses pembelajaran yang terdapat transkripsi II4: 62-66
(62) G: “Nah ini ibu akan membagikan Lembar Kerja (LKS) silaka nanti dikerjakan bersama-sama
dengan satu kelompok, tetapi tetap ditulis sendiri-sendiri ya!”. Silakan jangan lupa diberi nama dan nomor absen!” (sambil membagikan lembar kerja siswa).
(63) S7: “Nikipripun bu?”
(64) G: “Mengerjakannya silakan diskusi, tetapi tetap menulis sendiri-sendiri. Silahkan diberi nama, setelah itu silakan dibaca LKSnya dulu!”
(65) S17: “Namane kudu sakkelompok to bu?” (66) G: “Namane satu anak satu!”
Kegiatan transkripsi di atas merupakan kegiatan pemberian kesempatan kepada siswa supaya mengerjakan LKS secara berkelompok dan mendiskusikan LKS secara berkelompok, tetapi siswa menulis sendiri-sendiri hasilnya ke dalam LKS mereka. Selain itu, guru memfasilitasi antar siswa di dalam melakukan negosiasi yang dapat terlihat pada transkripsi V4: 93-97
(93) Kelompok yang sudah mendapatkan jiplakan jaring-jaring dari balok yang didapatnya dari kelompok langsung membuat jaring-jaring baru yang berbeda dengan hasil jiplakannya.
(94) S6: “Iki piye to S1?”
(95) S1: “Iki ki nek sek jiplakan 10 cm awake dewe gawene bebas, 11 cm oleh”
(96) S15: “Njajal diitung meneh kok koyone gedhe e?” (97) S1: “Ora yo bener yo, kui kan 10 cm, la nek iki kan
11 cm”
(98) S3: “Bu kui si S10 ket mau mung jalan-jalan bu” (99) S10: “Aku wes mikir kok”
(100) S3: “Yo nggarap sek liyane!” (101) S13: “Endi guntinge mau?” (102) S12: “Embuh”
(103) S7: “Iki lho, tak gowo iki”
(104) Kelompok yang sudah selesai membuat jaring-jaring balok yang baru yang berbeda ukuran dari hasil bongkaran media balok yang didapat langsung
mennguntingnya jaring-jaring itu, kemudian
membuatnya menjadi sebuah balok baru.
Pada transkripsi di atas siswa melakukan negosiasi dengan siswa lain mengenai ukuran jaring-jaring baru yang berbeda ukuran dengan jaring-jaring hasil bongkaran dan garis yang menunjukkan jaring-jaring tersebut.
Berdasarkan hasil transkripsi dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa memfasilitasi negosiasi antar siswa dapat muncul secara maksimal di dalam proses pembelajaran.
(6) Melakukan penilaian proses
Saat pembelajaran berlangsung guru melakukan penilaian proses pada aspek afektif dan psikomotorik. Guru menilai aspek afektif dan psikomotorik siswa dengan menggunakan pedoman penilaian yang telah disusun pada perangkat pembelajaran dengan berkeliling melihat kegiatan aktivitas siswa. Gambar penilaian guru terhadap siswa dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 4.23. Guru sedang melaukan penilaian proses (psikomotorik)
Gambar 4.24. Guru sedang melakukan penilaian proses saat siswa mempresentasikan hasil diskusinya
Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa guru telah melakukan penilaian proses pada saat proses pembelajaran berlangsung telah muncul secara maksimal.
(7) Melakukan penilaian produk
Penilaian produk dilakukan oleh guru sebanyak 2 kali, yaitu pada pertemuan ke tiga dan ke enam dengan kegiatan penyelesaian soal evaluasi. Dapat dilihat pada hasil transkripsi berikut III4: 45-46:
(45) G: “Hari ini kita akan menyelesaikan soal evaluasi!” “Nanti yang ketahuan yang mencontek temannya nilainya akan ibu kurangi! Waktu yang digunakan untuk mengerjakan 20 menit!”
(46) G: “Silakan dikerjakan sendiri-sendiri” (sambil membagikan Soal Evaluasi)
Selain transkripsi di atas ada masih ada lagi transkripsi yang lain sebagai berikut VI4: 52
(52) G: Nah, ibu akan membagikan soal evaluasi. Nanti silakan dikerjakan sendiri-sendiri tidak usah saling bertanya!
Dari hasil pengerjaan siswa didapat nilai yang dicapai oleh siswa pada Kompetensi Dasar 1 mendapatkan total nilai 1113 dengan rata-rata 74,2 dan Kompetensi Dasar 2 mendapatkan total nilai 1069 dengan rata-rata 71,27.
Semua siswa mengikuti proses evaluasi yaitu sejumlah 15 orang. Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SD yang digunakan untuk penelitian yaitu 70. Dari perolehan nilai hasil evaluasi yang dikerjakan oleh siswa pada Kompetensi Dasar 1 siswa yang tuntas ada 11 atau sebesar 73,33 % dan pada Kompetensi Dasar 2 siswa yang tuntas ada 10 atau sebesar 66,67%.
Berdasarkan hasil transkripsi tersebut kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh guru kepada siswa dapat disimpulkan bahwa indikator guru dan siswa melakukan penilaian produk dalam proses pembelajaran dapat muncul secara maksimal.
(8) Memberikan penguatan
Pada indikator pemberian penguatan ini tidak muncul dalam kegiatan proses pembelajaran, karena setelah siswa selesai mempresentasikan hasil diskusinya guru hanya meminta siswa lain untuk memberikan tepuk tangan saja dan pada pertemuan yang ke empat dan ke lima guru hanya meminta siswa untuk memperlihatkan hasil jaring-jaring kelompoknya kepada kelompok yang lain apakah ada yang sama bentuknya. Selain
itu, waktu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran kurang, sehingga waktu yang digunakan untuk penguatan tidak ada.
b) Siswa dan siswa
(1) Mempresentasikan hasil pekerjaan
Dalam proses pembelajaran siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. Kegiatan transkripsi ini dapat dilihat pada I4: 179-261, II4: 93-110, IV4: 143-188, dan V4: 134-169. Berikut ini salah satu transkripsi tersebut II4: 93-110 yaitu:
(93) G: “Siapa yang akan membacakan hasilnya di depan? Yuk kelompoknya S1 dulu”
(94) S1, S11, S9: “(maju membacakan hasil diskusi
kelompoknya)”
Ciri-ciri: mempunyai sisi, titik sudut, dan rusuk.
(95) G: “Apa tadi? Apakah teman-teman yang di belakang mendengar?”
(96) SS: “Tidaak”
(97) G: “Coba, diulangi sekali lagi yang keras!” (98) S1, S11, S9: “Nama benda: Brownis,
Ciri-ciri: mempunyai 6 sisi,
Berapa jumlah bidang datar yang menyusun bangun tersebut: 6
Apakah bidang datar yang menyusun bangun tersebut sama besar? Ya
Apakah bidang datar yang berhadapan sama besar? Ya
Berapa jumlah rusuk yang menyusun bangun tersebut? 12
Berapa jumlah titik sudut pada bangun tersebut? 8
Kesimpulannya mempunyai 6 sisi, semua sisinya tegak lurus, mempunyai 12 rusuk, mempunyai 8 titik sudut.”
Pada pertemuan ke tiga dan ke enam tidak ada kegiatan presentasi karena kegiatan pembelajaran hanyalah mengerjakan soal evaluasi. Selain hasil transkripsi di atas terdapat gambar ketika siswa sedang mempresentasikan hail pekerjaannya.
Gambar 4.25. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
Dari hasil transkripsi dan gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator mempresentasikan hasil pekerjaan telah mucul di dalam proses pembelajaran secara maksimal.
(2) Melakukan kerjasama dengan siswa lain
Dalam proses pembelajaran ada kerjasama yang dilakukan oleh siswi dengan siswa lain. Dalam pembelajaran ini kerjasama yang dilakukan dalam menyelesaikan kegiatan yang terdapat pada LKS. Kerjasama dengan siswa dengan siswa yang lain dapat terlihat pada transkripsi I4:109-114, I4:120-127, I4 :136-137, II4: 80-83, dan IV4: 100-101. Salah satu transkripsi di atas yaitu pada IV4: 100-101, sebagai berikut:
(101) S7: “Aku sek ngewangi ngguting, kowe nggarap yo S12, sek kurang tak ewangi”
Pada transkripsi di atas menunjukan kerjasama siswa dengan siswa lain dalam menyelesaikan kegiatan yang ada di dalam LKS. S13 sedang menggunting jaring-jaring kubus, S7 membantu memotong jaring-jaring kubus tersebut, dan berkata kepada S12 supaya mengerjakan soal yang terdapat di dalam LKS kemudian jika ada yang belum dikerjakan nanti S7 akan membantunya untuk mengerjakan. Selain transkripsi di atas terdapat pula transkripsi yang lain yaitu pada transkripsi V4: 94-103 dan V4: 115-117.
Ada juga kerjasama antar siswa yang dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.26. Siswa saling bekerjasama dalam memotong jaring-jaring balok
Gambar di atas merupakan kerjasama yang dilakukan antara siswa dengan siswa lain dalam memotong jaring-jaring balok. Berdasarkan transkripsi, gambar, dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa indikator melakukan kerjasama dengan
siswa lain dalam menyelesaikan dan memecahkan masalah muncul secara maksimal di dalam proses pembelajaran.
(3) Menyampaikan pendapat atau pertanyaan
Disetiap kegiatan pembelajaran siswa diharapkan mampu menyampaikan pendapatnya atau pertanyaan kepada siswa lain. Siswa mengeluarkan pendapatnya atau pertanyaan saat menyelesaikan masalah yang terdapat di dalam LKS. Adapun transkripsi yang membuktikan bahwa siswa menyampaikan pendapat atau pertanyaan I4: 109-114 sebagai berikut:
(109) S13 “Uwes mung ngene ki thok?”
(110) S12 “La le muni papat, la nek ngene ki to” (111) S9 “Mempunyai enam sisi”
(112) S1 “Weh udu 8 po?” (113) S9 “Yo coba itungen”
(114) S7 “Mbok aku mau ra milih seng dowo yo”
Pada transkripsi di atas merupakan kegiatan siswa di dalam kelompok saat mencari jumlah sisi. Selain pada transkripsi di atas terdapat pula transkripsi yang lain I4: 120-127 dan V4: 94-97. Berdasarkan hasil transkripsi di atas indikator menyampaikan pendapat atau pertanyaan sudah muncul, tetapi indikator ini belum muncul secara maksimal karena siswa masih sering bertanya kepada guru daripada kepada temannya sendiri ketika memecahkan masalah di dalam pembelajaran.
(4) Memberikan apresiasi terhadap teman lain
Pada kegiatan pembelajaran kegiatan apresiasi terhadap teman diberikan oleh siswa dengan siswa lain yang telah selesai
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya melalui tepuk tangan. Kegiatan ini dapat terlihat pada transkripsi I4: 200, I4: 216, I4: 233, I4: 247, I4: 261, IV4: 155, IV4: 163, IV4: 171, IV4: 180, IV4: 188, V4: 141, V4: 154, V4: 163, dan V4: 169, berikut salah satu hasil transkripsi di atas V4: 141
(141) G: “Oke terima kasih, beri tepuk tangan untuk kelompoknya S7, S12, S13”
Dari hasil transkripsi di atas, menunjukkan apresiasi siswa terhadap siswa lain yang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Indikator memberikan apresiasi terhadap teman lain telah muncul secara maksimal di dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa merasa lebih senang terhadap pemberian apresiasi yang berupa tepuk tangan tersebut dan siswa dari kelompok lain menjadi lebih tertarik untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
(5) Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, terdapat kegiatan mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan menyampaikan hasil pendapat dan diskusi kelompok. Setiap kelompok satu persatu secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya ke depan kelas. Kelompok lain (kelompok yang tidak mempresentasikan) memperhatikan kelompok yang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
Namun masih terdapat pula beberapa siswa yang tidak memperhatikan dan ramai sendiri, sehingga mengganggu siswa yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya. Hal ini dapat dilihat pada transkripsi II4: 103 sebagai berikut:
(103) G: “Semua harap tenang! Gimana tadi peraturannya di awal? Sekarang tenang dulu, kita dengarkan teman yang akan membacakan di depan”
Berdasarkan hasil transkripsi di atas, pada saat ada kelompok yang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya ada beberapa siswa yang ramai sendiri yang mengharuskan guru memberikan nasihat dan teguran. Selain transkripsi di atas, terdapat pula gambar dari indikator perhatian siswa kepada temannya yang sedang menyampaikan pendapatnya sebagai berikut.
Gambar 4.27 Siswa memperhatikan presentasi kelompok yang berada di depan kelas
Berdasarkan hasil transkripsi, gambar, dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemberian perhatian kepada siswa lain sudah muncul di dalam proses pembelajaran, tetapi kemunculannya kurang maksimal karena masih terdapat
beberapa siswa yang kurang memperhatikan presentasi kelompok di depan kelas.