• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

B. Saran

Dari hasil pengamatan penulis mengenai pengaruh bimbingan agama terhadap penguatan keimanan muallaf di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba` Center Sawah Baru Ciputat, penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Hendaknya lebih ditingkatkan lagi bimbingan dan pembinaan terhadap muallaf dengan mengoptimalkan SDM (sumber daya manusia) melalui jalan mengikuti pelatihan-pelatihan wirausaha mikro dan pelatihan umum lainnya.

2. Lebih ditingkatkan dan diperbanyak literatur (buku-buku) agama dan umum di perpustakaan supaya para muallaf dapat mempelajari Islam melalui bacaan buku-buku yang refresentatif.

72

3. Perlu adanya perhatian dari masyarakat khususnya umat (ormas) Islam terhadap keberadaan para muallaf agar mereka mendapat bimbingan, pembinaan dan perhatian.

4. Pemerintah khususnya Kementrian Agama melalui dirjen BIMAS Islam supaya lebih memperhatikan keberadaan Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba` Cente ini karena merupakan lembaga murni sosial keagamaan yang membutuhkan dukungan penuh baik secara riil maupun materil.

5. Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba` Center Sawah Baru Ciputat dapat dijadikan sebagai lembaga percontohan yang berbasis pesantren dalam pembinaan dan bimbingan agama secara efektif kepada para muallaf.

DAFTAR PUSTAKA

Adz-Dzaky, Hamdani Bakran. Konseling dan Psikoterapi Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2002.

Al-Islam. Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia. 2005.

Amin, Samsul Munir. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Hamzah, 2010. Arifin, Bambang Syamsul. Psikologi Agama, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2008. Arifin, H. M. Pedoman Pelaksanaan Bimbingan Penyuluhan Agama. Jakarta:

Golden Terayon Press, 1976.

___________. Pokok-pokok tentang Bimbingan Penyuluhan Agama. Jakarta: Bulan Bintang, 1976.

Arikunto, Suharsini. Prosedur Penelitian Suatu Pengantar. Jakarta: Bina Aksara, 1989.

Ash-Shieddieqy, Hasbi. Mutiara Hadits “Iman Kepada Allah”. Semarang: PT. Pustaka Riski Putra, 2002.

Ath-Thabari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir. Tafsir Ath-Thabari Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.

Bahreisj, Salim. Riyadhus Shalihin. Bandung: PT. Al-Ma’arif, 1987.

Barong, Haidar. Umar bin Khattab dalam Perbincangan. Jakarta: Yayasan Cipta Persada Indonesia, 2000.

Budiman, Arif. Agama Demokrasi dan Keadilan. Jakarta: PT. Gramedia, 1993. Bungin, M. Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Pernada Media

Group, 2009.

Corey, Gerald dan Wasty Soemanto. Psikologi Pendidikan: Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1998.

Dahlan, Abdul Aziz. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: PT. Pradaya Paramita, 1993.

Daradjat, Zakiah. Pendidikan Agama dan Pembinaan Mental. Jakarta: Bulan Bintang, 1982.

74

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema, 2009.

El-Sulthani, Mawardi Labay. Zikir dan Doa Iman Pengaman Dunia. Jakarta: Al-Mawardi Prima, 2000.

Faiz Zayadi, Dasma dkk. Materi Bimbingan Agama Pada Muslim Pemula (Muallaf). Jakarta: Kementrian Agama RI, Dirjen BIMAS Islam, 2012. Faqih, Aunur Rahim. Bimbingan dan Konseling dalam Islam. Yogyakarta: UII

Press, 2001.

Gunarsa, Singgih D. dan Ny Y. Singgih D. Gunarsa, Psikologi untuk Membimbing. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2007.

Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013.

Hadi, Sutisno. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Office, 1989.

Halily, Taufik. Metode Dakwah Ustadz Syamsul Arifin Nababan dalam Membina Aqidah Santri Muallaf di Pondok Pesantren Pembinan Muallaf An-Naba. Skripsi pada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.

Hallen A, Bimbingan dan Konseling. Ciputat: PT Ciputat Press, 2005.

Hamka, Rusjdi. Etos Iman, Ilmu dan Amal dalam Gerakan Islam. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986.

Hendropistpito. Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanisius, 1984.

Hidayat, Komaruddin. Agama Punya Seribu Nyawa, Jakarta: Noura Books, 2012. Ilyas, Yunahar. Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan

Pengamalan Islam, 2013.

Jahid, Abdul Hakim. Motivasi Konversi Agama dan Pembinaan Muallaf di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Sawah Baru Ciputat. Skripsi pada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.

Jalaludin dan Ramayulis. Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002.

Kiswati, Tsuroya. Al-Juwaini Peletak Dasar Teologi Rasional dalam Islam. Jakarta : Penerbit Erlangga, 2007.

Luthfi, M. Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan (Konseling) Islam. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008.

Masyah, Syarif Hade. Hikmah di balik Hukum Islam. Jakarta: Mustaqim, 2002. Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda

Karya, 2002.

Mutawallie, Peppy. Pengaruh Bimbingan Agama Pada Korban Perdagangan Manusia (Trafficking) dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri (Self Confidence) di Rumah Perlindungan Sosial Wanita (RPSW) Mulya Jaya Pasar Rebo. Skrisi pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014.

Nasution, Harun dkk. Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Djambatan, 1992. Nottingham, Elizabeth K. Agama dan Masyarakat. Suatu Pengantar Sosiologi

Agama, Terj. Abdul Muis Naharong, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.

Prawira, Anwar R. Petunjuk Praktis Bagi Calon Pemeluk Agama Islam. Jakarta: YPI Al-Azhar, 2001.

Qardhawi, Yusuf. Iman dan Kehidupan. Jakarta: Bulan Bintang, 1993.

Roestandi, Achmad. Ensiklopedi Dasar Islam. Jakarta: PT. Pradaya Paramita, 1993.

Sabiq, Sayyid. Terjemah Fiqih Sunnah. Jilid 3 Bandung: Al-Ma’arif, 1994.

Soehartono, Irawan. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004.

Soekanto,Soejono. Kamus Sosiologi. Jakarta, Kalam Mulia, 1986.

Sueb, Musa. Urgensi Keimanan dalam Abad Globalisai. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2014.

Syamsu dan Juntika. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006.

76

Tim Saluran Teologi Lirboyo. Akidah Kaum Sarungan. Tamatan Aliyah Lirboyo Angkatan 2005.

Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Berbasis Integrasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2008.

Yahya, Yunus. Muslim Tionghoa Kumpulan Karangan. Jakarta : Yayasan Abu Karim Oei Tjeng Hien, 1985.

Yayasan An-Naba Center. Muallaf News, 2015.

Yazdi, Muhammad Taqi Mishbah, Penerjemah Ahmad Marzuki Amin, Iman Semesta Merancang Piramida Keyakinan. Jakarta: Al-Huda, 2005.

Sawah Baru Ciputat

Nama : Anas Mansur Zebua/Atanasious Fidel Zaibua

TTL : Nias, 22 Oktober 1996

Alamat : Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan Pendidikan : SMK Al-Ummah Ciputat

Agama sebelumnya : Katholik

1. Sudah berapa lama saudara menjadi seorang muslim (Muallaf) ?

Saya masuk Islam pada tahun 2013, berawal dari sering mendengarkan ceramah-ceramah agama Islam, suara ngaji dan adzan. Saya selalu menangis ketika mendengarkan suara ngaji dan adzan. Saya mencari tahu tentang agama Islam dari buku-buku, baca di internet dan sering mendengarkan ceramah-ceramah agama di televisi.

2. Bagaimana proses bimbingan agama pada muallaf di Pesantren ini ?

Proses bimbingan agama disini dimulai dengan materi dasar. Pertama kami diajarkan tentang akidah Islam. Kemudian materi kristologi yang dibimbing langsung oleh Ustadz Syamsul Arifin Nababan. Setelah itu baru dibimbing bagaimana cara membaca Al-quran, tata cara berwudhu, tata cara shalat dan semua ibadah dalam agama Islam.

3. Apakah materi yang disampaikan dapat dimengerti dan sesuai harapan saudara ?

Relatif mudah dipahami karena ustadz disini selalu memberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab setelah menyampaikan materinya. Selalu mengulang materi kalau kami belum paham. Sesuai harapan saya untuk mempelajari ilmu agama lebih dalam.

4. Apakah metode yang digunakan pembimbing/ustadz mudah diikuti ?

Metodenya seperti ceramah, diskusi dan tanya jawab serta menghafal. Semuanya mudah untuk diikuti, yang paling mudah adalah diskusi dan menghafal dalil karena ketika kita berdebat dengan orang lain, kita bisa menjawab dengan dalil dan ilmu.

5. Apa saja faktor yang menjadi pendukung dan penghambat bagi saudara dalam mengikuti bimbingan agama ?

Lingkungan disini sangat mendukung, support dari para ustadz yang tidak pernah memaksa tapi selalu membujuk. Selain itu teman-teman santri muallaf selalu setia mendengar keluh kesah dan kisah saya. Ini menjadi pendorong bagi saya untuk semangat dalam mengikuti kegiatan bimbingan agama disini. Hambatannya kalau lagi ingat

keluarga di kampung halaman jadi fikiran saya terganggu dan jadi kurang fokus belajarnya.

6. Apa yang saudara rasakan setelah mengikuti bimbingan agama ?

Saya merasa lebih nyaman, tenang dan merasa damai. Keyakinan terhadap agama sebelumnya perlahan-lahan gugur setelah belajar banyak dalam agama Islam. Pikiran saya menjadi lebih terbuka semenjak masuk ke Pesantren ini.

7. Apakah ada pengaruh terhadap keimanan saudara ?

Ya ada, pengaruhnya sangat saya rasakan terutama dalam memahami ketuhanan. Tidak mungkin kita menyembah sesuatu yang dilahirkan atau diciptakan. Natal dalam agama kristen itu kan kelahirannya Yesus atau Isa Al-Masih, tetapi kalau kita telusuri sejarahnya tidak ada. Tidak mungkin Allah itu beranak dan diperanakan. Allah itu Maha Berdiri Sendiri. Saya lebih baik mati syahid daripada harus kembali murtad.

8. Apakah ada sikap yang saudara perbaiki setelah mengikuti kegiatan bimbingan agama ?

Ada banyak perubahan yang saya rasakan setelah mengikuti bimbingan agama disini. Dulu saya orang yang emosional dan selalu bicara kotor. Tapi sekarang saya sudah merasa tenang, bisa mengontrol emosi, bertutur kata yang halus dan sopan. Semuanya berubah perlahan setelah mengikuti bimbingan agama disini.

9. Bagaimana pandangan saudara terhadap bimbingan agama ?

Bimbingan agama disini sangat baik untuk muallaf karena kami dibimbing dan diajarkan ilmu agama dari dasar. Saya merasa nyaman aja belajar disini. Banyak ilmu yang saya dapatkan terutama tentang keislaman.

10.Apa harapan saudara setelah selesai mengikuti bimbingan agama ?

Harapannya semoga nanti saya bisa mensyiarkan Islam kepada keluarga saya disana. Setelah itu, saya ingin mendakwahkan Islam di tengah-tengah masyarakat karena masih banyak muslim yang masih ragu terhadap keislamannya sehingga banyak diantara mereka banyak yang murtad. Hal ini tentu karena lemahnya iman dan kurangnya pemahaman tentang ajaran Islam.

11.Apakah saudara meyakini (mengimani) rukun iman yang 6 (iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Kiamat, Qada dan Qadar ?

Ya tentu. Sejak saya memutuskan untuk menjadi muallaf, saya belajar Islam mulai dari dasar. Disini lebih dalam dikenalkan tentang Allah, malaikat, kitab suci, rasul, hari kiamat, qada dan qadar. Banyak ilmu yang saya dapatkan disini dan terutama ilmu agama Islam (aqidah).

Ya alhamdulillah saya sudah melaksanakan semua rukun Islam kecuali ibadah haji karena belum mampu. Disini juga kami diajarkan tata cara beribadah seperti wudhu, shalat, dan baca al-Qur’an. Dalam prakteknya tentu selalu dilaksanakan. Shalat selalu berjamaah. Ini adalah tahun pertama saya menjalankan ibadah puasa.

13.Apa yang saudara rasakan ketika Asma Allah dan ayat-ayat al-Qur’an dibacakan ?

Ketika saya mendengar asma Allah dan lantunan ayat al-Quran, hati saya merasa luluh, ingin menangis dan hati saya bergetar. Meskipun saya dulu belum mengerti artinya, tetapi

al-Qur’an selalu enak untuk didengarkan. Saya masuk Islam juga awalnya dari sering

mendengar adzan dan lantunan ayat suci al-Qur’an.

14.Apakah saudara dapat membaca Al-Qur`an ?

Alhamdulillah sekarang sudah bisa baca Al-Quran. Bahkan saya sudah hafal 2 juz.

15.Apakah ada cobaan/ujian saat saudara memeluk agama Islam ?

Ya ada. Awal masuk Islam, Allah menguji saya dengan sakit sampai harus di rawat di RS. Kedua, saya mendapat ancaman dan teror dari keluarga sendiri sampai saya dihantui rasa cemas dan tidak nafsu makan. Saat itu saya bicara dengan ustadz nababan, beliau yang membantu menenangkanku dari masalah yang kuhadapi. Saya belajar ikhlas dan sabar untuk menghadapi apa pun. Keputusan saya untuk masuk Islam telah saya pikirkan matang-matang sebelum bersyahadat. Keimanan saya belum teruji kalau belum ada cobaan datang.

16.Bagaimana saudara menghadapi berbagai persoalan dan permasalahan dalam hidup ?

Dalam hidup tentu banyak hal yang kita hadapi. Saya serahkan segala urusan hanya kepada Allah ketika ditempa kesulitan. Tugas saya adalah untuk terus menuntut ilmu dan beribadah pada-Nya.

17.Bagaimana keyakinan saudara terhadap Isa Al-Masih ?

Saya meyakini bahwa Yesus atau Isa Al-Masih itu adalah nabi dan rasul utusan Allah kepada ummat manusia khususnya kaum bani Israil bukan anak Tuhan. Saya tidak lagi meyakini lagi bahwa Yesus itu tuhan, tetapi ia manusia biasa yang mengemban amanah sebagai nabi dan rasul untuk manusia.

18.Apakah saudara sudah bisa melaksanakan shalat dengan khusyu ?

Alhamdulillah sekarang sudah bisa, dulu saya hanya belajar mengikuti gerakan-gerakannya saja. Setelah berada disini saya tahu doa-doa dan bacaannya serta

bagaimana khusyuk di dalam melaksanakan shalat. Apalagi disini selalu berjamaah shalat lima waktu.

19.Bagaimana hubungan saudara dengan teman-teman di lingkungan sekitar ?

Disini kami sangat akrab, bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Saya senang bisa tinggal dan belajar Islam disini. Ajaran Islam juga kan mengatakan bahwa sesama muslim adalah saudara.

20.Apakah saudara bersyukur atas hidayah Islam pada diri saudara ?

Ya sangat bersyukur sekali karena saya bisa mendapatkan hidayah sebelum ajal menjemput. Bagi saya dunia ini hanyalah sementara, tetapi akhiratlah yang kekal. Dunia adalah lahan bagi manusia untuk sebanyak-banyaknya mengumpulkan bekal dengan amal shaleh.

Ciputat, 11 Juli 2015

Pewawancara,

Nur Jamal Sha’id

Informan,

Sawah Baru Ciputat

Nama : Khairunnisa/Odete Soarez

TTL : Ossu, 15 April 1990

Alamat : Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan Pendidikan : S1 STIDDI Al-Hikmah Mampang Jakarta Agama sebelumnya : Katholik

1. Sudah berapa lama saudari menjadi seorang muslim (Muallaf) ?

Saya masuk Islam pas kelas 1 SMP berarti sudah hampir 11 tahun.

2. Bagaimana proses bimbingan agama pada muallaf di Pesantren ini ?

Bimbingan agama disini sangat aktif setiap hari. Kami diajarkan cara membaca Al-Quran supaya nanti bisa mengerti juga isi kandungannya. Selain itu yang paling utama disini adalah adanya pembinaan akidah untuk menguatkan keimanan para santri muallaf.

3. Apakah materi yang disampaikan dapat dimengerti dan sesuai harapan saudari ?

Alhamdulillah mudah, para ustadz selalu menyesuaikan dengan keadaan santri muallaf. Selalu ada diskusi dan tanya jawab, jadi santri bisa langsung bertanya saat materi yang disampaikan ustadz masih belum dapat dipahami.

4. Apakah metode yang digunakan pembimbing/ustadz mudah diikuti ?

Metodenya mudah untuk diikuti, para ustadz biasanya mengulang-ngulang materi supaya mudah dihafal dan dipahami oleh para santri.

5. Apa saja faktor yang menjadi pendukung dan hambatan bagi saudari dalam mengikuti bimbingan agama ?

Faktor pendukungnya disini sarana pra sarana hampir lengkap sehingga kita belajar juga dimudahkan dengan adanya media yang digunakan pada ustadz dalam menyampaikan materi. Kita disini juga bebas biaya artinya semuanya gratis dari pesantren. Kita tinggal semangat dalam belajar dan menuntut ilmu disini.

Hambatannya mungkin hanya dari internal dari diri saya sendiri. Misalnya ketika ustadz menyampaikan materi syurga dan neraka, saya selalu teringat keluarga di rumah. Terpikir bagaimana keluarga saya yang masih belum beragama Islam.

Setelah ikut kegiatan bimbingan agama, saya merasakan adanya ketenangan yang lebih dan lebih banyak lagi pencerahan tentang ilmu-ilmu agama Islam. Saya lebih banyak menemukan ilmu baru dan semakin besar rasa ingin tahu lebih dalam lagi tentang Islam.

7. Apakah ada pengaruh terhadap keimanan saudari ?

Ya ada. Pengaruhnya saya merasa iman semakin bertambah kuat. Keyakinan saya terhadap Islam semakin besar. Saya semakin ingin betul-betul fokus mengikuti kajian agama Islam disini supaya saya bisa mempersiapkan untuk menjadi juru dakwah Islam yang tangguh sehingga nanti bisa mengajak seluruh keluarga dan saudari-saudari saya masuk Islam. Alhamdulillah dua adik saya sudah masuk Islam dan ada di Pesantren An-Naba juga.

8. Apakah ada sikap yang saudari perbaiki setelah mengikuti kegiatan bimbingan agama ?

Perubahan sikap pasti ada, misalnya dari segi pakaian yang saya gunakan. Dulu ketika di kristen tidak ada aturan bagaimana saya harus berpakaian baik. Selain itu dulu selalu berbahasa kasar termasuk kepada orang tua. Tetapi dalam Islam ada adab yang diajarkan untuk selalu berakhlakul karimah. Soal kedisiplinan juga karena dalam Islam kan sudah diatur mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.

9. Bagaimana pandangan saudari terhadap bimbingan agama ?

Kegiatan bimbingan agama disini sangat baik dan sangat membantu para muallaf dalam menggali dan memahami ajaran agama Islam serta memantu mempertahankan dan menguatkan akidah para santri muallaf.

10.Apa harapan saudari setelah selesai mengikuti bimbingan agama ?

Harapan saya setelah tamat dari sini, saya ingin mengamalkan ilmu yang saya dapatkan dan ingin melanjutkan perjuangan Ustadz Syamsul Arifin Nababan dalam membimbing para muallaf di kampung halaman saya nanti.

11.Apakah saudari meyakini (mengimani) rukun iman yang 6 (iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Kiamat, Qada dan Qadar ?

Iya saya mengimaninya. Keenam hal yang harus kita imani adalah kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Hari Kiamat, Qada dan Qadar. Disini saya diberikan pencerahan dan dibukakan logika khususnya tentang ketuhanan. Saya tidak lagi meyakini bahwa yesus itu adalah tuhan, tetapi sebagai manusia biasa yang diberikan amanah oleh Allah untuk menjadi nabi dan rasul.

12.Apakah saudari sudah melaksanakan kewajiban saudari sebagai muslim (rukun Islam) ?

Sudah. Mulai dari dua syahadat yang merupakan gerbang awal dari keislaman seseorang, kemudian shalat, zakat, puasa di bulan ramadhan, dan pergi haji jika mampu. Semua

13.Apa yang saudari rasakan ketika Asma Allah dan ayat-ayat al-Qur’an dibacakan ?

Saya merasakan getaran hati yang begitu hebat, saya merasa luluh dan batin saya gemuruh saat mendengar lantunan ayat suci al-Qur’an. Bagi saya al-Qur’an adalah obat hati saat gundah dan gelisah.

14.Apakah saudari dapat membaca Al-Qur`an ?

Alhamdulillah saya sudah bisa membaca Al-Quran dan sekarang sudah bisa menghafal beberapa juz. Ya kira-kira sudah 4 juz.

15.Apakah ada cobaan/ujian saat saudari memeluk agama Islam ?

Ya ada. Banyak ujian dan cobaan sebenarnya. Dulu waktu mondok di Pesantren Al-Ikhlas di jawa, ada fitnah pada orang tua saya bahwa saya di perlakukan seperti pembantu di pesantren itu. Padahal disana adalah pendidikan supaya anak-anak mandiri. Tapi alhamdulillah saat saya memberi kabar lewat surat, orang tua jadi tidak panik dengan fitnah dari orang-orang. Intinya saat menghadapi cobaan apa pun, saya harus berusaha tenang dan sabar dalam menghadapinya.

16.Bagaimana saudari menghadapi berbagai persoalan dan permasalahan dalam hidup ?

Hidup ini pasti penuh dengan permasalahan, tergantung pada kita menghadapinya. Saya selalu menghadapi persoalan apa pun dalam hidup ini, yang penting menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah semata. Berserah diri kepada Allah merupakan hal yang selalu saya lakukan. Karena kita semua pada hakikatnya adalah milik Allah.

17.Bagaimana keyakinan saudari terhadap Isa Al-Masih ?

Yesus atau Isa Al-Masih bagi saya adalah sebagai nabi dan rasul utusan Allah untuk manusia. Dia bukanlah tuhan sebagaimana dalam keyakinan agama saya sebelumnya.

18.Apakah saudari sudah bisa melaksanakan shalat dengan khusyu ?

Alhamdulillah sudah. Shalat khusyu memang tidaklah mudah, tetapi kalau kita mau belajar dan berusaha untuk khusyu, nikmat ibadah akan dapat kita rasakan

19.Bagaimana hubungan saudari dengan teman-teman di lingkungan sekitar ?

Di Pesantren ini semuanya sudah seperti keluarga saya sendiri. Apalagi dalam Islam dikatakan bahwa sesama muslim adalah saudara. Jadi kita harus menjaga ikatan silaturrahim antar sesama.

20.Apakah saudari bersyukur atas hidayah Islam pada diri saudari ?

Saya sangat bersyukur sekali, karena saya merasa setelah memeluk agama Islam ini betul-betul dimuliakan oleh Allah SWT. hidayah ini adalah anugerah dari Allah untuk

saya. Saya ingin mendakwahkan Islam kepada keluarga saya, saudari-saudari saya dan masyarakat di kampung halaman saya supaya mereka juga mendapat hidayah seperti yang saya terima.

Ciputat, 12 Juli 2015 Pewawancara,

Nur Jamal Sha’id

Informan,

Sawah Baru Ciputat

Nama : Lukman Hakim/Euriko Menenjes

TTL : Timor Leste, 07 Nopember 1997

Alamat : Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan Pendidikan : SMK Al-Ummah Ciputat

Agama sebelumnya : Katholik

1. Sudah berapa lama saudara menjadi seorang muslim (Muallaf) ?

Saya sudah 9 tahun masuk islam yaitu sejak duduk di kelas 6 SD, atas ajakan dari ust. Orlando. Saya masuk pesantren ini sudah dua tahun setengah mulai dari tahun 2012.

2. Bagaimana proses bimbingan agama pada muallaf di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba` Center ?

Awalnya kita dikenalkan dengan pelajaran kristologi yaitu ilmu perbandingan agama dan penguatan aqidah. Salah satunya dikenalkan perbedaan pandangan tentang status Yesus dalam agama Kristen dan Islam. Setelah akidah mantap, kemudian dilanjut dengan pengkajian fikih dan Ibadah.

3. Apakah materi yang disampaikan dapat dimengerti dan sesuai harapan saudara ?

Alhamdulillah mudah, karena kita belajar dari hati ke hati.

4. Apakah metode yang digunakan pembimbing/ustadz mudah diikuti ?

Ada banyak, tergantung dari ustadz yang ngajar. Kebanyakan para ustadz memakai metode talaqqi/diperdengarkan atau ceramah. Karena kebanyakan kami adalah para pemula yang belajar Islam. Namun ada juga sesi tanya jawab kalau ada materi yang belum dipahami.

5. Apa saja faktor yang menjadi pendukung dan hambatan bagi saudara dalam mengikuti

Dokumen terkait