• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5. PEMBAHASAN

5.2 Pengaruh Budaya Kerja terhadap Kualitas Pelayanan

lingkungan, perilaku bekerja, sikap terhadap waktu dan cara alat digunakan bekerja.

Hasil jawaban responden menyatakan kurang setuju harus memanfaatkan waktu seefisien mungkin dalam melayani pasien disebabkan sebagian dokter masih bekerja di rumah sakit swasta lainnya dan ada juga yang menjadi dosen di universitas swasta untuk menambah penghasilan. Responden menyatakan kurang setuju untuk meluangkan waktu lebih untuk menanggapi keluhan/konsultasi dari pasien disebabkan perbandingan jumlah pasien yang berkunjung dengan jumlah dokter

belum sesuai harapan. Responden menyatakan kurang setuju menggunakan alat medis secara terampil dan cekatan diebabkan mereka belum mendapatkan berbagai pelatihan tentang pengoperasioan alat-alat yang telah tersedia di rumah sakit.

Budaya kerja mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kesehatan di BLUD RSU Langsa disebabkan budaya merupakan seperangkat perilaku dokter, perasaan dan kerangka psikologis, yang berinternalisasi sangat mendalam dan dimiliki bersama oleh anggota organisasi sehingga untuk merubah sebuah budaya kerja harus pula merubah paradigma orang di sekitar lingkungan kerja. Sofo (2003) memandang budaya sebagai yang mengacu pada nilai-nilai keyakinan, praktek, ritual, dan kebiasaan-kebiasaan dari sebuah organisasi mengingat hal ini dikaitkan dengan mutu kerja.

Berdasarkan hasil uji regresi logistik berganda diperoleh nilai p 0.043< 0,05 berarti ada pengaruh budaya kerja terhadap kualitas pelayanan kesehatan di BLUD RSU Langsa. Sesuai penelitian Radiany (2003) menunjukkan bahwa budaya organisasi (attention to detail, outcome orientation, people orientation, team orientation) berpengaruh terhadap kualitas pelayanan di pada PTS di Kalimantan

Selatan, di mana budaya organisasi yang kuat mampu menciptakan pelayanan yang berkualitas.

Kekuatan yang paling kuat memengaruhi budaya kerja adalah kepercayaan dan juga sikap para dokter. Budaya kerja dapat positif, namun dapat juga negatif.

Budaya kerja yang bersifat positif dapat meningkatkan produktifitas kerja, sebaliknya yang bersifat negatif akan merintangi perilaku dplter, menghambat efektivitas perorangan maupun kelompok dalam organisasi rumah sakit. Jika dikaitkan dengan

nilai koefisien menunjukkan responden dengan budaya kerja yang baik berpeluang 4,963 kali lebih besar memiliki kualitas pelayanan kesehatan yang baik dibandingkan dengan responden memiliki budaya kurang baik.

Semakin positif nilai komponen-komponen budaya tersebut dimiliki oleh seseorang karyawan, maka akan semakin tinggi kinerjanya. Agar budaya kerja dapat tumbuh berkembang dengan subur di kalangan karyawan dan staf, maka dibutuhkan pendekatan-pendekatan melalui tindakan manajemen puncak dan proses sosialisasi.

Dalam hal ini peran pimpinan sebagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan perlu membentuk budaya kerja yang baik seperti setiap dokter harus bertanggungjawab terhadap pekerjaannya dan mempertanggung jawabkan profesi sebagai tenaga medis.

Setiap dokter juga harus bekerja perlu mengikuti prosedur kerja (SOP) yang ditetapkan rumah sakit agar proses pengobatan dan perawatan pasien tidak melanggkar kode etik kesehatan. Untuk itu peran dari komite medik untuk mengawasi dan memantau pelayanan kesehatan oleh dokter sesuai SOP dan memberikan berbagi pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan keprofesiaan masing-masing agar kualitas pelayanan kesehatan juga dapat lebih optimal seiring dengan rasa kuat dalam diri dokter memajukkan visi dan misi serta kinerja rumah sakit.

.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian mengenai pengaruh motivasi (intrinsik, ekstrinsik) dan budaya kerja terhadap kualitas pelayanan kesehatan kesehatan di BLUD RSU Langsa dapat disimpulkan bahwa 1. Ada pengaruh motivasi intrinsik terhadap kualitas pelayanan kesehatan

kesehatan, dimana motivasi dalam diri dokter dalam melaksanakan tugasnya secara umum dapat dikatakan baik.

2. Ada pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap kualitas pelayanan kesehatan kesehatan, dimana motivasi di luar diri dokter dalam melaksanakan tugasnya tidak setuju atas kompensasi, pelaksanaan kondisi kerja yang belum mendukung dan pengawasan yang kurang efektif. Motivasi ekstrinsik dominan memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan kesehatan.

3. Ada pengaruh budaya kerja terhadap kualitas pelayanan kesehatan kesehatan, dimana gaya, perilaku, sikap dokter dalam melakukan profesinya secara umum dapat dikatakan baik.

4. Kinerja dokter dapat dikatakan baik berdasarkan indikator karakteristik dan perilaku, tetapi berdasarkan indikator hasil menunjuklan kurang baik tentang keinginan memberikan masukan/saran pada manajemen rumah sakit, meluangkan waktu yang cukup untuk menerima keluhan pasien/keluarga dan

memenuhi standar waktu kunjungan yang tepat waktu memenuhi kebutuhan pasien.

6.2 Saran

Dalam rangka meningkatkan motivasi dokter dan budaya kerja untuk mengoptimalkan kualitas layanan kesehatan di BLUD RSU Langsa, maka disarankan:

a. Manajemen rumah sakit dalam mengambil kebijakan yang tepat tentang kompensasi karena dapat memengaruhi motivasi dokter dalam bekerja yang akan berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan kesehatan itu sendiri.

b. Manajemen rumah sakit lebih mengoptimalkan kondisi kerja yang lebih baik memberikan kesempatan kepada dokter mengikuti berbagai pelatihan tentang peralatan medis yang telah disediakan dan memberikan bantuan bagi dokter yang mengikuti pendidikan lanjutan.

c. Manajemen rumah sakit agar lebih mengoptimalkan kerja fungsi pengawasan oleh komite medik yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kesehatan sehingga terwujud mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik sesuai visi dan misi rumah sakit.

d. Manajemen rumah sakit menyelenggarakan kegiatan coffee morning sesama dokter agar hubungan antara pimpinan dan sesama dokter berjalan dengan baik dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Aditama, Tjandra Yoga, 2010. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. UI Press, Jakarta.

Azwar, A. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan. Binarupa Aksara, Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Sumatera Utara. Penelitian Faktor Penyebab dan Dampak Meningkatnya Minat Masyarakat untuk Berobat Ke Luar Negeri.

Medan. 2005.

Berry, L., Zeithaml, V., Parasuraman, A. (1990) The ServiceQuality Puzzle. Business Horizons.

BLUD RSU Langsa, 2015. Profil RSU Langsa Tahun 2014, Langsa.

Buhler, P. 2004. Alpha Teach Yourself Management Skills, Edisi Pertama, diterjemahkan oleh Sugeng Haryanto, Sukono Mukidi, dan M. Rudi Atmoko.

Prenada, Jakarta.

Creswell, John W. 1994. Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches.

SAGE Publications, Inc. California.

Denzin, Norman K. & Yvonna S. Lincoln. 2009. Handbook of Qualitative Research.

Terjemahan oleh Dariyanto dkk. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Depkes RI., 2009. Sistem Kesehatan Nasional, Jakarta.

Efferin, Sujoko. 2004. Metodologi Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Gaspersz, Vincent, 1997, Manajemen Kualitas Dalam Industri Jasa, Jakarta : PT.

Gramedia Pustaka Utama.

Gerson R.F. 2004. Mengukur kepuasan pelanggan. PPM, Jakarta.

Gerungan, W. A. 1999. Psikologi Sosial. Eresco, Bandung.

Gde Sukaratha, dan Yansen, I Wayan dan Diputra, I Gde Astawa. 2008. Analisis Kinerja Mandor dalam Menerapkan Manajemen Kualitas pada Proyek Pembangunan Nusa Dua Golf Resort Kawasan BTDC-Nusa Dua, Bali, Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12 No. 1.

Gibson, J.L dkk. (2000). Organizations: Behaviour, Structure and Processes. Mc Graw-Hill Companies. New York.

Gitosudarmo, I dan Sudito. 2000. Perilaku Keorganisasian. BPFE, Yogyakarta.

Ghozali, I., 2006, Statistik Nonparametrik, Semarang: Badan Penerbit UNDIP.

Hasibuan. 2005. Organisasi dan Motivasi. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Jacobalis S., 2000. Rumah Sakit Indonesia dalam Dinamika Sejarah, Transformasi, Globalisasi Dan Krisis Nasional. Yayasan Penerbitan IDI, Jakarta.

Jaworski, B.J, dan Kohli A.K. 1993. “Market orientation: antecedents and consequences.” Journal of Mark, Vol. 57, pp. 53–70,

Depdiknas, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta.

Luthans, F. 2005. Perilaku Organisasi. Edisi 10. Andi Offset, Yogyakarta.

________. 2003, Organization Behaviour, (Alih bahasa Nurdin Sobali), Erlangga Jakarta.

Muninjaya, AAG. Manajemen Kesehatan. Jakarta: buku, Kedokteran EGC; 2004.

Nadesul H, 2008. Mengapa Pasien Kita Memilih Beribat ke Luar Negeri, http://www.okezone,com.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta, Jakarta.

Parasuraman, et al. 2005. SERVQUAL: A Multiple-Item Scale for Assessing Electronic Service Quality. Journal of Service Research. Vol. 7, No. X, Month, 2005.

Radiany R. 2005. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan pada PTS di Kalimantan Selatan. Jurnal Ekuitas Vol.9 (3):: 307 - 323

Rachmadi. 2008. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas III di RSUD Kabupaten Karimun. Tesis. Program Pasca Sarjana.

Universitas Terbuka. Jakarta.

Riduwan. 2008. Metode dan Tehnik Menyusun Tesis. Cetakan Ketujuh. Alfabeta Bandung.

Rivai, V & Mulyadi, D. 2005. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi.

PT.Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Sabarguna BS, 2009. Manajemen Rumah Sakit. Sagung Seto. Jakarta.

Sari Y. 2006. Analisis kepuasan pasien rawat inap terhadap layanan rumah sakit haji dan hubungannya dengan minat beli ulang. [Tesis]. Jakarta Program Studi

Magister Rumah Sakit Program Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Universitas Indonesia.

Siagian, Sondang P. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta.

Sofo, F. 2003. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama, Penerbit:

Airlangga University Press, Surabaya.

Stogdill, Ralph, M, 2005. Handbook of Leadership. Collier Macmillian Publisher, London.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan-Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Cetakan ke 7, Penerbit Alfabeta, Jakarta.

Supranto J. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan-Untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Rinneka Cipta, Jakarta.

Timpe DS, 2000. Sari Manajemen Sumber Daya Manusia: Produktivitas. Edisi 5.

Alih Bahasa Dimas Samudra. Gramedia, Jakarta.

Tjiptono, F., Gregorius, C., 2005, Service, Quality, Satisfaction, Andi, Yogyakarta.

Triguno, 2004. Budaya Kerja: Menciptakan Lingkungan yang Kondusif untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja. Penerbit PT Golden Trayon Press, Jakarta.

Trisnantoro, Laksono. 2005. Aspek Strategis dalam Manajemen Rumah Sakit. Cetakan Pertama. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Undang-Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Vitriyanti. 2009. Mutu Pelayanan Medis. http://vitriyanti.blogspot.co.id.

Winardi, J. 2011. Motivasi Dan Pemotivasian Dalam Manajemen. Cetakan ke-6.

PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Zerbe, WJ., D. Dobni and GH. Harel. 1998. Promoting Employee Service Behaviour:

The Role of Perceptions of Human Resource Management Practices and Service Culture. Canadian Journal of Administrative Sciences. 15 (2). 165-179.

PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA DOKTER TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI BADAN LAYANAN UMUM

DAERAH (BLUD) RUMAH SAKIT UMUM (RSU) LANGSA

No. Responden :

IDENTITAS RESPONDEN

Umur : ... ...

Jenis Kelamin : ...

Status Dokter : a. Dokter umum b. Dokter spesialis c. Dokter gigi

Rata-rata jumlah pasien yang ditangani setiap hari : ...orang

Petunjuk pengisian kuesioner :

Berikan penilaian dengan melingkari pada jawaban yang Bapak/Ibu anggap paling sesuai dengan pendapat atau perasaan Bapak/Ibu.

I. KUESIONER : MOTIVASI MOTIVASI INTERNAL A. Prestasi

1. Prestasi penting bagi saya.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Bila berprestasi, saya membutuhkan penghargaan.

a. Setuju b. Tidak setuju

B . Pengakuan Orang Lain

1. Dalam bekerja saya perlu penghargaan dari orang lain.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Penghargaan yang diberikan pimpinan rumah sakit sudah sesuai.

a. Setuju b. Tidak setuju C. Pekerjaan Itu Sendiri

1. Saya puas pekerjaan saya sebagai dokter di rumah sakit ini.

a. Puas b. Tidak puas

2. Saya puas bekerja dengan manajemen kerja rumah sakit saat ini.

a. Puas b. Tidak puas

D. Kemungkinan Pengembangan

1. Saya berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Saya siap bila diberi peluang mengikuti diklat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan.

a. Setuju b. Tidak setuju

MOTIVASI EKSTERNAL A. Kompensasi

1. Kompensasi yang diberikan sudah sesuai dengan hasil kerja saya.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Saya setuju dengan kebijakan pimpinan tentang pemotongan kompensasi.

a. Setuju b. Tidak setuju B. Kondisi Kerja

1. Saya nyaman bekerja di rumah sakit ini a. Setuju

b. Tidak setuju

2. Saya mengingnkan kondisi kerja yang lebih baik.

a. Setuju b. Tidak setuju

C. Hubungan Kerja

1. Hubungan kerja dengan teman sejawat di tempat kerja sudah berjalan dengan baik.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Hubungan dengan atasan/ bawahan sudah berjalan dengan baik.

a. Setuju b. Tidak setuju D. Prosedur Perusahaan

1. Setiap dokter bekerja perlu mengikuti prosedur kerja (SOP) yang ditetapkan rumah sakit.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Setiap dokter bekerja perlu pengawasan dari komite medik.

a. Setuju b. Tidak setuju

BUDAYA KERJA

A. Sikap terhadap pekerjaan dan lingkungan pekerjaan

1. Saya setuju dokter harus bertanggungjawab terhadap pekerjaannya c. Setuju

d. Tidak setuju

2. Saya setuju dokter harus menjalin kerjasama dengan rekan kerja di lingkungan pekerjaannya.

a. Setuju b. Tidak setuju B. Perilaku ketika bekerja

1. Saya bekerja sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Saya menerapkan komunikasi terapeutik pada pasien saat memberikan pelayanan kesehatan.

a. Setuju b. Tidak setuju C. Sikap terhadap waktu

1. Setiap dokter harus memanfaatkan waktu seefisien mungkin dalam melayani pasien

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Setiap dokter mau meluangkan waktu lebih untuk menanggapi keluhan/konsultasi dari pasien.

a. Setuju b. Tidak setuju

D. Cara atau alat yang digunakan untuk bekerja

1. Setiap dokter menggunakan alat medis secara terampil dan cekatan.

a. Setuju b. Tidak setuju

2. Setiap dokter menerapkan cara pelayanan yang bisa meyakinkan pasien akan profesionalismenya.

a. Setuju b. Tidak setuju

II. KUESIONER PELAYANAN KESEHATAN (MEDIS) Petunjuk Kuesioner :

Berikan penilaian dengan memberikan tanda cheklis (√) pada jawaban yang telah disediakan.

No. Pernyataan Ya Tidak

Ketepatan Waktu

1. Dokter mematuhi jam kerja menurut ketetapan yang disepakati

2. Dokter memenuhi standar waktu kunjungan yang tepat waktu memenuhi kebutuhan pasien

3. Dokter meluangkan waktu menerima keluhan pasien/

keluarga Akurasi Pelayanan

4. Dokter bekerja mematuhi Standar Operating Prosedur (SOP) pelayanan yang ada

5. Dokter mampu menjelaskan pelayanannya pada pasien 6. Dokter mampu menjelaskan pelayanannya pada petugas

kesehatan

7. Dokter tanggap/ mau menghadapi kritikan atau masukan dari pihak pasien

8. Dokter dapat mencapai efisiensi biaya pelayanan Kesopanan dan keramahan

9. Dokter ramah dalam melaksanakan profesinya 10. Dokter sopan dalam melakukan pelayanan kesehatan Tanggung Jawab

11. Dokter siap berpartisipasi dalam manajemen non spesialistik

12. Dokter memiliki hasrat mengembangkan diri

13. Dokter dapat dikatakan loyal pada rumah sakit 14. Dokter mampu memberikan kepuasan pelayanan

kesehatan pada pasien Kelengkapan

15. Dokter patuh dan konsisten memelihara instrumen yang berada di bawah wewenangnya

16. Dokter memakai peralatan kesehatan yang tersedia secara efektif

Kemudahan

17. Dokter memiliki keinginan untuk melakukan tugas dengan baik

18. Dokter mencatat laporan rekam medik pasien sesuai standar yang berlaku

Variabel Model pelayanan

19. Dokter dapat melakukan fungsi sosial di rumah sakit 20. Dokter mau memberikan masukan/saran pada

manajemen rumah sakit

21. Dokter melaksanakan prinsip pelayanan kesehatan bersifat keselamatan kerja

Reliability

a, Listwise deletion based on all variables in the procedure,

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

,891 8

Reliability

a, Listwise deletion based on all variables in the procedure,

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

,872 8

Reliability

a, Listwise deletion based on all variables in the procedure,

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

,879 8

Reliability

a, Listwise deletion based on all variables in the procedure,

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

,952 21

Frequencies Frequency Table

Umur

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Baik 26 57,8 57,8 57,8

Tidak baik 19 42,2 42,2 100,0

Total 45 100,0 100,0

Motivai Ekstrinsik

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak setuju 9 20,0 20,0 20,0

Setuju 36 80,0 80,0 100,0

Total 45 100,0 100,0

MI3

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak puas 38 84,4 84,4 84,4

Puas 7 15,6 15,6 100,0

Total 45 100,0 100,0

ME1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak setuju 30 66,7 66,7 66,7

Setuju 15 33,3 33,3 100,0

Total 45 100,0 100,0

ME7

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak setuju 8 17,8 17,8 17,8

Setuju 37 82,2 82,2 100,0

Total 45 100,0 100,0

B5

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak 32 71,1 71,1 71,1

ya 13 28,9 28,9 100,0

Total 45 100,0 100,0

K3

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak 7 15,6 15,6 15,6

ya 38 84,4 84,4 100,0

Total 45 100,0 100,0

K9

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak 35 77,8 77,8 77,8

ya 10 22,2 22,2 100,0

Total 45 100,0 100,0

K15

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak 5 11,1 11,1 11,1

ya 40 88,9 88,9 100,0

Total 45 100,0 100,0

Crosstabs

Motivasi instrinsik * Kualitas pelayanan

Crosstab

Kualitas pelayanan

Total Baik Kurang baik

Motivasi instrinsik Baik Count 17 9 26

% within Motivasi instrinsik 65,4% 34,6% 100,0%

% of Total 37,8% 20,0% 57,8%

Kurang baik Count 5 14 19

% within Motivasi instrinsik 26,3% 73,7% 100,0%

% of Total 11,1% 31,1% 42,2%

Total Count 22 23 45

% within Motivasi instrinsik 48,9% 51,1% 100,0%

% of Total 48,9% 51,1% 100,0%

Continuity Correctionb 5,233 1 ,022

Likelihood Ratio 6,919 1 ,009

a, 0 cells (,0%) have expected count less than 5, The minimum expected count is 9,29, b, Computed only for a 2x2 table

Motivai Ekstrinsik * Kualitas pelayanan

% within Motivai Ekstrinsik 78,6% 21,4% 100,0%

% of Total 24,4% 6,7% 31,1%

Kurang baik Count 11 20 31

% within Motivai Ekstrinsik 35,5% 64,5% 100,0%

% of Total 24,4% 44,4% 68,9%

Total Count 22 23 45

% within Motivai Ekstrinsik 48,9% 51,1% 100,0%

% of Total 48,9% 51,1% 100,0%

Continuity Correctionb 5,545 1 ,019

Likelihood Ratio 7,489 1 ,006

a, 0 cells (,0%) have expected count less than 5, The minimum expected count is 6,84, b, Computed only for a 2x2 table

Budaya kerja * Kualitas pelayanan

Continuity Correctionb 3,772 1 ,052

Likelihood Ratio 5,119 1 ,024

a, 0 cells (,0%) have expected count less than 5, The minimum expected count is 10,76, b, Computed only for a 2x2 table

Logistic Regression

Case Processing Summary

Unweighted Casesa N Percent

Selected Cases Included in Analysis 45 100,0

Missing Cases 0 ,0

Total 45 100,0

Unselected Cases 0 ,0

Total 45 100,0

a, If weight is in effect, see classification table for the total number of cases,

Dependent Variable Encoding Original Value Instrinsik Value

dime

a, Constant is included in the model, b, The cut value is ,500

Variables in the Equation

B S,E, Wald df Sig, Exp(B)

Step 0 Constant ,044 ,298 ,022 1 ,882 1,045

Variables not in the Equation

Score df Sig,

Step 0 Variables Motivasi_instrinsik 6,706 1 ,010

Motivasi_Ekstrinsik 7,166 1 ,007

Budaya_kerja 5,020 1 ,025

Overall Statistics 16,864 3 ,001

Block 1: Method = Enter

Omnibus Tests of Model Coefficients

a, Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001,

Hosmer and Lemeshow Test

a, Variable(s) entered on step 1: Motivasi_instrinsik, Motivasi_Ekstrinsik, Budaya_kerja,

1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8

Umur Kelami Dokter Pasien Jlh Ktg

No. Jlh Ktg

2 2 1 1 1 1 2 2 12 0 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 37 0