• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Debt to Assets Ratio terhadap Perataan Laba

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH KEVIN JORGI MANIK (Halaman 76-80)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian

4.2 Hasil Penelitian

4.3.1 Pengaruh Debt to Assets Ratio terhadap Perataan Laba

Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to assets ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap perataan laba. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar debt to assets ratio, maka semakin besar dorongan bagi manajemen perusahaan untuk melakukan perataan laba. Debt to assets ratio yang semakin besar diikuti dengan hutang yang besar dibandingkan dengan aset perusahaan, akan meningkatkan risiko gagal bayar pada perusahaan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis 1 yang menyatakan bahwa debt to assets ratio berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Berdasarkan asumsi teori agensi yang menyatakan bahwa agent memiliki kepentingan berbeda dengan principal, dapat melakukan tindakan oprtunis yang dapat saja bertentangan dengan kepentingan principal demi memenuhi kepentingannya.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pambudi (2019) yang menyatakan bahwa debt to assets ratio berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Butar-Butar Kurniasih dan Sudarsi (2012) yang menyatakan bahwa debt to assets ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba.

62 4.3.2 Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Perataan Laba

Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap perataan laba. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar debt to equity ratio, maka semakin besar dorongan bagi manajemen perusahaan untuk melakukan perataan laba. Debt to equity ratio yang semakin besar akan mengakibatkan beban perusahaan terhadap pihak eksternal juga besar. Meningkatnya beban terhadap pihak eksternal menunjukkan bahwa sumber modal perusahaan sangat bergantung dengan pihak eksternal.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis 2 yang menyatakan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Berdasarkan asumsi teori agensi yang menyatakan bahwa agent memiliki kepentingan berbeda dengan principal, dapat melakukan tindakan oprtunis yang dapat saja bertentangan dengan kepentingan principal demi memenuhi kepentingannya.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Haini dan Andini (2014) yang menyatakan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pramono (2013) yang menyatakan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap perataan laba.

63 4.3.3 Pengaruh Dividend Payout Ratio Terhadap Perataan Laba

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dividend payout ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar dividend payout ratio, maka semakin besar dorongan bagi manajemen perusahaan untuk melakukan perataan laba. Dividend payout ratio yang semakin besar akan mempengaruhi investor untuk berinvestasi pada suatu perusahaan untuk memperoleh laba berupa dividen yang besar.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis 3 yang menyatakan bahwa dividend payout ratio berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Berdasarkan asumsi teori sinyal yang menyatakan terkait bagaimana seharusnya perusahaan memberikan sinyal yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan. Sinyal yang diberikan dapat berupa informasi laporan keuangan dan laporan keberlanjutan tahunan perusahaan terkait dengan upaya manajemen dalam mengelola perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dan berkelanjutan.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Haini dan Andini (2014) yang menyatakan bahwa dividend payout ratio berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ginantra dan Putra (2015) yang menyatakan bahwa dividend payout ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba.

64 4.3.4 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Perataan Laba

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin besar dorongan bagi manajemen perusahaan untuk melakukan perataan laba. Ukuran perusahaan yang semakin besar akan mempengaruhi pihak eksternal untuk memberikan perhatian lebih terhadap perusahaan tersebut secara khusus sektor pajak. Perusahaan besar dengan laba yang besar, tentu akan memiliki beban pajak yang besar.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis 4 yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Toeri agensi menyatakan bahwa bahwa perusahaan besar memiliki biaya keagenan yang lebih besar dari pada perusahaan kecil. Perusahaan besar cenderung untuk mengungkapkan informasi yang lebih banyak sebagai upaya untuk mengurangi biaya keagenan tersebut.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Butar-Butar Kurniasih dan Sudarsi (2012) yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pramono (2013) yang menyatakan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba.

65 4.3.5 Pengaruh Return on Assets Terhadap Perataan Laba

Hasil penelitian menunjukkan bahwa return on assets berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar return on assets, maka semakin besar dorongan bagi manajemen perusahaan untuk melakukan perataan laba. Return on assets yang semakin besar akan mempengaruhi laba bersih yang dihasilkan dari setiap dana yang tertanam dalam total aset. Melalui return on assets, pihak eksternal dapat menilai suatu perusahaan apakah telah efisien dalam menggunakan aset perusahaan dalam kegiatan operasi untuk menghasilkan keuntungan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis 5 yang menyatakan bahwa return on assets berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Teori sinyal akan memberikan sinyal kepada investor untuk menilai prospek suatu perusahaan dimasa mendatang dengan memperhitungkan rasio profitabilitas yaitu return on assets.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Iskandar dan Suardana (2016) yang menyatakan return on assets berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Butar-Butar Kurniasih dan Sudarsi (2012) yang menyatakan return on assets tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba.

4.3.6 Pengaruh Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, Dividend Payout

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH KEVIN JORGI MANIK (Halaman 76-80)

Dokumen terkait