Faktor luar seperti api dapat menginduksi perubahan komunitas baik untuk sementara maupun untuk waktu yang relatif lama. Begitu pula pengaruh faktor lainnya. 3) Karakteristik dari sistem ekologi
Perubahan pada sistem ekologi dikenal sebagai suksesi ekologi. Suksesi ekologi dapat diartikan sebagai perubahan dalam komunitas yang berkembang ke arah pemasakan atau pematangan atau “Steady state”.
Dinamika di alam adalah suatu kenyataan yang tidak dapat diingkari. Segala sesuatu yang sekarang ada sebenarnya hanyalah merupakan suatu stadium dari deretan proses perubahan yang tidak pernah ada akhirnya. Keadaan keseimbangan yang tam-paknya begitu mantap, hanyalah bersifat relatif karena keadaan itu segera akan berubah jika salah satu dari komponennya mengalami perubahan.
4.5.1. Pengertian Suksesi
Sudah diketahui secara meluas bahwa apabila suatu kebun tidak dipelihara atau lapangan rumput yang tidak pernah dipotong secara teratur maka vegetasinya akan mengalami perubahan. Berbagai tumbuhan liar akan tumbuh dan mengubah sama sekali karakteristik dari vegetasi asalnya.
Suatu lahan pertanian yang tidak digarap, maka herba, perdu, dan pohon liar akan tumbuh menguasai lahan pertanian tersebut dan apabila kondisi tanahnya sesuai, memungkinkan vegetasi tersebut akan berkembang membentuk komunitas hutan. Perubahan yang sama akan terjadi pula pada lahan-lahan yang baru terbentuk secara alami, seperti delta, bukit pasir, daerah aliran lahar atau lava. Pada permulaannya tanah belum matang, nutrisi organik belum ada, permukaan sangat terbuka dan kondisinya belum menunjang kehidupan di atasnya. Namun, dalam jangka waktu yang lama akan tertutup oleh populasi tumbuhan yang kemudian membentuk komunitas dan pada akhirnya akan berkembang menjadi ekosistem hutan.
Vegetasi yang pertama kali masuk biasanya berupa tumbuhan pelopor atau pionir, yaitu tumbuhan yang berkemampuan tinggi untuk hidup pada keadaan lingkungan yang serba terbatas atau mempunyai berbagai faktor pembatas, seperti kesuburan tanah yang rendah sekali, kekurangan atau ketiadaan air dalam tanah, intensitas cahaya yang terlalu tinggi dan sebagainya. Kehadiran kelompok pionir ini akan menciptakan kondisi lingkungan tertentu yang memungkinkan tumbuhan lain dapat hidup. Koloni tumbuhan pionir ini akan menghasilkan proses pembentukan lapisan tanah, memecah batuan dengan akarnya dan membebaskan materi organik ketika terjadi pelapukan dari bagian tumbuhan
yang mati. Proses akan berkembang sesuai dengan perubahan waktu, dan akan menciptakan komunitas tumbuhan yang semakin lama semakin padat dan kompleks yang mengarah pada pematangan bentuk komunitas tumbuhannya. Seluruh proses pematangan bentuk komunitas atau ekosistem ini disebut suksesi.
Tansley (1920) mendefinisikan suksesi sebagai “perubahan yang perlahan-lahan dari komunitas tumbuhan dalam suatu daerah tertentu dimana terjadi pengalihan dari suatu jenis tumbuhan oleh jenis tumbuhan lainnya (pada tingkat populasi)”. Clements (1916) menuliskan pendapat-pendapatnya yang sangat persuasif, ia menyatakan bahwa vegetasi dapat disejalankan dengan ”organisma super”, mampu memperbaiki atau mengelola dirinya sendiri bila terjadi gangguan atau kerusakan.
Suksesi vegetasi menurut Odum (1971) adalah urutan proses pergantian komu-nitas tanaman di dalam satu kesatuan habitat, adanya pergantian komunitas cenderung mengubah lingkungan fisik sehingga habitat cocok untuk komunitas lain sampai kese-imbangan biotik dan abiotik tercapai.
Salisbury (1972) mendefinisikan suksesi sebagai kecenderungan kompetitif setiap individu dalam setiap fase perkembangan sampai mencapai klimaks.
Jadi, suksesi dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan atau perkembangan komunitas menuju ke arah pendewasaan yang berlangsung lambat, teratur, pasti, dan terarah serta dapat diramalkan.
Menurut Clements (1974) dalam mekanisme suksesi dikenal adanya enam sub-komponen, yaitu:
1) Nudasi
Terbukanya lahan yang mengakibatkan terjadinya substrat baru
2) Migrasi
Kehadiran migrula atau organ pembiak tumbuhan 3) Eksesis
Perkecambahan, pertumbuhan, reproduksi, dan penyebaran
4) Kompetisi
Terjadi persaingan sehingga adanya pengusiran satu spesies oleh spesies lainnya.
5) Reaksi
Terjadi perubahan pada ciri dan sifat habitat oleh jenis tumbuhan
6) Stabilitasi
Stabilisasi menghasilkan komunitas tumbuhan pada tingkatan yang matang
Proses perubahan komunitas tumbuhan atau vegetasi yang yang menggambarkan bertambah kayanya suatu daerah oleh berbagai jenis tumbuhan yang hidup di atasnya disebut suksesi progresif. Perubahan vegetasi dapat pula mengarah pada penurunan jumlah jenis tumbuhan, penurunan kompleksitas struktur komunitas tumbuhan. Hal ini terjadi biasanya akibat penurunan kadar zat hara dari tanah, misalnya akibat degradasi habitat. Perubahan komunitas tumbuhan yang mengarah kepada kondisi yang lebih sederhana disebut suksesi retrogresif atau suksesi regresif.
Gams (1918) mengkategorikan suksesi dalam 3 (tiga) keadan yaitu :
a. Suksesi dengan urutan normal
Suksesi yang berasal dari adanya pengaruh terhadap vegetasi yang terus menerus dan cepat. Misalnya vegetasi rumput yang selalu terinjak-injak ternak, di mamah biak, dijadikan tempat beristirahat ternak, atau tempat berguling-guling ternak. Kondisi vegetasi akan mengalami Fase perubahan selama ternak tetap berada di tempat itu.
b. Suksesi dengan urutan berirama
Suksesi yang berasal dari gangguan berulang-ulang, berbentuk siklus, tetapi mempunyai interval waktu antara satu gangguan dengan gangguan berikutnya. Misalnya terjadi pada perubahan vegetasi karena adanya proses rotasi dalam pemanfaatan lahan pertanian.
c. Suksesi dengan urutan katastrofik
Suksesi yang terjadi secara hebat dan tiba-tiba, tidak berirama. Misalnya meletusnya gunung berapi, gempa bumi, kebakaran, penebangan, pengeringan habitat akuatik.
4.4.2. Penyebab Suksesi
Beberapa faktor penyebab suksesi baik alami maupun tidak alamai atau buatan berikut ini adalah :
1) Iklim
Fluktuasi keadaan iklim membawa akibat rusaknya vegetasi baik sebagian maupun seluruhnya. Kondisi ini menyebabkan suatu tempat yang baru (kosong) berkembang menjadi lebih baik (daya adaptasinya besar) dan mengubah kondisi iklim. Kekeringan, hujan salju/air dan kilat seringkali membawa keadaan yang tidak menguntungkan pada vegetasi.
2) Topografi
Suksesi terjadi karena perubahan kondisi tanah, antara lain:
a. Erosi
Erosi dapat terjadi karena angin, air dan hujan. Dalam proses erosi tanah menjadi kosong kemudian terjadi penyebaran biji oleh angin (migrasi) dan ak-hirnya proses suksesi dimulai.
b. Pengendapan (sedimentasi)
Erosi menyebabkan tanah di suatu tempat mengendap sehingga menutupi vegetasi yang ada dan merusaknya. Kerusakan vegetasi menyebabkan suksesi berulang kembali di tempat tersebut.
3) Biotik
Pemakan tumbuhan seperti serangga yang menjadi pengganggu di lahan pertanian mengakibatkan kerusakan vegetasi. Tumbuhan tumbuh kembali dari awal atau jika mengalami rusak berat, maka akan berganti vegetasi.