• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan

a) Tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru

Parameter tinggi tanaman merupakan ukuran tanaman yang sering diamati sebagai indikator pertumbuhan yang digunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan atau perlakuan yang diterapkan. Hal ini didasarkan atas kenyataan bahwa tinggi tanaman merupakan ukuran pertumbuhan yang paling mudah dilihat. Sebagai parameter pengukur pengaruh lingkungan, tinggi tanaman sensitif terhadap faktor lingkunngan tertentu seperti cahaya. Tanaman yang mengalami kekurangan cahaya biasanya lebih tinggi dari tanaman yang mendapat cahaya (Sitompul dan Guritno, 2010).

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman. Dari analisis juga diketahui bahwa perlakuan dengan media tanam tanah Latosol menunjukan pertambahan tinggi tanaman yang paling baik, dan perlakuan dengan media tanam tanah kontrol menunjukkan pertambahan tinggi tanaman yang paling kurang baik. Hal ini disebabkan karena perbedaan porositas tanah pada masing-masing jenis tanah. Porositas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air. Porositas tanah erat kaitannya dengan tingkat kepadatan tanah. Semakin padat tanah berarti semakin sulit untuk menyerap air dan tidak mampu menyimpan cukup air, maka porositas tanah semakin kecil. Sebaliknya semakin mudah tanah menyerap air maka tanah tersebut memiliki porositas yang besar (Pangaribuan, 2013).

Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa jenis tanah pada media tanam Kontrol dan Regosol memiliki porositas yang besar. Jenis tanah yang memiliki porositas yang besar memiliki kesulitan dalam menyimpan air dan mengakibatkan kandungan air dalam tanah sedikit (Hardjowigeno, 1992). Sebaliknya, pada tanah Aluvial dan Latosol memiliki struktur gumpal dan liat, sehingga memiliki porositas yang kecil mengakibatkan mampu menyimpan air dengan jumlah yang cukup. Kandungan air yang lebih tinggi pada tanah Latosol dan Aluvial bermanfaat bagi pertumbuhan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Air yang cukup digunakan untuk melarutkan unsur hara agar lebih mudah diserap oleh tanaman.

Selain itu, tanah latosol memiliki sifat tanah yang lebih baik daripada jenis tanah aluvial, regosol dan kontrol. Sifat fisik tanah yang dimaksud adalah tekstur tanah. Tanah latosol termasuk kedalam tanah bertekstur liat yang mempunyai luas permukaan lebih besar dari jenis tanah aluvial, regosol dan kontrol sehingga memiliki kemampuan menahan air lebih baik. Sifat tanah yang baik akan semakin meningkatkan pertumbuhan akar tanaman anggur varietas probolinggo Biru. Meningkatnya pertumbuhan akar akan diikuti oleh penyerapan unsur hara yang terdapat dalam tanah yang semakin meningkat. Peningkatan serapan unsur hara akan diikuti oleh pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang ditunjukkan oleh peningkatan tinggi tanaman.

b) Jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru

Pengamatan daun sangat diperlukan selain sebagai indikator pertumbuhan juga sebagai data penunjang untuk menjelaskan proses pertumbuhan yang terjadi seperti pada pembentukan biomassa tanaman (Sitompul dan Guritno, 2010).

Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR tidak berpengaruh terhadap parameter jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Hal ini dikarenakan ada faktor serangan hama dan penyakit yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Hama dan penyakit yang menyerang daun pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada setiap tanaman di semua jenis tanah mengakibatkan daun menjadi berlubang dan menghambat pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur. Sehingga kandungan pada masing-masing jenis tanah tidak berpengaruh terlalu besar terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang menyebabkan pertumbuhan semua tanaman anggur pada setiap media tanam menjadi sama.

Selain itu, penanaman anggur varietas Probolinggo biru dilakukan pada saat musim hujan, hal ini menyebabkan keadaan disekitar tanaman menjadi lembab. Keadaan lingkungan yang semakin lembab mengakibatkan banyak cendawan yang tumbuh disekitar tanaman anggur, hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggur. Bagian tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang paling banyak terserang hama dan penyakit adalah

bagian daun yang sudah tua. Selain itu, cahaya juga berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun. Tanaman yang kekurangan cahaya matahari memiliki jumlah daun yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan tanaman yang mendapatkan sinar matahari yang cukup (Haryanti, 2000). Tanaman anggur membutuhkan waktu penyinaran 50-80 %, dengan kata lain tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dapat tumbuh dengan optimal dengan cukup banyak sinar matahari. Namun, pada saat penanaman hingga pengamatan dlakukan pada saat musim penghujan sinar matahari tidak dapat memenuhi kebutuhan cahaya tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru, sehingga jumlah daun tanaman pada masing-masing tanaman pada setiap media tanam tidak tumbuh dengan optimal.

c) Diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru

Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR tidak berpengaruh terhadap parameter diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Hal ini dikarenakan ada faktor serangan hama tanaman yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter batang tanaman tanaman anggur varietas Probolinggo Biru.

Busuk hitam yang menyerang tunas muda batang tanaman anggur berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter batang tanaman. Batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang terserang penyakit busuk hitam menjadi terhambat pertumbuhannya. Tanaman dengan media tanah

kontrol adalah tanaman yang paling banyak terserang penyakit busuk hitam, sehingga pertumbuhan diameter batang tanaman menjadi tehambat.

Kualitas bibit juga memiliki peran penting dalam pertambahan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Bibit awal yang memiliki diameter yang berbeda-beda pada setiap media tanam menyebabkan perbedaan kecepatan pertumbuhan tanaman. Kualitas stek yang berasal dari bagian batang yang berbeda jelas sangat berbeda karena mengalami perkembangan berbeda disamping kedudukannya yang berbeda (Sitompul dan Guritno, 2010).

Ukuran bahan stek seperti panjang dan diameter batang berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. Ukuran bahan stek terkait dengan keberadaan bahan cadangan makanan, yang umumnya karbohidrat. Semakin pendek ukuran stek atau semakin kecil diameter batang, semakin sedikit kandungan karbohidrat (Santoso, dkk., 2008). Bibit yang digunakan dalam penelitian ini adalah stek batang, dengan berbagai ukuran dan kualitas, hal ini mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman anggur. Sehingga dari awal pertumbuhan tanaman anggur menjadi berbeda, sehingga kualitas dan ukuran bibit stek lebih berpengaruh terhadap kualitas bibit dibandingkan dengan pengaruh media tanam pada tanaman anggur.

Dokumen terkait