Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap

Dalam dokumen Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap Preferensi Konsumen Beras (Studi Kasus : Kecamatan Medan Johor) (Halaman 41-48)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap

Sebelum dilakukan estimasi dilakukan pengujian untuk memenuhi asumsi Regresi Linier Berganda yaitu:

a. Uji Normalitas

Tabel 17. Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 100

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation .09425506

Most Extreme Differences Absolute .096

Positive .070

Negative -.096

Kolmogorov-Smirnov Z .961

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Hasil estimasi menunjukkan nilai signifikansi Kolmogorov Smirnov, diperoleh signifikansi sebesar 0,314 (> 0,05) yang artinya data terdistribusi normal.

b. Uji Gejala Multikolinieritas

Tabel 18. Hasil Uji Multikolinieritas

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) .199 .082 2.416 .018 Umur(Tahun) .001 .001 .067 1.219 .226 .849 1.178 Pendidikan(Tahun) .005 .004 .069 1.133 .260 .703 1.422 Jumlah Anggota Keluarga(Jiwa) -.023 .011 -.146 -2.064 .042 .518 1.930 Jumlah Konsumsi(Kg/bulan) .003 .002 .133 1.867 .065 .511 1.957 Pendapatan Rumah Tangga(Rp/bulan) 6.338E- 10 .000 .027 .462 .645 .747 1.339 Tingkat Kepulenan .323 .021 .82615.179 .000 .878 1.139

a. Dependent Variable: Preferensi konsumen beras

Setelah melihat tabel Coefficient terdapat nilai VIF untuk masing-masing variabel mempunyai nilai < 10 dan nilai Tolerance > 0,1 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa gejala multikolinearitas tidak terdapat dalam persamaan ini.

c. Uji Gejala Heterokedastisitas

Tabel 19. Hasil Uji Heterokedastisitas

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 25.324 6 4.221 .980 .443a

Residual 400.562 93 4.307

a. Predictors: (Constant), Tingkat Kepulenan , Pendapatan(Rp/bulan), Jumlah Konsumsi(Kg/bulan), Umur(Tahun), Pendidikan(Tahun), Jumlah Anggota Keluarga(Jiwa)

b. Dependent Variable: Lnei2

Setelah melakukan metoda grafik dan uji Park untuk menguji heterokedastisitas maka didapat disimpulkan bahwa gejala heterokedastis tidak terdapat dalam persamaan ini, dimana bentuk dari grafiknya tidak menunjukkan pola tertentu dan nilai signifikansi dari variabel 0,443 > 0,05.

d. Uji Autokeorelasi

Tabel 20. Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

Change Statistics Durbin-

Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .871a .758 .743 .09725 .758 48.591 6 93 .000 2.296

a. Predictors: (Constant), Umur (Tahun), Pendidikan (Tahun), Jumlah Anggota Keluarga (Jiwa), Jumlah Konsumsi(Kg/bulan), Pendapatan Rumah Tangga (Rp/bulan), Tingkat Kepulenan

b. Dependent Variable: Preferensi Konsumen Beras

Setelah melakukan uji Durbin Watson, diperoleh du ≤ d ≤ 4 – du yakni 1,80 ≤ 2,20 ≤ 2,20 yang artinya tidak ada autokorelasi positif maupun negatif atau kecenderungannya ρ = 0.

Maka setelah dilakukan pengujian asumsi regresi linier berganda didapatkan hasil akhir dari estimasi pengaruh karakteristik sosial ekonomi konsumen terhadap preferensi konsumen beras sebagai berikut:

Tabel 21. Hasil Analisis Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap Preferensi Konsumen Beras

No Variabel Koef. Regresi Sig.

1 Konstanta 0,213 0,014

2 Umur 0,001 0,353

3 Pendidikan 0,004 0,323

4 Jumlah Anggota Keluarga -0,023 0,049

5 Jumlah Konsumsi 0,003 0,054

6 Pendapatan Rumah tangga 7,714-10 0,580

7 Tingkat Kepulenan 0,322 0,000

R Square 0,752

Sumber : Data Primer, Diolah

Dari Tabel 21 dapat diperoleh persamaan :

Y = 0,213 + 0,001X1 + 0,004X2 + 0,023X3 – 0,003X4 + 0,00000000077X5

+ 0,322D1

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi R2 (R Square) yang diperoleh adalah sebesar 0,752. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 75,2 % variabel bebas (umur, pendidikan, jumlah anggota keluarga, jumlah konsumsi, pendapatan rumah tangga dan tingkat kepulenan) berpengaruh terhadap variabel terikat preferensi konsumen beras. Sedangkan sisanya 24,8 % dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model.

Dari persamaan hasil analisis regresi, dapat diperoleh nilai konstanta sebesar 0,213. Hal ini menunjukkan bahwa besar efek yang ditimbulkan variabel bebas (umur, pendidikan, jumlah anggota keluarga, jumlah konsumsi, pendapatan rumah tangga dan tingkat kepulenan) terhadap variabel terikat preferensi konsumen beras sebesar 0,213. Atau apabila nilai variabel bebas sama dengan nol (=0), maka nilai variabel terikat preferensi adalah sebesar 0,213.

Dari tabel Anova pada lampiran, diperoleh signifikansi F adalah sebesar 0,000 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti

variabel bebas (umur, pendidikan, jumlah anggota keluarga, jumlah konsumsi, pendapatan rumah tangga dan tingkat kepulenan) secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat preferensi konsumen beras

Secara parsial variabel bebas tersebut ada yang berpengaruh nyata dan ada yang tidak berpengaruh nyata. Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi t umur (X1) adalah sebesar 0,353 (>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima

dan H1 ditolak, yang berarti variabel bebas umur secara parsial tidak berpengaruh

nyata terhadap preferensi. Angka 0,001 menunjukkan besarnya koefisien regresi X1. Nilai koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan

bahwa setiap adanya penambahan umur 1 tahun, maka akan terjadi penambahan preferensi sebesar 0,001.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi t pendidikan (X2) adalah

sebesar 0,323 (>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak,

yang berarti variabel bebas pendidikan secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap preferensi. Angka 0,004 menunjukkan besarnya koefisien regresi X2.

Nilai koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,004. Hal ini menunjukkan bahwa setiap penambahan tingkat pendidikan, maka akan terjadi penambahan preferensi sebesar 0,004.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi t jumlah anggota keluarga (X3) adalah sebesar 0,049 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1

berpengaruh nyata terhadap preferensi. Angka 0,023 menunjukkan besarnya koefisien regresi X3. Nilai koefisien regresi bertanda negatif sebesar -0,023. Hal

ini menunjukkan bahwa setiap adanya penambahan jumlah anggota keluarga maka akan terjadi penururnan preferensi sebesar 0,023.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi t jumlah konsumsi (X4)

adalah sebesar 0,054 (>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1

ditolak, yang berarti variabel bebas jumlah konsumsi secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap preferensi. Angka 0,003 menunjukkan besarnya koefisien regresi X4. Nilai koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,003. Hal ini

menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikan jumlah konsumsi, maka akan terjadi penambahan preferensi sebesar 0,003.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi t pendapatan rumah tangga (X5) adalah sebesar 0,580 (>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan

H1 ditolak, yang berarti variabel bebas pendapatan secara parsial tidak

berpengaruh nyata terhadap preferensi. Angka 0,00000000077 menunjukkan besarnya koefisien regresi X5. Nilai koefisien regresi bertanda positif sebesar

0,00000000077. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya penambahan pendapatan, maka akan terjadi penambahan preferensi sebesar 0,00000000077.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi t tingkat kepulenan (D1)

adalah sebesar 0,000 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1

diterima, yang berarti variabel bebas tingkat kepulenan secara parsial berpengaruh nyata terhadap preferensi. Angka 0,322 menunjukkan besarnya koefisien regresi D1. Nilai koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,322. Hal ini menunjukkan

bahwa semakin pulen beras yang dikonsumsi maka akan terjadi penambahan preferensi sebesar 0,322.

Dalam dokumen Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap Preferensi Konsumen Beras (Studi Kasus : Kecamatan Medan Johor) (Halaman 41-48)