PERSENTASE HASIL BELAJAR
3) Hasil Pengujian (Output)
4.5.1 Pengaruh Keterampilan Sosial terhadap Hasil Belajar IPS
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh keterampilan sosial terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal tahun ajaran 2019/2020. Berdasarkan data yang penulis peroleh, bahwa hasil belajar Penilaian Akhir Semester (PAS) siswa di setiap sekolah berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan dengan nilai siswa yang bervariasi, ada yang tinggi, sedang, maupun rendah. Rata-rata nilai hasil belajar Penilaian Akhir Semester (PAS) secara keseluruhan yaitu 69,10 berada pada rentang 60-69 masuk dalam kualifikasi cukup (C).
Susanto (2016:5) menjelaskan “hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar mengajar”. Hasil belajar yang diperoleh setiap siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut salah satunya yaitu keterampilan sosial yang dimiliki siswa. Fatimah (2010:94) menjelaskan keterampilan sosial adalah kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dari interaksi dengan lingkungan serta dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan norma yang berlaku. Keterampilan sosial sangat penting dan krusial bagi anak ketika mereka dalam masa remaja, karena pergaulan yang lebih luas sehingga pengaruh teman dan lingkungan sosial sangat menentukan (Fatimah, 2010:95).
Keterampilan sosial adalah kemampuan untuk mengatasi masalah yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan serta dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan norma yang berlaku (Thalib, 2017:159). Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kurikulum 2013 lebih menuntut siswa untuk lebih berperan aktif berinteraksi baik dengan guru maupun teman, sehingga apabila siswa kurang memiliki keterampilan sosial maka mereka akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Indikator keterampilan sosial dirumuskan menjadi 4 indikator, yaitu (1) kesadaran situasional atau sosial (social awareness); (2) kecakapan ide,
efektifitas, dan pengaruh kuat dalam melakukan komunikasi dengan orang atau kelompok lain; (3) berkembangnya sikap empati atau kemampuan individu melakukan hubungan dengan orang lain pada tingkat yang lebih personal; dan (4) terampil berinteraksi (interaction style).
Analisis variabel keterampilan sosial dilakukan menggunakan nilai indeks. Perhitungan nilai indeks variabel keterampilan sosial menghasilkan nilai sebesar 70,51%. Berdasarkan kriteria Three Box Method, nilai indeks 70,51% berada pada rentang 70,01 – 100,00 yang termasuk pada kategori tinggi. Kategori tinggi yang berarti responden memiliki persepsi yang tinggi pada item-item pernyataan variabel keterampilan sosial. Meskipun ada siswa yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi, namun apabila tidak diikuti dengan keterampilan sosial yang tinggi mereka akan kesulitan dalam proses pembelajaran, khususnya pada pembelajaran secara berkelompok.
Nilai indeks variabel keterampilan sosial yang paling tinggi terdapat pada indikator “kecakapan ide, efektifitas, dan pengaruh kuat dalam melakukan komunikasi dengan orang atau kelompok lain” dengan nilai indeks sebesar 77,92%. Artinya, bahwa siswa dalam proses pembelajaran mampu menyampaikan gagasan dengan baik dan efektif serta mampu berkomunikasi dengan baik dalam kelompok. Indikator ini menjadi yang tertinggi karena dalam proses pembelajaran selalu terjadi tanya jawab antara guru dengan siswa sehingga siswa terbiasa menyampaikan gagasan dengan baik dalam pembelajaran. Berdasarkan wawancara penulis dengan salah satu guru di Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal yaitu Ibu Muchayatun, ketika siswa kurang aktif dalam menyampaikan gagasan baik dalam pembelajaran maupun dalam berkelompok, siswa tersebut akan lebih sering ditanya oleh guru untuk meningkatkan keaktifan siswa. Sehingga indikator ini bisa dilihat bahwa siswa SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal memiliki kecakapan dalam menyampaikan gagasan dalam proses pembelajaran.
Indikator yang memiliki nilai indeks paling rendah adalah “kesadaran situasional atau sosial” sebesar 65,46%. Siswa kurang memiliki kesadaran sosial di lingkungan sekolah. Hal ini dibenarkan oleh guru, bahwa siswa kurang mampu
bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, siswa yang pintar cenderung lebih dominan dalam kelompok, sehingga kurang terjalin kerja sama yang baik. Ada beberapa siswa yang kurang memiliki simpati dan cenderung mementingkan diri sendiri dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena siswa belum mengenal sedetail dengan adanya kesadaran sosial.
Walaupun siswa memiliki kemampuan dalam menyampaikan gagasannya dengan baik, namun siswa kurang memiliki kesadaran situasional dan sosial. Hal tersebut dikarenakan perkembangan emosi dan sosial siswa masih kurang terkontrol dengan baik, sehingga siswa kurang memahami bagaimana seharusnya bersikap dengan teman sebaya maupun guru di lingkungan sekolah. Guru harus lebih menekankan penanaman moral dan sikap empati pada siswa dalam proses pembelajaran supaya siswa lebih memiliki kepekaan sosial dan tidak saling membeda-bedakan apabila siswa lain memiliki kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda.
Selain menggunakan analisis indeks, penelitian ini juga menggunakan perhitungan statistik yang dibantu dengan program Statistical Product and Service
Solution (SPSS) versi 22. Berdasarkan analisis data yang telah dipaparkan,
ditemukan diperoleh persamaan regresi sederhana variabel keterampilan sosial (X1) terhadap hasil belajar (Y), yaitu Y’ = 33,854 + 0,547X. Persamaan tersebut memiliki arti yaitu, dengan konstanta sebesar 33,854 yang berarti apabila keterampilan sosial nilainya 0, maka hasil belajar nilainya 33,854. Koefisien regresi variabel keterampilan sosial sebesar 0,547 yang berarti apabila keterampilan sosial mengalami kenaikan 1, maka hasil belajar akan mengalami peningkatan 0,547. Koefisien bernilai positif, artinya terdapat hubungan yang positif antara keterampilan sosial dengan hasil belajar.
Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi sederhana, nilai korelasi sederhana variabel keterampilan sosial sebesar 0,408 dan nilai signifikansi sebesar 0,000, maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara variabel keterampilan sosial dengan hasil belajar IPS. Dengan nilai korelasi sederhana sebesar 0,408, dapat disimpulkan bahwa variabel keterampilan sosial dan hasil belajar IPS memiliki hubungan yang sedang, karena berdasarkan tabel interpretasi
koefisien korelasi pada tabel 4.13, nilai 0,408 berada diantara rentang 0,40 – 0,599 yang berarti memiliki tingkat hubungan yang sedang.
Selanjutnya pada analisis determinasi yang dapat dilihat pada kolom R
Square yang membuktikan bahwa keterampilan sosial dapat meningkatkan hasil
belajar IPS meskipun hanya memberikan pengaruh sebesar 16,6%. Hal ini dikarenakan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal tidak hanya dipengaruhi oleh keterampilan sosial saja, melainkan dipengaruhi juga oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. Jika siswa memiliki kecakapan dalam mengemukakan gagasan, keterampilan dalam berinteraksi dalam kelas, dan memiliki kepekaan sosial, maka hasil belajar yang diperoleh siswa akan meningkat. Hal tersebut sesuai dengan pedapat Muijs dan Reynolds (2008:203) yang menyatakan bahwa kurangnya keterampilan sosial siswa akan berdampak pada rendahnya prestasi akademik siswa tersebut, cenderung kesepian dan menampakkan self-esteem yang rendah, dan ada kemungkinan akan drop-out dari sekolah.
Pengaruh antara keterampilan sosial terhadap hasil belajar IPS dapat diketahui dengan melihat hasil uji regresi sederhana pada tabel 4.14. Berdasarkan kolom Sig. pada tabel Coefficients dapat dilihat bahwa nilai signifikansinya sebesar 0,000. Artinya, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H01 ditolak dan Ha1 diterima. Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai ttabel untuk uji dua sisi dengan dicari melalui
Microsoft Excel dengan cara mengetik pada cell kosong rumus =TINV(0.05,132),
sehingga diperoleh nilai ttabel sebesar 1,978. Dengan demikian nilai thitung ≥ ttabel
atau 5,147 > 1,978. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan sosial dengan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Sultan Agung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2019/2020.
Hasil penelitian tersebut juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wariani, Hayon, dan Bria (2017) dengan judul Hubungan Antara Keterampilan
2016 Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNWIRA Kupang. Hasil penelitian
ini menujukkan bahwa diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,52 artinya terdapat pengaruh signifikan keterampilan sosial terhadap hasil belajar, keterampilan sosial dapat membantu meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri dan membantu optimalisasi hasil belajar.