BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
4.3.5 Pengaruh Komite Audit terhadap Pengungkapan
diketahui bahwa komite audit (X5) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic (tabel 4.12) sebesar 3,163291. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,0029 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti bahwa komite audit berpengaruh positif secara parsial terhadap pengungkapan
sustainability report. Keberadaan komite audit membantu menjamin pengungkapan dan sistem pengendalian perusahaan agar dapat berjalan dengan baik. Semakin banyak dan berkualitas jumlah komite audit suatu perusahaan maka akan semakin mampu mendorong manajemen untuk melakukan praktik pengungkapan sustainability report sebagai media komunikasi perusahaan dengan stakeholder dalam rangka memperoleh legitimasi melalui pelaksanaan good corporate governance. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Aniktia dan Khafid (2015) yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Tetapi kondisi yang berbeda terjadi pada sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Khafid dan Mulyaningsih (2012) yang menyatakan bahwa variabel komite audit berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H5 (komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report) diterima.
4.3.6 Pengaruh Dewan Direksi terhadap Pengungkapan Sustainability Report
Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode data panel diatas diketahui bahwa dewan direksi (X6) memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic (tabel 4.12) sebesar –2,344211. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,0238 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti dewan direksi berpengaruh negatif secara parsial terhadap pengungkapan sustainability
report. Ditemukannya hubungan antara dewan direksi dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, dikarenakan adanya hubungan agensi yang memotivasi setiap individu untuk memperoleh sasaran yang harmonis dan menjaga kepentingan masing-masing antara agent dan principal. Hal ini memungkinkan pihak manajemen (direksi) lebih mementingkan kepentingan pemegang saham daripada tujuan perusahaan yang berdampak tidak maksimalnya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Jumlah anggota dewan direksi tidak menjamin terciptanya kualitas komunikasi yang baik dalam hal keterbukaan informasi yang secara teoritis akan meningkatkan keluasan pengungkapan informasi termasuk informasi mengenai sustainability report. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Ningsyh, dkk (2014) yang menyatakan bahwa dewan direksi berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H6 (dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report) ditolak.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, aktivitas perusahaan, ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka kesimpulan yang diperoleh yaitu:
1. Secara parsial, profitabilitas tidak memiliki pengaruh siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report.
2. Secara parsial, leverage tidak memiliki pengaruh siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report.
3. Secara parsial, aktivitas perusahaan memiliki pengaruh negatif siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang stabil cenderung menggangap tidak perlu melaporkan hal-hal yang menggangu informasi kesuksesan kinerja keuangannya termasuk informasi pertanggungjawaban sosial dan lingkungan. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Sari dan Marsono (2013).
4. Secara parsial, ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report.
5. Secara parsial, komite audit memiliki pengaruh positif siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Semakin banyak dan berkualitas jumlah
komite audit suatu perusahaan maka akan semakin mampu mendorong manajemen untuk melakukan praktik pengungkapan sustainability report sebagai media komunikasi perusahaan dengan stakeholder dalam rangka memperoleh legitimasi melalui pelaksanaan good corporate governance.
Penelitian ini konsisten dengan penelitian Aniktia dan Khafid (2015).
6. Secara parsial, dewan direksi memiliki pengaruh negatif siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Pihak manajemen (direksi) lebih mementingkan kepentingan pemegang saham daripada tujuan perusahaan yang berdampak tidak maksimalnya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaantermasuk pengungkapan sustainability report. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Ningsyh, dkk (2014).
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk para peneliti selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menggunakan seluruh perusahaan pertambangan yang ada di Indonesia sebagai populasi penelitian.
2. Variabel independen yang digunakan sebaiknya diperbanyak dan lebih bervariasi, selain variabel-variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling besar memberikan pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report.
DAFTAR PUSTAKA
Adhipradana, F Dan Daljono. 2014.Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, Dan Coporate Governance Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Diponegoro Jurnal Of Accounting. Vol.3 No.1, 1-12 Ananingsih, Puji. 2007. Analisis Rasio Likuiditas Dan Rasio Aktivitas Terhadap
Rentabilitas Ekonomi Pada Koperasi Republik Indonesia. Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang
Aniktia, Ria Dan Muhammad Khafid. 2015. Pengaruh Mekaniseme Good Corporate Governance Dan Kinerja Keuangan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Jurnal Akuntansi. Vol.4 No.3.
Ariyani, A. Pravita, Oct. Digdo Hartomo. 2018. Analysis Of Key Factors Affecting The Reporting Disclosure Indexes Of Sustainability Reporting In Indonesia. International Journal Of Business, Economics And Law, Vol. 16.
Bapepam. 2000. Surat Edaran Bapepam. No.Se-03/Pm/2000 Tentang Komite Audit.
Bhatia, A Dan Tuli, S. 2017. Corporate Attributes Affecting Sustainability Reporting: In Indian Perspective. Jurnal Of Low And Management, Vol 59.
Brigham, Eugene F Dan Joul F. Houston. 2010. Fundamentals Of Financial Management, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Buku 1 Edisi 11, Salemba Empat. Jakarta.
CGA-Canada Research Foundation. 2005. Measuring up : A study on Corporate Sustainability Reporting in Canada. By the Certified General Accountants Association of Canada.
Dilling, Petra.F.A. 2010. Sustainability Report In A Global Context: What Are The Characteristics Of Corporations That Provide High Quqlity Sustainability Report- An Emperical Analysis. International Businees And Economic Research Jurnal, Vol. 9 No. 1,19-30.
Ernst & Young Global Limited. 2013. Value Of Sustainability Reporting. A Study By Ernst & Young Llp And The Boston College Center For Corporate Citizenship.
Fahmi, Irham. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Alfabeta, Bandung.
Fitri, A. Annur Dan Willy Yuliandari. 2018. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. E-Proceeding Of Management, Vol.5, No.2
Ghozali, I, 2013. Analisis Multivariat Dan Ekonometrika: Teori, Konsep, Dan Aplikasi Dengan Eviews 8. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
________, Imam dan Anis Chariri. 2007. Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Global Reporting, Index 2017. Database Sustainability Report.
www.globalreporting.org (10 November 2019).
Hanafi, M.M Dan Halim, A. (2014). Analisis Laporan Keuangan Edisi 4. Stevens
& Sons Limited.
Husnan, Suad Dan Enny Pudjiastuti. 2015. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan.
STIM YPKN. Yogyakarta.
Irawan, Dhani. 2015. Bareskrim Tetapkan Nina Nurlina Tersangka Kasus Csr Pertamina Foundation. news.detik.com (27 Desember 2019)
Khafid, M dan Mulyaningsih. (2012). Kontribusi Katrakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Publikasi Sustainability Report.
JurnalEkonomi Dan Keuangan, Vol. 19 No.3, September 2015: 340-359.
Kuhlman, Tom. 2010.What Is Sustainability ?.Journal. http//www.mdpi.com. (9 Januari 2020).
Komite Nasional Kebijakan Governance, 2006. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Jakarta
Ningsyh, C. Octavia, Yeasy Darmayanti, Dan Popi Fauziati. 2014. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Otoritas Jasa Keuangan. 2017. Infografis Lembaga Jasa Keuangan Dan Emiten Penerbit Sustainability Report. www.ojk.go.id (9 November 2019)
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51 Tahun 2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi Dan Pasca Tambang.
Ratnasari, Yunita Dan Prastiwi. (2011). Pengaruh Corporate Governance Terhadap Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Di Dalam Sustainability Report. Diponegoro Journal Of Accounting.
Sari, M. Putri Dan Marsono (2013). Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Diponegoro Jurnal Of Acounting. Vol.2 No.3.
Solihin, Ismail. 2009. Corporate Social Responsibility From Charity To Sustainability. Salemba Empat. Jakarta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Suhendri. 2012. 70 Persen Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang.
https://bangka.tribunnews.com/ (25 Desember 2019)
Suryono, Hari Dan Prastiwi, Andri, Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Praktik Pengungkapan Sustainability Report. Simposium Nasional Akuntansi XIV Aceh 2011.
Tarigan, S Dan Semuel, H. (2014). Pengungkapan Sustainability Report Dan Kinerja Keuangan. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan. Vol.16 No. 2, 88-101.
Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
www.idx.co.id (5 Jauari 2020)
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1
Daftar Sampel Penelitian
No Kode Nama Perusahaan
1 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk
2 BUMI Bumi Resources Tbk
3 ELSA Einusa Tbk
4 INCO Vale Indonesia Tbk
5 INDY Indika Energy Tbk
6 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk
7 MEDCO Medco Energy International Tbk
8 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
9 PTRO Petrosea Tbk
10 TINS Timah (Persero) Tbk
Lampiran 2
Indikator Pengungkapan Sustainability Report Berdasarkan GRI G4
KATEGORI EKONOMI
Kinerja Ekonomi
EC 1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan EC 2 Implikasi finansial dan risiko serta peluang
EC 3 Cakupan kewajiban organisasi atau program imbalan pasti EC 4 Bantuan financial yang diterima dari pemerintah
Keberadaan Pasar
EC 5 Rasio upah standar pegawai pemula menurut gender dibandingkan dengan upah minimum regional dilokasi-lokaSI operasional yang sifnifikan
EC 6 Perbandingan manajemen senior yang dipekerjakan dari masyarakat lokasi di lokasi operasi yang signifikan Dampak Ekonomi
Tidak Langsung
EC 7 Pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur dan jasa yang diberikan
EC 8 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk besarnya dampak
Praktik Pengadaan EC 9 Perbandingan pembelian dari pemasok lokal di lokasi operasional yang signifikan
KATEGORI LINGKUNGAN
Bahan
EN 1 Bahan yang digunakan berdasarkan berat atau volume EN 2 Persentase bahan yang digunakan yang merupakan bahan
input daur ulang
Energi
EN 3 Konsumsi energi dalam organisasi EN 4 Konsumsi energi di luar organisasi EN 5 Intensitas energi
EN 6 Pengurangan konsumsi energi
EN 7 Pengurangan kebutuhan energi pada produk dan jasa
Air
EN 8 Total pengambilan air berdasarkan sumber
EN 9 Sumber air yang secara signifikan dipengaruhi oleh
Lokasi-lokasi operasional yang dimiliki, disewa, dikelola di dalam, atau yang berdekatan dengan, kawasan lindung dan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan lindung
EN 12
Uraian dampak signifikan kegiatan, produk, dan jasa terhadap keanekaragaman
hayati
EN 13 Habitat yang dilindungi dan dipulihkan EN 14
Jumlah total spesies dalam iucn red list dan spesies dalam daftar spesies yang dilindungi nasional dengan habitat di tempat yang dipengaruhi operasional
Emisi
EN 15 Emisi gas rumah kaca (grk) langsung
EN 16 Emisi gas rumah kaca (grk) energi tidak langsung EN 17 Emisi gas rumah kaca (grk) tidak langsung lainnya EN 18 Intensitas emisi gas rumah kaca
EN 19 Pengurangan emisi gas rumah kaca
EN 20 Emisi bahan perusak ozon
EN 21 Nox, sox, dan emisi udara signifikan lainnya
Efluen Dan Limbah
EN 22 Total air yang dibuang berdasarkan kualitas dan tujuan EN 23 Bobot total limbah berdasarkan jenis dan metode
pembuangan
EN 24 Jumlah dan volume total tumpahan signifikan
EN 25 Bobot limbah yang dianggap berbahaya menurut ketentuan konvensi basel2
EN 26
Identitas, ukuran, status lindung, dan nilai keanekaragaman hayati dari badan air
Produk Dan Jasa
EN 27 Tingkat mitigasi dampak terhadap dampak lingungan produk dan jasa
EN 28 Persentase produk yang terjual dan kemasannya yang direklamasi menurut kategori
Kepatuhan EN 29
Nilai moneter denda signifikan dan jumlah total sanksi non-moneter karena ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan lingkungan
Transortasi EN 30
Dampak lingkungan signifikan dari pengangkutan produk dan barang lain serta
bahan untuk operasional organisasi, dan pengangkutan tenaga kerja
Lain-Lain EN 31 Total pengeluaran dan investasi perlindungan lingkungan berdasarkan jenis
Asmen Pemasok Dan Lingkungan
EN 32 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria lingkungan
EN 33 Dampak lingkungan negatif signifikan aktual dan potensial dalam rantai pasokan
Mekanisme Pengaduan Masalah
Lingkungan
EN 34
Jumlah pengaduan tentang dampak lingkungan yang diajukan, ditangani, dan
diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi KATEGORI SOSIAL
SUB KATEGORI : PRAKTEK KETENAGAKERJAAN DAN KENYAMANAN PEKERJA
Kepegawaian
LA 1 Jumlah total dan tingkat perekrutan karyawan baru dan turnover karyawan
menurut kelompok umur, gender, dan wilayah LA 2 Tunjangan yang diberikan bagi karyawan purnawaktu LA 3 Tingkat kembali bekerja dan tingkat retensi setelah cuti
melahirkan Hubungan
Industrial
LA 4 Jangka waktu minimum pemberitahuan mengenai perubahan operasional, termasuk
Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
LA 5 Persentase total tenaga kerja yang diwakili dalam komite bersama Kesehatan dan keselamatan kerja
LA 6 Jenis dan tingkat cedera, penyakit akibat kerja, hari hilang, dan kemangkiran, serta
jumlah total kematian akibat kerja, menurut daerah dan gender
LA 7 Pekerja yang sering terkena atau berisiko tinggi terkena penyakit yang terkait
LA 8 Topik kesehatan dan keselamatan yang tercakup dalam
LA 10 Program untuk manajemen keterampilan dan pembelajaran seumur hidup
LA 11 Persentase karyawan yang menerima reviu kinerja dan pengembangan karier
Keberagaman Dan Kesehatan Peluang
LA 12 Komposisi badan tata kelola dan pembagian karyawan per kategori karyawan
Kesetaraan Remunerasi Perempuan Dan
Laki-Laki
LA 13 Rasio gaji pokok dan remunerasi bagi perempuan terhadap laki-laki
Asmen Pemasok Terkait Praktik Ketenagakerjaan
LA 14 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria praktik ketenagakerjaan
LA 15 Dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap praktik ketenagakerjaan dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil
LA 16 Jumlah pengaduan tentang praktik ketenagakerjaan yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi
SUB-KATEGORI : HAK ASASI MANUSIA
Investasi
HR 1 Jumlah total dan persentase perjanjian dan kontrak investasi yang signifikan yang
menyertakan klausul terkait hak asasi manusia atau penapisan berdasarkan hak
asasi manusia Tabel Berlanjut
Lanjutan
HR 2 Jumlah waktu pelatihan karyawan tentang kebijakan atau prosedur hak asasi manusia
Non Diskriminasi HR 3 Jumlah total insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang diambil
Kebebasan Berserikat Dan Perjanjian Kerja
Bersama
HR 4 Operasi dan pemasok teridentifikasi yang mungkin melanggar atau berisiko tinggi
Pekerja Anak
HR 5 Operasi dan pemasok yang diidentifikasi berisiko tinggi melakukan eksploitasi
pekerja anak Pekerja Paksa Atau
Wajib Kerja
HR 6 Operasi dan pemasok yang diidentifikasi berisiko tinggi melakukan pekerja paksa
atau wajib kerja Praktik
Pengamanan
HR 7 Persentase petugas pengamanan yang dilatih dalam kebijakan atau prosedur hak
asasi manusia di organisasi yang relevan dengan operasi Hak Adat
HR 8 Jumlah total insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat dan
tindakan yang diambil Asmen
HR 9 Jumlah total dan persentase operasi yang telah melakukan reviu atau asesmen
dampak hak asasi manusia
Asmen Pemasok Atas Hak Asasi
Masnusia
HR 10 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria hak asasi manusia
ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan formal
SUB KATEGORI : MASYARAKAT
Masyarakat Lokal
SO 1 Persentase operasi dengan pelibatan masyarakat lokal, asesmen dampak, dan
program pengembangan yang diterapkan
SO 2 Operasi dengan dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap
masyarakat lokal
Anti Korupsi
SO 3 Jumlah total dan persentase operasi yang dinilai terhadap risiko terkait dengan korupsi dan risiko signifikan yang teridentifikasi
SO 4 Komunikasi dan pelatihan mengenai kebijakan dan prosedur anti-korupsi
SO 5 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil Kebijakan Publik SO 6 Nilai total kontribusi politik berdasarkan negara dan
penerima/penerima manfaat Anti Persaingan
SO 7 Jumlah total tindakan hukum terkait anti persaingan, anti-trust, serta praktik
monopoli dan hasilnya Kepatuhan
SO 8 Nilai moneter denda yang signifikan dan jumlah total sanksi non-moneter atas
ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan Asmen Pemasok
Atas Dampak Terhadap Masyarakat
SO 9 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria dampak terhadap masyarakat
SO 10 Dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap masyarakat dalam
rantai pasokan dan tindakan yang diambil Mekanisme
Pengaduan Terhadap Dampak
Masyarakat
SO 11 Jumlah pengaduan tentang dampak terhadap masyarakat yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi
SUB KATEGORI : TANGGGUGNJAWAB ATAS PRODUK
Kesehatan Dan Keselamatan
Pelanggan
PR 1 Persentase kategori produk dan jasa yang signifikan yang dampaknya terhadap
kesehatan dan keselamatan yang dinilai untuk peningkatan PR 2 Total jumlah insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan
dan koda sukarela terkait dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa sepanjang daur hidup,
Pelabelan Produk Dan Jasa
PR 3 Jenis informasi produk dan jasa yang diharuskan oleh prosedur organisasi
PR 4 Jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan koda sukarela
PR 5 Hasil survei untuk mengukur kepuasan pelanggan
Komunikasi Pemasaran
PR 6 Penjualan produk yang dilarang atau disengketakan PR 7 Jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan
dan koda sukarela
tentang komunikasi pemasaran, termasuk iklan, promosi, dan sponsor
Privasi Pelanggan
PR 8 Jumlah total keluhan yang terbukti terkait dengan pelanggaran privasi pelanggan
dan hilangnya data pelanggan
Kepatuhan
PR 9 Nilai moneter denda yang signifikan atas ketidakpatuhan terhadap undang-undang
dan peraturan terkait penyediaan dan penggunaan produk dan jasa
LAMPIRAN 3
Data Variabel Dependen – Pengungkapan Sustainability Report
N
35 EN26 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0
74 SO3 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
17 EN 8 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1
56 LA13 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0
N
38 EN29 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0
77 SO6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
20 EN 11 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1
59 LA16 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
N
38 EN29 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1
77 SO6 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0
78 SO7 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0
79 SO8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
80 SO9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
81 SO10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
82 SO11 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
83 PR1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
84 PR2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
85 PR3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
86 PR4 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0
87 PR5 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0
88 PR6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
89 PR7 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0
90 PR8 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1
91 PR9 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0
SKOR 16 14 25 27 27 19 50 58 45 41
SRDI 0,175 0,153 0,274 0,296 0,29 0,208 0,54 0,637 0,494 0,45
LAMPIRAN 4
Data Variabel Independen – Profitabilitas
NO KODE 2014 2015 2016 2017 2018
1 ANTM -0,0338 -0,0475 0,0022 0,0045 0,0263
2 BUMI -0,0974 -0,6439 0,0388 0,0612 0,0405
3 ELSA 0,0985 0,0853 0,0761 0,0491 0,0509
4 INCO 0,0738 0,0221 0,0009 -0,0070 0,0275
5 INDY -0,0134 -0,0357 -0,0572 0,0885 0,0268
6 ITMG 0,1534 0,0536 0,1080 0,1860 0,1794
7 MEDCO 0,0033 -0,0640 0,0520 0,0255 -0,0054
8 PTBA 0,1254 0,1206 0,1090 0,2068 0,2119
9 PTRO 0,0050 -0,0298 -0,0191 0,0262 0,0417
10 TINS 0,0684 0,0109 0,0264 0,0423 0,0351
LAMPIRAN 5
Data Variabel Independen –Leverage
NO KODE 2014 2015 2016 2017 2018
1 ANTM 0,8261 0,6573 0,6287 0,6232 0,6873
2 BUMI -7,1740 -2,1685 -2,1140 11,9090 6,7575
3 ELSA 0,6437 0,6726 0,4563 0,5909 0,7142
4 INCO 0,3074 0,2482 0,2131 0,2007 0,1692
5 INDY 1,5060 1,5861 1,4589 2,2607 2,2559
6 ITMG 0,4814 0,4120 0,3332 0,4180 0,4877
7 MEDCO 2,0293 3,1704 3,0493 2,6793 2,7862
8 PTBA 0,7432 0,8190 0,7604 0,5933 0,4858
9 PTRO 1,4331 1,3860 1,3120 1,4053 1,9069
10 TINS 1,1876 0,7277 0,6889 0,9593 1,3180
LAMPIRAN 6
Data Variabel Independen – Aktivitas Perusahaan
NO KODE 2014 2015 2016 2017 2018
1 ANTM 5,3469 0,0060 6,5587 10,0602 12,4480
2 BUMI 9,7466 1,3991 0,0000 0,5674 23,0957
3 ELSA 36,7602 29,5201 27,7370 51,5914 39,6539
4 INCO 7,4528 7,5889 4,5005 5,3458 5,8955
5 INDY 81,6038 113,6848 86,9857 14,3766 40,5428
6 ITMG 12,9633 13,5416 22,0596 15,5460 18,6119
7 MEDCO 19,0945 14,3576 8,5410 10,4108 19,5491
8 PTBA 12,6558 11,1368 12,7542 16,8433 13,6461
9 PTRO 69,4270 46,8374 42,0929 35,6814 51,5372
10 TINS 2,1782 2,2157 2,4335 3,0838 2,2512
LAMPIRAN 7
Data Variabel Independen – Ukuran Perusahaan
NO KODE 2014 2015 2016 2017 2018
1 ANTM 30,7241 31,0440 31,0316 31,0327 31,1368
2 BUMI 32,0238 31,4774 31,3611 31,5380 31,6666
3 ELSA 29,0769 29,1143 29,0639 29,2111 29,3640
4 INCO 30,9996 31,0835 31,0289 31,0120 31,0934
5 INDY 30,9806 31,0210 30,8291 31,5214 31,6040
6 ITMG 30,4199 30,4195 30,4194 30,5371 30,6704
7 MEDCO 31,1461 31,3234 31,5091 31,8717 31,9625
8 PTBA 30,3265 30,4580 30,5529 30,7215 30,8163
9 PTRO 29,3921 29,4005 29,2961 29,4024 29,7161
10 TINS 29,9085 29,8588 29,8874 30,1056 30,3469
LAMPIRAN 8
Data Variabel Independen – Komite Audit
NO KODE 2014 2015 2016 2017 2018
1 ANTM 4 4 4 4 4
2 BUMI 3 3 3 4 4
3 ELSA 4 4 3 3 3
4 INCO 5 3 4 4 4
5 INDY 3 3 3 3 3
6 ITMG 3 3 3 3 4
7 MEDCO 3 3 3 3 3
8 PTBA 4 4 3 4 4
9 PTRO 3 3 3 2 3
10 TINS 3 4 4 4 3
LAMPIRAN 9
Data Variabel Independen – Dewan Direksi
NO KODE 2014 2015 2016 2017 2018
1 ANTM 6 6 6 6 6
2 BUMI 6 5 4 7 8
3 ELSA 5 5 5 5 5
4 INCO 4 4 4 4 4
5 INDY 7 7 3 3 3
6 ITMG 5 6 7 8 8
7 MEDCO 4 5 5 5 5
8 PTBA 6 6 6 6 6
9 PTRO 5 6 5 3 3
10 TINS 6 6 4 5 5
LAMPIRAN 10 Hasil Output Eviews 11
Statistik Deskriptif
Y X1 X2 X3 X4 X5 X6
Mean 0.372563 0.030187 1.109796 22.29257 30.60980 3.420000 5.280000 Median 0.324176 0.031311 0.720977 13.59388 30.77016 3.000000 5.000000 Maximum 1.000000 0.211853 11.90898 113.6848 32.02382 5.000000 8.000000 Minimum 0.054945 -0.643872 -7.173955 0.195642 29.06395 2.000000 3.000000 Std. Dev. 0.239434 0.118802 2.331381 24.41271 0.831250 0.574634 1.294257
Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests
Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 1.469932 (9,34) 0.1988
Cross-section Chi-square 16.432786 9 0.0584
Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test
Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 11.844264 6 0.0655
Hasil Uji Lagrange Multipler Lagrange Multiplier Tests for Random Effects
Null hypotheses: No effects
Alternative hypotheses: Two-sided (Breusch-Pagan) and one-sided (all others) alternatives
Test Hypothesis
Cross-section Time Both
Breusch-Pagan 0.612403 8.492410 9.104813
(0.4339) (0.0036) (0.0025)
Hasil Uji Normalitas
Obs*R-squared 0.958464 Prob. Chi-Square(6) 0.9871
Scaled explained SS 1.046602 Prob. Chi-Square(6) 0.9838
Hasil Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags
F-statistic 3.394214 Prob. F(2,41) 0.0432
Obs*R-squared 7.102586 Prob. Chi-Square(2) 0.0287
Common Effect Model (CEM)
Total panel (balanced) observations: 50
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.528395 1.102400 0.479313 0.6341
Mean dependent var 0.372563 Adjusted R-squared 0.377281 S.D. dependent var 0.239434 S.E. of regression 0.188944 Akaike info criterion -0.365557 Sum squared resid 1.535089
Schwarz criterion -0.097874 Log likelihood 16.13893
Hannan-Quinn criter. -0.263622 F-statistic 5.947858
Durbin-Watson stat 1.818650 Prob(F-statistic) 0.000138
Fixed Effect Model (FEM)
Total panel (balanced) observations: 50
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 6.095768 4.393975 1.387301 0.1744
Root MSE 0.148667 R-squared 0.606603 Mean dependent var 0.372563 Adjusted R-squared 0.433045 S.D. dependent var 0.239434 S.E. of regression 0.180285 Akaike info criterion -0.334213 Sum squared resid 1.105097
Schwarz criterion 0.277634 Log likelihood 24.35533
Hannan-Quinn criter. -0.101218 F-statistic 3.495110
Durbin-Watson stat 2.271765 Prob(F-statistic) 0.001222
Random Effect Model (REM) Dependent Variable: Y
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 08/11/20 Time: 23:30
Sample: 2014 2018 Periods included: 5 Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.528395 1.051883 0.502332 0.6180
Cross-section random 0.000000 0.0000
Idiosyncratic random 0.180285 1.0000
Weighted Statistics
Root MSE 0.175219 R-squared 0.453532
Mean dependent var 0.372563 Adjusted R-squared 0.377281 S.D. dependent var 0.239434 S.E. of regression 0.188944
Sum squared resid 1.535089 F-statistic 5.947858
Durbin-Watson stat 1.818650 Prob(F-statistic) 0.000138