• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

4.2.1 Pengaruh Kompetensi Pedagogik terhadap Hasil Belajar

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kompetensi pedagogik terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Tahapan pada analisis pengaruh ini yaitu menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana. Berdasarkan analisis data, diperoleh jawaban atas permasalahan dalam penelitian

yaitu kompetensi pedagogik guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.

Penelitian ini dilakukan untuk memeroleh data tentang variabel kompetensi pedagogik guru melalui instrumen angket yang diberikan kepada responden. Data penelitian yang sudah terkumpul kemudian ditabulasikan skornya menggunakan program Microsoft Excel. Kemudian peneliti menganalisis jawaban responden yang diambil dari angket menggunakan analisis indeks. Ferdinand (2014:277) menjelaskan bahwa teknik analisis indeks bertujuan untuk menggambarkan presepsi responden atas item-item pernyataan yang diajukan dalam penelitian.

Berdasarkan hasil analisis korelasi sederhana (R) diperoleh koefisien sebesar 0,638 dengan perolehan nilai bahwa rhitung ≥ rtabel (0,638 ≥ 0,150), sehingga H0 ditolak. Nilai korelasi tersebut terletak diantara rentang 0,60 – 0,799, hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa. Kompetensi pedagogik guru dan hasil belajar siswa memiliki korelasi yang positif. Koefisien korelasi yang bernilai positif menunjukkan adanya hubungan yang positif antara kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar siswa. Semakin baik kompetensi yang dimiliki dan dikuasai oleh guru maka akan semakin baik pula hasil belajar siswa. Hal tersebut juga berlaku untuk sebaliknya, apabila kompetensi pedagogik yang dimiliki guru kurang maka akan berpengaruh terhadap menurunnya hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Susanto (2019:108) yang menyatakan bahwa kepiawaian dan kewibawaan guru sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran siswa di dalam kelas maupun di luar lingkungan sekolah. Penguasaan materi yang diajarkan, metode pembelajaran, serta kemampuan pengelolaan pembelajaran merupakan bagian dari kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh seorang guru. Majid (2014:189) menyatakan bahwa guru harus mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki, baik dalam penguasaan materi maupun keterampilan dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Suasana pembelajaran yang kondusif akan membuat siswa memahami materi pembelajaran atau hal apa yang diajarkan oleh guru.

Kedua teori tersebut memperkuat hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi pedagogik terhadap hasil belajar siswa dimana kompetensi pedagogik guru merupakan faktor eksternal yang memengaruhi hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian Nurjannah (2018) mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengemukakan terdapat pengaruh positif antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru matematika terhadap prestasi belajar siswa kela V MI Darul Huda.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai indeks variabel kompetensi pedagogik guru sebesar 84,94%. Nilai indeks 84,94% ditinjau dari kriteria Three

Box Method berada pada rentang 75,01-100,00 termasuk dalam kategori tinggi.

Kategori yang tinggi menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi tinggi pada item pernyataan variabel kompetensi pedagogik. Hal ini dikarenakan siswa memiliki persepsi yang tinggi terhadap kompetensi pedagogik berdasarkan pengalaman ketika diajar oleh guru.

Indikator kompetensi pedagogik yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pendapat Irwantoro & Suryana (2016:4) yaitu: (1) menguasai karakteristik peserta didik, (2) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (3) pengembangan kurikulum, (4) kegiatan pembelajaran yang mendidik, (5) pengembangan potensi peserta didik, (6) komunikasi dengan peserta didik, dan (7) penilaian dan evaluasi. Persentase indikator yang paling dominan dari 7 indikator tersebut yaitu terdapat pada indikator “menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik” dengan nilai indeks sebesar 87,48%. Hal ini menunjukkan bahwa guru kelas V memiliki penguasaan teori dan prinsip belajar yang baik sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa.

Penguasaan teori dan prinsip pembelajaran yang mendidik dilakukan dengan guru menerapkan pendekatan, metode, maupun model pembelajaran tematik yang disesuaikan dengan silabus maupun pemahaman siswa sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Pembelajaran yang diterapkan oleh guru kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes menekankan pada kebutuhan sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Hal

tersebut menimbulkan sifat pembelajaran yang mendidik dan bermakna bagi siswa. Siswa dapat memahami materi ajar dikarenakan guru mampu menerapkan model maupun metode pembelajaran yang baik sehingga terciptanya pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Hal tersebut berdampak pada tingginya persepsi siswa terhadap kemampuan guru pada indikator “menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik”.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai indeks indikator variabel kompetensi pedagogik terendah terletak pada indikator “pengembangan potensi peserta didik” dengan nilai indeks sebesar 81,18%. Indikator tersebut walaupun menjadi indikator dengan nilai indeks terendah, namun apabila nilai indeksnya diklasifikasikan ke dalam Three Box Method maka nilai indeks indikator ini masih dalam kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes memiliki persepsi bahwa guru kurang mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap siswa.

Pengembangan potensi peserta didik oleh guru dinilai kurang dalam kegiatan pembelajaran siswa. Hal tersebut terbukti dari nilai indeks persepsi siswa pada item pernyataan “guru mengabaikan keterampilan yang dimiliki siswa” hanya sebesar 78,65%. Berdasarkan hasil tersebut kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan potensi, bakat, maupun minat yang dimiliki setiap siswa, akan membuat siswa kurang memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Irwantoro & Suryana (2016:299) menyatakan guru harus mempunyai pengetahuan yang memadai dalam pengembangan potensi siswa dan motivasi yang tinggi untuk mengaplikasikan pengetahuannya dalam tindakan yang nyata pada siswa. Berdasarkan uraian tersebut, pengembangan potensi siswa menjadi salah satu komponen kompetensi guru yang harus dikuasai. Kurangnya pengetahuan guru dalam pengembangan potensi siswa maka akan berdampak pada proses perkembangan belajar siswa.

Besarnya rata-rata nilai PTS semester genap muatan pelajaran tematik siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes bernilai 72,90. Hal ini dipengaruhi oleh variabel kompetensi pedagogik terhadap hasil belajar yang cukup besar. Analisis penghitungan koefisien determinasi pada

kolom R Square membuktikan variabel kompetensi pedagogik guru terhadap variabel hasil belajar dapat dibaca pada Tabel 4.16. Berdasarkan tabel tersebut, nilai koefisien determinasi variabel kompetensi pedagogik dengan hasil belajar sebesar 0,408. Nilai koefisien determinasi kemudian dikali dengan 100% dan hasilnya yaitu 40,8%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar sebesar 40,8% sisanya 59,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel kompetensi pedagogik. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan (2015) mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa SMP Negeri 5 Blitar yaitu sebesar 97% dan selebihnya 3% yang dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian tersebut.

Kompetensi pedagogik guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Pernyataan tersebut dibuktikan dari hasil penghitungan analisis regresi sederhana dengan perolehan thitung > ttabel (10,784 > 1,974), maka diputuskan Ha1 diterima. Berdasarkan hasil penghitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan “Terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes” terbukti atau Ha1

diterima. Apabila kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh guru meningkat maka akan berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar siswa.

Hal tersebut membuktikan bahwa melaui peningkatan kualitas kompetensi pedagogik guru dapat memengaruhi hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Irwantoro & Suryana (2016:3) menyatakan bahwa kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkaitan dengan penguasaan teoritis dan proses aplikasinya dalam pembelajaran di kelas, sehingga kemampuan tersebut sangat menentukan keberhasilan guru saat dalam proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa.