Pada tahap growth perusahaan telah mendapatkan sejumlah pendanaan sehingga kesempatan untuk tumbuh perusahan telah dimulai dalam bentuk investasi sehingga aktiva (asset in place) lebih banyak daripada tahap start-up. Selain itu perusahaan sudah mulai memperoleh pangsa pasar dan pendapatan mulai meningkat. Perusahaan pada tahap growth masih memiliki kesempatan tumbuh yang besar dan prospek untuk terus menghasilkan laba yang besar di masa depan sehingga diharapkan harga saham tinggi. Laba diharapkan berhubungan positif dengan harga saham. Hal ini didukung oleh Atmini (2001) yang menemukan bahwa besarnya laba berpengaruh signifikan dan berhubungan positif dengan nilai pasar equitas.
Jika laba akuntansi suatu perusahaan menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, maka investor akan tertarik untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut, dengan demikian harga saham yang dimiliki oleh perusahaan akan semakin meningkat, sehingga return saham akan meningkat pula (Henry Simamora,2000). Laba akuntansi memiliki pengaruh terhadap harga saham (Brown & Hancock, 1977). Semakin besar laba suatu perusahaan, maka kecenderungan yang ada adalah semakin tinggi harga saham . Hal ini terjadi karena laba perusahaan pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan dan meningkatkan kekayaan pemegang saham dalam bentuk naiknya harga saham.
Penelitian Jimmy Andi Saksono (2000) menunjukkan adanya respon positif dari investor yang ditunjukkan dengan adanya return saham yang signifikan terhadap adanya perubahan laba yang semakin meningkat.
25
Abdul Rahman (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa pengumuman arus kas operasi dan laba akuntansi kurang berpengaruh terhadap tingkat keuntungan saham dan likuiditas saham. Namun pengaruh arus kas operasi dan laba akuntansi terhadap tingkat keuntungan saham lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh arus kas operasi dan laba akuntansi terhadap likuiditas saham. Januar Eko Prasetio dan Sutoyo (2003) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa variabel laba akuntansi yang berinteraksi dengan total arus kas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham dan volume perdagangan saham. Variabel laba akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham tetapi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dengan volume perdagangan saham.
2.7.1. Pengaruh Aliran Kas Operasi Terhadap Harga Saham
Menurut IFRS (International Financial Reporting Standards), jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indicator yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi barutanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Penghasil utama arus kas dari aktivitas operasi berasal dari pendapatan perusahaan, yaitu dari transaksi penjualan dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih.
Aktivitas operasi diharapkan semakin besar ketika pada tahap mature karena pangsa pasar perusahaan relatif sangat tinggi. aktivitas operasi yang positif ini mencerminkan realitas ekonomi perusahaan yang baik sehingga harga saham
diharapkan tinggi. aktivitas operasi diharapkan berhubungan positif dengan harga saham. Hal ini sesuai dengan temuan Black (1998) yang memperoleh bukti bahwa aliran kas operasi berhubungan positif dengan nilai pasar equitas.
Penelitian dari Triyono dan Jogiyanto (2000) menguji apakah total arus kas mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya denga harga dan return saham. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara total arus kas dengan harga dan return saham. Sedangkan menurut Gunawan (2000) total arus kas berpengaruh secara signifikan dengan harga saham. Hasil penelitian yang senada juga dikemukakan oleh Zahroh Naimah (2000) yang melakukan pengujian terhadap 53 perusahaan yang go public di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1997 – 1998 yang menyatakan bahwa total arus kas berpengaruh secara signifikan dengan harga saham.
2.7.2. Pengaruh Aliran Kas Investasi Terhadap Harga Saham
Meurut IFRS (International Financial Reporting Standards) jumlah arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan sumber daya untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas msa depan. Pembelian dan penjualan aktiva tetap juga termasuk dalam aktivitas investasi, sehingga dari aktivitas tersebut kemungkinan juga mmungkin bisa mempengaruhi harga saham.
IFRS (International Financial Reporting Standards) pengungkapan arus kas dari aktivitas pendanaan berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Arus kas masuk dari aktivitas pendanaan biasanya berasal dari penerbitan sekuritas, yaitu saham dan obligasi.
27
Penelitian dari Triyono dan Jogiyanto (2000) menguji apakah total arus kas mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya denga harga dan return saham. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara total arus kas dengan harga dan return saham. Sedangkan menurut Gunawan (2000) total arus kas berpengaruh secara signifikan dengan harga saham. Hasil penelitian yang senada juga dikemukakan oleh Zahroh Naimah (2000) yang melakukan pengujian terhadap 53 perusahaan yang go public di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1997 – 1998 yang menyatakan bahwa total arus kas berpengaruh secara signifikan dengan harga saham.
2.8.3. Pengaruh Aliran Kas Pendanaan Terhadap Harga Saham
Kebutuhan dana ini masih terus berlangsung saat perusahaan berada pada tahap growth. Pada tahap ini tingkat pembayaran dividen perusahaan masih rendah karena kas masih difokuskan untuk keperluan pendanaan. AKP positif ini mencerminkan perusahaan memiliki kesempatan untuk tumbuh sehingga diharapkan harga saham tinggi. AKP diharapkan berhubungan positif dengan harga saham. Hal ini sesuai dengan temuan Black (1998) dan kemudian Atmini (2001) yang menyatakan bahwa aliran kas pendanaan berhubungan positif dengan nilai pasar ekuitas.
Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi ekuitas dan pinjaman perusahaan. Arus kas pendanaan berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Miller dan Rock (1985) dalam Ninna Daniati (2006) dengan signaling theory menjelaskan bahwa pasar akan bereaksi negatif
Laba Akuntansi (X1)
Arus Kas dari Aktivitas Operasi (X2)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi (X3)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (X4)
Harga Saham (Y)
Regresi Linier Berganda
terhadap pengumuman pendanaan dari kas karena akan berpengaruh terhadap arus kas dari operasi yang lebih rendah untuk masa yang akan dating.