• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA A. Kerjasama tim

C. Pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kerjasama tim

Hubungan kerja sama yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis antar anggota tim sehingga dalam melaksanakan pekerjaan mereka merasa ada dalam satu keluarga (satu korps). Apabila ada masalah

dalam penyelesaian pekerjaan, akan lebih mudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kerja sama tim membuat anggota tim mempunyai rasa keterikatan dan saling memiliki satu sama lain dalam tim, sehingga mereka bersedia untuk mengesampingkan kebutuhan pribadi demi kepentingan tim. Adapun ukuran

39

keberhasilan dari sebuah tim adalah jika tim tersebut mampu mencapai hasil yang telah ditetapkan.

Fadila (2011) menyatakan individu yang memiliki kemampuan kerjasama dapat memperoleh manfaat antara lain efektivitas kerja yang baik, bekerjasama dan menjalin hubungan kerja yang baik dan memiliki potensi diri dalam tim. Dunia kerja membutuhkan kerjasama dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. Terutama karyawan pada bidang jasa yang menuntut dan dibutuhkan koordinasi atau kerjasama tim yang baik dan kecakapan dalam setiap menjalankan tanggung jawab dan tugasnya. Sikap kerjasama tim sebagai tindakan seseorang bisa berhubungan dengan orang lain, bekerja sama dalam suatu kelompok, membuat suatu keputusan dan memecahkan masalah.

Setiap anggota tim dituntut berperan aktif untuk mencapai target dan memajukan tim. Usaha tersebut membutuhkan kemampuan dan kemauan dari seluruh anggota tim. Penyampaian informasi di dalam tim membutuhkan keterbukaan untuk menghindari ketidakpahaman atas informasi yang disampaikan dikarenakan tidak semua anggota tim memiliki daya tangkap yang sama. Sehingga diperlukan keterbukaan yang baik agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan sepenuhnya. Selain itu, dalam bekerjasama juga dibutuhkan empati antar anggota tim. Empati diperlukan untuk membangun kelekatan antar anggota tim. Hal tersebut dikarenakan dengan memahami kesulitan orang lain dan saling percaya, maka kelekatan antar anggota tim akan

terjalin sehingga mampu meningkatkan kerjasama tim yang senasib sepenanggungan. Kerjasama tim juga membutuhkan sikap positif diantara anggotanya. Mendorong dan menghargai keberadaan dan kepentingan orang lain yang berbentuk pujian atau penghargaan dapat memicu motivasi kerja

40

anggota tim. Dukungan juga diperlukan dalam kerjasama tim. Menjadi pendengar yang baik, tidak memotong pembicaraan, dan aktif merespon pembicaraan dapat membuat anggota tim merasa nyaman terhadap keberadaannya di dalam tim. Menerima perbedaan dan fokus pada kesamaan antar anggota tim membuat kenyamanan dan rasa saling memiliki. Kesetaraan yang terjalin baik dalam kerjasama tim mampu meningkatkan performa karena setiap anggota tim merasa memiliki kesempatan dan diperlakukan secara adil dan sama.

Wiranti (2012) menjelaskan kerjasama tim sangat diperlukan dalam suatu organisasi atau perusahaan supaya kumpulan manusia tersebut dapat saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain. Hal tersebut dikarenakan hasil kerja sama tim dapat memberikan hasil yang lebih banyak, dapat memberikan semangat, kepuasan dan kebahagiaan, kemampuan perorangan dalam kerja sama tim dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja organisasi atau perusahaan, keberhasilan tim dapat diraih melalui saling membantu antara anggota tim.

Wiranti (2012) menjelaskan kerja sama tim akan memudahkan pembinaan hubungan kerja antara anggota tim. Ada beberapa situasi yang terjadi dari bentuk kerja sama tim yang dapat menunjang dan mempercepat peningkatan produktivitas organisasi. Bekerja merupakan hal yang menyenangkan dan semua memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi, hubungan antar anggota tim yang baik dan menyenangkan serta saling menghargai satu sama lain, kesalahan dan kegagalan yang terjadi bisa diterima dengan ikhlas dan tidak saling menyalahkan satu sama lain, adanya persaingan sehat yang bersifat saling mendorong anggota organisasi atau perusahaan untuk

41

berprestasi, adanya pertemuan atau rapat yang melibatkan semua anggota tanpa membedakan satu sama lain.

DeVito (2007) menjelaskan ada lima kualitas atau keterampilan yang dipertimbangkan untuk menciptakan komunikasi interpersonal yang efektif, yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap positif (positiveness), dukungan (support), dan kesetaraan (equivalence). Kerjasama tim yang baik

membutuhkan keterbukaan antar anggotanya. Membuka diri dalam mengungkap informasi secara jujur sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dapat meningkatkan keharmonisan dan kualitas kerjasama tim. Empati adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang lain. Empati diperlukan agar antar anggota tim mampu saling memahami kemampuan dan kesulitan yang tengah dihadapi oleh anggota tim lain. Sikap positif untuk mendorong dan menghargai keberadaan dan kepentingan orang lain yang berbentuk pujian atau penghargaan menjadi penting dalam kerjasama tim karena dapat memberikan perasaan aman dan nyaman bekerja dalam sebuah tim. Menjadi pendengar yang baik adalah dengan fokus pada lawan bicara, hindari pemotongan pembicaraan, tunjukkan reaksi, membuka pikiran, hindari fokus pada diri sendiri harus dimiliki setiap anggota tim karena merupakan sebuah dukungan bagi anggota tim yang lain. Kesetaraan dalam kerjasama tim juga sangat dibutuhkan karena membuat anggota tim bisa menerima perbedaan yang dimiliki. Fokus pada kesamaan yang dimiliki, bukan pada perbedaannya, karena perbedaan sering kali menjauhkan anggota tim untuk melakukan yang terbaik dalam menunjukkan kinerja terbaik bagi timnya.

Berikut adalah diagram yang menjelaskan pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kerjasama tim.

42

Gambar 1, diagram pegaruh komunikasi interpersonal terhadap kerjasama tim:

D. HIPOTESIS

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pelatihan komunikasi interpersonal dapat meningkatkan kemampuan kerjasama tim karyawan. Kemampuan kerjasama tim akan meningkat setelah diberi pelatihan komunikasi interpersonal. Kualitas Komunikasi Interpersonal  Terjalin kerjasama yang baik  Kepuasan anggota tim

 Hasil kerja maksimal  Motivasi kerja yang

tinggi

 Tidak terjalin kerjasama yang baik  Kepuasan anggota

tim rendah

 Hasil kerjamtim tidak maksimal

 Motivasi kerja yang rendah Baik Buruk  Terjalin kerjasama yang baik  Kepuasan anggota tim  Hasil kerja maksimal  Motivasi kerja yang tinggi  Tidak terjalin kerjasama yang baik  Kepuasan anggota tim rendah  Hasil kerjamtim tidak maksimal  Motivasi kerja yang rendah

Baik

Buruk

43

BAB III