• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kredibilitas Komunikator dalam Kampanye

BAB 4 KREDIBILITAS KOMUNIKATOR

4.5 Pengaruh Kredibilitas Komunikator dalam Kampanye

Ibu-Ibu Anggota Posyandu

Tabel 4.8 berikut ini adalah rangkuman hasil jalur pengaruh langsung dan tidak langung pada perilaku hidup sehat pribadi responden.

Tabel 4.8 Pengaruh Langsung Kredibilitas Komunikator Dalam Kampanye Kesehatan Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Sehat Pribadi Ibu-ibu Anggota Posyandu

Pasangan

Variabel R Fhit thit

Pengaruh R2 Langsung Tidak Langsung Total X1 - Y1 0.482 0.482 85,063 9,223 - - - 0.232 X1 -Y2.1 0.526 0.314 24,003 4,983 0.314 0.055 0.369 0.146 Y1 -Y2.1 0.443 0.114 1,816 0.443 - 0.443 Keterangan: X1 : Kredibilitas komunikator; Y1 : Sikap hidup sehat;

Y2.1 : Perilaku hidup sehat Pribadi; Y2 : Perilaku hidup sehat

dan kunjungan juru kampanye ke rumah. Umumnya pada saat komunikasi berlangsung dalam kesempatan kunjungan tersebut, petugas Dinas Kesehatan dianggap sebagai “narasumber” yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan keluhan-keluhan kesehatan dalam keseharian. Pada saat itu, selain proses penyuluhan dan persuasi, dapat terjadi proses komunikasi yang lebih kompleks. Dalam pengertian tidak hanya mengkomunikasikan pesan kampanye, namun membahas berbagai hal. Terdapat kemungkinan untuk menyampaikan keluhan-keluhan kesehatan lingkungan. Situasi curah pendapat seperti itu membentuk kedekatan sekaligus membangun kredibilitas sang juru kampanye di mata responden. 4.5 Pengaruh Kredibilitas Komunikator dalam Kampanye

Kesehatan Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Sehat Pribadi Ibu-Ibu Anggota Posyandu

Tabel 4.8 berikut ini adalah rangkuman hasil jalur pengaruh langsung dan tidak langung pada perilaku hidup sehat pribadi responden.

Tabel 4.8 Pengaruh Langsung Kredibilitas Komunikator Dalam Kampanye Kesehatan Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Sehat Pribadi Ibu-ibu Anggota Posyandu

Pasangan

Variabel R Fhit thit

Pengaruh R2 Langsung Tidak Langsung Total X1 - Y1 0.482 0.482 85,063 9,223 - - - 0.232 X1 -Y2.1 0.526 0.314 24,003 4,983 0.314 0.055 0.369 0.146 Y1 -Y2.1 0.443 0.114 1,816 0.443 - 0.443 Keterangan: X1 : Kredibilitas komunikator; Y1 : Sikap hidup sehat;

Y2.1 : Perilaku hidup sehat Pribadi; Y2 : Perilaku hidup sehat

x.1 = 0,482 y1.0 = 0,114

2= 0,924 Berdasarkan tabel 4.8 di atas diperoleh Fhitung pengaruh kredibilitas komunikator terhadap sikap hidup sehat adalah 85,063 (signifikan) dan koefisien jalur = 0,482 (signifikan),dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh kredibilitas komunikator terhadap sikap hidup sehat. Pada tabel di atas juga diperoleh Fhitung pengaruh bersama-sama kredibilitas komunikator dan sikap hidup sehat terhadap perilaku hidup sehat pribadi adalah 24,003 (signifikan). Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama kredibilitas komunikator dan sikap hidup sehat berpengaruh terhadap perilaku hidup sehat pribadi. Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) diperoleh nilai thitung untuk variable kredibilitas komunikator = 4,983 (signifikan) dan thitung variabel perilaku hidup sehat pribadi = 1, 816 (tidak signifikan). Selain itu, juga diperoleh besarnya koefisien jalur kedua variabel ini masing-masing adalah 0,314 (signifikan) dan 0,114 (signifikan).

Berdasarkan hasil analisis jalur seperti terlihat pada di atas, maka dapat dideskripsikan melalui diagram seperti tersaji pada gambar berikut ini:

Gambar 4.6 Nilai Koefisien Jalur Pengaruh Kredibilitas Komunikator Terhadap Perilaku Hidup Sehat Pribadi Ibu-ibu Anggota Posyandu

Ket:

1) X1 berpengaruh langsung terhadap Y1

2) X1 berpengaruh tidak langsung terhadap Y2.1 3) X1 berpengaruh lagnsung terhadap Y2.1 X1 : Kredibilitas komunikator

Y1 : Sikap hidup sehat

Y2.1 : Perilaku hidup sehat pribadi 1= 0,876

Y1

X1 Y2.1

96 KOMUNIKASI KESEHATANPerubahan Sikap dan Perilaku Hidup Sehat Khalayak

Koefisien jalur pengaruh kredibilitas komunikator terhadap perilaku hidup sehat pribadi adalah 0,314 dan lebih besar dari 0,05 (signifikan). Hal ini berarti kredibilitas komunikator berpengaruh langsung terhadap perilaku pribadi hidup sehat responden. Hasil ini menguatkan temuan sebelumnya bahwa kredibilitas yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (termasuk para juru kampanye) memberi pengaruh cukup signifikan pada perilaku responden. Dalam kaitannya sebagai perilaku pribadi, juga terbukti memberi pengaruh dengan koefisien cukup signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kredibilitas yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung telah menjadi fokus perhatian pada perancangan strategi. Hal yang menonjol adalah penetapan juru kampanye dari pegawai Dinas Kesehatan Kota yang telah diberi penyuluhan atau pembekalan sebelumnya. Juga dengan membangun kedekatan komunikator (juru kampanye) pada responden dalam komunikasi tidak bermedia seperti wawancara dan kunjungan ke rumah.

Kredibiltas yang diperoleh dari cara-cara tersebut membentuk kedekatan dan karenanya timbul keterpercayaan, amanah atau dapat dipercaya (truthwortiness). Selain keahlian, adalah penting bahwa komunikator itu dianggap orang yang dapat dipercaya (Taylor, 2009:183). Faktor keterpercayaan mungkin merupakan faktor yang paling penting dalam kredibilitas sumber. Seorang sumber yang dianggap tidak jujur atau tidak memiliki integritas pribadi akan kehilangan kepercayaan dari khalayaknya meskipun ia menyampaikan pesannya dengan tenang, atau ia dikenal sebagai orang yang sangat berkuasa atau orang yang ahli tentang topik yang dibicarakannya (Venus, 2004:60).

4.6 Pengaruh Kredibilitas Komunikator dalam Kampanye Kesehatan Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Sehat Lingkungan Ibu-Ibu Anggota Posyandu

Berikut ini adalah rangkuman hasil jalur pengaruh langsung kredibilitas komunikator pada kampanye kesehatan lingkungan pada perilaku hidup sehat dalam lingkup lingkungan. Hasil analisis jalur dirangkum dalam tabel 4.9 berikut ini

Koefisien jalur pengaruh kredibilitas komunikator terhadap perilaku hidup sehat pribadi adalah 0,314 dan lebih besar dari 0,05 (signifikan). Hal ini berarti kredibilitas komunikator berpengaruh langsung terhadap perilaku pribadi hidup sehat responden. Hasil ini menguatkan temuan sebelumnya bahwa kredibilitas yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (termasuk para juru kampanye) memberi pengaruh cukup signifikan pada perilaku responden. Dalam kaitannya sebagai perilaku pribadi, juga terbukti memberi pengaruh dengan koefisien cukup signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kredibilitas yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung telah menjadi fokus perhatian pada perancangan strategi. Hal yang menonjol adalah penetapan juru kampanye dari pegawai Dinas Kesehatan Kota yang telah diberi penyuluhan atau pembekalan sebelumnya. Juga dengan membangun kedekatan komunikator (juru kampanye) pada responden dalam komunikasi tidak bermedia seperti wawancara dan kunjungan ke rumah.

Kredibiltas yang diperoleh dari cara-cara tersebut membentuk kedekatan dan karenanya timbul keterpercayaan, amanah atau dapat dipercaya (truthwortiness). Selain keahlian, adalah penting bahwa komunikator itu dianggap orang yang dapat dipercaya (Taylor, 2009:183). Faktor keterpercayaan mungkin merupakan faktor yang paling penting dalam kredibilitas sumber. Seorang sumber yang dianggap tidak jujur atau tidak memiliki integritas pribadi akan kehilangan kepercayaan dari khalayaknya meskipun ia menyampaikan pesannya dengan tenang, atau ia dikenal sebagai orang yang sangat berkuasa atau orang yang ahli tentang topik yang dibicarakannya (Venus, 2004:60).

4.6 Pengaruh Kredibilitas Komunikator dalam Kampanye Kesehatan Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Sehat Lingkungan Ibu-Ibu Anggota Posyandu

Berikut ini adalah rangkuman hasil jalur pengaruh langsung kredibilitas komunikator pada kampanye kesehatan lingkungan pada perilaku hidup sehat dalam lingkup lingkungan. Hasil analisis jalur dirangkum dalam tabel 4.9 berikut ini

Tabel 4.9 Pengaruh Langsung Kredibilitas Komunikator Dalam Kampanye Kesehatan Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Sehat Lingkungan Ibu-ibu Anggota Posyandu

Pasangan

Variabel R Fhit thit

Pengaruh R2 Langsung Tidak Langsung Total X1 - Y1 0.482 0.482 85,063 9,223 - - - 0.232 X1 -Y2.2 0.440 0.322 44,007 5,416 0.322 0.118 0.440 0.239 Y1 -Y2.2 0.399 0.244 4,101 0.399 - 0.399 Keterangan: X1 : Kredibilitas komunikator; Y1 : Sikap hidup sehat;

Y2.2 : Perilaku hidup sehat lingkungan

Berdasarkan tabel 4.9 di atas diperoleh Fhitung pengaruh kredibilitas komunikator terhadap sikap hidup sehat adalah 85,063 (signifikan) dan koefisien jalur = 0,482 (signifikan), dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh kredibilitas komunikator terhadap sikap hidup sehat. Selanjutnya pada tabel di atas juga diperoleh Fhitung pengaruh bersama-sama kredibilitas komunikator dan sikap hidup sehat terhadap perilaku hidup sehat lingkungan adalah 44,007 (signifikan). Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama kredibilitas komunikator dan sikap hidup sehat berpengaruh terhadap perilaku hidup sehat lingkungan. Kemudian berdasarkan hasil uji parsial (uji t) diperoleh nilai thitung untuk variabel kredibilitas komunikator = 5,416 ( signifikan) dan thitung variabel perilaku hidup sehat lingkungan = 4,106 (tidak signifikan). Pada tabel di ats diperoleh besarnya koefisien jalur kedua variabel ini masing-masing adalah 0,322 (signifikan) dan 0,244 (signifikan). Berdasarkan hasil analisis jalur seperti terlihat pada Tabel 4.9 maka dapat dideskripsikan melalui diagram berikut:

98 KOMUNIKASI KESEHATANPerubahan Sikap dan Perilaku Hidup Sehat Khalayakx.1 = 0,482

x.2 = 0,322

y1.0 = 0,244

2= 0,872 Gambar 4.7 Nilai Koefisien Jalur Pengaruh Kredibilitas Komunikator

Terhadap Perilaku Hidup Sehat Lingkungan Ibu-ibu Anggota Posyandu

Keterangan:

X1 berpengaruh langsung terhadap Y1

X1 berpengaruh tidak langsung terhadap Y2.2 X1 berpengaruh lagnsung terhadap Y2.2 X1 : Kredibilitas komunikator

Y1 : Sikap hidup sehat

Y2.2 : Perilaku hidup sehat lingkungan

Koefisien jalur pengaruh kredibilitas komunikator terhadap perilaku hidup sehat adalah 0,322 dan lebih besar dari 0,05 (signifikan). Hal ini berarti kredibilitas komunikator dalam kampanye kesehatan lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, berpengaruh langsung terhadap perilaku hidup sehat lingkungan para responden.

Sebagaimana terjadi pada pengaruh perilaku pribadi, trend ini juga terjadi pada perilaku lingkungan. Layak diduga bahwa hal ini dipengaruhi oleh faktor homogenitas identitas responden yang menjadi kelompok referensi bagi mereka saat berinteraksi sosial. Jika melihat karakteristik responden, asumsi tersebut didasari bahwa responden cenderung memiliki beberapa ciri identidas atau karakeristik yang sama (wanita, ibu tumah tangga, kader Posyandu). Kesamaan ini dapat menjadi semacam kelompok referensi bagi

ibu-1= 0,876 Y1

x.1 = 0,482

x.2 = 0,322

y1.0 = 0,244

2= 0,872 Gambar 4.7 Nilai Koefisien Jalur Pengaruh Kredibilitas Komunikator

Terhadap Perilaku Hidup Sehat Lingkungan Ibu-ibu Anggota Posyandu

Keterangan:

X1 berpengaruh langsung terhadap Y1

X1 berpengaruh tidak langsung terhadap Y2.2 X1 berpengaruh lagnsung terhadap Y2.2 X1 : Kredibilitas komunikator

Y1 : Sikap hidup sehat

Y2.2 : Perilaku hidup sehat lingkungan

Koefisien jalur pengaruh kredibilitas komunikator terhadap perilaku hidup sehat adalah 0,322 dan lebih besar dari 0,05 (signifikan). Hal ini berarti kredibilitas komunikator dalam kampanye kesehatan lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, berpengaruh langsung terhadap perilaku hidup sehat lingkungan para responden.

Sebagaimana terjadi pada pengaruh perilaku pribadi, trend ini juga terjadi pada perilaku lingkungan. Layak diduga bahwa hal ini dipengaruhi oleh faktor homogenitas identitas responden yang menjadi kelompok referensi bagi mereka saat berinteraksi sosial. Jika melihat karakteristik responden, asumsi tersebut didasari bahwa responden cenderung memiliki beberapa ciri identidas atau karakeristik yang sama (wanita, ibu tumah tangga, kader Posyandu). Kesamaan ini dapat menjadi semacam kelompok referensi bagi

ibu-1= 0,876 Y1

X1 Y2.2

ibu sedangkan kelompok referensi (reference groups) dapat mempengaruhi sikap seseorang. Sebagaimana disebutkan Taylor (2009): Kita juga cenderung mau dibujuk jika sebuah pendapat diadopsi oleh sekelompok orang yang kita sukai atau dimana kita menjadi anggotanya (Taylor, 2009:184). Hal ini mengindikasikan bahwa responden sebagai komunikan yang memiliki kesamaan referensi dapat terpengaruh perilakunya, baik perilaku secara pribadi maupun perilaku secara kelompok atau lingkungannya.

Dari hasil analisis terhadap kedua aspek pengaruh langsung pada perilaku, dapat disimpulkan bahwa kredibilitas komunikator memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap perilaku hidup sehat

-ibu anggota Posyandu.

4.7 Pengaruh Tidak Langsung Kredibilitas Komunikator dalam