BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
2. Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar
Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang diduga dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Lingkungan masyarakat juga memiliki peranan yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, teman sebaya menjadi faktor yang utama. Pergaulan yang positif akan mendorong pola pikir anak menjadi positif pula, Oleh karena itu membangun lingkungan yang baik merupakan hal yang utama. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang baik akan menciptakan pengaruh yang positif serta mendorong anak supaya lebih giat dalam belajar, contohnya anak memiliki teman kelompok belajar bersama untuk berdiskusi dan bertukar pendapat, anak bertempat tinggal di lingkungan yang anak-anaknya bersekolah, anak memiliki
32
teman di sekolah serta anak tidak memiliki masalah apapun dengan orang-orang di sekitarnya.
Lingkungan sosial seperti interaksi siswa baik di sekolah, di rumah, atau di masyarakat yang baik/positif dinilai dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sebaliknya siswa yang memiliki lingkungan sosial yang tidak baik/negatif maka prestasi belajar siswa akan rendah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar siswa.
D. Paradigma Penelitian
Berdasarkan kerangka berpikir yang telah diuraikan, maka paradigma penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :
Tabel 2.1
Tabel paradigma Penelitian
Keterangan :
X1 : Dukungan Orang Tua Siswa X2 : Lingkungan sosial Siswa
Y : Prestasi Belajar mata pelajaran Ekonomi : Dukungan Orang tua mempengaruhi Prestasi
Belajar
: Lingkungan Sosial mempengaruhi Prestasi Belajar
X1
X2
Y
E Hipotesis Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada penelitian ini, maka perumusan hipotesis dapat diuraikan sebagai berikut:
Hipotesis 1
Ho1 = Tidak ada pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA
Ha1 =Ada pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA
Hipotesis 2
Ho2 = Tidak ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA
Ha2 = Ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa (lintas minat) SMA kelas XI MIPA
34
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian Ex-post Facto serta merupakan kategori penelitian deskriptif korelasi. Menurut Wayan Ardhana (Muhadi, 2014:71) berpendapat bahwa “penelitian Ex-post Facto merupakan penelitian di mana seorang peneliti tidak dimungkinkan untuk memanipulasi variabel bebas dan variabel terikat pada penelitiannya”.
Variabel bebas/independen pada penelitian ini yaitu dukungan orang tua dan lingkungan sosial yang mempengaruhiprestasi belajar siswa yang merupakan variabel terikat/dependen. Hal tersebut terjadi karena fakta nya sudah terjadi sebelum penelitian ini dilakukan. Menurut Sudjana, Nana, dan Ibrahim (Nugraheni, 2020) mengemukakan bahwa, “penelitian deskriptif korelasi adalah studi korelasi yang mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa”.
Pada penelitian ini peneliti ingin mendeskripsikan ada atau tidaknya korelasi variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial siswa terhadap prestasi belajar siswa.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kalasan, Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021
C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Kalasan.
2. Objek Penelitian
Objek dari penelitian ini adalah prestasi belajar siswa, dukungan orang tua dan lingkungan sosial siswa.
D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel 1. Populasi
Sugiyono (Nugraheni, 2020:37) mengatakan bahwa, “populasi merupakan objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri Kalasan yang berjumlah 144 orang menjadi populasi dalam penelitian ini.
Sebaran populasi diuraikan ke dalam tabel berikut ini.
36
Tabel 3.1
Sebaran Populasi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kalasan
No. Kelas Jumlah
1. XI MIPA 1 36
2. XI MIPA 2 36
3. XI MIPA 3 36
4. XI MIPA 4 36
Total 144
2. Sampel
Agung (Nugraheni, 2020:37) berpendapat bahwa, “sampel adalah sebagian atau sebagai perwakilan dari populasi yang akan diteliti. Jika yang diteliti hanya sebagian dari populasi maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel”. “Krejciedan Morgan (1970) membuat daftar sebagai pedoman menentukan besarnya sampel: Penentuan besarnya sampel (SE=0,05)
𝑛 = 𝑋2. 𝑁. 𝑃(1 − 𝑃) (𝑁 − 1). 𝑑2+ 𝑋2𝜌(1 − 𝑃) Keterangan:
n = ukuran sampel N = ukuran populasi
X2 = nilai Chi kuadrat berdasarkan tabel Chi Kuadrat dengan dk=1 pada confidance level 0,95 atau alpha 0,05 sebesar 3,841 P = proporsi populasi (diasumsikan dalam 0,5 agar dapat memaksimalkan ukuran sampel)
d = tingkat akurasi (0,05)
Besarnya sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan memanfaatkan rumus dari “Krejciedan Morgan (1970) adalah sebagai berikut ;
𝑛 = 3,841.144.0,5(1 − 0,5)
(144 − 1). 0,052+ 3,841.0,5(1 − 0,05)
= 138,276
0.3575 + 0,96025
=104,276 1,31775
= 105
Dalam penelitian ini diambil minimal 105 sampel.
Perhitungan distribusi sampel setiap kelas:
Jumlah populasi = 144 siswa
Jumlah minimal margin error 5% terpenuhi = 105 siswa Jumlah siswa masing-masing kelas = 36
Perhitungan: (Jumlah minimal margin error 5% terpenuhi / jumlah populasi x100%) x jumlah siswa masing-masing kelas
= (105 / 144 x 100%) x 36
= 72,91% x 36
= 26,24 dibulatkan ke atas agar tidak melebihi margin error 5%
menjadi 27
Dari perhitungan di atas distribusi sampel masing-masing kelas adalah 27 siswa.
Tabel 3.2
Sebaran Sampel Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kalasan
No. Kelas Jumlah
1. XI MIPA 1 27
2. XI MIPA 2 27
3. XI MIPA 3 27
4. XI MIPA 4 27
Total 108
38
3. Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini peneliti menggunakan random sampling dengan bantuan program SPSS. Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementary dari populasi mempunyai kesempatan yang sama dipilih sebagai sampel, lebih jelas nya sampel acak sederhana itu merupakan sampel kesempatan (probability sampling) sebagai hasil yang dapat dievaluasi secara objektif (Muhadi, 2014:36).
Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam pengambilan random sampling menggunakan SPSS adalah sebagai berikut,
1) Buka program SPSS versi 25
2) Masukan / entry data di data view / copy data dari Microsoft excel ke data view (data responden yang sudah terkumpul melalui Google form dan diunduh dalam bentuk Microsoft Excel yang telah diurutkan sesuai nomor presensi siswa)
3) Lalu beralih ke sheet variable view
4) Pada baris pertama kolom nama diisi nomor absen, type diisi numeric, width diisi 8, decimals diisi 0, label diisi nomor urut, values diisi none, missing diisi none, columns diisi 8, align pilih center, dan measure pilih scale.
5) Pada baris ke 2 kolom nama diisi nama siswa, type diisi string, width diisi 15, label diisi nama siswa, values diisi none, missing diisi none, columns diisi 8, align pilih center, dan measure pilih nominal
6) Lalu kembali ke data view
7) Langkah pengujian dengan program SPSS
• Transform, Random Number Generator, centang Set Active Generator, pilih SPSS 12 Compatible, centang Set Starting Point, pilih random, OK
• Data, Select Casses,pilih random sample of cases, klik sample, karena kita sudah mengetahui jumlah sampel maka pilih Exactly, lalu tulis 83 cases from the first (banyaknya sampel), isi 105 cases (banyaknya populasi), Continue, OK
8) Lalu kembali ke data view, akan muncul kolom filter_$, untuk yang berisi angka 1 adalah sampel yang terpilih, sedangkan yang berisi angka 0 adalah sampel yang tidak terpilih.
9) Lalu langkah terakhir, kumpulkan sampel terpilih ke bagian atas
Data, Sort Cases, pindahkan 83 from the first 105 cases ke sebelah kanan, pilih descending, OK
40
Penulis memilih untuk menggunakan teknik tersebut berdasarkan pertimbangan:
1) Tersedia daftar kerangka sampling
Daftar kerangka sampling yang peneliti akan gunakan dalam penelitian ini berupa daftar nama siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kalasan yang berjumlah 144 siswa dan telah diberi nomor urut sesuai dengan presensi siswa.
2) Populasi bersifat homogen
Populasi dikatakan bersifat homogen karena semua siswa di kelas 11 MIPA di SMA Negeri 1 kalasan berasal dari penduduk asli Jogja, diterima di SMA ini dengan memenuhi persyaratan yang sama, semua respoden dari MIPA.
3) Populasi tidak terlalu menyebar secara geografis.
E. Variabel Penelitian dan Pengukuran 1. Jenis-jenis variabel
Menurut Muhadi (2014:23), “variabel penelitian adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai”. Variabel dalam penelitian ada dua jenis yaitu:
a. Variabel bebas
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel independen
(Muhadi, 2014:24). Pada penelitian ini variabel bebas yang akan digunakan oleh peneliti adalah dukungan orang tua dan lingkungan sosial siswa. Menurut Fatimah (2015), “dukungan orang tua adalah sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya, anggota orang tua memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan Friedman”. Kemudian menurut Oktorina (2018:35),
“lingkungan sosial adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia yang dapat memberikan pengaruh pada manusia tersebut, seperti yang terjadi antara sesama keluarga, teman sebaya, dan masyarakat”.
b. Variabel terikat`
Variabel terikat atau variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Muhadi, 2014:24). Pada penelitian ini variabel terikat yang akan digunakan oleh peneliti adalah prestasi belajar siswa.
Menurut Bangun (2008:84-85), “prestasi belajar yang dimaksud adalah hasil yang telah dicapai seseorang atau siswa berupa penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang diberikan oleh Guru atau Dosen dalam jangka waktu tertentu”.
2. Pengukuran
42
Pengukuran yang akan peneliti gunakan untuk variabel terikat yaitu prestasi belajar dengan nilai rapor semester gasal dan untuk variabel bebas yaitu dukungan orang tua dan lingkungan sosial diukur dengan menggunakan skala likert. Skala likert biasanya digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012:93)
Pada penelitian yang akan dilaksanakan ini, menggunakan skala likert yang sudah dimodifikasi dengan rentang 1- 4 sebagai berikut:
Tabel 3.3
Tabel Skala Likert untuk
Skor Kuesioner Dukungan Orang Tua
Opsi Jawaban Skor
Pertanyaan Negatif Pertanyaan Positif
Selalu 1 4
Sering 2 3
Kadang-kadang 3 2
Tidak Pernah 4 1
Tabel 3.4
Tabel Skala Likert untuk Skor Kuesioner Lingkungan Sosial
Opsi Jawaban Skor
Pertanyaan Negatif Pertanyaan Positif
Selalu 1 4
Sering 2 3
Kadang-kadang 3 2
Tidak Pernah 4 1
F. Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik non tes dengan kuesioner tertutup serta teknik dokumentasi.
Berikut ini teknik pengumpulan data yan peneliti gunakan pada penelitian ini, antara lain;
1. Kuesioner tertutup digunakan dalam memperoleh data variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial (variabel bebas).
2. Dokumentasi peneliti gunakan dalam mengumpulkan data variabel prestasi belajar (variabel terikat).
Kuesioner tertutup yang akan disebar ini telah menyediakan pilihan jawaban bagi setiap responden di setiap pertanyaan. Kuesioner merupakan pilihan teknik pengumpulan data yang paling efisien karena dapat menghemat tenaga, waktu, dan pengeluaran biaya. Validitas isi diartikan bahwa suatu alat ukur dipandang valid apabila sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur, sedangkan validitas konstruk memiliki arti bahwa suatu alat ukur dikatakan valid jika telah cocok dengan konstruksi teoretik di mana pertanyaan tersebut dibuat (Muhadi, 2014:45). Hal ini membuat setiap dimensi pada kisi-kisi kuesioner tiap variabel harus dirumuskan melalui definisi operasional setiap variabel.
Menurut Meredith D. hGall (Satriawan, 2012) cara-cara untuk membuat sebuah kuesioner adalah sebagai berikut;
1. Menentukan tujuan penelitian
Dalam langkah pertama, peneliti harus membuat rumusan masalah dan tujuan dari penelitian, hal ini dilakukan supaya
44
peneliti memperoleh hasil kuesioner yang tepat sesuai dengan harapan peneliti.
2. Menentukan kelompok sampel
Langkah kedua adalah peneliti menentukan kelompok sampel. Dalam hal ini peneliti perlu menggali informasi lebih agar dapat memahami situasi kelompok sampel yang cocok untuk diminta mengisi angket. Kesalahan dalam pemilihan sampel akan membuat pengisian kuesioner tidak berjalan sesuai harapan.
3. Merancang kuesioner
Dalam merancang kuesioner diperlukan rencana dan strategi dalam membuat kuesioner dan menyebarkan kuesioner.
Perencanaan yang belum matang seperti asal menyebar tanpa berpikir adalah hal yang fatal. Peneliti harus dapat membuat strategi agar para sampel dapat mengisi kuesioner dengan benar dan sesuai dengan kenyataan.
4. Membuat koneksi awal dengan responden
Pada bagian ini, peneliti perlu berkomunikasi awal dengan para responden yaitu mengontak Para peneliti perlu menghubungi responden untuk meminta bantuan agar dapat bekerja sama dengan baik. Kontak tersebut dapat dilakukan peneliti melalui whatsapp, SMS, telepon, email dan sebagainya.
5. Surat pengantar kuesioner
Surat ini ditunjukkan kepada respondesn supaya besar kemungkinan pengembalian kuesioner yang telah diisi oleh responden tersebut.
6. Membagikan kuesioner
Kuesioner yang telah selesai dibuat akan disebarkan kepada responden. Setelah itu dilakukan untuk pengujian valid atau reliabelnya setiap butir pertanyaan yang ada di kuesioner.
Kuesioner ini disebarkan kepada sampel yang merupakan bagian dari populasi yang nantinya akan diteliti.
7. Tindak lanjut
Pada bagian ini, setelah peneliti memberikan batasan waktu untuk mengisi kuesioner, peneliti menghubungi kembali pihak responden untuk menindaklanjuti pengisian kuesioner tersebut. Apabila surat pengantar kuesioner yang telah diberikan berhasil maka respon dari responden akan berjalan sesuai dengan harapan peneliti.
8. Menganalisis data kuesioner
Langkah yang paling akhir adalah menganalisis data kuesioner. Data kuesioner yang sudah terkumpul dibagi menjadi 2 jenis data kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya untuk data kuantitatif dianalisis melalui bantuan komputer/laptop melalui software program SPSS sedangkan
46
untuk data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, 1992).
Teknik dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, ledger, agenda, dsb yang terdokumentasi (Muhadi, 2014:42). Dalam hal ini peneliti menggunakan dokumentasi karena variabel prestasi belajar diukur menggunakan nilai rapor.
Berikut ini langkah-langkah untuk pembuatan kuesioner, supaya kuesioner mempunyai validitas isi dan konstruk:
1. Mengartikan variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial
2. Peneliti menetapkan dimensi dan aspek yang berhubungan dengan variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial 3. Peneliti melakukan pemilihan indikator
4. Peneliti membuat pertanyaan dalam kuesioner
Dengan demikian, berdasarkan uraian definisi operasional diatas maka kisi – kisi kuesioner dapat dilihat seperti di tabel berikut ini:
Tabel 3.5
Kisi – kisi kuesioner Variabel Dukungan Orang Tua Variabel Aspek/dimensi Indikator Pernyataan
(+) (-) Dukungan
Orang Tua
Sikap orang tua terhadap anak
Pemberian nasihat dari orang tua kepada anak
1,2 3
Pemberian
dukungan orang tua kepada anak
4
Pemberian anak dalam belajar
6 tua terhadap anak
Melengkapi sarana dan fasilitas belajar
9,10 Memberikan
reward kepada anak
11,12
di dalam keluarga
Anak merasa diakui 16 Mengakui
kelebihan anak
17 Orang tua mengerti perasaan anak
18
Tabel 3.6
Kisi – kisi Kuesioner Variabel Lingkungan Sosial
Variabel Aspek/dimensi Indikator Pernyataan (+) (-) Lingkungan
Sosial
Lingkungan Keluarga
Cara mendidik di dalam keluarga
Kerja sama dalam belajar Perilaku siswa 40
48
dalam masyarakat
G. Teknik Pengujian Instrumen
Berdasarkan pendapat Yusup (2018:17), “instrumen penelitian adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data atau mengukur objek dari variabel penelitian”. Pengujian instrumen ini bertujuan untuk menghasilkan suatu instrumen yang valid, konsisten, dan reliabel, sehingga peneliti mendapatkan data yang benar dan selaras dengan kondisi sesungguhnya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pengujian instrumen yang akan diuji berupa kuesioner variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial. Teknik pengujian instrument yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut:
1. Uji Validitas
Muhadi (2014:45) berpendapat bahwa, “validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”. Peneliti melakukan uji validitas agar peneliti dapat menentukan apakah pertanyaan dalam kuesioner dikatakan valid atau tidak valid. Validitas diukur dengan mengorelasikan skor item pertanyaan dengan total skor variabel. Dalam melakukan fungsi pengukuran pada uji validitas ini, peneliti menggunakan rumus korelasi product moment yang diungkapan oleh pearson yaitu antara lain:
Rumus korelasi Product Moment
𝑟𝑥𝑦= N ∑XY − (∑X)(∑Y)
√{N ∑X2 − (∑X )2} {N ∑y2 − (∑Y )2} Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi item soal variabel x dan variabel y
X = Jumlah skor X
Y = Jumlah Skor Y
XY = Jumlah hasil kali antara X dan Y N = Banyaknya responden
X = Skor variabel bebas (dukungan orang tua dan lingkungan sosial)
Y = Skor variabel terikat (prestasi belajar siswa)
Ketentuan dalam menentukan sebuah pertanyaan dalam kuesioner valid atau tidak valid dapat diuraikan seperti di bawah ini:
a. Membandingkan nilai rhitung dari masing-masing butir dengan nilai rtabel yang didapat dari rhitung product moment (derajat kebebasan (df) = n – 2 pada taraf signifikansi 5%, dengan n adalah banyaknya responden).
b. Apabila nilai rhitung suatu butir ≥ nilai rtabel berdasarkan taraf signifikan 0,05 (5%) ,oleh karena itu dapat diberi kesimpulan bahwa item pertanyaan dinyatakan valid, dan bila sebaliknya maka item pertanyaan itu dinyatakan tidak valid.
Peneliti melakukan uji validitas pada validitas variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial dengan bantuan program SPSS versi 25.
a. Uji Validitas Dukungan Orang Tua
50
Berdasarkan kuesioner tentang dukungan orang tua ada 18 butir pertanyaan yang sudah diuji validitasnya. Berikut hasil dari uji validitas pada variabel dukungan orang tua:
Tabel 3.7
Hasil Pengujian Validitas Variabel Dukungan Orang Tua
No R hitung R tabel Keterangan
Dapat dilihat tabel diatas merupakan gambaran dari perolehan uji validitas pada variabel dukungan orang tua, dimana ada 18 atau semua butir pertanyaan yang dikatakan valid. Semua pertanyaan dinyatakan valid karena rhitung > rtabel. Hasil pada uji validitas variabel dukungan orang tersebut diperoleh hasil semua pertanyaan dikatakan valid, maka tidak ada pengujian validitas ulang pada variabel dukungan orang tua tersebut.
b. Uji Validitas Lingkungan Sosial
Pada kuesioner tentang lingkungan sosial ada 20 butir pertanyaan yang sudah diuji validitasnya. Berikut hasil dari uji validitas pada variabel lingkungan sosial:
Tabel 3.8
Hasil Pengujian Validitas Variabel Lingkungan Sosial
No R hitung R tabel Keterangan
Berdasarkan tabel hasil pengujian validitas variabel lingkungan sosial di atas, pertanyaan yang dikatakan valid ada 19 pertanyaan dan tidak valid ada 1 pertanyaan. Ada 19 butir pertanyaan dinyatakan valid karena rhitung > rtabel, dan sebaliknya ada 1 butir pertanyaan yang dinyatakan tidak valid karena rhitung <
rtabel. Hasil pada uji validitas variabel lingkungan sosial tersebut terdapat 1 butir pertanyaan yang dikatakan tidak valid, maka
52
pertanyaan itu selanjutnya harus dihilangkan lalu peneliti harus melakukan pengujian validitas ulang. Berikut hasil dari pengujian validitas ulang pada variabel lingkungan sosial :
Tabel 3.9
Hasil Pengujian Ulang Validitas Variabel Lingkungan Sosial
No R hitung R tabel Keterangan
Berdasarkan tabel perolehan uji validitas ulang pada variabel lingkungan sosial yang ke 2 di atas, semua pertanyaan sudah dinyatakan valid yaitu ada 19 butir. Semua pertanyaan dikatakan valid dikarenakan rhitung > rtabel. maka 19 butir pertanyaan tersebut dapat mewakili setiap pendapat siswa pada variabel lingkungan sosial.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen sudah baik (Muhadi, 2014:49). Peneliti melakukan uji reliabilitas agar peneliti dapat menentukan tingkat keandalan jawaban seseorang atas suatu pernyataan dari waktu ke waktu.
Apabila seseorang menjawab item pertanyaan secara konsisten/stabil maka suatu kuesioner dikatakan reliabel. Kemudian pada pengujian ini rumus reliabilitas yang digunakan oleh peneliti yaitu rumus Cronbach Alpha.
Rumus Cronbach Alpha :
𝑟=( k
k−1) (1 −𝑡2
𝑡2)
Keterangan:
r = Reliabilitas seluruh soal k = Jumlah pertanyaan
𝑡2= Jumlah varians skor tiap item 𝑡2 = varians total
Standar untuk menyatakan suatu kuesioner reliabel atau tidak yaitu jika item pertanyaan memiliki perolehan Cronbach Alpha (𝛼) >
0,60. Apabila nilai Cronbach Alpha (𝛼) > 0,60 maka butir pertanyaan itu dapat dinyatakan reliabel. Dalam uji reliabilitas ini peneliti akan memakai bantuan program SPSS versi 25. Berikut hasil pengujian reliabilitas pada variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial:
54
Tabel 3.10
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen No. Variabel Cronbach’s
Alpha
Cronbach’s Alpha Teoritis
Keterangan
1 Dukungan Orang Tua
0,919 0,60 Reliabel
2 Lingkungan Sosial
0,723 0,60 Reliabel
Berdasarkan tabel di atas pengujian reliabilitas instrumen memperoleh hasil yaitu variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial dinyatakan reliabel. Kuesioner tersebut dinyatakan variabel dikarenakan nilai Cronbach’s Alpha variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial > Cronbach’s Alpha teoritis sebesar 0,60.
H. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
Muhadi (2014:77) berpendapat bahwa “analisis deskriptif adalah analisis data yang menggunakan statistik deskriptif, statistik deskriptif sendiri merupakan fase statistika di mana hanya berusaha melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar”. Penelitian ini akan mendeskripsikan data dengan cara membuat kategori data berdasarkan rumus PAP tipe II. Perhitungan untuk rumus PAP tipe II adalah: Nilai presentil x (skor paling tinggi– skor paling rendah) + skor minimal yang mungkin dapat diperoleh (Saptono, 2020:5)
Tabel 3.11
Kategori Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II Tingkat penguasaan
Kompetensi
Nilai Huruf Kategori Kecenderungan
81% - 100% A Sangat Tinggi
66% - 80% B Tinggi
56% - 65% C Cukup
46% - 55% D Rendah
Dibawah 46% E Sangat Rendah
Pada penelitian ini setiap variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial diukur melalui instrumen kuesioner yang memiliki 4 pilihan jawaban berdasarkan skala likert.
a. Prestasi Belajar
Penggunaan kuesioner dalam menganalisis data variabel prestasi belajar dari nilai rapor pelajaran ekonomi (lintas minat) semester ganjil kelas XI MIPA, dengan demikian nilai paling tinggi dan paling rendah yang mungkin diperoleh yaitu:
Skor tertinggi : 100 Skor terendah : 0
Tabel 3.12
Tabel Frekuensi Variabel Prestasi Belajar
Kriteria Interpretasi
81% (100-0) + 0 s/d 100% (100-0) + 0 Sangat tinggi 66% (100-0) + 0 s/d 80% (100-0) + 0 Tinggi 56% (100-0) + 0 s/d 65% (100-0) + 0 Cukup 46% (100-0) + 0 s/d 55% (100-0) + 0 Rendah
Dibawah 46% (100-0) + 0 Sangat rendah
b. Dukungan orang tua
Penggunaan kuesioner dalam menganalisis data variabel dukungan orang tua terdiri dari 18 item pertanyaan.