• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengawasan dan Pengendalian (Pengembangan SIMA)

BAB III PEMBAHASAN

3.2 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pengelolaan Barang Milik Daerah

3.2.5 Pengawasan dan Pengendalian (Pengembangan SIMA)

Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan aset merupakan satu permasalahan yang sering menjadi hujatan kepada Pemda saat ini. Satu sarana yang efektif untuk meingkatkan kinerja aspek ini adalah pengembangan SIMA. Pemerintah Kabupaten Bantul telah melakukan pengembangan SIMA saat ini. SIMA yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Bantul diserahkan kepada DPPKAD. Semua informasi terkait dengan aset dituangkan ke dalam SIMA. Semua SKPD yang ada di Bantul melaporkan aset mereka masing-masing ke SIMA. Melalui SIMA nantinya pihak DPPKAD melihat aset yang ada di setiap SKPD.

54

Hasil wawancara dengan Bapak Sarjono selaku staff pengurus aset DPU (dilakukan di Kantor DPU tanggal 24 mei 2016 jam 11.00)

81

Obyek pengembangan SIMA adala semua aset yang terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, mesin dan peralatan serta aset lainnya. SIMA yang merupakan sebagai alat untuk optimalisasi dari efisiensi pengelolaan aset BUMN/BUMD. SIMA meruakan suatu konsep pengelolaan aset yag memadukan beberapa disiplin keahlian antara lain: penyusunan sistem dan prosedur logistik (aset), penyusunan aplikasi komputer logistik, pendataan (inventarisasi) aset, penilaian aset, konsultasi properti, dan manajemen properti.55

Menurut Dinas Pekerjaan Umum sendiri SIMA sangat membantu dalam melakukan laporan terkait dengan aset seperti yang diungkapkan oleh staf DPU mengatakan bahwa:

Pengembangan SIMA dibutuhkan untuk mendapatkan data aset secara cepat dan akurat secara simultan atas penyajian laporan aset di pemerintah daerah.56

Tujuan dari SIMA yang salah satunya yaitu sebagai pendataan iventarisasi aset dan penilaian aset terbukti di Pemerintahan Kabupaten Bantul, yaitu DPPKAD sebagai pengelola aset, telah menerapkan SIMA dan setiap inventarisasi aset yang ada di setiap SKPD dilaporkan kepada SIMA yang berada di tangan DPPKAD. Kemudian dilakukan penilaian oleh DPPKAD, melihat apakah laporan yang disampaikan sesuai denga realitas yang ada di lapangan.

Proses pengawasan dan pengendalian aset yang dilakukan DPPKAD selama ini melalui SIMA. Kepala seksi inventarisasi aset DPPKAD Bantul mengatakan bahwa:

55

Siregar, D Doly. 2004. Manajemen Aset. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Hal 780.

56

Hasil wawancara dengan Bapak Sarjono selaku staff pengurus aset DPU (dilakukan di Kantor DPU tanggal 24 mei 2016 jam 11.00)

82

Untuk semua data aset secara keseluruhan berada di SIMDA BMD (Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah). Untuk Dinas Pekerjaan Umum aset yang ada di SIMDA mulai dari tanah sampai dengan aset tetap lainnya. Dan yang tidak ada pada Dinas Pekerjaan Umum yaitu konsturksi dan pekerjaan. Saat ini semua proses melalui SIMDA, tidak ada yang manual lagi. Data yang dimasukkan SKPD bagian teknis aset masuk ke SIMDA BMD. Jadi, semua SKPD bukan hanya DPU Bantul memberikan laporan melalui SIMDA.57

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa saat ini semua SKPD yang ada di Pemkab Bantul memberikan laporan aset-aset yang dimiliki melalui SIMDA, yang kemudian pihak pengelola yaitu DPPKAD melakukan pengawasan dan mengontrol semua aset diseluruh SKPD melalui SIMDA. Dengan adanya SIMDA sangat mempermudah pihak pengelola untuk melakukan pengendalian dan mengontrol Barang Milik Daerah yang ada di setiap SKPD.

57

Hasil wawancara dengan Bapak Mundakir selaku Kasi Inventarisasi DPPKAD (dilakukan di Kantor DPPKAD tanggal 06 Juni 2016 jam 10.00)

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian mengenai pengeloaan aset daerah di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bantul, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:

1. Proses atau alur pengelolaan aset daerah di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) meliputi: perencanaan dan penganggaran; pengadaan; penerimaan, penyimpanan dan penyaluran; penggunaan; penatausahaan; pemanfaatan; pengamanan dan pemeliharaan; penilaian; penghapusan; pemindahtanganan; dan pembinaan, pengawasan dan pengendalian. Dinas PU dalam melaksanakan pengelolaan aset berpedoman pada beberapa regulasi, diantaranya Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan BMD beserta perubahannya, Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan BMD, Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan BMD beserta perubahannya, dan juga Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 30 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan BMD.

2. Perencanaan dan penganggaran di Dinas PU disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) dengan mempertimbangkan ketersediaan barang milik daerah dan berpedoman pada standar barang dan harga. Hasil penyusunan tersebut dituangkan dalam Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD). Perencanaan di DPU dilaksanakan oleh setiap bidang yang dikoordinir langsung oleh Kepala Dinas PU dan biasanya dilaksanakan 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan penganggaran.

3. Pengadaan barang milik daerah di DPU berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan BMD beserta perubahannya. Pengadaan

dilaksanakan oleh panitia pengadaan atau pejabat pengadaan segera setalah pelaksanaan anggaran disahkan. Panitia atau pejabat pengadaan di Pemda Bantul di sebut ULP (Unit Layanan Pengadaan) yang berfungsi melaksanakan pengadaan barang/jasa di pemerintah daerah yang bersifat permanen.

4. Penerimaan aset daerah di DPU dilaksanakan setelah pengadaan selesai dilaksanakan. Hasil pengadaan diterima oleh pengurus barang yang ada di DPU yang kemudian berkewajiban melakukan tugas administrasi terhadap barang milik deaerah tersebut. Barang milik daerah hasil penerimaan disimpan digudang oleh tim penyimpanan untuk disalurkan sesuai peruntukan dan kegunaannya.

5. Pelaksanaan penggunaan barang milik daerah di Dinas PU dilaksanakan setelah penetapan status penggunaan barang milik daerah disahkan oleh Bupati Bantul dalam rangka pelaksanaa tugas pokok dan fungsi Dinas PU. Kepala Dinas PU melalui penyimpan atau pengurus barang wajib melakuknan penatausahaan barang setelah penetapan status penggunaan oleh Bupati, hal tersebut untuk menghidari permasalahan yang tidak diinginkan dalam penggunaan aset daerah tersebut. Rentang kendali yang terlalu luas dari Dinas PU menjadi masalah dalam penggunaan aset di DPU yang menyebabkan pengendalian penggunaan aset daerah kurang optimal. 6. Penatausahaan di Dinas PU meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan yang

dilaksanakan secara berkala sesuai perundang-undangan yang berlaku. Proses pembukuan meliputi pendaftaran dan pencatatan aset daerah menurut golongan dan kodefikasi barang. Proses inventarisasi di DPU dilaksanakan melalui sensus BMD yang dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali untuk menyusun buku inventaris dan rekapitulasi barang milik daerah. Inventarisasi merupakan masalah utama yang dihadapi oleh DPU, terkait temuan BPK terhadap aset yang tidak jelas asal usulnya. Permasalahan inventarisasi tersebut terkait pengkodean barang yang tidak rinci.

Pelaporan dilaksanakan oleh kuasa pengguna yaitu Kepala Dinas PU melalui DPPKAD Bantul selalu pengelola kepada Bupati. Laporan tersebut meliputi laporan barang semesteran dan tahunan, laporan pengadaan barang, RKBMD, RKPBMD, dan persediaan pakai habis.

7. Pemanfaatan aset daerah di DPU dilaksanakan dalam rangka menunjang penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD, dan juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Dinas PU khusunya dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul pada umumnya. Pemanfaatan dapat dilakukan oleh DPU sendiri dan juga oleh pihak lain untuk menunjang tugas pokok dan fungsi DPU. Bentuk pemanfaatan di DPU meliputi: sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun guna serah dan bangun serah guna.

8. Pengamanan barang milik daerah di DPU meliputi pengamanan administrasi, pengamanan fisik dan pengamanan hukum. Permasalahan pengamanan di DPU terjadi pada pengamanan administrasi yang terkait inventarisasi barang. Pemeliharaan dilaksanakan dengan berpedoman kepada Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD) yang diusulkan setiap tahunnya.

9. Penilaian aset daerah dilaksanakan oleh tim penilai yang ditetapkan oleh Bupati Bantul selaku Kepala Daerah dan dapat melibatkan tim independen bersertifikat dalam bidang penilaian aset. DPU selaku pengguna barang hanya berkewajiban menyiapkan laporan daftar barang milik daerah untuk dilakukan penilaian oleh tim penilai. Tujuan dilaksanakan penilaian aset daerah untuk pengamanan dan penyusunan neraca pemerintah daerah.

10.Penghapusan aset daerah di DPU dilakukan setiap tahun melalui daftar usulan penghapusan barang milik daerah. Ketentuan-ketentuan dilakukannya penghapusan antara lain: rusak berat, idle, terkena planologi atau tata kota, kebutuhan organisasi

penyatuan lokasi, dan pertimbangan dalam rangka rencana strategis hankam (untuk barang tak bergerak). Untuk barang tak bergerak dengan alasan pertimbangan teknis, ekonomis dan hilang/kerugian karena hal tertentu.

11.Pemindahtanganan aset daerah di SKPD termasuk juga DPU merupakan wewenang dari DPPKAD selaku pengelola barang. Dinas PU hanya bertugas melakukan usulan pemindahtanganan yang selanjutnya akan diverifikasi dan ditentukan oleh DPPKAD Bantul. Pemindahtanganan aset daerah meliputi penjualan, tukar menukar, hibah dan penyertaan modal pemerintah daerah.

12.Pembinaan aset di DPU dilaksanakan oleh kementrian dalam negeri dalam bentuk bimbingan, pelatihan dan supervisi. Pengawasan dilakukan oleh DPU sendiri selaku pengguna barang yang berkewajiban melakukan pemantauan dan penertiban pengelolaan barang milik daerah. Pengendalian dilaksanakan atas ketentuan Bupati Bantul melalu DPPKAD selaku pengelola.

13.Pembiayaan aset daerah di Dinas PU sudah disediakan anggaran yang dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemda Bantul. Pembiayaan ini diperuntukan untuk biaya pemeliharaan aset yang ada di setiap SKPD termasuk juga Dinas PU Bantul.

14.Tuntutan ganti rugi dilakukan terhadap pengelola maupun pengguna barang yang melakukan kesalahan atau penyalahgunaan aset dan kelalaian yang dapat merugikan daerah. Dinas PU sejauh ini belum pernah dikenai tuntutan ganti rugi terhadap pengelolaan aset. Tuntutan ganti rugi dilaksanakan oleh Kepala Daerah melalu pembentukan Majelis dan Sekretariat tuntutan ganti rugi.

15.Inventarisasi aset sangat berpengaruh terhadap proses pengelolaan aset daerah di Dinas PU. Inventarisasi Aset berpengaruh terhadap penyajian laporan keuangan dan kebenaran keberadaan aset daerah baik nilai aset maupun keberadaan wujudnya.

16.Legal audit sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pengelolaan aset daerah di DPU, Karena legal audit berfungsi untuk mengontrol pelaksanaan pengelolaan aset daerah apakah sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

17.Penilaian aset juga berpengaruh terhadap pengelolaan barang milik daerah di DPU, selain penilaian aset merupakan salah satu bagian dari proses pengelolaan barang milik daerah, penilaian aset juga berpengaruh terhadap kewajaran penyajian aset dalam laporan keuangan atau neraca pemerintah daerah.

18.Optimalisasi aset berpengaruh terhadap pengelolaan aset di DPU, terutama sekali dalam efektifitas penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD, selain itu optimalisasi aset juga berpengaruh dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas PU khususnya dan Pemerintah daerah secara umum.

19.Pengawasan dan pengendalian (pengembangan SIMA) sangat berpengaruh terhadap pengelolaan aset di DPU, terutama dalam mendapatkan data aset secara cepat dan tepat serta akurat. Pengembangan SIMA juga berpengaruh dalam penyajian laporan aset yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, dan data yang dihasilkan juga akurat.

4.2 Saran

Setelah melakukan penelitian dan analisis terhadap hasil penelitian serta memberikan kesimpulan, maka berikut saran-saran yang bisa peneliti rekomendasikan:

1. Merekrut pegawai yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan pengelolaan aset daerah.

2. Melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap pegawai atau pengurus barang milik daerah secara berkala, untuk menambah pengetahuan pegawai atau pengurus barang tersebut mengenai tata cara dan ketentuan dalam pengelolaan aset.

3. Perlu adanya ketelitian dan kejelasan serta keterbukaan dari pengguna Barang Milik Daerah yaitu Dinas Pekerjaan Umum dalam memberikan informasi mengenai aset daerah termasuk dalam membuat laporan yang diserahkan kepada DPPKAD melalui SIMDA.

4. Sumber Daya Manusia yang ada di Dinas Pekerjaan Umum harus memahami dan mengetahui produk hukum yang berkaitan dengan Pengelolaan Barang Milik Daerah dengan memahami segala produk hukum yang ada, pastinya tidak akan terjadi lagi kesalahan dalam kodefikasi Barang Milik Daerah.

5. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah sebagai pengelolaa aset yang ada di Pemda Bantul harus efektif dan terbuka dalam melakukan pengendalian atau mengontrol aset yang ada di seluruh SKPD salah satunya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bantul

6. Baik Dinas Pekerjaan Umum sebagai pengguna maupun Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Kabupaten Bantul harus memiliki data atau dokumen yang lengkap mengenai pengelolaan aset.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Ardinal, N. T. (2005). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana.

Gomes, F. C. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi Offset.

Jimung, M. (2005). Politik Lokal dan Pemerintah Daerah Dalam Prespektif Otonomi

Daerah. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Mohammad, N. (1980). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Patton. (2002). Ketrampilan Kepemimpinan. Jakarta: Mitra Media.

Siregar, D. D. (2004). Manajemen Aset. Jakarta: PT Kresna Prima Persada.

Subagyo, J. P. (1997). Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

e-Book

Pelatihan, H. M. (2013). Pengelolaan Barang Milik Daerah. Kemenkeu RI Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan .

Jurnal

Arvan, A. P. (2010). Pemanfaatan Barang Milik Daerah. Pusdiklat Kekayaan Negara dan

Perimbangan Keuangan, 6.

Departemen, Dalam. Negeri. (2007). Pemanfaatan Aset/Barang Milik Daerah. Modul 6 Diklat

Teknis Manajemen Aset Daerah , 7.

Departemen, Dalam. Negeri. (2007). Inventarisasi dan Pelaporan Aset/Barang Milik Daerah.

Modul 5 Diklat Teknis Manajemen Aset Daerah .

Departemen, Dalam. Negeri. (2007). Pelaksanaan Pengadaan dan Pemeliharaan Aset/Barang Milik Daerah. Modul 3 Diklat Teknis Manajemen Aset Daerah , 5.

Departemen, Dalam. Negeri. (2007). Verifikasi, Penerimaan, Penyimpanan, Pendistribusian dan Pengamanan Barang/Aset. Modul 4 Diklat Teknis Manajemen Aset Daerah , 2. Efendi, M. S. (1989). Metodologi Penelitian Survey. LP3S, 37.

Gumilar, S. R. (2005). Memahami Metode Kualitatif. Jurnal Makara, 64.

Hasfi, N. d. (2013). Pengelolaan Barang Milik Daerah di DPKAD Kab. Sintang Tahun 2013.

Homer, Y. d. (2014). Inventarisasi dan Legalisasi Aset Tetap Tanah dan Bangunan Milik Pemerintah Daerah Provinsi Papua di Kota Jayapura Tahun 2012. Diss. Universitas

Gajah Mada, 2.

Mas'ud, M. (1989). Disiplin dan Metodologi. LP3S, 216.

Negara, E. I. (2007). Manajemen Aset Daerah (Asset Management Pyscal). Diktat Teknis, 2. Pangaribuan, S. d. (2010). Penggunaan, Pengamanan dan Pemeliharaan BMD. DTTS

Pengeloaan Barang Milik Daerah, 13.

Rahmawati, D. E. (2011). Diktat Mata Kuliah Metode Penelitian Sosial. Diktat Mata Kuliah. Singarimbun, M. (1992). Metodologi Penelitian Survey. LP3S.

Sumini, O. E. (2010). Pokok-Pokok Pengelolaan Barang Milik Daerah. Pusdiklat Kekayaan

Negara dan Perimbangan Keuangan , 30.

Sutaryo. (2010). Manajemen Aset Daerah. Ak-Jurusan Akuntansi FE UNS , 6. Winata, C. (2012). Kerangka Pemikiran Teoritik. Modul 4 UMBY-FE, 1.

Perundang-Undangan

Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 30 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Pemerintah.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pegelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Peraturan Bupati Bantul Nomor 26 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penilaian Barang Milik Daerah

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 dan Permendagri 19 Tahun 2016

Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Koran

Pelaporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah.2015. Yogyakarta: Buletin Teknis.

Linangkung, E. (2015). Aset Senilai Rp 10,2 Miliar Bermasalah. Bantul: Sindo News.

Website

dppkad.bantulkab.go.id (Diakses Tanggal 6 Juni 2016, Jam 23.01 WIB) pu.bantulkab.go.id (Diakses Tanggal 6 Juni 2016, Jam 22.43 WIB) www.bantul.go.id (Diakses Tanggal 6 Juni 2016, Jam 21.25 WIB)

DAFTAR INFORMAN

1. Nama : Sarjono

Jabatan : Staff Pengurus Barang

Instansi : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bantul

2. Nama : Mundakir

Jabatan : Kepala Seksi Inventarisasi

Daftar Pertanyaan 1.Pengelolaan Aset Daerah

Indikator Pertanyaan

Perencanaan dan penganggaran

1. Bagaimana perencanaan yang dilakukan dalam pengelolaan aset daerah?

2. Siapa saja yang terlibat melakukan perencanaan dalam pengelolaan aset daerah?

3. Kapan perencanaan aset daerah dilakukan?

Pengadaan 1. Bagaimana proses pengadaan barang milik daerah? 2. Siapa yang melakukan pengadaan aset daerah? 3. Kapan dilakukan pengadaan aset daerah? Penerimaan,

penyimpanan dan penyaluran

1. Bagaimana proses dan tata cara penerimaan, penyimpanan dan penyaluran aset daerah?

2. Siapakah yang melakukan penerimaan, penyimpanan dan penyaluran aset daerah?

Penggunaan 1. Bagaimana proses penggunaan aset daerah?

2. Apa saja kendala yang dihadapi dalam penggunaan aset daerah? 3. Siapa saja yang bisa menggunakan aset daerah?

Penatausahaan 1. Bagaimana proses penatausahaan aset daerah?

2. Siapakah yang melakukan penatausahaan aset daerah?

3. Apa saja kegiatan yang dilakukan dalam hal penatausahaan aset daerah?

Pemanfaatan 1. Bagaimana proses pemanfaatan yang dilakukan terhadap aset daerah? 2. Siapakah yang berhak melakukan pemanfaatan terhadap aset daerah? 3. Apa saja kegiatan yang dilakukan terkait pemanfaatan aset daerah? Pengamanan dan

Pemeliharaan

1. Bagaimana proses pengamanan dan pemeliharaan aset daerah? 2. Siapa saja yang terlibat dalam melakukan pengamanan dan pemeliharaan aset daerah?

3. Aset daerah yang seperti apa yang harus dipelihara dan diamankan? 4. Apa kendala yang dihadapi dalam pengamanan dan pemeliharaan aset daerah?

Penilaian 1. Bagaimana proses penilaian aset daerah?

2. Siapakah yang melakukan penilaian aset daerah? 3. Apa saja yang dinilai dari aset daerah?

4. Kapan penilaian aset daerah dilakukan?

Penghapusan 1. Bagaimana proses dan tata cara penghapusan aset daerah? 2. Siapakah yang berhak melakukan penghapusan aset daerah? 3. Apa ketentuan-ketentuan terkait penghapusan aset daerah? 4. Kapan penghapusan aset daerah dilakukan?

Pemindahtanganan 1. Bagaimana proses pemindahtanganan aset daerah?

2. Apa saja kegiatan yang dilakukan terkait pemindahtanganan aset daerah?

3. Kapan pemindahtanganan aset daerah dilakukan? Pembinaan,

pengawasan dan pengendalian

1. Bagaimana proses pembinaan, pengawasan dan pengendalian aset daerah?

2. Siapakah yang melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian aset daerah?

pengendalian aset daerah?

4. Kapan dilakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian aset daerah?

Pembiayaan 1. Bagaimana proses pembiayaan aset daerah? 2. Siapa yang melakukan pembiayaan aset daerah? Tuntutan ganti

rugi

1. Bagaimana proses tuntutan ganti rugi terhadap aset daerah? 2. Kapan dilakukan tuntutan ganti rugi terhadap aset daerah? 3. Siapa yang melakukan tuntutan ganti rugi terhadap aset daerah?

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Aset Daerah

Indikator Pertanyaan

Inventarisasi Aset 1. Apakah inventarisasi aset berpengaruh terhadap pengelolaan aset daerah?

2. Bagaimana pengaruh inventarisasi aset terhadap pengelolaan aset daerah?

Legal Audit 1. Apakah legal audit berpengaruh terhadap pengelolaan aset daerah? 2. Bagaimana pengaruh legal audit terhadap pengeloaan aset daerah? Penilaian Aset 1. Apakah penilaian aset berpengaruh terhadap pengelolaana set

daerah?

2. Bagaimana pengaruh penilaian aset terhadap pengelolaan aset daerah?

Optimalisasi Aset 1. Apakah optimalisasi aset berpengaruh terhadap pengelolaan aset daerah?

2. Bagaimana pengaruh optimalisasi aset terhadap pengelolaan aset daerah?

Pengawasan dan Pengendalian (pengembangan SIMA)

1. Apakah pengembangan SIMA berpengaruh terhadap pengelolaan aset daerah?

2. Bagaimana pengaruh pengembangan SIMA terhadap pengelolaan aset daerah?

III. Gedung dan Bangunan : Rp. 26.002.584.825

IV. Jalan, Irigasi dan Jaringan : Rp. 135.089.964.500

V. Aset Tetap Lainnya : -

VI. Konstruksi dalam Pengerjaan : -

Jumlah Total : Rp. 161.381.457.325 Ket Satuan (Rp) Total (Rp) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 I Tanah -

II Peralatan dan Mesin

Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

1 Notebook Toshiba 2015 APBD B 2 6.600.000 13.200.000 2 Notebook ASUS X 450 2015 APBD B 1 12.000.000 12.000.000 3 Printer Dot Matrik Epson LX 310 2015 APBD B 1 2.600.000 2.600.000 4 Rak Arsip 2015 APBD B 1 12.879.000 12.879.000 5 Coredrill Brigs Stratton 2015 APBD B 1 33.500.000 33.500.000

Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan

6 Kontainer 2015 APBD B 3 24.890.000 74.670.000 7 Kompressor 2015 APBD B 1 4.000.000 4.000.000 8 Mesin Potong Rumput Gendong 2015 APBD B 1 4.950.000 4.950.000 9 Gerobag Sampah 2015 APBD B 18 2.713.278 48.839.000 10 Notebook Lenovo G40-70 2015 APBD B 1 6.000.000 6.000.000

Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah Susun Sehat Sederhana

11 Alat Pemotong Rumput 2015 APBD B 1 4.500.000 4.500.000 12 Water Meter 2015 APBD B 80 300.000 24.000.000 13 Meteran Listrik 2015 APBD B 80 400.000 32.000.000

Peralatan Sosialisasi Pamsimas

14 Notebook 2015 APBD B 1 10.810.000 10.810.000 15 LCD Projector 2015 APBD B 1 4.960.000 4.960.000 - 288.908.000 HASIL PENGADAAN BMD TAHUN 2015

No Nama Barang Merk/Type Tahun

Pengadaan Letak/Alamat Luas (m2)

Asal/Cara Perolehan Keadaan Barang B/RR/RB Jumlah Unit Harga

III. Gedung dan Bangunan : Rp. 54.980.187.725

IV. Jalan, Irigasi dan Jaringan : Rp. 114.097.600.945

Jumlah Total : Rp. 170.266.524.920 Ket Satuan (Rp) Total (Rp) 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 I Tanah - II Peralatan dan Mesin

Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional

1 Dump Truck Toyota 2014 APBD B 1 295.952.000 295.952.000

2 Kendaraan Roda Empat (Kend. Dinas) Kijang Inova 2014 APBD B 1 308.200.000 308.200.000 3 Kendaraan Roda Empat (Kend. Operasional) Suzuki Ertiga 2014 APBD B 1 180.810.000 180.810.000

4 Sepeda Motor Honda Vario 2014 APBD B 3 14.216.000 42.648.000

Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor -

5 Sound System Mixer Yamaha 2014 APBD B 1 14.723.000 14.723.000

6 Komputer 2014 APBD B 4 5.500.000 22.000.000

7 Notebook Toshiba Satelite core i3 2014 APBD B 3 6.600.000 19.800.000 8 Notebook Toshiba Satelite core i3 2014 APBD B 1 6.900.000 6.900.000

9 Kamera Digital Nikon 2014 APBD B 4 1.750.000 7.000.000

10 Laser Distometer VEGA 2LS 2014 APBD B 1 2.250.000 2.250.000

11 Skatmatt Freder 2014 APBD B 3 380.000 1.140.000

12 Hammertest Prozeq 2014 APBD B 2 19.500.000 39.000.000

Kerjasama Pengelolaan Sampah Antar Daerah -

13 Komputer Notebook ACER 2014 APBD B 1 6.000.000 6.000.000

14 Kamera 2014 APBD B 1 5.000.000 5.000.000

15 HT dan Peralatannya icom-v80 2014 APBD B 7 1.305.000 9.135.000

Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan -

16 Kontainer 2014 APBD B 3 24.900.667 74.702.000

17 Mesin Potong Dorong 2014 APBD B 1 4.500.000 4.500.000

18 Laptop 2014 APBD B 1 5.250.000 5.250.000

19 Printer Laserjet HP 2014 APBD B 1 1.750.000 1.750.000

Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pemanfaatan Ruang -

20 Komputer 2014 APBD B 3 5.785.417 17.356.250

21 Printer 2014 APBD B 2 1.775.000 3.550.000

Penyediaan Prasarana dan Saran Air Limbah -

22 Motor Roda Tiga APP KTM 2014 APBD B 1 25.170.000 25.170.000

23 Printer Laser Fuji Xerox 2014 APBD B 1 6.550.000 6.550.000

24 Kamera Digital Canon EOS 60D 2014 APBD B 1 9.775.000 9.775.000

25 Hammertest 2014 APBD B 2 11.220.000 22.440.000

26 Peralatan Op. dan Pemel Air Limbah (pompa air dll) 2014 APBD B 1 8.200.000 8.200.000

27 Pembangunan Sarana dan Prasarana Rusunawa -

28 Pompa Air Honda 2014 APBD B 1 5.385.000 5.385.000

29 Alat Pemotong Rumput 2014 APBD B 1 4.500.000 4.500.000

30 Komputer 2014 APBD B 1 5.750.000 5.750.000

31 Printer 2014 APBD B 1 800.000 800.000

32 Water Meter 2014 APBD B 50 250.000 12.500.000

33 Meteran Listrik 2014 APBD B 50 400.000 20.000.000

- 155 1.188.736.250 Jumlah Unit Harga 2 HASIL PENGADAAN BMD TAHUN 2014

No Nama Barang Merk/Type Tahun

Pengadaan Letak/Alamat Luas (m2)

Asal/Cara Perolehan

Keadaan Barang B/RR/RB

UNIT : DINAS PEKERJAAN UMUM KAB. : BANTUL

PROP. : DIY

1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Kendaraan roda dua Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.03.01.05.01 0001-0015 15 2.300.000,0 34.500.000 102.02.24.522.05.01 2 Kendaraan roda tiga Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.03.01.05.01 0001-0002 2 3.300.000,0 6.600.000 102.02.24.522.05.01 3 Kendaraan roda empat Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.03.01.02.02 0001-0005 5 11.000.000 55.000.000 102.02.24.522.05.01 4 Alat Berat / Backhoe loader Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.03.01.02.01 0001 1 50.000.000 50.000.000 102.02.24.522.05.02 5 Truck Sampah Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.03.01.02.01 0001-0020 20 307.475.000 102.02.24.522.05.02 6 Kontainer

Penggantian Plat,roll dan

Pengecatan Bantul 12.12.01.01.05.01 03.02.01.05 0001-0030 30 94.494.000 103.01.08.522.20.15 7 PC Unit Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.06.03.02.01 0001-00020 20 2.500.000 50.000.000 103.02.03.522.20.18 8 Mesin Ketik, meja, kursi dll Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.06.01.01.01 1 ls 6.000.000 6.000.000 103.02.03.522.20.18 9 Mesin Gilas Service dan Suku Cadang Bantul 12.12.01.01.05.01 02.02.01.07.01 0001-0030 12 194.000.000 103.02.03.522.20.13 10 Kantor Dinas PU, Trotoar Jl. Jend

Sudirman, Lap. Trirenggo dan Paseban

Upah dan bahan pemeliharan prasarana fisik

Bantul 12.12.01.01.05.01 03.11.01.03.01 0001-0012 250.000.000 102.02.22.521.02.03 102.02.22.522.02.01 11 Gedung Olahraga 'Sultan Agung" Pemeliharaan Rutin Pleret 12.12.01.01.05.01 03.11.01.11.04 0001-0012 1 425.109.400 425.109.400 108.21.07.522.32.05 12 Jalan Aspal Kabupaten Pemeliharaan Rutin jalan Bantul 12.12.01.01.05.01 04.13.01.03.06 100,7km 3.000.000.000 3.000.000.000 103.18.03.521.01.03 Pemeliharaan gorong gorong Bantul 12.12.01.01.05.01 04.13.01.03.06 350.000.000 103.18.03.521.01.03

4.823.178.400

Bantul, April 2015 Kepala Dinas Pekerjaan Umum

Kabupaten Bantul

Ir. HERU SUHADI, MT NIP. 19581229 199303 1 002

Alamat Ket.

Kode

Jumlah

Barang Harga Satuan Jumlah Biaya Kode Rekening Lokasi Barang Reg

RENCANA KEBUTUHAN PEMELIHARAAN BARANG MILIK DAERAH (RKPBMD) TAHUN ANGGARAN 2016

UNIT : DINAS PEKERJAAN UMUM

Dokumen terkait