Seksi Pengawasan dan Penindakan Karantina Hewan mempunyai tugas melakukan urusan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan karantina hewan dan keamanan hayati hewani.Kegiatan pengawasan seksi karantina hewan pada tahun 2015 sebagai berikut :
4.2.1. Penahanan
Telah dilakukan penahanan sebanyak 9 kali. Hal ini dilakukan karena media pembawa yang masuk ke wilayah Jawa Timur tidak/belum dilengkapi dokumen karantina.
BBKP SURABAYA 2015
68 4.2.2. Penolakan
Penolakan dilakukan sebanyak 14 kali. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak dapat melengkapi dokumen dan berasal dari daerah/negara yang dilarang pemasukannya.
4.2.3. Pemusnahan
Telah dilakukan pemusnahan sebanyak 1 kali. Hal ini dilakukan karena media pembawa yang ditahan sudah mengalami kerusakan atau media pembawa tersebut merupakan media pembawa yang dilarang pemasukannya.
4.2.4. Pembebasan
Apabila perusahaan telah melengkapi dokumen setelah diberikan waktu sesuai ketentuan peraturan perundangan maka akan dilakukan pembebasan. Pembebasan telah dilakukan sebanyak 5 kali
4.2.5. Monitoring dan Evaluasi Waktu Layanan Sertifikasi Impor
Seiring dengan penerapan standar pelayanan publik sebagai amanah UU No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik, maka diperlukan usaha untuk memberikan jaminan kesesuaian dan ketepatan waktu pelayanan dengan standar yang telah ditetapkan. Salah satu upaya untuk memberi jaminan ketepatan waktu layanan adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap waktu layanan sertifikasi impor. Rata- rata SLA untuk penyelesaian sertifikasi impor karantina mencapai 87,5%. Berikut ini adalah hasil monitoring dan evaluasi terhadap waktu layanan selama tahun 2015.
Gambar 13. Grafik Rata-rata SLA Sertifikasi Impor Karantina Hewan Tahun 2015. 97,3 97,2 95,9 95,9 88,5 46,7 75,6 93,9 91,3 88,3 86,2 87,5 0 20 40 60 80 100 120
BBKP SURABAYA 2015
69 Capaian SLA tertinggi di bulan Januari 2015 sedangkan terendah di bulan Juni 2015. Rendahnya capaian SLA ini disebabkan petugas tidak segera menerbitkan sertifikat pelepasan (KH-12) setelah media pembawa tersebut diberikan rekomendasi pembebasan, khusus di bulan Juni, rendahnya capaian SLA selain diakibatkan lambatnya penerbitan KH-12 juga e-QVet mengalami gangguan setelah dilakukan up date sehingga system tidak bisa melakukan proses pelepasan. Faktor lain yang berperan terhadap capaian SLA yang rendah adalah kebijakan penerbitan KH-12 di kantor unit pelayanan II dari sebelumnya di Blok W TPS. Hal ini bisa dilihat pada SLA bulan September 91,3% sedangkan bulan Oktober 88,3 %. Setelah dilakukan evaluasi, mulai bulan November penerbitan KH-12 dilakukan di blok W TPS sehingga pada bulan Desember SLA naik menjadi 92,6% dari bulan sebelumnya yang mencapai 86,2%.
4.2.6. Verifikasi Data Perusahaan Dalam Rangka Profiling Pengguna Jasa
Kelancaran arus barang dan kepastian waktu layanan di pelabuhan merupakan sebagian daya tarik investor untuk berinvestasi di suatu wilayah, di sisi lain peran karantina hewan sebagai instansi yang berwenang dalam hal pencegahan masuk dan tersebarnya HPHK seringkali berbenturan dengan kelancaran arus barang dan kepastian waktu layanan karena hal ini terkait dengan jangka waktu pemeriksaan fisik sampai dengan penentuan diagnosa oleh seorang dokter hewan dalam menentukan hewan atau produk hewan sehat dan layak untuk dilalulintaskan. Lama waktu diagnosa ini ditentukan oleh kualitas dan kecepatan informasi yang diperoleh terkait dengan status kesehatan hewan atau produk hewan. Saat ini belum tersedia data dan informasi mengenai profil pengguna jasa karantina hewan. Data dan informasi ini meliputi asal negara produk, , sistem manajemen pengolahan produk oleh pengguna jasa dan sistem distribusi barang, apabila data dan informasi ini tersedia dengan status terkini akan memberikan kemudahan dan mengefisienkan waktu dokter hewan untuk menentukan diagnosa sehingga kelancaran arus barang dan ketepatan waktu layanan dapat optimal. Oleh karena itu seksi pengawasan dan penindakan karantina hewan melakukan verifikasi data terhadap perusahan-perusahaan yang menjadi pengguna jasa
BBKP SURABAYA 2015
70 utama karantina hewan meliputi: PT. Suri Tani Pemuka, PT. Japfa Comfeed Indonesia, PT. Charoen Pokphand Indonesia, PT. CJ Feed, PT. Wirifa Sakti, PT. Wonokoyo Jaya Corp. dan PT. Sierad Produce, tbk sebagai importir bahan baku pakan, PT. Ecco Indonesia, PT. Young Tree, , PT. Sung Hyun, PT. Bo Kyung sebagai impotir finished leather, PT. Surya Sukmana sebagai importer kulit mentah garaman dan eksportir finished leather dan PT. Nestle Indonesia serta PT. Indo Lakto sebagai importer bahan baku susu. Berikut ini merupakan hasil verifikasi data pada perusahaan-perusahaan tersebut.
Tabel 32. Kegiatan Hasil Verifikasi data pada Perusahaan-Perusahaan Tahun 2015 No Nama MP yang diimpor Status
perusahaan Ad min . per iz inan S istem p eng o lahan p ro d u k Ja min an ke am anan p ro d u k S istem d istribu s i 1 Suri Tani Pemuka, PT
Bahan Baku pakan ternak Importer produsen lengkap √ √ - 2 Japfa Comfeed Indonesia, PT
Bahan Baku pakan ternak Importer produsen lengkap √ √ - 4 Charoen Pokphand Indonesia, PT
Bahan Baku pakan ternak
Importer produsen
lengkap √ √ -
5 C.J Feed, PT Bahan Baku pakan ternak
Importer produsen
lengkap √ √ √
6 Wirifa Sakti, PT Bahan Baku pakan ternak Importer produsen lengkap √ √ - 7 Wonokoyo Jaya, Corp
Bahan Baku pakan ternak Importer produsen lengkap √ √ - 8 Sierad Produce, Tbk, PT
Bahan Baku pakan ternak Importer produsen lengkap √ √ √ 9 Surya Sukmana, PT Kulit mentah garaman, Finished leather Importer produsen lengkap √ - - 10 Ecco Indonesia, PT
Finished leather Importer produsen
lengkap √ √ √
11 Young Tree, PT Finished leather Importer produsen
lengkap √ √ √
12 Sung Hyun, PT Finished leather Importer produsen
lengkap √ √ √
13 Bo Kyung, PT Finished leather Importer produsen
lengkap √ √ √
14 Nestle
Indonesia, PT
Bahan Baku susu Importer produsen
lengkap √ √ √
15 Indo Lakto, PT Bahan Baku susu Importer produsen
BBKP SURABAYA 2015
71 4.2.7. Monitoring Dan Evaluasi Data Manifes Sarana Pengangkut
Kegiatan monitoring data manifes sarana pengangkut dilakukan melalui web sistem INSW terhadap barang-barang impor yang dimasukkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Monitoring ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya pemasukan (impor) media pembawa HPHK yang tidak dilaporkan kepada petugas karantina hewan. Hasil monitoring data manifes menunjukkan bahwa terdapat komoditas yang seharusnya menjadi komoditas wajib periksa karantina akan tetapi karena kode H.S komoditas tersebut tidak masuk dalam daftar larangan pembatasan karantina maka komoditas tersebut dapat keluar dari pelabuhan tanpa melewati pemeriksaan karantina komoditas tersebut antara lain: Animal Hair Double Drawn, Square Leather Lace, infant edible lactose, lactose, dan bear brand gold sterilized milk. Monitoring data manifes ini juga memberi manfaat untuk meningkatkan frekuensi dan jumlah media pembawa HPHK yang dilaporkan ke karantina hewan hal ini disebabkan petugas dapat memonitor media pembawa apa saja yang dibawa oleh sarana pengangkut (kapal laut) dari luar negeri dan melakukan rekonsiliasi data dengan pemilik barang yang tercantum dalam manifes. Rekonsiliasi dilakukan dengan memanggil pemilik barang atau kuasanya untuk dilakukan konfirmasi terhadap data yang tercantum pada manifes, apabila ternyata pemilik belum melaporkan, pemilik diberi kesempatan untuk melaporkan barang yang diimpornya. Dengan mekanisme ini maka kemungkinan media pembawa HPHK impor yang tidak dilaporkan kepada petugas karantina hewan menjadi kecil. Hasil monitoring dan evaluasi manifes sarana pengangkut dari luar negeri adalah sebagai berikut:
Tabel 33. Hasil Monitoring dan evaluasi manifes Sarana Pengangkut dari Luar Negeri Tahun 2015 No Bulan (Thn.2015) Jumlah Data Manifes INSW Jumlah Data manifes tidak Sinkron dengan EQVet Keterangan P ela ks an aa n Rekon sil i asi
1. Januari 247 3 Belum lapor karantina : 1
Tidak masuk dalam lartas: 1
Bukan MP wajib periksa karantina : 1
2. Februari 216 11 Proses gakkum : 1
Belum lapor karantina : 8
BBKP SURABAYA 2015
72
3. Maret 300 3 Belum lapor karantina : 2
Tidak masuk dalam lartas: 1
4. April 318 9 Belum lapor karantina : 7
Tidak masuk dalam lartas : 2 Gakkum : 1
5. Mei 342 6 Belum lapor karantina : 2
Tidak masuk dalam lartas : 4
6. Juni 324 11 Belum lapor karantina : 9
Tidak masuk dalam lartas : 2
7. Juli 253 7 Belum lapor karantina : 6
Tidak masuk dalam lartas : 1
8. Agustus 310 4 Belum lapor karantina : 4
9 September 279 13 Belum lapor karantina : 3 Tidak masuk dalam lartas : 10
10 Oktober 209 5 Belum lapor karantina : 1
Tidak masuk dalam lartas : 4
11 November 317 12 Belum lapor karantina : 5
Tidak masuk dalam lartas : 7
12 Desember 230 33 Belum lapor karantina : 31
Tidak masuk dalam lartas : 2
Tabel 34. Kegiatan Penahanan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan Bidang Karantina Hewan
No Tahun Penahanan Penolakan Pemusnahan Pembebasan
1 2011 83 44 20 19
2 2012 178 12 2 170
3 2013 85 9 4 72
4 2014 26 24 3 21
5 2015 9 14 1 5
Kegiatan penindakan seksi pengawasan dan penindakan karantina hewan pada tahun 2015 sebagai berikut:
a. Pengumpulan bahan keterangan dugaan pelanggaran berupa Pemasukan kulit jadi (finished leather) pada kurun waktu Desember 2014 sampai dengan Januari 2015 asal Pakistan, Italy, China dan Taiwan melalui Pelabuhan Laut Tanjung Perak tidak dilengkapi dokumen karantina hewan dari negara asal, tidak dilaporkan dan diserahkan ke petugas karantina serta tidak dikenakan tindakan karantina.
b. Pengumpulan bahan keterangan dugaan pelanggaran berupa Pemasukan kulit jadi (finished leather) pada kurun waktu Desember 2014 asal Pakistan, dan Jepang melalui Pelabuhan Laut Tanjung Perak tidak dilengkapi
BBKP SURABAYA 2015
73 dokumen karantina hewan dari negara asal, tidak dilaporkan dan diserahkan ke petugas karantina serta tidak dikenakan tindakan karantina
c. Pengumpulan bahan keterangan dugaan pelanggaran berupa Pemasukan media pembawa hama penyakit hewan karantina berupa karkas ayam dari luar Pulau Jawa milik PT. Ciomas Adisatwa yang tidak dilengkapi dengan sertifikat sanitasi, tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina d. Pengumpulan bahan keterangan dugaan pelanggaran berupa Pemasukan daging beku pada kurun waktu Januari sampai dengan Juni 2015 asal Kupang melalui Pelabuhan Laut Tanjung Perak tidak dilaporkan dan diserahkan ke petugas karantina serta tidak dikenakan tindakan karantina e. Pengumpulan bahan keterangan dugaan pelanggaran berupa Pemasukan
(impor) wet salted cow hides pada Juni 2015 melalui Pelabuhan Laut Tanjung Perak tidak dikenakan tindakan karantina
f. Penyidikan dugaan pelanggaran berupa pemasukan burung dari Banjarmasin pada tanggal 10 November 2015 tidak dilengkapi dokumen, tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina. Telah ditetapkan 3 tersangka masing – masing atas nama FN, TM, dan P dan dilakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa aneka burung dan 1 unit sepeda motor.
g. Penyidikan dugaan pelanggaran berupa pemasukan burung dari Balikpapan pada tanggal 8 Desember 2015 tidak dilengkapi dokumen, tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina. Telah ditetapkan 1 orang tersangka atas nama SM.