OJK Keluarkan 35 Kebijakan Stimulus Perekonomian
A. Pengawasan Transaksi Efek dan Lembaga Efek
1) Pengawasan Transaksi Saham
Selama periode laporan, OJK telah melaku-kan monitoring terhadap 92 saham atas hasil pantauan laporan harian, mingguan, dan bulanan perdagangan yang diindikasi-kan tidak wajar. OJK juga melakudiindikasi-kan pe-nelahaan terhadap 10 saham sebagai tindak lanjut dari hasil kegiatan monitoring unusual
market activity dimana aktivitas
perdagang-an atas saham tersebut diindikasi kperdagang-an tidak wajar. Selain kedua kegiatan tersebut, OJK juga melakukan pemeriksaan teknis ter-hadap empat saham sebagai tindak lanjut dari proses penelaahan untuk mem buktikan adanya indikasi transaksi semu, manipulasi perdagangan dan/atau perdagangan orang dalam.
2) Pengawasan Transaksi Surat Utang dan Efek Lainnya.
Selama periode laporan, OJK telah melakukan penelaahan atas Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE) berupa keterlambatan pelaporan transaksi Efek oleh 32 Partisipan dimana total frekuensi keterlambatan pelaporan tersebut sebanyak 280 kali. OJK juga melakukan review alert atas 11.592 alert obligasi pemerintah, 4.208 alert obligasi korporasi dan 1.660 alert waran.
Selama periode laporan, OJK telah melaku-kan permintaan keterangan atas permohon-an pembatalpermohon-an pelaporpermohon-an trpermohon-ansaksi obli-gasi pada sistem PLTE oleh empat partisipan yang terdiri dari 10 transaksi. Selain kegiatan tersebut, OJK juga melakukan melakukan penelaah an atas laporan bulanan mengenai kecenderungan Pasar Surat Utang dari Indo-nesia Bond Pricing Agency (IBPA).
3) Pengawasan Perusahaan Efek
Selama periode laporan, OJK telah memberi-kan persetujuan terhadap 12 perubahan susunan direksi, enam perubahan susunan komisaris, dan dua perubahan pemegang saham. OJK juga melakukan analisis dan pemantauan atas laporan Modal Kerja Ber-sih Disesuaikan (MKBD) terhadap 142 Pe-rusahaan Efek dengan rata-rata total MKBD sampai pada akhir triwulan III-2015 sebesar Rp16,85 triliun atau naik sebesar 22,20% dari rata-rata triwulan II-2015. Selain itu, OJK juga melakukan analisis dan pemantauan atas 14
New Entry
2014 2015
Lulus Tidak Lulus Total TW I TW II TW III
Lulus Tidak Lulus Total Lulus Tidak Lulus Total Lulus Tidak Lulus Total
Direksi 167 82 249 41 33 74 74 34 108 135 50 185
Komisaris 133 69 202 26 12 38 37 13 50 103 15 118
PSP 22 2 24 5 - 5 11 1 12 15 1 16
Perusahaan Efek yang melakukan Penjami-nan Emisi Efek terhadap empat Emiten. Terkait dengan kegiatan pemantauan terha-dap laporan bulanan atas Laporan Kegiatan Perantara Pedagang Efek (LKPPE), dalam tri-wulan III-2015 terdapat enam Perusahaan Efek (PE) yang belum menyampaikan LKPPE. Dimana dari enam PE tersebut, semuanya merupakan PE yang berstatus tidak aktif dan/atau suspen. Selain itu, terdapat tiga PE yang terlambat menyampaikan LKPPE se-lama triwulan III-2015.
4) Pemeriksaan Kepatuhan Self Regulatory
Organization, Lembaga Penilai Harga Efek
dan Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal
Pada periode laporan, OJK melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), PT Kliring Pen-jaminan Efek Indonesia, dan PT Penyeleng-gara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI). Pemeriksaan terhadap PT PHEI difokuskan pada penilaian harga Efek, rencana bisnis strategis, teknologi informasi, riset dan pengembangan, dan edukasi. Se-mentara itu, fokus pemeriksaan terhadap PT PHEI difokuskan pada pengelolaan risiko PT KPEI dan fokus pemeriksaan terhadap PT P3IEI difokuskan pada struktur organisasi, pengelolaan investasi, penanganan klaim, dan hak subrogasi.
OJK telah melakukan analisis dan menyam-paikan tanggapan atas laporan realisasi Ang-garan dan Rencana Kerja triwulan II-2015 PT BEI, PT KPEI, PT KSEI dan PT Penyelenggara program Perlindungan Investor Efek Indone-sia (PT P3IEI) tahun 2015. OJK juga melaku-kan analisis dan menyampaimelaku-kan laporan atas laporan Keuangan Tahunan (audited) PT BEI, PT KPEI, PT KSEI, Dana Jaminan, PT P3IEI, PT Penilai Harga Efek Indonesia (PT PHEI), dan Dana Perlindungan Pemodal periode 2014. Selain itu, OJK melakukan koordinasi dengan PT BEI terkait tindak lanjut atas
penyampai-an surat dari IPEI terkait Guarpenyampai-anteed Volume
Weighted Average Price (GVWAP).
5) Pemeriksaan Kepatuhan Perusahaan Efek Pada periode laporan, OJK telah melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 50 Peru-sahaan Efek yang terdiri dari 42 kantor pu-sat Perusahaan Efek dan delapan kantor cabang Perusahaan Efek. Fokus pemeriksaan terhadap kantor pusat perusahaan Efek ada-lah pemeriksaan setempat melalui pendeka-tan hasil Risk Based Supervision (RBS) pada risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Sedangkan Fokus pemeriksaan terhadap kan-tor cabang perusahaan Efek adalah pemerik-saan kegiatan penanganan pesanan dan pemasaran. Laporan Hasil Pemeriksaan ter-hadap 28 Perusahaan Efek telah disampaikan kepada Perusahaan Efek terkait.
5) Pemeriksaan Teknis
Pada periode laporan, OJK menerima 11 pengadu an yang terkait dengan Pasar Modal. Dari sebelas pengaduan tersebut, tiga di-antaranya telah selesai dilakukan penelaahan, sedangkan delapan pengaduan lainnya se-dang dalam proses penanganan.
A. Pengawasan Pengelolaan Investasi Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaku industri pengelolaan investasi, OJK melakukan aktivitas pengawasan baik berupa pemeriksaan kepatuhan dan pengawasan tindakan korporasi pelaku. Sampai dengan triwulan III-2015, OJK me-lakukan pemeriksaan kepatuhan pelaku industri pengelolaan investasi terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku sebanyak 19 kantor pusat Ma-najer Investasi (MI), tiga Kantor Cabang MI, 35 kantor cabang APERD, dua Bank Kustodian (BK), dan tiga KIK Efek Beragun Aset (KIK-EBA). Sampai dengan triwulan III-2015, 14 MI telah selesai Laporan Hasil Pemeriksaannya (LHP), dua MI dalam pro ses finalisasi LHP, dan enam MI masih dalam tahap proses permintaan kon-firmasi ke MI.
Terkait dengan pemeriksaan kepatuhan, OJK telah melakukan pemeriksaan terha-dap APERD, dari 35 kantor cabang APERD yang telah diperiksa, 24 APERD telah se-lesai LHP nya, tiga APERD dalam proses finalisasi LHP, dan delapan APERD masih dalam proses permintaan konfirmasi ke APERD. Selain itu, dari dua BK yang di-periksa, satu BK dalam proses finalisasi LHP dan satu BK saat ini masih dalam proses pemeriksaan.
Dalam rangka pengawasan atas laporan berkala, OJK melakukan pemantauan ter-hadap laporan bulanan MI sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam-LK Nomor X.N.1 tentang Laporan Kegiatan Bulanan Manajer Investasi. Pada triwu-lan III-2015, terdapat tiga MI yang tidak/ terlambat menyampaikan laporan. Se-mentara itu, OJK juga mewajibkan MI untuk menyampaikan laporan MKBD setiap bulan dan terdapat lima MI yang mengalami keterlambatan pe nyampai-an lapornyampai-an, yaitu dua MI untuk lapornyampai-an MKBD periode Juli 2015, satu MI untuk laporan MKBD periode Agustus 2015, dan dua MI untuk laporan MKBD periode Sep-tember 2015. Atas hal tersebut, OJK telah melakukan konfirmasi dan mengenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. B. Pengawasan Emiten dan Perusahaan
Publik
Selama periode laporan, OJK melakukan pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik melalui pengawasan 24 transaksi afiliasi, dimana terdapat dua transaksi material yang harus terlebih dahulu men-dapat persetujuan RUPS, 40 pembagian dividen berupa kas, dua pembagian divi-den saham, 23 laporan buyback saham, satu penelaahan atas penawaran tender sukarela, dan satu penelaahan atas ren-cana Penambahan Modal Tanpa HMETD. Pengawasan terhadap Emiten dan Pe-rusahaan Publik juga dilakukan melalui
pemantauan atas penyampaian laporan berkala, antara lain pemantauan atas Laporan Keuangan Tahunan (LKT), Lapo-ran Keuangan Tengah Tahunan (LKTT) dan Laporan Tahunan (LT) dimana dari 604 Emiten dan Perusahaan Publik yang ada, terdapat 513 (84,93%) Perusahaan yang menyampaikan LKT-2014 secara tepat waktu, 48 (7,95%) Perusahaan men-galami keterlambatan, 20 (3,31%) Peru-sahaan belum menyampaikan LKT-2014, dan 23 (3,81%) Perusahaan tidak aktif. Selanjutnya, dari 604 Emiten dan Peru-sahaan Publik yang ada, terdapat 493 (81,62%) Perusahaan yang menyampai-kan LT-2014 secara tepat waktu, sebanyak 69 (11,42%) Perusahaan mengalami ket-erlambatan, 19 (3,15%) belum menyam-paikan LT-2014, dan 23 (3,81%) Perusa-haan tidak aktif.
Berdasarkan pengawasan OJK terdapat 103 Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum (LRPD) yang telah diterima oleh OJK, tidak terdapat Emiten yang terlambat menyampaikan laporan. OJK juga melakukan peman-tauan laporan atas kesesuaian dengan ketentuan Pasar Modal terhadap 323 laporan keterbukaan informasi mate-rial atau kejadian penting, 36 laporan hasil pemeringkatan Efek, 403 hasil RUPS Emiten dan Perusahaan Publik, serta 13 laporan penjatahan Penawaran Umum. OJK melakukan rekapitulasi terhadap laporan hutang valas yang disampaikan setiap bulan oleh Emiten dan Perusahaan Publik, dengan jumlah total laporan pada triwulan ini sebanyak 701 laporan yang bertujuan untuk melihat exposure hu-tang valas terhadap Emiten atau Perusa-haan Publik. OJK juga sedang melakukan Pemeriksaan Teknis terhadap dua Emiten. C. Pengawasan Lembaga dan Profesi
Penunjang Pasar Modal
Kepatu-han terhadap dua Biro Administrasi Efek, dua Pemeringkat Efek, lima Penilai, lima Bank Kustodian (pemeriksaan bersama dengan Pengawas Perbankan) dan pe-meta an (mapping) terhadap lima Kon-sultan Hukum. Selain itu, OJK melakukan pemeriksaan onsite terhadap lima Bank Kustodian dan tiga Wali Amanat. Selama periode laporan, OJK juga telah melaku-kan pemeriksaan onsite terkait pendalam-an atas Sistem Pengendalipendalam-an Mutu (SPM) KAP terhadap 12 Kantor Akuntan Publik (KAP).
D. Penegakan Hukum Industri Pasar Modal
1) Pemeriksaan Pasar Modal
Salah satu tugas OJK adalah mengawasi kegiatan di Pasar Modal, baik melalui upaya preventif maupun represif dalam bentuk penegakan hukum. Adapun jenis pelanggaran regulasi di bidang Pasar Modal adalah jenis pelanggaran yang berkaitan dengan regulasi yang me-nyangkut keterbukaan Emiten, Perusaha-an Publik dPerusaha-an atau Profesi PenunjPerusaha-ang Pasar Modal, serta perdagangan Efek dan pengelolaan investasi.
Pelanggaran terhadap regulasi yang berkaitan dengan Emiten, Perusahaan Pu-blik dan atau Profesi Penunjang Pasar Modal antara lain mengenai transaksi afiliasi dan benturan kepentingan, transaksi mate-rial, keterbukaan pemegang saham ter-tentu, informasi atau fakta material yang harus segera diumumkan kepada publik, penyaji an laporan keuang an, penggu-naan dana hasil Penawaran Umum, dan Profesi Penunjang Pasar Modal.
Pelanggaran terhadap regulasi yang berkaitan dengan perdagangan Efek antara lain terkait dengan penyalah-gunaan rekening Efek nasabah, pergerak-an harga Efek ypergerak-ang tidak wajar di Bursa Efek serta pelanggaran atas ketentuan
pengendalian internal Perusahaan Efek. Pe-langgaran di bidang pengelolaan inves-tasi terkait pelanggaran regulasi mengenai peri laku Manajer Investasi dalam melaku-kan pengelolaan Reksa Dana dan Kontrak Penge lolaan Investasi.
Sampai dengan triwulan III-2015, jumlah pemeriksaan Pasar Modal yang ditangani oleh OJK yaitu sebanyak 65 pemeriksaan yang terdiri dari:
• 20 Pemeriksaan terkait Emiten dan Perusa-haan Publik, dengan dugaan pelanggaran antara lain: dugaan pelanggaran terhadap ketentuan penyajian Laporan Keuang-an, transaksi material dan perubahan kegiat an usaha, laporan realisasi peng-gunaan dana hasil Penawaran Umum, benturan kepenting an transaksi tertentu, pembentuk an dan pedoman pelaksana-an kerja Komite Audit, dpelaksana-an kewajibpelaksana-an penyampai an Laporan Tahunan bagi Emiten dan Perusahaan Publik;
• 37 Pemeriksaan terkait Transaksi dan Lem-baga Efek dengan dugaan pelanggar an terhadap ketentuan pengendalian inter-nal Perusahaan Efek dan pergerakan har-ga saham yang tidak wajar di Bursa Efek; dan
• Delapan Pemeriksaan terkait Pengelolaan Investasi dengan dugaan pelanggaran antara lain terhadap dugaan pelanggar-an terhadap ketentupelanggar-an pedompelanggar-an penge lolaan Reksa Dana berbentuk KIK, pedoman pelaksanaan fungsi-fungsi Manajer Investasi, perilaku Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan seba-gai Perantara Pedagang Efek, pedoman penge lolaan portofilio Efek untuk ke-pentingan nasabah secara individual, perilaku yang dilarang bagi MI, ketentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam portofo-lio Reksa Dana, dan pedoman pencatatan dalam rangka pengambilan keputusan oleh MI.
2) Penetapan Sanksi dan Penanganan Keberatan Pada Industri Pasar Modal 1. Penetapan Sanksi Administratif Selama periode triwulan III-2015, OJK telah menetapkan sebanyak 237 sanksi adminis-tratif kepada para pelaku industri Pasar Modal, yakni 34 Sanksi Administratif berupa Peringatan Tertulis, 202 Sanksi Adminis tratif Berupa Denda dan satu sanksi adminis-tra tif berupa Pembekuan KEgiatan Usaha. OJK menjatuhkan 34 Sanksi Administratif berupa Peringatan Tertulis terkait dengan keterlambatan pe nyampaian laporan, do-kumen selain lapor an, dan pengumuman. OJK juga menjatuh kan 202 Sanksi Admin-istratif Berupa Denda yang dikenakan ke-pada para pelaku di bidang Pasar Modal terkait dengan ke terlambatan penyampai-an laporpenyampai-an, kasus pelpenyampai-anggarpenyampai-an ketentupenyampai-an di bidang Pasar Modal selain keterlambat-an penyampaiketerlambat-an laporketerlambat-an, dokumen se-lain laporan, dan pe ngumuman. Total nilai Denda yang dikenakan sebesar Rp2,47 miliar dengan rincian:
• 192 Sanksi Denda karena keterlambat an penyampaian laporan dikenakan kepada Manajer Investasi, Perusahaan Efek, Partisipan Centralized Trading Plat-form Penerima Laporan Transaksi Efek (CTP PLTE), Emiten, Perusahaan Publik, Akuntan Publik, Konsultan Hukum, dan Penilai dengan total nilai Denda Rp1,85 miliar.
• Sepuluh Sanksi dengan total denda Rp0,62 miliar yang dikenakan kepada PE, Emiten, Akuntan Publik dan Pemegang Saham yang memiliki saham Emiten sebesar 5% karena kasus pelanggaran ketentuan di bidang Pasar Modal selain keterlambatan penyampaian laporan. Satu sanksi administratif berupa Pem-bekuan Kegiatan Usaha dikenakan ke-pada Konsultan Hukum.
Selain itu, OJK juga menjatuhkan sanksi administratif berupa Pembekuan Ke giatan
Usaha yang dikenakan kepada Konsultan Hukum karena pelanggaran peratur an perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Selain sanksi administratif yang telah ditetapkan tersebut, OJK juga telah me-netapkan dua Perintah Tertulis kepada Pe-rusahaan Efek karena kasus pelanggar an ketentuan di bidang Pasar Modal selain keterlambatan penyampaian laporan, do-kumen selain laporan, dan pengumum-an.
Sebagai tindak lanjut atas penetapan Sanksi Administratif Berupa Denda yang ditetapkan di 2015, OJK telah menetapkan 30 Surat Teguran Pertama dan sem bilan Surat Teguran Kedua karena keterlam-batan pembayaran Sanksi Administratif Berupa Denda. OJK juga masih mempro-ses pengenaan sanksi administratif terkait dengan keterlambatan penyampaian laporan, dokumen selain laporan, dan pengumuman sebanyak 94 kasus dan karena pelanggaran ketentuan di sektor Pasar Modal sebanyak lima kasus.
2. Penanganan Keberatan Atas Sanksi Administratif
Selama periode laporan, OJK menin-daklanjuti 11 permohonan keberatan di mana tujuh permohonan keberatan telah ditanggapi dan empat permohonan ke-beratan masih dalam proses. Dari permo-honan keberatan yang sudah ditanggapi, dua permohonan keberatan dinyatakan diterima yaitu permohonan keberatan yang diajukan oleh Bank Kustodian dan Notaris terkait Sanksi Administratif Beru-pa Denda, satu permohonan keberatan dinyatakan diterima sebagian yaitu per-mohonan keberatan yang diajukan oleh Perusahaan Efek, dan empat permoho-nan keberatan dinyatakan ditolak yaitu permohonan keberatan terkait Sanksi Ad-ministratif Berupa Denda yang diajukan oleh MI, Perusahaan Efek, Akuntan Publik, dan Penilai.