Anggaran yang Optimal dicapai dengan penyerapan anggaran yang maksimal serta terpenuhinya target-target kinerja yang telah ditetapkan.
Pengelolaan Anggaran adalah kegiatan yang diawali dengan penyusunan rencana kerja, penuangannya dalam dokumen pelaksanaan anggaran, pengawasan atas realisasinya, pencatatan dalam sistem akuntansi pemerintah, dan penyusunan Laporan Keuangan.
Optimal berarti paling baik dan tertinggi.
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama
Target 2020
Proyeksi Target Tahun
2021
Tahun 2022
Tahun 2023
Tahun 2024 Learning & Growth Perspective
Pengelolaan Anggaran KBRI Lima yang Optimal
Nilai Kinerja
Anggaran KBRI Lima 90 91 92 93 94
Lampiran I
Matriks Arah Kebijakan dan Strategi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lima
Periode 2020 – 2024
No
Arah Kebijakan
Kemenlu
No Strategi Kemenlu No Strategi KBRI Lima
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Peningkatan optimalisasi
1. Memanfaatkan pasar domestik sebagai daya tawar untuk menjalin kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di tingkat bilateral maupun regional.
1. Melakukan pertemuan bisnis secara berkala untuk
mempromosikan potensi ekonomi Indonesia di Peru dan Bolivia
2. Memperkokoh kerja sama ekonomi yang strategis dan saling
menguntungkan dengan pasar utama dan langkah terobosan untuk
menembus pasar potensial, antara lain melalui penyelesaian berbagai perundingan CEPA/FTA/PTA yang akan memberikan
manfaat bagi kepentingan nasional Indonesia dan implementasi program tindak lanjut dari berbagai ProPN yang telah
dilaksanakan.
2. Mempercepat proses
negosiasi pembuatan CEPA dengan Peru agar dapat mengidentifikasi dengan lebih mudah pasar potensial di Peru
3. Mengintegrasikan promosi perdagangan dan
investasi yang lebih terarah dan memberikan hasil yang konkret.
3. Memetakan sektor dagang dan investasi yang diminati dunia usaha Peru dan Bolivia serta mengadakan promosi potensi ekonomi Indonesia 4. Meningkatkan keterlibatan
pelaku usaha daerah, salah satunya dengan memfasilitasi para pemangku kepentingan dengan melakukan link and match antara permintaan pasar (business inquiries) dengan potensi yang bisa dipenuhi oleh pelaku usaha daerah.
4. Memfasilitasi promosi produk UMKM Indonesia di Peru dan Bolivia
5. Mendorong, memetakan potensi dan memfasilitasi
5. Menyelenggarakan promosi investasi bersama dengan
No
Arah Kebijakan
Kemenlu
No Strategi Kemenlu No Strategi KBRI Lima investasi dari luar negeri
(inbound investment) pada sektor-sektor prioritas bagi Indonesia dan outbond investment ke luar negeri yang sinergis dengan kepentingan ekonomi nasional.
instansi terkait khusus untuk sektor – sektor yang telah dipilih sesuai minat investor Peru dan Bolivia
6. Memfasilitasi perundingan dan mendukung
percepatan penyelesaian penyusunan Perjanjian Promosi dan Pelindungan Penanaman Modal (P4M) bilateral untuk melindungi investasi Indonesia di luar negeri.
6. -
7. Mendorong kerjasama dengan negara-negara mitra untuk produksi dan pengadaan alat kesehatan serta obat-obatan di Indonesia.
7. Mengadakan business matching antara perusahaan Indonesia dan potential buyer di Peru dan Bolivia
8. Menolak berbagai
tindakan diskriminatif yang ditujukan kepada
komoditas unggulan Indonesia.
8. Melakukan kampanye positif komoditas unggulan
Indonesia di negara akreditasi
9. Menguatkan peran Indonesia dalam legal framework) di bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan, baik di tingkat bilateral, regional dan multilateral.
9. Melakukan pendekatan dengan stakeholders terkait di Peru dan Bolivia.
2. Penguatan integritas NKRI dan diplomasi politik
keamanan.
10. Meningkatkan kerja sama bilateral, regional dan internasional dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan
internasional.
10. Melakukan pendekatan bilateral dan terus menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Peru dan Bolivia
11. Memperkuat kerja sama internasional dalam mengatasi masalah-masalah global yang
11. Berkoordinasi dan melakukan pendekatan dengan instansi terkait di Peru dan Bolivia berkenaan dengan isu global
No
Arah Kebijakan
Kemenlu
No Strategi Kemenlu No Strategi KBRI Lima mengancam umat
manusia.
yang menjadi kepentingan Indonesia
12. Mendorong kontribusi dan pemanfaatan negara-negara anggota ASEAN dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ASEAN-IPR dalam membangun perdamaian dan resolusi konflik di kawasan.
12. -
13. Meningkatkan peran aktif Indonesia dalam
mendorong kerja sama ASEAN dengan mitra wicara ASEAN serta ASEAN-led mechanisms secara lebih produktif dan konstruktif bagi
penciptaan arsitektur kawasan yang sejalan dengan kepentingan nasional.
13. Berperan aktif pada ASEAN Committee in Lima (ACL) dan berkoordinasi dengan
instansi terkait di negara akreditasi
3. Peningkatan citra positif Indonesia di dunia
internasional.
14. Meningkatkan peran serta aktor non-pemerintah dalam diplomasi publik yang inklusif.
14. Melibatkan organisasi
masyarakat dan vlogger yang berdomisili di Peru dan Bolivia untuk diseminasi informasi Indonesia yang positif.
15. Memanfaatkan soft power diplomacy dalam
memperkuat peran dan postur Indonesia di tataran regional dan global guna mendukung diplomasi ekonomi dan pencapaian kepentingan strategis Indonesia.
15. Memperkuat hubungan dengan alumni Darmasiswa, universitas terkenal
setempat, peserta kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur asing serta
mengunggah informasi terkait pasar dan pariwisata
Indonesia 16. Memanfaatkan jaringan
media konvensional dan digital dalam
mempromosikan citra Indonesia di luar negeri.
16. Bekerja sama dengan media dan pelaku usaha pariwisata Peru dan Bolivia untuk menyebarkan berita positif terkait Indonesia
4. Peningkatan pelindungan WNI/BHI di luar negeri dan pelayanan publik
17. Memastikan kehadiran negara melalui
pembentukan sistem pelindungan WNI di luar negeri dalam rangka pelayanan publik dan pelindungan WNI di luar negeri yang berbasis
17. Membentuk jejaring dan menjaga keberlanjutan komunikasi antara KBRI Lima dengan WNI dan
stakeholders di wilayah akreditasi, untuk membuka akses dan membangun dialog antara WNI dengan
No
Arah Kebijakan
Kemenlu
No Strategi Kemenlu No Strategi KBRI Lima semangat kepedulian dan
keberpihakan dengan fokus peningkatan pada aspek pencegahan, deteksi dini, dan respon cepat guna mewujudkan pelayanan yang tepat, mudah, murah dan akurat, serta sesuai peraturan perundang-undangan.
negara.
18. Memperkuat sistem kelembagaan pelindungan WNI dan pelayanan publik di luar negeri dengan fokus pada pembangunan standarisasi, norma, kebijakan, kapasitas dan profesionalitas SDM, serta sistem monitoring dan evaluasi.
18. Menguatkan kapasitas SDM dan memutakhirkan sistem pelayanan publik secara berkelanjutan di wilayah akreditasi.
19. Meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan K/L terkait dengan seluruh pemangku kepentingan lainnya di segala lapisan, baik di dalam dan luar negeri.
19. Meningkatkan komunikasi dengan pemangku
kepentingan di wilayah akreditasi dan di tanah air.
20. Memperkuat sarana dan prasarana penunjang pelindungan WNI di luar negeri dan pelayanan publik.
20. Memutakhirkan sarana dan prasarana pelayanan publik di wilayah akreditasi.
5. Penguatan Diplomasi Sosial Budaya
21. Memperkuat strategi diplomasi publik Indonesia melalui kerja sama sosial kebudayaan, promosi kuliner, promosi nilai-nilai Indonesia (terutama kearifan Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan
Indonesia Homegrown Demokrasi), pemberian beasiswa, dialog lintas agama, people to people contact, jejaring diaspora Indonesia dan
Indonesianist.
21. Mengadakan pameran budaya, promosi kuliner, mengikuti seminar pariwisata, serta bekerja sama dengan stakeholder terkait di Peru dan Bolivia
22. Melibatkan diaspora maupun WNI di luar negeri dalam mendukung diplomasi budaya RI.
22. Menjalin hubungan baik dengan Indonesianis dalam upaya promosi budaya Indonesia
No
Arah Kebijakan
Kemenlu
No Strategi Kemenlu No Strategi KBRI Lima 23. Mendorong tumbuhnya
enterpreneur gastronomi pemula.
23. Bekerjasama dengan institut gastronomi setempat dan diaspora mempromosikan kuliner Indonesia serta mempromosikan restoran yang mempunyai menu Indonesia di media yang dikelola KBRI Lima 6. Penguatan
24. Melakukan kerja sama dengan pihak pemerintah dan non-pemerintah untuk membangun aplikasi monitoring berita dan informasi dari Perwakilan RI di seluruh dunia.
24. Bekerja sama dengan Digital Command Center dan kantor berita resmi Peru dan Bolivia untuk diseminasi informasi yang akurat, tepat waktu, dan tepat sasaran.
7. Peningkatan infrastruktur diplomasi berbasis teknologi informasi
25. Melakukan penataan organisasi yang adaptif sesuai dinamika tuntutan polugri, peningkatan kualitas perencanaan serta monitoring dan evaluasi kinerja, dan tata kelola Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI.
25. Memantau perkembangan proses penataan organisasi dan tata kelola yang
dikoordinasikan oleh Pusat untuk selanjutnya dapat diimplementasikan di KBRI Lima.
26. Mewujudkan manajemen SDM Kementerian Luar Negeri yang berbasis merit, akuntabel, kredibel, dan transparan.
26. Melakukan rapat Tim Kepegawaian KBRI Lima yang rutin dan transparan, serta menerapkan disiplin kepada seluruh LS yang bertugas
27. Membangun sistem komunikasi dan teknologi informasi yang terintegrasi berdasarkan Ristik
Kementerian Luar Negeri.
27. Senantiasa memutakhirkan peralatan teknologi dan informasi yang digunakan di KBRI Lima untuk
memperlancar komunikasi dan koordinasi, khususnya pada kegiatan virtual 28. Meningkatkan anggaran
Kementerian Luar Negeri dan memperkuat sistem penganggaran berbasis kinerja.
28. Berkoordinasi dengan Pusat dan instansi terkait, serta koordinasi antarfungsi di KBRI Lima dalam
penyusunan, pelaksanaan dan pelaporan anggaran berbasis kinerja.
Meningkatkan kualitas SDM Pengelola Anggaran KBRI Lima dengan mengikuti diklat maupun bimbingan teknis terkait perencanaan anggaran yang
No
Arah Kebijakan
Kemenlu
No Strategi Kemenlu No Strategi KBRI Lima diselenggarakan oleh Pusat maupun instansi terkait.
29. Memperkuat
pengarusutamaan gender dalam organisasi,
khususnya penganggaran yang mengadopsi
pengarusutamaan gender, dalam rangka
membangun sistem manajerial dan infrastruktur yang responsif terhadap isu pengarusutamaan tersebut.
29. Turut ikut serta dalam upaya pemberdayaan perempuan (HS, LS, dan masyarakat Indonesia) berkoordinasi dengan instansi terkait.
30. Meningkatkan kualitas sarana, prasarana, aset dan barang guna meningkatkan kinerja Kementerian Luar Negeri.
30. Melakukan pemeliharaan terhadap sarana, prasarana, aset dan barang secara rutin.
31. Meningkatkan
akuntabilitas pengelolaan anggaran dan aset negara serta kepatuhan terhadap peraturan perundangan.
31. Selalu update terhadap peraturan terkait pengelolaan anggaran dan aset negara.
32. Meningkatkan tata kelola pengawasan intern berbasis risiko.
32. Menerapkan sistem
pengendalian internal sesuai dengan ketentuan dan menjaga komunikasi dengan satuan pengawas intern.
Lampiran II
Matriks Target Kinerja
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lima Tahun 2020-2025
Target Alokasi (ribu Rupiah)
2020
4.392.301 1.176.091 1.992.985 2.255.436 2.413.316 2.582.249
Nilai Manfaat
Program /
Target Alokasi (ribu Rupiah)
2020
506.518 566.474 633.025 695.154 754.333 825.717
Pelindungan
Program / Kegiatan
Sasaran Strategis (SS) Program / SS Kegiatan
Indikator
Target Alokasi (ribu Rupiah)
2020
2020 Revisi
*)
2021 2022 2023 2024 2020 2020
Revisi *) 2021 2022 2023 2024
Dukungan Manajemen Kegiatan:
Pengelolaan Keuangan, BMN dan Umum
Tata Kelola Organisasi KBRI Lima yang Baik
Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) KBRI Lima
78 (BB)
78 (BB)
79 (BB
80 (BB)
81 (A)
82 (A)
Sarana dan Prasarana KBRI Lima yang Memadai
Persentase Sarana dan Prasarana KBRI Lima yang Dipenuhi Sesuai dengan
Rencana
100% 100% 100% 100% 100% 100%
Pengelolaan Anggaran KBRI Bern yang Optimal
Nilai Kinerja Anggaran KBRI Lima
90 90 91 92 93 94
*) Revisi Dampak Pandemi Covid-19