• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA DAN REALISASI PENJUALAN BATUBARA TAHUN 2020 DAN RENCANA TAHUN 2021

2.7. Perlindungan Lingkungan

2.7.1. Pengelolaan Lingkungan

Tidak adanya kontrak penjualan kepihak pembeli disebabkan karena belum adanya pengesahan RKAB yang disetujui.

2.6.3. Penjualan Afiliasi

Pengertian afiliasi disini maksudnya adalah usaha yang mempunyai kepemilikan saham langsung dengan pemegang IUP atau IUPK (PP nomor 23 tahun 2010 pasal 1).

Berdasarkan pengertian diatas serta tujuan penjualan batubara CV.

Indra Berjaya (IB), maka dapat dipastikan bahwa CV. Indra Berjaya (IB) tidak melakukan penjualan batubara kepada konsumen atau perusahaan yang terafiliasi.

2.6.4. Rencana Dan Realisasi DMO Batubara

Berdasarkan rencana pasar yang akan dilakukan oleh CV. Indra Berjaya (IB) 100% Domestik yaitu industry dan PLN Batubara dan pasar kecil dalam negeri dengan menggunakan mata uang rupiah (Rp) Sehingga hasil produksi batubara masuk dalam penjualan domestic (DMO).

2.7. Perlindungan Lingkungan

Komitmen CV. Indra Berjaya (IB) terhadap perlindungan lingkungan, dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni “Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perusahaan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan, pemulihan, pelestarian dan perlindungan lingkungan, aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya, serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten, dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal”

2.7.1. Pengelolaan Lingkungan

CV. Indra Berjaya (IB) melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. Untuk mengukur efektivitas

28

pengelolaan lingkungan, setiap tahun CV. Indra Berjaya (IB) menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan RKL/RPL (AMDAL) yang telah disetujui dengan nomor : 540/19/UKL-UPL/BB/DPE/X/2005.

Untuk Dokumen Rencana Reklamasi Dan Rencana Penutupan Tambang akan kami sampaikan beserta dengan bukti penempatan jaminannya.

Pada kegiatan penambangan yang dilakukan, dampak yang ditimbulkan dilakukan pemantauan dan pengelolaan lingkungan secara rutin.

Hal tersebut dilakukan agar dapat diketahui secara dini dampak negatif yang terjadi, sehingga dapat dilakukan penanggulangan secara cepat dan dampak tidak meluas. Dalam pengelolaan lingkungan diusahakan semaksimal mungkin untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang ada disekitar kegiatan perusahaan, agar :

a. Penentuan tindakan pencegahan, penanggulangan dan pengendalian dampak negatif tepat sasaran serta mengembangkan dampak yang positif dari kegiatan penambangan batubara.

b. Melibatkan instansi berwenang yang terkait di dalam penanganan pengelolaan lingkungan, sehingga dalam pelaksanaannya dapat terkontrol dan berjalan sesuai peraturan.

Pada tahun 2021 CV. Indra Berjaya (IB) rencana akan melakukan pengelolaan lingkungan terhadap beberapa komponen lingkungan antara lain :

1. Pengelolaan Kualitas Udara

Tujuan pengelolaan kualitas udara ambient adalah untuk mengurangi kadar emisi dan debu agar tidak melampaui baku mutu lingkungan sehingga dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan dapat diminimalisir.

2. Pengelolaan Kualitas Tanah 3. Pengelolaan Kualitas Air

29

Teknik dan metode pengelolaan lingkungan akan dilakukan terhadap beberapa hal :

a. Lahan Bekas Tambang

Pengisian kembali lubang bekas tambang dengan batuan penutup yang berasal dari bukaan tambang lainnya dilakukan agar proses reklamasi dan revegetasi lahan bekas tambang dapat dijalankan bersamaan dengan kegiatan penambangan.

Kegiatan pengisian lubang bekas tambang dan revegetasi lahan bekas tambang akan meminimalisir jumlah lubang yang tidak digunakan lagi serta mengurangi pencemaran air yang berasal dari air limpasan yang bersifat asam.

b. Timbunan Top Soil

Maksud dari pengelolaan ini untuk mengatur dan memisahkan tanah pucuk (top soil) dengan lapisan tanah lain. Hal ini karena tanah pucuk merupakan media tumbuh bagi tanaman dan merupakan salah satu faktor penting untuk keberhasilan pertumbuhan tanaman pada kegiatan reklamasi

c. Timbunan Tanah/Batuan Penutup

Batuan penutup dari hasil pengupasan dan pembongkaran tanah pada kegiatan penambangan akan di timbun pada lokasi penimbunan (waste dump) yang besar dan akan ditimbun kembali pada lubang bekas tambang/pit (backfiil) terutama yang berpotensi membentuk aliran asam. Sistem penirisan dan upaya lain untuk memperkecil laju erosi pada bidang lereng akan dilaksanakan dengan membuat kemiringan bidang sekitar 2 – 5% ke arah kaki lereng dan dibuat saluran penirisan lainnya searah dengan bentuk kontur.

d. Air Asam Tambang (Acid Mine/Rock Drainage)

Pengelolaan air asam (Mine Acid Management) akibat oksida pyrite dari material tanah/batuan penutup yang bersifat asam, dilakukan dengan cara pengapuran pada lokasi-lokasi Water Monitoring Point

30

(WMP), penghamparan kapur di lahan terpapar dan lahan-lahan yang berpotensi menghasilkan asam sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

e. Limpasan Air Permukaan (Surface Run Off)

Air limpasan permukaan (Surfece Run Off) yang berasal dari daerah tangkapan air tempat kegiatan penambangan, penumpukan atau penimbunan batubara di stockpile dan lokasi crushing plant akan ditampung dan dikelola dalam kolam-kolam pengendapan (settling pond) yang akan dibangun sebanyak 4 kompartemen.

Secara berkala dilakukan perawatan pada settling pond tersebut, baik terhadap endapan yang sudah penuh maupun perbaikan jika ada kerusakan. Pengecekan dilakukan setiap hari dengan melakukan pengukuran kadar keasaman air menggunakan kertas lakmus serta penambahan kapur guna menetralisir kadar asam.

f. Limbah Padat

Limbah padat (limbah domestik) dari hasil kegiatan di base camp, kantor, bengkel, pengadaan pembekalan dan lain-lain akan dikumpulkan dan dibuang/dibakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di disposal aktif. Sarana yang digunakan dalam pengelolaan limbah ini adalah tong/bak sampah dan mobil pengangkutan ke TPA, dimana bak sampah digolongkan dalam 3 (tiga) kelompok masing-masing :

- Sampah yang tidak bisa dibakar seperti kaca, akan dibuang ke dalam lubang sampah aktif untuk segera ditimbun

- Sampah plastik dan kertas akan dibakar

- Sampah organik yang berasal dari dapur dan tanaman yang berupa sisa makanan dan dedaunan dilakukan pengomposan untuk mendukung program revegetasi melalui pupuk kompos.

31

g. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Minyak pelumas bekas termasuk dalam kategiri limbah B3, maka semua minyak pelumas bekas yang dihasilkan dari hasil pemakaian peralatan tambang seperti alat berat, mesin generator listrik maupun kendaraan dan alat transportasi lainnya akan ditampung dalam tangki atau drum-drum sebelum disalurkan pada perusahaan pengumpul minyak pelumas bekas yang sudah mempunyai izin resmi dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup. Sarana pendukung lainnya dalam hal yang berkaitan dengan pengelolaan minyak pelumas bekas adalah Tempat Penyimpanan sementara Limbah Bahan Berbahaya Beracun yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Selain itu pengelolaan terhadap material hidrokarbondimana setiap bangunan yang digunakan untuk menyimpan, mengelola bahan material minyak pelumas maupun oli bekas harus dilengkapi penangkap ceceran minyak (oil trap) guna memisahkan minyak dari air tempat penimbunan drum oli bekas yang disemen.

32

Tabel 2.28

Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan

Tri. I Tri. II Tri. III Tri. IV Tri. I Tri. II Tri. III Tri. IV

2 3 4 5 6 7 8 9

I.

1.

a. Pemberian kapur (kg) 300 300 300 300 300 300

b. Pemberian tawas (kg) 120 100 120 120 120 120 120

c. Pemberian reagen lainnya (jika ada) (satuan volume) 2.

a. Penyiraman jalan tambang 75 75 75 75 75 75

b. Penyiraman jalan hauling 75 75 75 75 75 75 75

3.

c. Pengiriman pihak ketiga (pengumpul limbah B3 yang berizin) 1 1 1 1 1 1 1

d. Remediasi (jika ada)

e. Pemusnahan di insinerator (jika ada) II.

Revegetasi (tingkat pertumbuhan) 1 1 1 1 1 1 1

Biota Perairan 1 1 1 1 1 1 1

Pengelolaan limbah B3 (berapa kali per triwulan)

Pemantauan (berapa kali per triwulan) 1

2 3

Pengelolaan kulaitas tanah (berapa kali per triwulan)

Uraian Kegiatan Realisasi Tahun 2020 Rencana Tahun 2021

1 Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan kualitas air

Pengelolaan kulaitas udara (berapa kali per triwulan)

33

Tabel 2.29

Realisasi Penggunaan Lahan untuk Kegiatan Pertambangan Tahun 2020

Kumulatif Bukaaan Lahan Rencana Tahun Realisasi Tahun Kumulatif Bukaaan Lahan

s.d Tahun 2019 2020 2020 s.d Tahun 2020

(2) (3) (4) (5)

1.

a. Tambang aktif (ha) 4.11 4.11 4.11 4.11

b. Tambang selesai (ha) 9.07 9.07 9.07

2.

a. Backfilling aktif 4.54 4.54 4.54

b. Backfiliing selesai 4.92 4.92 4.92

3.

a. Timbunan aktif (ha) 1.88 1.88 1.88

b. Timbunan selesai (ha) 5.45 5.45 5.45

4.

5.

6. 0.06 0.06 0.06 0.06

7.

a. Pabrik pengolahan dan pemurnian 0.14 0.14 0.14 0.14

b. Kolam/timbunan talilng c. Perumahan karyawan / mess d. Jalan non tambang

e. Gudang f. Kantor g. Bengkel

h. Pelabuhan 2.24 2.24 2.24 2.24

i. Landfill

Timbunan OB / batuan penutup di bekas tambang (backfilling ) (ha)

Timbunan OB / batuan penutup di luar tambang (ha)

Timbunan tanah pucuk (ha) Jalan tambang (ha)

Kolam sedimen / kendali erosi (ha)

34

Tabel 2.30

Realisasi Pembukaan Lahan Tahun 2020 dan Rencana Pembukaan Lahan Tahun 2021

Tri. I Tri. II Tri. III Tri. IV Tri. I Tri. II Tri. III Tri. IV

2 3 4 5 6 7=(3+4+5+6) 8 9 10 11 12 13=(9+10+11+12)

1. 12.19 1.19 1.19 12.19 1.00 1.52 1.52 4.04

2.

3.

4.

5.

6.

a. Pabrik pengolahan dan pemurnian b. Kolam/timbunan talilng c. Perumahan karyawan / mess d. Jalan non tambang

Timbunan Overburden/batuan penutup di luar tambang (ha) Timbunan Tanah Pucuk (ha)

Uraian Penggunaan Lahan Tahun (N-1)

Rencana Bukaan Lahan Dalam Dokumen Rencana

Reklamasi Tahun 2020

Realisasi Pembukaan Lahan Tahun

2020 (ha) Total

Rencana Pembukaan Lahan Tahun 2021 (ha)

35

Tabel 2.31

Realisasi Reklamasi Tahun 2020 dan Rencana Reklamasi Tahun 2021

Untuk realisasi reklamasi komulatif sampai tahun 2020 pada tabel bernilai 0 disebabkan belum melakukan reklamasi di CV. Indra Berjaya (IB) pada bukaan lama karena masih terdapat cadangan yang belum terambil.

Tri. I Tri. II Tri. III Tri. IV

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11=(7+8+9+10)

1. Pengisian kembali lahan bekas tambang (backfilling) (ha) 23.29 23.29 - - 23.29 7.76 7.76 7.76 23.29

2. Pengaturan permukaan lahan (ha) -

-a. Timbunan tanah/batuan penutup di bekas tambang (inpit) 12.19 12.19 - - 12.19 4.06 4.06 4.06 12.19

b. Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang (outpit) -

-c. Timbunan sisa hasil pengolahan dan/atau pemurnian -

-d. Bekas kolam sedimen/sarana pengendali erosi 0.18 0.18 - - 0.18 0.09 0.09 0.18

e. Bekas jalan tambang -

-f. Bekas jalan non tambang -

-g. Fasilitas penunjang lainnya -

-3. Penghijauan (Revegetasi) (ha) -

-a. Lahan bekas tambang (inpit) 12.19 12.19 - - 12.19 4.06 4.06 4.06 12.19

b. Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang (outpit) -

-c. Timbunan sisa hasil pengolahan dan/atau pemurnian -

-d. Bekas kolam sedimen/sarana pengendali erosi 0.18 0.18 - - 0.18 0.09 0.09 0.18

e. Bekas jalan tambang -

-f. Bekas jalan non tambang -

-g. Fasilitas penunjang lainnya -

-4. Reklamasi bentuk lain (waduk, permukiman,dll) (ha) -

-a. Lahan bekas tambang -

-b. Timbunan tanah/batuan penutup (outpit) -

-c. Area lainnya (infrastruktur) -

-Rencana Reklamasi

36

Dokumen terkait