• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengeluaran pribadi

Dalam dokumen MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6 (Halaman 63-68)

HANDOUT 1 Modul 6: Topik 5

Sumber Keuangan

Banyak calon seorang wirausaha yang memiliki ide dan rencana bisnis yang menjanjikan. Namun modal yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana-rencana mereka mungkin tidak selalu tersedia. Akibatnya, banyak usaha kecil yang prospektif akhirnya tidak terwujud. Pemilik usaha kecil perlu menginvestasikan sejumlah dana pribadinya untuk membuka usaha mereka. Namun dengan persiapan dan perencanaan yang tepat, pembiayaan dapat diperoleh dari sumber-sumber lain. Kedua sumber keuangan yang utama untuk membuka usaha adalah modal sendiri pemilik dan pinjaman dari lembagalembaga pemberi pinjaman. 1. Pembiayaan dari Modal

Sumber utama keuangan Modal untuk sebagian besar seorang wirausaha adalah tabungan pribadi mereka. Para ahli keuangan mengatakan bahwa setengah dari uang yang dibutuhkan untuk membuka satu usaha kecil harus berasal dari pemilik. Ini berarti para pemilik di masa mendatang harus bekerja dan menabung dulu sebelum memiliki dana yang cukup untuk membuka sebuah usaha.

Sumber keuangan Modal yang populer lainnya adalah dana yang berasal dari sumber-sumber lain seperti keluarga, teman, modal ventura, dan bisnis. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apakah mereka ingin terlibat dalam pengoperasian bisnis tersebut? Apa yang akan terjadi bila bisnis tersebut tidak berhasil? Apakah ini akan merusak hubungan Anda?

Sumber pembiayaan Modal juga dapat diperoleh dengan menjual sebagian dari bisnis tersebut ke salah satu mitra atau lebih. Dengan mitra menanamkan uang mereka, maka biasanya lebih mudah untuk menambah jumlah dana yang dibutuhkan. Namun para mitra ini harus dapat bekerjasama dan ini tidaklah mudah. Dikarenakan banyak orang yang membuka bisnis mereka sendiri ingin mengambil keputusan-keputusan mereka sendiri, maka kemitraan bukanlah ide yang tepat.

2. Meminjam Uang Dari Lembaga Pemberi Pinjaman

Apabila sumber-sumber modal sendiri tidak cukup, seorang wirausaha punya pilihan lain yaitu meminjam dari sumber-sumber lain. Para pemberi pinjaman biasanya akan memberi pinjaman kepada masyarakat yang mereka kenal dan percayai. Para pemberi pinjaman biasanya bersikap hati-hati dan tidak akan memberi pinjaman bila resikonya terlalu tinggi. Mereka tidak mau kehilangan uang untuk usaha-usaha yang gagal. Oleh karena itu, sebagian besar dari pemberi pinjaman akan mengkaji rencana bisnis tersebut secara seksama. Rencana ini harus menguraikan bagaimana bisnis ini beroperasi,

seberapa besar dana yang dibutuhkan dan bagaimana dana ini digunakan, serta pada titik mana bisnis ini akan meraih keuntungan.

Sebagian besar masyarakat terpikir tentang bank bila ingin meminjam uang. Namun untuk usaha-usaha kecil, meminjam uang dari bank tidak selalu mudah. Bank hanya meminjamkan dana bila resiko kerugian bisnis tersebut sangat rendah. Biasanya mereka hanya meminjamkan uang kepada pelanggan yang sudah mereka kenal lama. Bila ada seseorang yang ingin meminjam uang di kemudian hari, maka ia mungkin perlu segera menjalin hubungan pribadi yang baik dengan bankir lokal.

3. Pertimbangan Sewaktu Mengajukan Permohonan Pinjaman Usaha

Lembaga-lembaga pemberi pinjaman menerapkan prosedur yang berbeda-beda yang harus dipatuhi pemohon pinjaman. Walaupun lembaga-lembaga ini ingin membantu calon peminjam, namun mereka harus memastikan pinjamannya akan dilunasi seperti yang disepakati pihak peminjam. Adalah penting untuk memahami beberapa faktor berikut ini sebagai bahan pertimbangan sewaktu menilai permohonan pinjaman.

− Jenis pinjaman: jangka pendek (hingga satu tahun) atau jangka panjang (lebih dari satu tahun).

− Tujuan pinjaman: adalah penting untuk memastikan bahwa pemohon tidak akan menanamkan dana tersebut untuk bisnis ilegal, tidak didukung oleh kebijakan pemerintah atau tidak memberi keuntungan bagi masyarakat.

− Nilai kredit dan integritas peminjam. Apakah peminjam dapat dipercaya?

− Kemampuan: profil bisnis dari pemohon adalah indikator kemampuan seorang wirausaha untuk mengoperasikan proyek dengan keahlian yang profesional dan efektivitas. Karakteristik kemampuan dapat membantu pemberi pinjaman untuk memahami apakah peminjam akan mampu menggunakan pinjaman sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

− Masa pelunasan: masa pelunasan adalah syarat yang sangat penting dari sisi peminjam maupun pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman perlu mengetahui apakah masa pelunasan yang ditawarkan peminjam realistis atau tidak. Pemberi pinjaman dapat memastikan hal ini melalui proyeksi statistik dan finansial dan memberi usulan kepada pemohon tentang masa pelunasan yang realistis, serta informasi rinci lainnya misalnya tentang jumlah angsuran bulanan.

− Jaminan: jaminan untuk pinjaman tersebut harus dapat diterima pemberi pinjaman. Walaupun semua persyaratan telah terpenuhi, namun pemberi pinjaman dapat menolak pemberian pinjaman tersebut bila persyaratan sekuritas dan ketentuan yang diperlukan pihak bank tidak memadai. Hal ini biasanya terjadi bila mengajukan permohonan pinjaman untuk yang pertama kalinya.

− Penjamin: sebagian pemberi pinjaman meminta sekuritas dalam bentuk properti tak bergerak serta aset dan jaminan yang nyata dari teman-teman.

− Rencana usaha: ini adalah sarana utama yang digunakan lembaga pemberi pinjaman manapun untuk memutuskan apakah pemohon pinjaman layak diberi pinjaman. Rencana usaha memperlihatkan apakah sebuah usaha dapat berjalan atau tidak.

Pemohon pinjaman mungkin akan meminta tenaga ahlinya untuk menyusun rencana usaha guna membuktikan bahwa pinjaman yang diminta layak dipertimbangkan oleh organisasi pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman selalu menilai rencana usaha yang diberikan pemohon dan mengambil kesimpulannya sendiri atau menyusun studi kelayakannya guna menilai kelangsungan usaha yang diusulkan tersebut. Aspek yang sangat penting adalah biaya yang dibutuhkan dan arus kasnya. Arus kas serta proyeksi keuangan dan statistik, akan memperlihatkan apakah proyek tersebut dapat menghasilkan uang yang lebih banyak daripada pengeluaran. Hasil-hasil ini akan menunjukkan kepada pihak pemberi pinjaman apakah pinjaman tersebut aman dan pihak peminjam mampu melunasi hutangnya sesuai persyaratan yang ditentukan.

− Pelanggan lembaga pemberi pinjaman punya peluang yang lebih besar sewaktu mengajukan permohonan pinjaman usaha untuk modal kerja. Bank akan mempelajari catatan keuangan konsumen tersebut di masa lalu dan catatan-catatan keuangan ini dapat membantu pihak bank untuk memutuskan tindakan apa yang perlu diambil. Apabila pelanggan ingin membuka sebuah usaha, maka prosedurprosedurnya nyaris sama dengan prosedur yang diterapkan terhadap pemohon baru. Dengan menyimpan catatan-catatan keuangan tertulis tersebut, seorang wirausaha akan memiliki bukti tertulis tentang riwayat usahanya di masa lalu.

Ada beberapa sumber keuangan yang tersedia untuk para seorang wirausaha. Biasanya, keputusan penting yang perlu diambil adalah menentukan sumber keuangan mana yang paling cocok dengan kebutuhan mereka saat ini. Pemilihan sumber keuangan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka biasanya memiliki dampak yang besar terhadap masa depan usaha mereka.

Menerima pinjaman bank jangka pendek di saat membutuhkan pinjaman jangka panjang dapat menimbulkan krisis. Menjual sebagian dari usaha tersebut untuk menambah modal yang seharusnya dipinjam mungkin sangat mahal. Sedangkan pemberian kredit yang berlebihan mungkin mahal dan dapat menghambat pengoperasian perusahaan.

Ada banyak peluang terjadinya kesalahan dalam memilih sumber permodalan. Namun pilihan yang tepat dapat menyediakan modal yang diperlukan dan membebaskan seorang wirausaha dan biaya dan resiko yang tak perlu atau kemungkinan hilangnya kontrol atas usaha mereka.

4. Kriteria penilaian sumber pinjaman

Untuk menentukan sumber yang paling tepat untuk menambah modal yang diperlukan dalam situasi tertentu, kita perlu mempertimbangkan lima pertanyaan berikut ini.

− Surnber pinjaman mana yang memiliki tingkat resiko usaha terkecil? (resiko) Apakah persyaratan yang ditetapkan sumber pinjaman dapat mengurangi fleksibilitas seorang wirausaha dalam mencari modal tambahan atau dalam menggunakan modal yang diperoleh dari pengoperasian, menurut penilaian pemilik? (fleksibilitas)

− Apakah kontrol pemilik atas usaha tersebut dapat terpengaruh secara negatif? Apakah hilangnya kontrol tersebut dapat mencegah seorang wirausaha untuk mengambil keputusan pengoperasian demi kepentingan terbaik dari usaha tersebut? (kontrol)

− Sumber-sumber keuangan mana yang tersedia untuk usaha tersebut? (ketersediaan)

Biaya. Biaya pinjaman biasanya diukur dari dampaknya terhadap penghasilan pemilik sekarang, dan bukan oleh pengeluaran yang lebih besar dari usaha tersebut. Pertimbangkan perusahaan yang memutuskan apakah meminta pinjaman sebesar Rp. 200.000.000,- dengan bunga 10% atau menjual 25% sahamnya untuk memperoleh tambahan modal sebesar Rp. 200.000.000,-. Bisnis ini diharapkan membayar bunga sebesar Rp. 20.000.000,- per tahun atas pinjaman tersebut dan ini akan mengurangi total penghasilan bersihnya sebesar Rp. 20.000.000,-, tidak termasuk pajak. Apabila usaha ini diperkirakan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 300.000.000,-, maka pengeluaran bunganya akan memotong keuntungan tersebut menjadi Rp. 280.000.000,-.

Sedangkan untuk alternatif modal sendiri, penghasilan bersihnya tetap Rp. 300.000.000; karena tidak ada pengeluaran untuk bunga. Namun hanya Rp. 225.000.000,- yang akan diterima para pemilik karena Rp. 75.000.000,- (Rp. 300.000.000 x 25%) merupakan partisipasi para pemegang saham yang baru. Oleh karena itu, penghasilan bisnis dalam alternatif modal sendiri akan lebih tinggi, tapi partisipasi para pemilik yang ada adalah lebih rendah.

Setiap sumber permodalan memiliki biayanya sendiri. Sumber dana internal seperti dana yang diperoleh dari penjualan atau likuidasi aset dapat menimbulkan kerugian penghasilan akibat hilangnya inventaris atau biaya pengoperasian yang lebih besar bila mesin harus dijual untuk memperoleh dana. Dalam mengambil suatu keputusan, adalah penting untuk mempertimbangkan semua biaya terkait untuk setiap sumber keuangan.

Resiko. Ada beberapa jenis resiko yang terkait dalam upaya untuk menambah modal. Pemakaian kredit dagang dapat menimbulkan ketidak puasan pemasok dan mungkin akan merugikan posisi kredit Anda. Karena uang pinjaman harus dikembalikan bersama bunganya, maka modal hutang adalah hutang atas arus kas usaha tersebut yang harus dipenuhi guna menghindari kelalaian. Kelalaian dapat mengakibatkan adanya beberapa tindakan seperti hilangnya jaminan atau bangkrut. Sumber dana satu-satunya yang tidak melibatkan resiko terhadap usaha adalah modal modal sendiri, karena investor modal sendiri, dan bukan usaha tersebut, adalah pihak yang menanggung resikonya.

Fleksibilitas. Ketergantungan penuh pada laba untuk memenuhi kebutuhan modal dapat mengakibatkan suatu bisnis menjadi terlalu berhati-hati dalam menambah kredit atau membeli inventarisnya. Pembatasan-pembatasan ini dapat menimbulkan kerugian penjualan. Pemakaian kredit dagang sebagai sumber permodalan utama dapat membuat suatu bisnis sangat tergantung pada beberapa pemasok dan tidak dapat memperoleh keuntungan dari harga yang lebih tinggi dari pemasok-pemasok lainnya.

Kontrol. Pemakaian dana internal dan kredit dagang kemungkinan besar akan berdampak pada pengendalian bisnis pemilik yang ada. Investor modal sendiri biasanya memiliki hak untuk mengawasi pengoperasian bisnis tersebut. Pemberi piminjam

biasanya tidak ikut berpartisipasi dalam urusan bisnis dan tidak berhak secara hukum untuk memberikan suara dalam urusan perseroan terbatas, yang umumnya dilakukan pemegang saham.

Ketersediaan. Biasanya suatu bisnis mungkin terbatas kemampuannya untuk menambah modal dikarenakan kurangnya ketersediaan sumber dana yang sesuai. Tanpa memandang sumber dana yang dianggap paling sesuai, usaha tersebut hanya memiliki akses ke sumber-sumber keuangan yang ada.

Menimbang faktor-faktor penilaian. Setiap sumber permodalan yang dipertimbangkan perlu dievaluasi dalam hal biaya, resiko, fleksibilitas, pengawasan dan ketersediaannya. Sumber-sumber mana yang paling penting? Mana yang paling kurang penting? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini tergantung situasi yang ada. Dalam banyak hal, ketersediaan mungkin merupakan hal yang paling penting. Namun dalam hal lain, biaya mungkin faktor yang penting. Keputusan hanya dapat diambil melalui penilaian yang seksama dari sang pemilik setelah mengumpulkan dan menganalisa semua faktor terkait.

5. Pertimbangan pemberi pinjaman

Biasanya petugas pemberi pinjaman bank menolak permohonan pinjaman. Hal yang terpenting dalam benak pemberi pinjaman adalah pertanyaan: "apakah perusahaan ini mampu membayar kembali pinjaman yang akan diberikan?" pemberi pinjaman dapat menolak pinjaman bila pemilik menyusun permohonan pinjaman secara tergesa-gesa atau karena tertekan. Akibatnya, petugas pemberi pinjaman mencium adanya ketidakstabilan dan kurangnya perencanaan dalam keterangan yang diberikan pemilik usaha tentang bisnisnya. Apabila permohonan pinjaman dan seorang wirausaha ternyata ditolak, maka pemohon pinjaman harus menerima penolakan tersebut dengan lapang dada dan berupaya menghapus kelemahannya sebelum mengajukan permohonan pinjaman baru di masa mendatang.

Dalam dokumen MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6 (Halaman 63-68)

Dokumen terkait