• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interval Time (day)

4.5 Pengembangan Strategi Pemeliharaan

Tujuan akhir dari analisis Screw Press dan komponenya ini adalah untuk menemukan suatu model strategi pemeliharaan yang efisien dan efektif sehingga dapat meningkatkan keandalan dan ketersediaan dengan biaya pemeliharaan yang ekonomis. Dari observasi dan penelitian di PKS Rambutan PTP Nusantara 3, secara umum dapat dirangkum beberapa penyebab kekurangandalan (unreliability) pada sistem permesinan disana, seperti terlihat pada diagram gambar 4.29.

Gambar 4.29 Sumber-sumber Ketidakandalan (Unreliability)

Untuk mengatasi pemasalahan tersebut diperlukan suatu Strategi Pemeliharaan yang sistematis dan terencana. Model pengembangan Strategi Pemeliharaan yang diusulkan dalam penelitian ini mencakup:

1. Prioritas utama mesin dan komponennya yang akan diberikan pemeliharaan. 2. Prosedur pelaksanaan pemeliharaan.

3. Jenis pemeliharaan 4. Jadwal pemeliharaan

5. Sistem penyediaan suku cadang. 6. Target yang akan dicapai

Operasional (%) ?

Asset (%) ?

Pemeliharaan (%) ?

- Kurang baiknya pendefinisian prosedur operasi & training. - Kurang efektifnya kerjasama antar

tim kerja.

- Kurang efektifnya pengukuran tujuan.

- Operasional tidak konsisten - Kurang efektifnya training - Kurang akuratnya informasi

tentang spesifikasi peralatan. - Tidak ada disain untuk

pemeliharaan atau operasional. - Adanya perubahan fungsi

/overload.

- Asset sudah lama pakai.

- Tidak jelasnya strategi pemeliharan.

- Kurangnya pengetahuan tentang monitoring kondisi.

- Kurangnya kemampuan teknik. - Kurang efektifnya training

terhadap mekanik.

Pabrik kurang handal (unreliability)

4.5.1 Prioritas utama mesin dan komponen yang akan dimaintain.

Mesin yang menjadi prioritas utama sistem pemeliharaan ini adalah Screw Press 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan komponen-komponen (sub-sistem) dari Screw Press

yang diprioritaskan adalah: Left & Right Handed Worm, Bushing, Press Cylinder, Rebuil Worm, Bearing SKF 29326, Left Handed Shaft, dan Right Handed Shaft.

4.5.2 Prosedur pelaksanaan pemeliharaan.

Dengan mempertimbangkan model-model pengambilan keputusan strategi pemeliharaan yang telah dikemukakan oleh Barabady (2005), Smith (2001) dan Corder (1992) pada bab 2, maka model pengambilan keputusan yang diusulkan dalam penelitian adalah seperti pada gambar 4.30.

Gambar 4.30 Diagram Keputusan Strategi Pemeliharaan

Untuk menerapkan keputusan strategi pemeliharaan seperti pada gambar 4.30, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Prosedur penerapan pemeliharaan terjadwal (preventive maintenance).

Sistem pemeliharaan ini mempunyai kegiatan yang terjadwal berdasarkan hari ataupun jam kerja mesin. Pemeliharaan dan penggantian komponen yang rusak dilakukan sebelum terjadinya kegagalan. Prosedur penerapan pemeliharaan terjadwal dapat disimpulkan dalam tabel 4.32.

Apakah laju kerusakan atau waktu sampai

terjadi kerusakan dapat diprediksi dan

konsisten? Adakah indikasi l/peringatan dini terhadap kegagalan? Apakah dapat dilakukan tindakan antara pendeteksian dengan kegagalan? Adakah monitoring kondisi rutin yang cocok

dan efektif ? PEMELIHARAAN RUTIN ASSET LAKUKAN PERBAIKAN KERUSAKAN PEMELIHARAAN BERBASIS KONDISI PEMELLIHARAAN TERJADWAL Apakah biaya perawatan rutin efektif? Apakah perawatan rutin dapat memperpanjang umur mesin/komponen? Apakah perbaikan

mengefektifkan biaya? pemeliharaanKebijakan

disetujui Y Y N Y Y Y Y N N N Y N N

Tabel 4.32 Prosedur Penerapan Pemeliharaan Terjadwal

No. Tindakan Metode Tujuan/target

1. Dapatkan data-data kerusakan sistem.

- pengumpulan data - pensortiran data - pengklasifikasian data

Mendapatkan jenis mesin dan subsistemnya

2. Analisis frekuensi kegagalan mesin dan subsistemnya

- Diagram Pareto Mendapatkan mesin dan komponen kritis.

3. Lakukan pengujian pola (trend) kegagalan

- Serial korelasi dan perhitungan parameter Weibull

Mengetahui kecocokan data dan pola laju kegagalan 4. Lakukan analisis

data-data kegagalan mesin dan

subsistemnya.

- Statistic Reliability Mendapatkan: - keandalan - laju kegagalan - MTBF - Availability - Maintainability 5. Lakukan analisis biaya pemeliharaan - Analisis biaya penggantian optimum Mendapatkan jadwal interval penggantian optimum. 6. Buat jadwal perawatan optimum mesin dan komponennya. - Mempertimbangkan minimalisasi biaya yang ekonomis.

Mendapatkan jadwal pemeliharaan preventif

2. Prosedur penerapan pemeliharaan bebasis kondisi (condition based maintenance) Sistem pemeliharaan ini berdasarkan kondisi mesin dan hanya dilakukan jika sinyal-sinyal kegagalan mesin atau komponennya dapat terdeteksi. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pemeliharaan berbasis kondisi ini adalah: Vibration monitoring, Acoustic emission, Oil analysis, Prticle analysis, Corrosion monitoring,

Thermography, dan Performance monitoring.

Tabel 4.33 Prosedur Penerapan Pemeliharaan Berbasis Kondisi

No. Tindakan Metode Tujuan/target

1. Dapatkan jenis data yang dapat mendeteksi

kerusakan mesin dan subsistemnya.

- Pelajari buku petunjuk pemakaian mesin - Tentukan jenis peralatan

monitoring

Mendapatkan jenis data dan alat monitoringnya.

2. Analisis jarak waktu antara tanda peringatan dengan kegagalan.

- Pelajari laju kegagalan terhadap sinyal kegagalan sebelumnya

Menentukan kecepatan tindakan setelah adanya sinyal kegagalan. 3. Lakukan analisis biaya

pelaksanaan monitoring

- Bandingkan biaya monitoring kondisi dengan biaya tindakan perbaikan.

Menentukan apakah monitoring kondisi lebih efektif dari tindakan perbaikan setelah rusak. 4. Buat jadwal monitoring

kondisi mesin dan komponennya.

- Dengan mempertimbang kan laju kegagalan terhadap sinyal

kegagalan sebelumnya.

Mendapatkan: - Jadwal motoring - Peralatan yang cocok.

5. Lakukan pemeliharaan berbasis kondisi.

- Pengukuran disesuaikan dengan jadwal dan peralatan yang cocok

Mendapatkan data-data sinyal kerusakan mesin dan subsistemnya.

6. Lakukan analisis data-data hasil monitoring.

- Pertimbangkan spesifikasi standar mesin dan subsistemnya.

Mengetahui jenis kerusakan dan tindakan yang diperlukan.

3. Prosedur pelaksanaan pemeliharaan secara korektif (corrective maintenance) Sistem pemeliharaan ini dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas/mesin sehingga mencapai standar yang dapat diterima. Tindakan yang dilakukan berdasarkan data-data perbaikan dan pemeriksaan rutin, sehingga memungkinkan kita mendeteksi kemungkinan terjadinya kerusakan dan mempersiapkan kerja untuk jenis kerusakan tersebut. Ini akan menghasilkan prosedur perbaikan yang tepat dan dapat meminimalkan waktu yang dipakai untuk pekerjaan tersebut.

Tabel 4.34 Prosedur Penerapan Pemeliharaan Korektif

No. Tindakan Metode Tujuan/target

1. Dapatkan data-data inspeksi yang sudah rutin dilakukan.

- Ambil dari catatan riwayat pemeliharaan mesin.

- Pelajari rancangan awal mesin.

Menentukan prioritas unit mana yang sering rusak dan harus segera diperbaiki.

2. Analisis jarak waktu antar kerusakan, dan kriteria kerusakan.

- Diproses secara statistik atau berdasarkan pengalaman.

Menentukan umur mesin dan komponen,

mengetahui biaya pemeliharaan. 3. Lakukan persiapan kerja

untuk tiap jenis kerusakan.

- Kerjasama dengan bagian lain seperti; bagian produksi, gudang, penyedia bahan dll..

Menghasilkan prosedur perbaikan yang tepat dan dapat meminimalkan waktu yang dipakai untuk pekerjaan tersebut. 4. Lakukan pemeliharaan

secara korektif terhadap mesin-mesin yang telah ditetapkan.

- Lakukan sesuai SOP tiap-tiap mesin, atau modifikasi sesuai perkembangan teknologi

- Mengurangi jumlah kerusakan, mengurangi biaya pemeliharaan, dan memaksimumkan keuntungan pabrik.

4. Prosedur pelaksanaan pemeliharaan rutin (proactive maintenance).

Pemeliharaan ini dilaksanakan dengan penekanan pada penelusuran seluruh akar penyebab kegagalan. Seluruh kegagalan dianalisa kemudian dilakukan pemeliharaan rutin agar kegagalan serupa tidak terulang lagi. Pelaksanaannya berupa servicing, adjustment, level checks dan bila diperlukan untuk melakukan disain ulang atau modifikasi komponen mesin untuk menghindari kegagalan yang serupa.

Berdasarkan Diagram Keputusan Strategi Pemeliharaan seperti pada gambar 4.30, dapat pula dibuat Diagram Keputusan Pemeliharaan Screw Press seperti pada gambar 4.31.

Gambar 4.31 Diagram Keputusan Pemeliharaan Screw Press SCREW PRESS Apakah indikasi kegagalan pada operasi normal? Apakah produksi menurun? Apakah ada suara kasar? Apakah setting vanbelt bagus? Apakah kopling bagus? Apakah baut kopling bagus? Apakah dudukan gear bagus? Apakah Worm Screw bagus? Apakah L & R handed shaft bagus? Apakah bushing bagus? Apakah tooth wheel bagus? Apakah oil seal bagus? Apakah bearing bagus? Apakah Press Cyld bagus? Apakah Screw Worm bagus? Apakah Hidrolik bagus? Apakah Cone bagus? Condition Based Monitoring PENGGANTIAN PERBAIKI Pemeliharaan Rutin Bisa diperbaiki dan efektif? PEMELIHARAAN TERJADWAL Bisa diperbaiki dan efektif? PERBAIKI PENGGANTIAN Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y N N N N N N N N N N N N N Y N N N N N

4.5.3 Jenis pemeliharaan

Jenis pemeliharaan yang akan diterapkan dalam program pemeliharaan ini adalah: 1. Pemeliharaan Preventif:

a. Pemeliharaan terjadwal: berdasarkan interval waktu.

b. Pemeliharaan bebasis kondisi: berdasarkan kondisi mesin/komponen. c. Pemeliharaan rutin: pemeliharaan seperti servicing, adjustment, level

check dan lain-lain.

2. Pemeliharaan korektif: jika dalam interval waktu pemeliharaan terjadi kerusakan maka segera dilakukan perbaikan.

4.5.4 Jadwal pemeliharaan preventif

Jadwal pemeliharaan preventif untuk Screw Press di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan PTP Nusantara 3 adalah seperti pada tabel 4.35.

Tabel 4.35 Jadwal Penggantian Komponen Screw Press Penggantian hari ke Komponen

1 77 96 115 153 191 229 286 305 343 381 457 476 495 533 571 609 666 685 723

1 Left & Right Handed Worm

P/N 13 X X - - X - X - X - X X - - X - X - X

-2 Bushing X X - - X X - X - X X - - X - X - X

-3 Press Cylinder X - X - - X - X - - X - X - - X - X -

-4 Rebuild Worm X - X - - X - X - - X - X - - X - X -

-5 Bearing SKF 29326 X - - - - - X - - - - - - - - - X - -

-6 Left handed shaft X - - X - - X - - X - - - X - - X - - X

7 Right handed shaft PN 21 X X - - X - X - X - X X - - X - X - X

Interval waktu (TBF) 76 19 19 38 38 38 57 19 38 38 76 19 19 38 38 38 57 19 38

4.5.5 Sistem penyediaan suku cadang

1. Jumlah komponen Screw Press yang diperlukan

Jumlah komponen untuk keempat Screw Press yang diperlukan setiap tahun, jumlah setiap pemesanan dan jumlah stok minimum yang ada di gudang dapat dilihat pada tabel 4.36.

Tabel 4.36 Jumlah Kebutuhan dan Stok Komponen Screw Press No. Komponen Jumlah/tahun Jumlah tiap

pemesanan

Stok minimum 1. Left & Right Handed

Worm 20 4 4

2. Bushing 20 3 4

3. Press Cylinder 16 3 4.

4. Rebuil Worm 16 5 4

5. Bearing SKF 29326 8 2 5

6. Left Handed Shaft 16 3 5

7. Right Handed Shaft 20 4 4

4.5.6 Target strategi pemeliharaan

Target yang akan dicapai dalam penerapan Pengembangan Strategi

Pemeliharaan ini adalah peningkatan kinerja Screw Press dengan parameter sebagai berikut:

Keandalan (Reliability) = 0,8259 (82,59%) Laju kegagalanλ (t) = 0,0232

Ketersediaan (Availability) = 0,9524 (95,24%) Frekuensi kegagalan = ± 8 kali/tahun

BAB 5

Dokumen terkait