• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil padaTahap Pengembangan

4.2.2. Pengembangan Video Pembelajaran dengan Animasi

Dalam proses pengembangan video pembelajaran terdapat Editing . Editing dilakukan setelah seluruh gambar dan animasi dipindahkan (capture) ke dalam komputer dengan menggunakan software Adobe Premiere Pro CS3 dan diedit dengan menggunakan software yang sama.

Proses editing dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Adapun hal-hal yang dilakukan selama proses editing, yaitu :

4.2.2.1. Pembagian Segmen

Dari keseluruhan video yang telah ada, video dibagi ke dalam 12 segmen sesuai dengan skenario yang telah diperbaiki, yaitu : (1) Apersepsi, (2) Alat dan Bahan, (3) Pengukuran pH campuran CH3COOH 0,1 M dengan CH3COONa 0,1 M),

Rizka Muliawati, 2014

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN LEVEL MAKROSKOPIK, SUB-MIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(4) Pengukuran pH campuranCH3COOH 0,1 M , (5) Pengukuran pH CH3COONa 0,1 M, (6) Pengukuran pH campuran NH3 0,1 M dan NH4Cl 0,1 M), (7) Pengukuran pH NH3 0,1 M, (8) Pengukuran NH4Cl 0,1 M, (9) Tabel Pengamatan, (10) Penjelasan Sub-Mikroskopik Penyangga Asam, (11) Penjelasan Sub-Mikroskopik Penyangga Asam, (12) Kesimpulan.

4.2.2.2. Pemberian Judul Utama

Judul utama menjadi penentu bagi penonton untuk mengenali jenis video. Oleh karena itu, judul utama harus eye catchy.Judul harus ditulis dengan kontras yang cukup kuat, bahkan bila perlu menggunakan ukuran yang besar,bentuk font yang sesuai, serta susunan tatanan huruf yang menarik (Kristanto, 2007).

Setiap segmen yang telah dibagi diberi judul utama agar diketahui isi dari masing-masing segmen video berdasarkan judulnya. Pemberian judul akan mempermudah penggunaan video ketika akan ditayangkan. Judul utama juga dibuat dengan menggunakan background dan font yang sama. Hal ini dimaksudkan agar judul pada setiap video terlihat seragam. Berikut contoh judul utama yang diberikan pada segmen 3.

Rizka Muliawati, 2014

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN LEVEL MAKROSKOPIK, SUB-MIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Gambar 4.1. Contoh Judul Utama

4.2.2.3. Pemilihan Gambar

Sebelumnya, gambar sudah tersedia yaitu dari peneliti sebelumnya, tetapi kualitas gambar tersebut berbeda-beda. Sehingga dipilihlah gambar yang kualitas yang baik. Gambar-gambar dipindahkan ke dalam komputer dengan menggunakan software Adobe Premiere Pro CS3.

4.2.2.4. Pemilihan Tata Warna

Warna merupakan daya tarik pada suatu gambar yang harus dimengerti dan diatur secara maksimal agar gambar terlihat lebih menarik. (Wahyudi, 2012). Pemilihan tata warna dalam video pembelajaran ini diantaranya adalah pemilihan tata tata warna caption, tata warna background, dan tata warna animasi. Pada tata warna caption pada gambar harus terlihat jelas. Warna caption yang digunakan dalam video pembelajaran umumnya adalah warna hitam dan putih. Sedangkan tata warna background tidak boleh bermacam-macam tetapi harus lebih dapat memfokuskan pada objek. Warna background pada video pembelajaran menggunakan warna hijau tua dengan font/ huruf berwarna putih. Dan tata warna pada animasi lebih kepada warna molekul dan ion. Pemberian warna molekul dan ion berdasarkan rujukan yang ada. Peneliti merujuk kepada buku The Molecular Nature of Matter 6th Edition karangan Brady dan Hyslop. Misalnya untuk molekul CH3COOH berwarna merah, ion CH3COO- berwarna hijau muda, molekul H2O berwarna biru, ion OH- berwarna kuning, ion H+ berwarna coklat kehitaman, ion Cl- berwarna hijau tua, ion Na+ berwarna biru keunguan , ion NH4+ berwarna jingga, dan molekul NH3 berwana

abu-Rizka Muliawati, 2014

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN LEVEL MAKROSKOPIK, SUB-MIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

abu.

4.2.2.5. Kekontrasan Gambar

Pengaturan kekontrasan merupakan salah satu hal perlu diperhatikan dalam editing video ini. Video sebelumnya, gambar terlihat kurang kontras. Maka pada proses editing dilakukan pengaturan kekontrasan agar gambar video terlihat lebih tajam dan jelas.

Tabel 4.2. Perbaikan terhadap Kekontrasan Gambar pada Segmen 2 Video Pembelajaran

Rizka Muliawati, 2014

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN LEVEL MAKROSKOPIK, SUB-MIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Awal Perbaikan

4.2.2.6. Penambahan Keterangan Gambar (caption)

Rizka Muliawati, 2014

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN LEVEL MAKROSKOPIK, SUB-MIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dapat memperjelas gambar yang sedang ditampilkan pada video.

Pada video yang dikembangkan harus diperhatikan kekontrasan antara warna latar yang tersedia dengan warna caption tersebut agar dapat terlihat dengan jelas. Contoh caption yang terdapat pada video pembelajaran misalnya, pemberian caption pada gambar alat dan bahan, pemberian caption pada saat penuangan larutan ke dalam gelas kimia, dan pemberian caption pada saat pengukuran pH larutan.

Warna caption yang digunakan dalam video pembelajaran umumnya adalah warna kuning. Sedangkan, jenis huruf (font) yang digunakan pada video pembelajaran dibuat seragam . Font yang digunakan adalah font yangtersedia pada software Adobe Premiere Pro CS3, yaitu Comic Sans.

4.2.2.7. Penambahan Transisi

Gambar-gambar yang dipindahkan ke dalam Adobe Premiere Pro masih berupa potongan-potongan gambar. Untuk memperhalus tampilan video maka diberikan transisi diantara gambar satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya transisi, tampilan gambar lebih kaku.

Transisi yang digunakan pada video diantaranya Cube Spin, Spin in, Center Merge, dan Page Slide.

4.2.2.8. Pengisian Suara (Dubbing)

Kejelasan suara dalam narasi video sangatlah pentng. Oleh karena itu, alat perekam suara yang digunakan harus menghasilkan suara yang jernih dan jelas. Dalam proses perekaman ulang ini, digunakan sebuah mikrofon yaitu stereo microphone Panasonic VW-VMS2E sebagai alat perekam suara. Mikrofon tersebut yaitu mikrofon satu arah yang hanya akan merekam atau menangkap suara yang berada tepat di ujung mikrofon (Semedhi, 2011). Dengan jenis mikrofon satu arah ini,

Rizka Muliawati, 2014

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN LEVEL MAKROSKOPIK, SUB-MIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

maka suara yang direkam akan lebih jernih dan jelas serta tidak akan terganggu oleh suara-suara yang ada disekitarnya.

Pada video sebelumnya, terdapat beberapa narasi yang dirasa kurang tepat dan cenderung tidak berkesinambungan antara kalimat yang diucapkan. Sehingga peneliti melakukan perekaman ulang sesuai dengan skenario yang telah diperbaiki pada tahap pengembangan skenario. Selain itu, proses perekaman ulang juga dilakukan pada keseluruhan video untuk mencegah terjadinya perbedaan suara narasi apabila dilakukan perekaman ulang pada bagian-bagian tertentu saja, sehingga suara pada narasi dapat terdengar secara seragam.

Proses perekaman ulang dilakukan dengan menggunakan software Jet Audio versi 8.0.17.2010 Basic. Proses perekaman ulang dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan kualitas suara yang lebih baik. Intonasi dan kualitas suara dalam proses perekaman ulang sangat diperhatikan agar narasi dapat terdengar jelas.

4.2.2.9. Suara Latar (Backsound)

Musik yang digunakan sebagai backsound merupakan musik instrumental. Hal ini dilakukan karena musik instrumental dapat meningkatkan kemampuan belajar (Lozanov dalam Yualiani, 2012). Musik juga sangat berpengaruh pada ingatan di dalam otak (Yuliani, 2012). Penggunaan musik instrumental ini juga dilakukan dengan tujuan agar siswa lebih mudah mengingat dan merasa rileks melihat tayangan video pembelajaran yang dikembangkan.

Penggunaan backsound tentunya sangat memperhatikan penempatan dan kesesuaian terhadap tayangan video. Musik bila digunakan pada waktu yang sesuai akan sangat mempengaruhi mood dan atmosfir belajar (Saputra, 2012).

Musik yang temponya lambat mampu memperbaiki konsentrasi ingatan dan persepsi spasial. Musik dengan temponya lambat dapat mempertajam pikiran dan

Rizka Muliawati, 2014

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN LEVEL MAKROSKOPIK, SUB-MIKROSKOPIK, DAN SIMBOLIK PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

meningkatkan kreativitas Campbell (2001). Oleh karena itu, peneliti menggunakan musik yang memiliki tempo lebih lambat pada hampir semua segmen.

Dokumen terkait