BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Peneltian Dan Observasi Peneliti di Lapangan
3. Pengendalian Dalam Pengelolaan Pasar Modern
( Adisasmita, 2011 : 22 ) Penentuan Klasifikasi Tempat
Memperoleh Keuntungan Dari Jasa Yang di Berikan
C. Konsep Operasional
Untuk menghindari kesalahan pemahaman dalam penggunaan konsep-konsep serta menghilangkan salah pengertian dari istilah-istilah yang dipergunakan dalam penelitian ini maka penulis memperjelas tentang konsep yang akan dioperasionalkan di lapangan sebagaimana yang penulis maksudkan, sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang diteliti, untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut:
a. Pemerintah daerah adalah perangkat daerah yang ditujukan untuk dapat menjalankan, mengatur dan menyelenggarakan jalannya pemerintahan daerah.
b. Pengelolaan adalah serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengendalian.
c. Perencanaan yang dimaksut yaitu Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya dalam mengelola Pasar Modern di Pasir Pengaraian.
d. Pengorganisasian yang dimaksut iyalah mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya yang di tetapkan oleh Perusahaan Daerah Rokan Hulu jaya untuk pengelolaan Pasar Modern di Pasir Pengaraian.
e. Pengedalian adalah proses memantau kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut delegasi diselesaikan seperti yang telah direncanakan oleh Perusahaan Rokan Hulu Jaya untuk Pengelolaan Pasar Modern.
Fungsi ini diperlukan untuk menjamin terlaksananya berbagai kegiatan
dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, sesuai dengan apa yang telah direncanakan Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya.
f. Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya merupakan aset pemerintah kabupaten Rokan Hulu.
D. Operasional Variabel
Operasional Variabel adalah cara memberikan arti atau mendiskripsikan (penggambaran) dari sudut suatu variabel kegiatan atau memberikan suatu operasional (pekerjaan) yang diperlukan untuk mengatur variabel tersebut.
Sedangkan variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai.
Tabael II.1: Konsep Operasional Variabel Tentang Analisis Pengelolaan Pasar Modern Di Pasir Pengaraian Oleh Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya
Sumber: Modifikasi Penulis, 2019
Konsep Variabel Indikator Item yang Dinilai
1 2 3 4
Adisasmita, (2011;22) mengemukaka n bahwa istilah pengelolaan sama dengan manajemen yaitu
menggerakkan ,mengorganisa sikan, dan mengarahkan usaha manusia yang
memanfaatkan secara efektif material dan fasilitas untuk mencapai tujuan
Pengelolaan Perencanaan 1. Adanya target yang ingin dicapai
2. Adanya pengelolaan Klasifikasi tempat
Pengorganisasian 1. Adanya tim yang dibentuk untuk Klasifikasi Tempat 2. Adanya pembagian tugas
dan wewenang
3. Adanya petugas pengawas Pengendalian 1. Adanya pemeriksaan
pekerjaan petugas pasar dilapangan
2. Adanya pemeriksaan hasil pekerjaan pegawai yang menangani restribusi pasar dilakukan pemeriksaan dalam bentuk laporan pekerjaan pada petugas atau pegawai
penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2007:6).
Adapun jenis pendekatan penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif yaiutu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan dat-data
Jenis penelitian deskriptif yang digunakan pada penelitian ini dimaksutkan untuk memperoleh informasi mengenai Peranan Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya Dalam Pengelolaan Pasar Modern Di Kecamatan Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu secara medalam dan komprehensif. Selain itu dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat diungkapkan situasi dan permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pengelolaan pasar modern ini.
B. Lokasi Penelitian
Lokasi dalam penelitian ini adalah di Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu. Alasan pemilihan Lokasi di Rokan Hulu karena Pasar Modern adalah Aset Daerah yang seharusya menjadi pusat perbelanjaan bagi masyarakat rokan hulu, Akan tetapi pada kenyataannya Pasar Modern di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu belum terlalu banyak diminati oleh masyarakat karna penataan tempat belum sesuai seperti yang di inginkan yang di sebabkan karna pembangunan pada lantai 3 belum selesai.
C. Jenis dan Sumber Data
Sumber data yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan. Data ini dapat diperoleh melalui pengamatan langsung maupun hasil wawancara kepada informan berdasarkan pedoman wawancara yang dibuat oleh peneliti. Adapun data primer tersebut yaitu data tentang identitas responden, perencanaan, pengorganisasia, dan pengendalian dari pengelolaan pasar modern ini.
2. Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini didapat melalui peninggalan tertulis yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku literatur, dokumen, dan tulisan yang dianggap peneliti berkenan dengan permasalahan yang sedang diteliti.
D. Penentuan Informan
Teknik pemilihan informan adalah teknik sampling purposif (purposive sampling). Teknik ini mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria
kriteria tertentuyang dibuat periset berdasarkan tujuan riset. Sedangkan orang-orang dalam populasiyang tidak sesuai dengan kriteria tersebut tidak dijadikan sampel (Kriyantono, 2006) Menurut Spradley dalam Moleong, informan harus memiliki beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan, yaitu:
1. Subjek yang telah lama intensif menyatu dengan suatu kegiatan yang menjadi sasaran atau perhatian penelitian dan ini biasanyaditandai oleh
kemampuan memberikan informasi diluar kepala tentang sesuatu yang ditanyakan.
2. Subjek masih terikat penuh serta aktif pada lingkungan dan kegiatan yang menjadi sasaran penelitian.
3. Subjek mempunyai cukup banyak waktu dan kesempatan untuk dimintai informasi.
4. Subjek yang dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau dikemas terlebih dahulu dan mereka relatif masih lugu dalam memberikan informasi (Moleong, 2000:165) .
Penentuan informan dalam penelitian ini dengan beberapa kriteria sebagai berikut:
1. Informan Formal : Dirut P.D Rokan Hulu Jaya 2. Informan Pendukung : Pedagang dan Masyarakat E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan kelengkapan informasi yang sesuai dengan fokus penelitian maka yang dijadikan teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut:
a) Wawancara; Teknik pengumpulan data melalui tanyajawab langsung dengan informan untuk mendapatkan informasi-informasi tambahan yang berkaitan dengan penelitian ini.
b) Observasi; Mengamati secara langsung-tanpa mediator-sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tersebut.
Kegiatan observasi meliputi melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan
Suharsimi Arikunto (2002:136), menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan, maka instrumen penelitian ini menggunakan panduan wawancara dan panduan dokumentasi.
G. Triangulasi Dan Validitas Data
Triangulasi adalah metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk memeriksa dan menetapkan validitas dengan menganalisa dari berbagai perspektif.
Validitas dalam penelitian kuantitatif dilihat berdasarkan akurasi sebuah alat ukur yaitu instrumen. Validitas dalam penelitian kualitatif mengacu pada apakah temuan penelitian secara akurat mencerminkan situasi dan didukung oleh bukti.
Triangulasi merujuk pada konsistensi suatu penelitian. Tapi Patton (2001) memperingatkan bahwa inkonsistensi sebuah analisis tidak boleh dilihat sebagai kelemahan bukti, tetapi kesempatan untuk mengungkap makna lebih dalam data.
Ada 4 jenis penyajian triangulasi sebagai berikut:
1. Triangulasi Data (DataTriangulation) Peneliti menggunakan berbagai jenis sumber data dan bukti dari situasi yang berbeda. Ada 3 sub jenis yaitu orang, waktu dan ruang.
a. Orang, data-data dikumpulkan dari orang-orang berbeda yang melakukan aktivitas sama.
b. Waktu, data-data dikumpulkan pada waktu yang berbeda.
c. Ruang, data-data dikumpulkan di tempat yang berbeda.
Bentuk paling kompleks triangulasi data yaitu menggabungkan beberapa sub-tipe atau semua level analisis. Jika data-data konsisten, maka validitas ditegakkan.
2. Triangulasi Antar-Peneliti (Multiple Researchers) Pelibatan beberapa peneliti berbeda dalam proses analisis. Bentuk kongkrit biasanya sebuah tim evaluasi yang terdiri dari rekan-rekan yang menguasai metode spesifik ke dalam Focus Group Discussion (FGD). Triangulasi ini biasanya menggunakan profesional yang menguasai teknik spesifik dengan keyakinan bahwa ahli dari teknik berbeda membawa perspektif berbeda. Jika setiap evaluator menafsirkan sama, maka validitas ditegakkan.
3. Triangulasi Teori (Theory Triangulation) Penggunaan berbagai perspektif untuk menafsirkan sebuah set data. Penggunaan beragam teori dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih baik saat
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit,melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.
Model analisis data dalam penelitian ini mengikuti konsep yang diberikan Miles dan Huberman. Miles dan Huberman (1984) mengungkapkan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas.
Komponen dalam analisis data:
1. Reduksi Data
Merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, mengabstrakkan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Dimana setelah peneliti memperoleh data, harus lebih dulu dikaji kelayakannya dengan memilih data mana yang benar-benar dibutuhkan dalam penelitian ini.
2. Penyajian Data
Penyajian data dibatasi sebagai sekumpulan informasi tersusun yang disesuaikan dan diklarifikasi untuk mempermudah peneliti dan menguasai data dan tidak terbenam dalam setumpuk data.
3. Verifikasi (Menarik Kesimpulan)
Kesimpulan selama penelitian berlangsung makna-makna yang muncul dari data yang diuji kebenarannya, kekokohannya dan kecocokannya sehingga diperoleh kesimpulan yang jelas kebenaran dan kegunaannya.
I. Jadwal Waktu Kegiatan Penelitian
Tabel III.1 Jadwal Waktu Penelitian Tentang Pengelolaan Pasar Modern Oleh Persuhaan Daerah di Kecamatan Rambah kabupaten Rokan hulu.
No Jenis Kegiatan
Bulan, minggu danTahun Ke Februari
2019
Maret 2019
April 2019
Mei 2019
Juni 2019 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Penyusunan
UP Dan Bimbingan
2 Seminar UP
3 Revisi UP
4 Revisi Kuisioner
5 Survay Lapangan
6 Analisis Data
7 Penyusunan LaporanHas il Penelitian
8 Konsultasi Revisi Skripsi
9 Ujian Konferehen shif Skripsi
10 Revisi dan Pengesahan Skripsi
BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Kondisi Geografis
Letak dan Luas Daerah Kabupaten Rokan Hulu terletak diantara0,62-1,25 Lintang Utara dan 100,42-101,17 Lintang Selatan, 103,28 Bujur Timur, dengan luas wilayah 7.449.85 Km² dan batas-batas wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara, berbatasan dengan Provinsi Sumatra Utara dan Kabupaten Rokan Hilir.
2. Sebelah Barat, berbatasan dengan Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat
3. Sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Kampar, Bengkalis dan Siak.
4. Sebelah Selatan, berbatasan dengan Provinsi Sumatra Barat.
B. Keadaan Alam
Sebagian besar Kabupaten Rokan Hulu merupakan daratan rendah denganluas 6.332,57 Km (85%) dan perbukitan seluas 1.117,48 Km (15%) berada sepanjang kaki bukit barisan yang berbatasan dengan Provinsi Sumatra Barat dengan ketinggian berkisar 300-500 meter diatas permukaan laut.
C. Sungai
Kabupaten Rokan Hulu terdapat beberapa sungai, dua diantaranya adalah sungai yang cukup besar yaitu Sungai Rokan Kanan dan Sungai Rokan Kiri.
Selain sungai besar tersebut, terdapat juga sungai-sungai kecil antara lain Sungai Tapung, Sungai Dantau, Sungai Ngaso, Sungai Batang Lubuh, Sungai Batang Sosa, Sungai Batang Kumu, Sungai Duo (Langkut).
D. Iklim
Kabupaten Rokan Hulu mempunyai iklim tropis dengan temperatur 22-31 derajat celcius dan terdapat dua musim yaitu Musim Hujan dan Musim Kemarau.
Musim kemarau pada umumnya terjadi antara bulan Maret sampai dengan Agustussedangkan musim hujan terjadi bulan September sampai dengan Januari.
E. Sejarah Singkat Kecamatan Rambah
Kecamatan Rambah merupakan salah satu Kecamatan dari 16 Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu yang terletak di pusat Kota yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Rokan Hulu. Luas wilayah Kecamatan Rambah adalah +394,65 km2 yang membawahi 1 Kelurahan dan 13 Desa.
Kecamatan Rambah sebagai bagian dari perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Camat, yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya melakukan koordinasi dengan Bupati dan instansi vertikal yang berada di wilayah kerjanya. Kecamatan Rambah dalam melaksanakan tugas pokoknya menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang dilimpahkan oleh Bupati yang disesuaikan dengan kebutuhan Kecamatan dengan memperhatikan prinsip efisiensi dan peningkatan akuntabilitas disertai dengan sarana, prasarana, pembiayaan dan personil. Mengingat pentingnya peran Kecamatan tersebut dan adanya tuntutan dari warga masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan publik yang lebih baik, maka diperlukan kemampuan dan kapasitas pemerintah Kecamatan yang memadai. Pemerintah Kecamatan sendiri sudah berupaya untuk memperbaiki pelayanannya dalam kerangka memenuhi kebutuhan warganya. Penerapan loket Pelayanan Adiministrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan contoh upaya perbaikan pelayanan yang dilakukan oleh Kecamatan.
F. Pembagian wilayah Kecamatan
Adapun luas wilayah Kelurahanan / Desa dan jumlah penduduk setiap Kelurahan/Desa di Kecamatan Rambah adalah sebagai berikut:
1. Kelurahan Pasir Pengaraian.Luas wilayah Kelurahan Pasir Pengaraian 17 km2.
2. Desa Rambah Tengah Utara Luas wilayah Desa Rambah Tengah Utara 10,56 km2.
3. Desa Rambah Tengah Hilir Luas wilayah Desa Rambah Tengah Hilir 48,00 km2.
4. Desa Rambah Tengah Hulu Luas wilayah Desa Rambah Tengah Hulu 56,04 km2.
5. Desa Rambah Tengah Barat Luas wilayah Desa Rambah Tengah Barat 35,10 km2.
6. Desa Menaming Luas wilayah Desa Menaming 72,30 km2.
7. Desa Pasir Baru Luas wilayah Desa Pasir Baru 10.00 km2.
8. Desa Sialang Jaya Luas wilayah Desa Sialang Jaya 36.00 km2.
9. Desa Tanjung Belit Luas wilayah Desa Tanjung Belit 12,00 km2.
10. Desa Babussalam Luas wilayah Desa Babussalam 20,18 km2.
11. Desa Pematang Berangan Luas wilayah Desa Pematang Berangan 20,17 km2.
12. Desa Suka Maju Luas wilayah Desa Suka Maju 27,30 km2.
13. Desa Koto Tinggi Luas wilayah Desa Koto Tinggi 20,00 km2.
14. Desa Pasir Maju Luas wilayah Desa Pasir Maju 10,00 km2.
G. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk Kecamatan Rambah berdasarkan sumber dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hulu per tahun2017 sebagai berikut :
Jumlah penduduk : 54.188 jiwa
Laki – laki : 27.626 jiwa
Perempuan : 26.562 jiwa H. Keadaan Ekonomi
Kondisi perekonomian di Kecamatan Rambah pada umumnya sudah menunjukan peningkatan. Masyarakat sudah mulai berperan aktif dalam perekonomian yang dapat dilihat dari jumlah sarana. perekonomian yang ada di Kecamatan Rambah yang terdiri dari 3 unit pasar Swadaya masyarakat, 1 unit Pasar Pemda, 1 Unit Pasar Modern, 2 KUD, 6 UED-SP, 5 BUMDes, 1PNPM-MP, 1 Unit Capim Bank Riau, 3 Unit Capim BRI, 1 Unit PD BPR Rohul, 1 unit Capim Bank Mandiri, 1 Unit Capim BNI, 1 unit Bank Sarimadu, 1 Unit Capim Bank Danamon.
I. Sejarah Pasar Modern
Pada awal berdirinya pasar modern ini pada tanggal 1 Februari 2011 yang di kelola oleh pihak pasar yang profesional mempunyai tekat kuat untuk memajukan pasar modern yang berkualitas. Pasar yang berawal dari pasar tradisional
kemudian menjadi pasar modern yang berlokasi di Pasir Pengaraian Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Yang berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan seperti : buah, sayuran, daging, sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pemerintah Daerah mengeluarkan Peraturan Bupati Rokan Hulu Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pasar Modern, Tradisional Pasir Pengaraian. Untuk menjaga keberlangsungan Peraturan Bupati Rokan Hulu Nomor 29 Tahun 2010 di jelaskan bahwa Pengelolaan Pasar Modern, Tradisional Pasir Pengaraian diberikan kepada Perusahaan Daerah Rokan Hulu jaya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan laba dari hasil usaha Perusahaan Daerah serta terwujudnya pasar daerah yang tertib, bersih, indah, aman, dan nyaman.
J. Visi Dan Misi Pasar Modern
Visi Pasar Modern Pasir Pengarayan Terwujudnya pasar tradisional bernuansa modern yang bersih, tertib, indah, aman, nyaman, dan sarana unggulan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Pasir Pengarayan.
Adapun Misi Pasar Modern Pasir pengaraian Segala upaya untuk membangun sistem pasar yang modern dan berkualitas, sehingga dalam sistem perdagangannya baik.
Misi pasar modern sebagai berikut :
a. Mengkoordinasikan tugas.
b. Mengawasi bawahannya masing-masing.
c. Pemimpin bertanggung jawab seluruh aktivitas kantor dan pasar.
2. Manager operasional bertugas bertannggung jawab terhadap semua kelancaran operasional kantor seperti:
a. Jam kerja.
b. Kendaraan.
c. Perawatan inventasi kantor.
d. Pemakaian telepon atau faks, kebersihan kantor.
e. Kenyamanan hubungan dengan karyawan.
3. Manager keuangan dan ADM yang bertanggung jawaba:
a. Mengontrol keuangan berapa masuk.
b. Berapa keluar uang yang diperlukan.
c. Menetapkan struktur keuangan entitas.
d. Mengalokasikan dana sedemikian rupa agar dapat memperoleh tingkat efisiensi atau profitabilitas yang optimal.
e. Mengendalikan keuangan perusahaan dengan mengadakan sistem dan prosedur yang dapat mencegah penyimpangan.
4. Bendahara bertanggung jawaba:
a. Menyimpan semua uang yang disetorkan setiap harinya.
b. Melaporkan uang masuk dan keluar.
c. Memeriksa pembukuan satu tahun kebelakang.
d. Mempelajari rencana kegiatan selama periode kepengurusan.
5. Kasir bertanggung jawaba:
a. Berapa setorankarcis yang terjual.
b. Mengatur semua kelengkapan berapa terjual semua karcis baik itu masuk atau pun keluar kendaraan.
c. Menjalankan proses penjualan dan pembayaran.
d. Melakukan pencatatan atas semua transaksi.
e.Membantu pelanggan dalam memberikan informasi.
f. Melakukan proses transaksi pelayanan jual beli serta melakukan pembungkusan.
g. Melakukan pencatatan kas fisik serta melakukan pelaporan kepadaatasan.
h. Melakukan pengecekan atas stok bulanan.
6. Administrasi dan perlengkapan bertanngung jawab dengan a. Peralatan dan perlengkapan kantor.
b. Menganalisa pembayaran atau arsip laporan yang sudah disusun.
c. Memberikan semua arsip laporan kepada pemimpin pasar modern
7. Kabag security bertanngung jawab:
a.Mengamankan semua kendaraan diareal pasar modern pasirpengarayan.
b.Agarpenjual dan pembeli nyaman dalam berinteraksi.
c.Mengamankan apa bila terjadi konflik di areal pasar 8. Kabak celeaning service bertannggung jawab:
a. Memebersihan kantor.
b. Membersihkan pasar agar nampak bersih dan nyaman.
c. Pembersihan dan Pemeliharaan Kaca, Pintu,Jendela, Dinding dan Pilar.
d. Pemeliharaan Gedung Bagian Dalamdan di Luar Gedung pasar 9. Kabag menanikal dan elektrikal
a. Mengkoordinir dan memberikan pengarahan kerja dan mengawasi pelaksanaan kegiatan bawahannya.
b. Menyusun jadwal pemeliharaan, peralatan, dan pasilitas agar dapatberjalar lancar.
c. Menyusunpedomandanpetunjuk-petunjuk.
d. Mengawasi pelaksanaan pencatatan pengeluaran biaya-biaya yang terjadi dengan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan.
e. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajer.
10. Kabag parkir
a. Mengatur semua kendraan yang masuk.
b. Mengatur keluar kendaraan dari areal pasar modern pasir pengarayan agar tidak terjadi seperti yang tidak kita inginkan.
11. Pelayana tempat bertanngung jawab dengan:
a.Tempat yang diberikan atau yang sudah diatur dalam struktur pasar untuk penjual dalam lokasi pasar modern pasir pengarayan.
b. Dalam pelayanan harus jujur dan ramah.
c. Memberikan tempat yang nyaman agar tidak terjadi konfilk atara satu dengan yang lainnya.
Informan yang terdapat di dalam penelitian ini menurut data yang diperoleh melalui wawancara. Pemilihan informan di dasari atas kepentingan penelitian, mengingat jumlah yang dimaksud sudah penulis anggap memberikan jawaban dari fenomena yang terjadi saat itu.
1. Jenis kelamin
Data informan menurut jenis kelamin ini perlu diturunkan sebagai bahan analisis faktor – faktor yang mempengaruhi variabel penelitian, khususnya dalam mengetahui sejauh mana Pengelolaan dalam penentuan klasifikasi tempat di Pasar Modern Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu. Distribusi informan menurut jenis kelamin dapat dilihat pada tabel ini :
Tabel V.1
Informan Menuurut Jenis Kelamin
Sumber : modifikasi penulis, 2019.
Berdasarkan tabel V.1 diatas dapat di jelaaskan bahwa informan tentang pengelolaan pasar modern oleh perussahaan Daerah Rokan Hulu Jaya di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu adalah Laki-Laki dengan jumlah 5 orang sedangkan Perempuan berjualah 7 orang dari total informan yang berjumlah 12 orang.
1. Pendidikan
Secara teoritis pendidikan terakhir akan mempengaruhi seseorang dalam memberikan jawaban sesuai dengan pemahaman yang dilakukan pada saat dilakukan penelitian. Mengingat penelitian merupakan penelitan lapangan dengan melibatkan beberapa unsur, maka informan berdasarkan pendidikan terakhir dapat dijelaskan pada tabel berikut :
Tabel V. 2
No Jenis Kelamin Jumlah
1 Laki – laki 5
2 Perempuan 7
Jumlah 12
Informan Berdasarkan Pendidikan No Pendidikan Terakhir Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8
Tidak Sekolah SD SMP SMA D1-D3
D4-S1 S2 S3
1 - 4 6 - - 1 -
Jumlah 12
Sumber : modifikasi penulis, 2019
Berdasarkan tabek V.2 di atas dapat dijelaskan bahwa informen berdasarkan tingkat pendidikan tidak bersekolah 1 orang, sedangkan tingkat informen yang berpendidikan terakhir SD tidak ada, 4 orang informen mempunyai pendidikan terakhir SMP, dan SMA 6 orang sedangkan pendidikan terakhir dari D1 sampai S1 tidak ada, pendidikan terakhir yang tertinggi dari informen ialah S2 dari total keseluruhan pendidikan terakhir informen yang berjumlah 12 orang.
2. Usia Informen
Dalam menentukan informan, juga dilihat faktor usia, dengan pertimbangan jawaban yang diberikan akan mempengaruhi seseorang dalam menentukan pilihan. Semakin tinggi tingkat usia maka keputusan yang diambil sehubungan dengan jawaban yang diinginkan akan semakin baik atau tepat dengan pemikiran yang matang.
Selanjutnya tingkat usia sangat mempengaruhi seseorang dalam melakukan setiap aktifitas dalam hidupnya, dikarenakan tingkat usia selalu dijadikan indikator dalam menentukan produktif atau tidaknya seseorang, dan
juga mempengaruhi pola pikir dan standar kemampuan fisik dalam suatu pekerjaan. Tingkat usia informan dalam penelitian ini dapat diterangkan dalam tabel dibawah ini :
Tabel V. 3
Informan Berdasarkan Usia
Sumber : modifikasi penulis, 2019
Berdasarkan tabel V.3 diatas dapat dijelaskan bahwa informen yang berusia 20-30 Tahun berjumlah 4 orang, informen yang berusia 31-40 tahun yaitu berjumlah 6 orang sedangkan, informen yang berusia 41-50 Tahun ada 2 orang dari keseluruhan usia informen yang berjumlah 12 orang.
B. Hasil Penelitian dan Observasi Peneliti dilapangan
1. Perencanaan dalam Pengelolaan Pasar Modern
Planning (perencanaan) Perencanaan yang dilakukan oleh Perusahaan
Daerah dalam Pengelolaan Pasar Modern, dengan melakukan perencanaan tersebut kepala Direktur Perusahaan Daerah bekerja sama dengan para petugas untuk merencankan kinerja yang baik untuk pengeloloaan pasar, dengan perencanaan yang baik selalu memiliki sasaran yang jelas.
No Umur Jumlah
1 20 – 30 4
2 31 – 40 6
3 41 – 50 2
Jumlah 12
Demikian pula halnya dalam perencanaan, selalu dimulai dengan menetapkan suatu sasaran. Pada dasarnya setiap orang yang bekerja memerlukan kejelasan tentang apa yang mereka kerjakan, hasil apa yang diharapkan dan juga alasan mengapa suatu pekerjaan harus dikerjakan. Dalam hal ini atasan bertanggung jawab untuk menjelaskan ketiga pertanyaan tersebut. Hal tersebut yang biasanya dituangkan dalam sasaran kerja. Dalam pelaksanaan pembangunan terutama proses awal yang harus dilakukan adalah penetapan rencana yang akan dikerjakan, karena dengan rencana yang jelas kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan akan lebih terarah dan sasaran akan tercapai. Sesuai rencana kerja yang baik tentu harus diawali dengan berbagai informasi terutama dari mereka yang akan dijadikan objek dari pembangunan itu sendiri, hal ini diperlukan bila pembangunan tersebut di peruntukkan bagi masyarakat itu sendiri
Menurut Erly Suandy (2001:2) Defenisi perencanaan adalah secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Dari hasil wawancara yang penulis lakukan tentang perancanaan dalam mengelola klasifikasi tempat di Pasar Modern Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Menurut Nasrul Hadi selaku Direktur Perusahaan daerah Rokan Hulu Jaya :