ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian
4. Pengendalian Intern Pendapatan di PT. Aneka Gas Industri Medan
Dalam suatu perusahaan pengendalian intern mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa suatu pengawasan yang baik suatu perusahaan tidak akan dapat mengawasi jalannya operasi dan pengalaman membuktikan bahwa struktur pengawasan yang baik merupakan suatu langkah yang baik yang dapat mengarahkan seluruh aktifitas perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Penerapan sistem pengawasan intern merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen perusahaan bukan auditor. Manajemenlah yang paling beruntung apabila perusahaan memiliki satuan pengawasan Intern yang baik dan efektif. Dengan baiknya sistem tersebut berarti manajemen dapat merasa aman dan yakin karena :
a. Harta perusahaan akan terjaga dari kemungkinan penyalahgunaan dan penyelewengan baik yang dilakukan pihak internal maupun pihak yang diluar perusahaan.
b. Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasinya akan lebih akurat, tepat waktu dan murah.
c. Kegiatan perusahaan akan berjalan efisien.
d. Setiap prosedur yang dianut akan mendorong ditaatinya kebijakan yang diambilnya.
Auditor yang mengaudit laporan keuangan yang memiliki satuan pengawasan intern yang baik akan mengakibatkan keuntungan dalam audit yang dilakukannya yaitu melalui pemeriksaan yang terbatas. Hal ini disebabkan keyakinannya terhadap imformasi keungan yang dihasilkan perusahaan tersebut
tinggi karena kuatnya satuan pengawasan intern, sehinggah biaya audit akan lebih murah serta cepat dan lebih. Menurut perusahaan pendapatan adalah pendapatan yang berasal dari aktifitas perusahaan dalam mencari laba. Akibatnya terjadi kenaikan aktiva dan berkurangnya kewajiban perusahaan, yang dapat merubah modal perusahaan.
Unsur-unsur pengendalian intern yang dipakai oleh PT. Aneka Gas Industri Medan adalah sebagai berikut:
a. Lingkungan Pengendalian
Berdasarkan pengamatan penulis pada PT. Aneka Gas Industri Medan menunjukkan bahwa struktur organisasinya yang dilihat pada bagan struktur organisasi perusahaan mengikuti model struktur organisasi garis.
Dengan struktur ini ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dengan model struktur yang demikian, antara lain :
1. Terdapatnya kesatuan perintah bawahan hanya menerima perintah dari orang yang menjadi atasannya, secara tegas kepada siapa dia akan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya.
2. Kesederhanaan hubungan atasan dan bawahan dalam struktur garis ini akan menyebabkan disiplin dan pengawasan lebih mudah dilakukan.
3. Pengambilan tindakan terhadap kecurangan yang terjadi mudah dilakukan karena garis wewenang dan tanggungjawab yang jelas sehingga dapat segera ditelusuri unit mana atau bagian mana yang bertanggungjawab terhadap kecurangan tersebut.
Dalam struktur organisasi yang relatif besar sudah semestinya terdapat bagian yang berdiri sendiri dengan anggota-anggotanya yang dapat mengetahui,
memberikan jasa yang sangat nyata dan mengkoordinasikan serta menganjurkan jawaban-jawaban untuk berbagai masalah yang mengetahui seluruh kegiatan perusahaan. Pada struktur organisasi perusahaan juga terlihat kedudukan bagian financial inspektor yang lebih dikenal sebagai internal auditor yang mempunyai tanggungjawab kepada Direktur Utama untuk melaporkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian akuntansi dalam hal penyajian laporan keuangan perusahaan. Apakah dalam hal ini bagian akuntansi melakukan kecurangan-kecurangan dalam menyajikan laporan keuangan yang merugikan perusahaan. Namun dilihat secara keseluruhan struktur organisasi perusahaan memiliki kebaikan sebagai berikut :
1. Telah terdapat pembagian tugas dan wewenang yang cukup baik
2. Para pelaksana memiliki keahlian untuk melaksanakan fungsinya masing-masing sesuai jabatannya.
3. Perusahaan telah mengadakan mutasi jabatan untuk menghindari kejenuhan dan kemungkinan adanya penyelewengan dan yang lebih penting yaitu pemisahan tugas antara bagian pemasaran dan penjualan dan bagian keuangan.
b. Sistem Akuntansi
Tujuan dari akuntansi adalah menyediakan informasi mengenai suatu badan usaha yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi bagi para pemakainya. Informasi tersebut disajikan dalam laporan keuangan yang meliputi neraca, laba rugi ,laporan perubahan posisi keungan serta catatan dan laporan keuangan lainnya. Neraca menunjukan posisi keuangan yang terdiri dari harta, hutang dan modal. Laporan laba rugi merupakan yang dikeluarkan untuk memprolehnya.
Berdasarkan unsur yang terdapat dalam laporan laba-rugi, pendapatan menjadi yang utama. Pendapatan (income) berarti suatu penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Pendapatan terjadi karena pelaksanaan aktifitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan (barang), merupakan pos yang penting dari laporan keuangan dan mempunyai penggunaan bermacam-macam untuk berbagai tujuan. Penggunaan informasi pendapatan yang paling utama adalah: untuk tujuan pengambilan keputusan pembayaran deviden, keputusan investasi dan keputusan penting lainnya.
PT. Aneka Gas Industri Medan sebagai suatu badan usaha swasta yang bergerak di bidang penjualan alat-alat dan obat untuk kesehatan, memproleh pendapatan dalam menjalankan aktifitas-aktifitas operasinya. Dalam rangka pengelolaannya oleh perusahaan ini diselenggarakan aktivitas akuntansi. Demi menjaga dan menghindari dari kesalahan perhitungan dan tindakan penyelewengan terhadap pendapatan yang diperoleh perusahaan.
Aktifitas akuntansi terhadap pendapatan yang diselenggarakan oleh PT. Aneka Gas Industri Medan antara lain :
1. Pengakuan terhadap pendapatan yang diperoleh. 2. Menentukan prosedur pencatatan pendapatan.
3. Menghitung pendapatan sesuai dengan klasifikasi dan tahun buku periode yang bersangkutan.
4. Melaporkan pendapatan pada laporan keuangan sesuai dengan periode buku tahun yang bersangkutan.
Pada akhir periode akuntansi perusahaan akan menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengembangkan perusahaan. Laporan keuangan juga bermanfaat bagi pemakai dan laporan keuangan untuk membuat keputusan investasi bagi pemegang saham untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah dicapai perusahaan. Pendapatan sebagai suatu perkiraan yang harus disajikan dalam laporan keuangan. Didalam laporan keuangan perusahaan mengungkapkan kebijaksanaan akuntansi yang ditetapkan dalam mengakui dan menentukan besarnya pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan operasi baik dari kegiatan utama maupun dari kegiatan lainnya.
Pendapatan usaha yang diperoleh perusahaan dari kegiatan operasi perusahaan berupa :
a. Pendapatan dari kegiatan operasional yaitu penjualan: − Oksigen − Nitrogen − Acetylene − Carbondioxida − Hellium − Compressed air − Argon − Amoniak − Hidrogen − Dan lain-lain.
− Installation charge − Delivery charge
− Pipeline/hardware medical − Cust Proj. Medical
− Dan lain-lain.
Selain pendapatan yang diperoleh dari kegiatan operasi utama PT. Aneka Gas Industri Medan perusahaan ini juga memperoleh pendapatan dari kegiatan lain-lain. Pendapatan lain-lain terdiri dari pendapatan bunga, pendapatan dari hasil penjualan aktiva tetap perusahaan dan lain sebagainya.
c. Prosedur Pengendalian
Pengawasan atau pengendalian pendapatan mempunyai peran penting agar pendapatan dapat terjamin keamanannya. Pengawasan pendapatan yang dilakukan perusahaan ini meliputi pengawasan akuntansi dan pengawasan fisik. Pengawasan akuntansi dilakukan dengan menggunakan dokumen untuk setiap transaksi yang berhubungan dengan pendapatan, contohnya surat penerimaan barang yang dibuat oleh kepala gudang sebagai bukti bahwa barang yang masuk dari supplier telah sesuai dengan faktur yang dikirim oleh supplier. Untuk pengawasan fisik yang dilakukan terhadap pendapatan, perusahaan mempekerjakan orang-orang yang cukup baik dan setiap jam istirahat pintu gudang selalu dijaga oleh orang yang telah ditugaskan untuk pekerjaan ini. Disamping hal tersebut, perusahaan juga mengadakan pemeriksaan fisik.
Perlindungan fisik juga diperlukan untuk catatan dan dokumen pembuatan kembali catatan yang rusak akan memerlukan biaya yang besar dan waktu yang banyak. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika catatan piutang perusahaan
rusak dan dokumen polis asuransi serta sertifikat pitang wesel hilang. Dengan demikian, perusahaan akan lebih baik mengeluarkan biaya untuk penjagaan catatan dan dokumen serta biaya untuk pembuatan catatan pengganti bila dibandingkan dengan menanggung resiko kerugian sebagai akibat kerusakan atau hilang catatan dan dokumen.
Dalam perencanaan dokumen dan catatan, unsur pengendalian intern yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut :
1. Perencanaan dokumen bernomor urut tercetak, yang dipakainya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang akan dapat menetapkan pertanggungjawaban terlaksananya setiap transaksi
2. Pencatatan transaksi harus dilakukan pada saat transaksi, atau segera setelah transaksi terjadi, jika pencatatan transaksi dilakukan dalam jarak waktu yang semakin jauh dari saat terjadinya, catatan akuntansi akan semakin kurang keandalannya dan kemungkinan terjadinya kesalahan akan semakin tinggi. 3. Perancangan dokumen dan catatan harus cukup sederhana untuk menjadi
kemudahan dalam pemahaman terhadap dokumen dan catatan tersebut.
4. Sedapat mungkin dokumen dirancang untuk memenuhi berbagai keperluan sekaligus.
5. Perancangan dokumen dan catatan yang mendorong pengisian data yang benar.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan unsur pengecekan intern dalam pengisian dokumen atau catatan. Pengawasan atau pengendalian terhadap pendapatan yang dilakukan perusahaan sudah memadai dikarenakan adanya
pemisahan fungsi antara fungsi penerimaan dan fungsi pengeluaran yang akan menghindari kolusi dan penyelewengan.
d. Peranan Pengawasan Intern
Dalam operasionalnya PT. Aneka Gas Industri Medan mempunyai bagian tersendiri untuk melakukan tugas pengawasan yaitu Bagian Satuan Pengendalian Intern dimana Satuan Pengawas Intern dipimpin oleh seorang kepala yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Direktur Utama. Pedoman kerja Satuan Pengawas Intern (SPI) ini disusun dalam bentuk norma-norma yang harus diterapkan dalam menjalankan tugasnya. Pengertian dari norma-norma pemeriksaan adalah patokan kaidah atau ukuran yang diterapkan oleh pihak berwenang yang harus diikuti dalam pelaksanaan fungsi pemeriksaan yang dikehendaki.
Tugas dari pengendalian intern ini adalah membantu Direktur Utama dan mengadakan penilaian atas sistem pengendalian, pengelolaan dan pelaksanaan pada badan usaha yang bersangkutan dan memberikan saran-saran perbaikannya. Disamping itu untuk mengetahui apakah tugas sudah dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya. Maka perlu adanya kriteria tentang ukuran suatu pelaksanaan tugas pemeriksaan intern. Dalam melakukan pengendalian terhadap operasional perusahaan, bagian Satuan Pengendalian Intern memiliki dasar-dasar yang kuat dalam pelaksanaan tugasnya. Wujud dari dasar-dasar ini disusun dalam norma pemeriksaan. yang terdiri dari :
1. Norma umum pemeriksaan
2. Norma pelaksanaan pemeriksaan
Tujuan dari norma ini adalah untuk menjamin mutu pelaksanaan pemeriksaan dan keseragaman pendapat mengenai bagaimana baiknya laporan pemeriksaan disajikan agar bermanfaat bagi pemakainya.
Ruang lingkup pemeriksaan intern terhadap objek yang diperiksa mencakup beberapa objek yaitu :
1. Pemeriksaan atas keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan. 2. Penilaian tentang daya guna dan kehematan dalam penggunaan.