• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV UPAYA PEMERINTAH MELINDUNGI TENAGA KERJA

C. Pengendalian Laju Tenaga Kerja Asing (TKA)

Hadirnya Tenaga Kerja Asing (TKA) di negara Indonesia akan berdampak bagi ekonomi negara sebagai investasi jangka panjang dalam hal pembangunan nasional. Permasalahan yang timbul adalah bahwa jumlah TKA yang bekerja di Indonesia semakin meningkat dan dikhawatirkan berdampak pada kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Terlebih kualitas SDM dan ketenagakerjaan di Indonesia yang masih berada diperingkat bawah.

Indonesia perlu melakukan upaya untuk menata tenaga kerja lokal.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan diantaranya adalah pengembangan standar kompetensi kerja, pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, serta harmonisasi regulasi antar instansi. Terkait harmonisasi regulasi antar instansi, langkah ini memegang peranan yang penting.

Untuk dapat mengendalikan jumlah TKA di Indonesia maka pemerintah harus membatasi penggunaan TKA dan melakukan pengawasan. Pembatasan

18 Kemnaker Beberkan 8 Rencana Strategis Ketenagakerjaan, Diakses Dari Https://Money.Kompas.Com/Read/2019/04/09/185936726/Kemnaker-Beberkan-8-Rencana-Strategis-Ketenagakerjaan-2020-2024 Pada Tanggal 18 November 2019 Pukul 21.56.

54 TKA sangat diperlukan sebagai penjamin atas kesempatan kerja yang layak di indonesia bagi TKL. Sesuai penetapan pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi “ Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Hal ini merupakan implementasi dari pemenuhan hak asasi manusia termasuk dalam hak ekonomi, sosial dan budaya yang berkaitan dengan hak individu dalam pemenuhan kebutuhan hidup, yang meliputi hak atas pekerjaan, hak asasi untuk bekerja secara bebas di negaranya sendiri.19

Dalam hal pengendalian TKA, pemerintah telah mengatur secara tegas tentang penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia untuk mencegah terjadinya penggunaan TKA yang berlebihan. Pemerintah membuat kebijakan-kebijakan, salah satunya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing sebagai peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Secara prinsip pemerintah mengendalikan masuknya TKA melalui berbagai persyaratan yang telah diatur dalam regulasi, kemudian melakukan pengawasan dan penegakan hukum. Salah satunya adalah mewajibkan kepada seluruh perusahaan memiliki Rencana Penggunaan Tenaga kerja Asing (RPTKA) yang disahkan pejabat yang berwenang sebagaimana yang telah diatur pada pasal 7 ayat (1) Perpres TKA 2018 yang menyebutkan : “ Setiap pemberi kerja TKA yang menggunakan TKA harus memiliki RPTKA yang disahkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk ”, dilanjutkan dengan pasal 7 ayat (2) Perpres TKA 2018 yang berbunyi “ RPTKA sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat:

a. Alasan penggunaan TKA.

b. Jabatan dan atau kedudukan TKA dalam struktur organisasi perusahaan yang bersangkutan.

19 Ario Adrianto, Skripsi: Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Ketenagakerjaan Di Tinjau Dari Perspektif Hukum Islam, Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2017. Hal: 69.

55 c. Jangka waktu penggunaan TKA, dan

d. Penunjukan tenaga kerja Indonesia sebagai pendamping TKA yang dipekerjakan.”

Untuk mendapatkan pengesahan RPTKA, pemberi kerja mengajukan permohonan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk, sebagaimana yang dimuat pada pasal 7 ayat (4) Perpres TKA 2018 yang menyebutkan: “ permohonan pengesahan RPTKA yang dimaksud pada ayat (3) Perpres TKA 2018 disampaikan oleh pemberi kerja TKA dengan melampirkan :

a. Surat izin usaha dari instansi yang berwenang.

b. Akta dan keputusan pengesahan pendirian dan atau perubahan dari instansi yang berwenang.

c. Bagan struktur organisasi perusahaan

d. Surat pernyataan untuk penunjukan tenaga kerja pendamping dan pelaksanaan Pendidikan dan pelatihan kerja.

e. Surat pernyataan untuk melaksanakan Pendidikan dan pelatihan kerja bagi tenaga kerja Indonesia sesuai dengan kualifikasi jabatan yang diduduki oleh TKA.”

Selain itu perlunya RPTKA dimaksudkan agar penggunaan TKA dilaksanakan secara selektif dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja lokal dan juga pengawasan bagi TKA.20 Pengendalian laju tenaga kerja asing melalui RPTKA merupakan langkah pemerintah untuk melindungi TKL Indonesia, dalam konteks ini maka sesuai dengan teori perlindungan hukum yang dikemukakan oleh Satjipto Rahardjo ialah perlindungan yang diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan oleh hukum.21

Berdasarkan perpres TKA 2018 ini, setiap pemberi kerja yang mempekerjakan TKA wajib mengutamakan tenaga kerja lokal pada semua jenis

20 Hasil Wawancara Peneliti Dengan Khairul Anwar Sekretaris Jendral Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Pada 14 November 2019

21 Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, (Bandung: Citra Karya Bakti), 2000. Hal: 53.

56 jabatan yang tersedia dan memperhatikan jabatan-jabatan yang dilarang diduduki oleh TKA, oleh karenanya pemerintah mempertegas pada pasal 4 Perpres TKA 2018 yang mengharuskan kepada seluruh pemberi kerja untuk mengutamakan TKL pada semua jenis jabatan yang tersedia kecuali jabatan tersebut tidak dapat diduduki oleh TKL. Adapun jabatan yang tidak boleh diduduki oleh TKA yang disebutkan di pasal 5 ayat (1) Perpres TKA 2018 yaitu

“ TKA dilarang untuk menduduki jabatan yang mengurusi personalia, atau jabatan tertentu yang ditetapkan oleh Menteri ”, Aturan mengenai posisi kerja atau jabatan yang tidak boleh diduduki oleh Tenaga Kerja Asing tertuang didalam Keputusan Menteri Tenaga kerja Nomor 40 Tahun 2012 Tentang Jabatan-Jabatan Tertentu Yang Dilarang Diduduki Tenaga Kerja Asing.

Didalam aturan tersebut, tertulis jabatan apa saja yang tidak boleh diduduki oleh TKA yang bekerja di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut berikut adalah jabatan yang tidak boleh dipegang oleh TKA:

1. Direktur Personalia (Personnel Director).

2. Manajer Hubungan Industrial (Industrial Relation Manager).

3. Manajer Personalia (Human Resource Manager).

4. Supervisor Pengembangan Personalia (Personnel Development Supervisor).

5. Supervisor Perekrutan Personalia (Personnel Recruitment Supervisor).

6. Supervisor Penempatan Personalia (Personnel Placement Supervisor).

7. Supervisor Pembinaan Karir Pegawai (Employee Career Development Supervisor).

8. Penata Usaha Personalia (Personnel Declare Administrator).

9. Kepala Eksekutif Kantor (Chief Executive Officer).

10. Ahli Pengembangan Personalia dan Karir (Personnel and Careers Specialist).

11. Spesialis Personalia (Personnel Specialist).

12. Penasehat Karir (Career Advisor).

57 13. Penasehat tenaga Kerja (Job Advisor).

14. Pembimbing dan Konseling Jabatan (Job Advisor and Counseling).

15. Perantara Tenaga Kerja (Employee Mediator).

16. Pengadministrasi Pelatihan Pegawai (Job Training Administrator).

17. Pewawancara Pegawai (Job Interviewer).

18. Analisis jabatan (Job Analyst).

19. Penyelenggaraan penempatan kerja (Occupational Safety Specialist ).

Perusahaan dilarang merekrut TKA untuk ditempatkan didalam posisi kerja sebagaimana tercantum diatas. Hal ini karena jabatan diatas berhubungan langsung dengan pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan, keselamatan dan perekrutan personalia. Tentu saja semua hal yang berkaitan dengan personalia harus dipegang oleh tenaga kerja lokal yang memiliki kewarganergaraan Indonesia (WNI).

Hal ini bertujuan agar setiap keputusan yang diambil tidak akan berdampak buruk terlebih jika berkaitan dengan personalia atau karyawan. Sebagaimana dalam teori perlindungan hukum dan hak asasi manusia , yaitu perlindungan bagi tenaga kerja lokalyangdimaksudkan untuk menjamin hak-hak asasi dasar pekerja dan menjamin kesamaan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha dan kepentingan pengusaha.

Pemberi kerja juga dilarang untuk mempekerjakan TKA yang berpendidikan rendah/ sebagai buruh kasar. Pada pasal 5 ayat (3) Perpres TKA 2018 tentang syarat kualifikasi dan kompetensi TKA, syarat tersebut disampaikan pada pasal 5 Peraturan Menteri Nomor 10 Tahun 2018, yaitu : 1. Memiliki Pendidikan yang sesuai dengan kualifikasi jabatan yang diduduki

oleh TKA.

2. Memiliki sertifikat kompetensi atau memiliki pengalaman kerja paling sedikit 5 (lima) tahun yang sesuai dengan kualifikasi jabatan yang akan diduduki TKA.

58 3. Mengalihkan keahliannya kepada tenaga kerja pendamping.

Pada pasal 30 Perpres TKA 2018 ini juga mewajibkan pemberi kerja TKA untuk melapor pelaksanaan penggunaan TKA setiap 1 (satu) kepada Menteri, yang meliputi :

a. Pelaksaan penggunaan TKA, dan

b. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja pendamping.

Dilanjutkan pada pasal 31 Perpres TKA 2018 yang berbunyi “ Menteri atau pejabat yang ditunjuk harus menyampaikan data yang dipekerjakan oleh pemberi kerja TKA kepada unit kerja pemerintahan provinsi/kabupaten/kota yang membidangi ketenagakerjaan sesuai dengan lokasi kerja TKA.”

Kemudian secara khusus pengawasan TKA yang tertera pada pasal 33 Perpres TKA 2018, yaitu pengawasan terhadap TKA dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan pada kementerian dan dinas provinsi yang membidangi urusan di bidang ketenagakerjaan dan pegawai imigrasi yang bertugas pada bidang pengawasan dan penindakan keimigrasian, secara terkoordinir sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangan masing-masing, dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Mengenai sanksi bagi pemberi kerja yang melanggar, telah diatur khusus pada pasal 34 Perpres TKA 2018 yang berbunyi :

(1) Pemberi kerja TKA yang melanggar ketentuan penggunaan TKA, pelaksanaan Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja pendamping, dan pelaporan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan

(2) Pemberi kerja TKA yang memberikan keterangan tidak benar dalam pernyataan penjaminan atau tidak memenuhi jaminan yang diberikannya dan TKA yang melanggar ketentuan izin tinggal keimigrasian dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian.

59 Sanksi yang dijatuhkan kepada pemberi kerja TKA yang tidak sesuai dengan peranturan Perundang-undangan tertuang pada pasal 185 Undang-Undang Ketenagakerjaan Tahun 2003, yaitu:

a. Bagi pemberi kerja yang tidak memiliki izin kerja dikenakan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta.

b. Jika jabatan tidak sesuai kompetensi dan/atau tidak menunjuk TKI Pendamping, akan dikenakan sanksi berupa kurungan selama 1 s.d. 12 bulan dan denda sebesar Rp 10 juta s.d. Rp 100 juta.

c. Jika pemberi kerja TKA tidak melakukan pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA) dan/atau memulangkan TKA setelah masa perjanjian kerja selesai, maka dikenakan sanksi administrasi yang salah satunya berupa Pencabutan IMTA.

Terhadap setiap pengajuan RPTKA di Indonesia harus dibatasi baik dalam jumlah maupun bidang-bidang yang dapat diduduki oleh tenaga kerja asing.

Serta pengawasan yang ketat yang dilakukan oleh dinas ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan agar kehadiran TKA di Indonesia bukanlah sebagai ancaman yang cukup serius bagi tenaga kerja Indonesia, justru kehadiran mereka sebagai pemicu bagi tenaga kerja Indonesia untuk lebih professional dan selalu menambah kemampuan dirinya agar dapat bersaing baik antar sesama tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja asing.

Peran negara dan pemerintah bukan hanya cukup dengan membuat peraturan perundang-undangan saja, tetapi lebih dari itu adalah melaksanakan peraturan yang telah dibuat diwujudkan menjadi kenyataan. Hal ini merupakan tuntutan, karena Indonesia menganut negara hukum dalam arti materiil atau negara kesejahteraan atau negara kemakmuran (welfare state) yang menjamin terselenggaranya kesejahteraan negara dan keadilan kepada warganya yang tercipta karena atas berkat rahmat serta ridha Allah Yang Maha Kuasa dan

60 dengan didorong oleh keinginan luhur bangsa untuk berkehidupan, kebangsaan yang bebas, merdeka berdasarkan suatu ketertiban menuju kesejahteraan.22

Ketentuan tersebut merupakan landasan bagi arah politik pembangunan hukum nasional dalam rangka melindungi segenap bangsa sebagai asas tentang persatuan seluruh bangsa Indonesia dan asas perlindungan hukum, tanpa kecuali. Artinya negara turut campur dan bertanggung jawab dalam upaya mengangkat harkat dan martabat manusia sebagai perwujudan perlindungan hukum.23

Kehadiran tenaga kerja asing juga dapat dikatakan sebagai salah satu pembawa devisa bagi negara dimana adanya pembayaran kompensasi atas setiap tenaga kerja asing yang dipekerjakan yang tertuang pada pasal 24 Perpres TKA 2018, pembayaran dana kompensasi penggunaan tenaga kerja asing merupakan penerimaan negara bukan pajak, pembayaran kompensasi dilakukan setiap tahun sesuai jangka waktu TKA bekerja di Indonesia dan dikecualikan pada pemberi kerja.

22 Moh. Busyro Muqoddas, Politik Pembangunan Hukum Nasional, (Yogyakarta: UII Press), 1992. Hal: 4.

23 Ujang Charda S, Perlindungan Hukum Ketenagakerjaan Terhadap Tenaga Kerja Anak Yang Bekerja Di Luar Hubungan Kerja Pada Bentuk Pekerjaan Terburuk. Jurnal Syi’ar Hukum Vol . XII . No. 2. 2010. Hal: 130.

61 BAB V

PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan bab-bab terdahulu maka, dapat disimpulkan bahwa : 1. Dalam hal perlindungan tenaga kerja lokal, pemerintah

melakukan pengendalian laju masuknya TKA di Indonesia, yaitu dengan menerbitkan beberapa peraturan, salah satunya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. TKA yang akan bekerja di Indonesia dikendalikan melalui perizinan (RPTKA) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. Penggunaan TKA hanya dibuka untuk jabatan professional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, selain itu dalam perpres tka 2018 ini juga mengatur bahwa pemberi kerja harus mengutamakan TKL disetiap jabatan yang ada kecuali jabatan tersebut tidak bisa diisi oleh TKL. TKA juga tidak dapat menduduki jabatan-jabatan yang dilarang diduduki oleh TKA yang secara rinci disebutkan dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi Nomor 40 Tahun 2012 Tentang Jabatan Tertentu Yang Dilarang Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing.Pemerintah juga melakukan pengawasan dan pemberian sanksi bagi para pemberi kerja yang melanggar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Membatasi penggunaan TKA dan melakukan pengawasan diperlukan untuk meminimalisir agar TKA tidak menjadi ancaman bagi TKL dan mengambil alih semua pekerjaan yang ada. TKA yang masuk ke Indonesia seharusnya dijadikan peluang untuk memajukan perekonomian negara Indonesia.

2. Dalam hal peningkatan kualitas SDM dan daya saing tenaga kerja untuk memasuki pasar kerja global, dilakukan melalui sejumlah strategi, yaitu menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional

62 Indonesia (SKKNI), sertifikasi kompetensi, pengembangan program kerja sama, dan perbaikan kualitas pendidikan.

B. Rekomendasi

1. Bagi pemerintah, harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang masuknya tenaga kerja asing dan cara menghadapinya, serta sosialisasi tentang program-program yang dibuat pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM. Pemerintah juga harus konsisten dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum untuk mencegah adanya pelanggaran.

2. Bagi tenaga kerja lokal, untuk terus mengasah kemampuan/ skill, melatih kemampuan dalam bidang iptek, dan update dengan kondisi pasar tenaga kerja dalam negeri.

63 DAFTAR PUSTAKA

Buku

Adrian Sutedi, Hukum Perburuhan, (Jakarta: Sinar Grafika). 2009.

Abdul Khakim, Dasar-Dasar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, (Bandung:

Citra Aditya Bakti). 2009.

Agusmidah, Dinamika Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, (Medan: USU Press), 2010.

Budiono Abdul Rachmat, Hukum Perburuhan Di Indonesia, (Jakarta: PT.

Rajagrafindo Persada). 1995.

Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), 2008.

C. Sumarprihatiningrum, Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia, Jakarta : HIPSMI. 2006.

Hermawan Wasito, Pengantar Metodelogi Penelitian, (Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka Utama), 1992.

Ishaq, Dasar-dasar Ilmu Hukum, (Jakarta. Sinar Grafika), 2009.

Jimly Asshiddiqie, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, (Jakarta : Mahkamah Konstitusi), 2010

Lili Rasjidi dan B. Arief Sidharta, Filsafat Hukum Madzab dan Refleksi, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya), 1994.

M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya, (Bogor: Ghalia), 2002.

Moh. Busyro Muqoddas, Politik Pembangunan Hukum Nasional, (Yogyakarta: UII Press), 1992.

Mukti Fajar Dan Yulianto Achmad, Dualisme Penelitian Hukum Empiris &

Normatif, (Jakarta: Pustaka Pelajar). 2010.

64 Mulyadi S, Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif

Pembangunan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), 2014.

Murti Sumarni & John Suprihanto, Pengantar Bisnis Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan, (Yogyakarta: Liberty). 2014.

Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Syariah Dan Hukum, (Jakarta: Fakultas Syariah Dan Hukum Uin Syarifhidayatullah Jakarta). 2017.

Philipus M. Hadjon, Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia, (Surabaya:

Bina Ilmu), 1987.

Rozali Abdullah, Perkembangan Ham dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia, (Jakarta: Ghalia Indonesia), 2002

Rudihartono Ismail dan Helmawati, Meningkatkan SDM Berkualitas Melalui Pendidikan Menyiapkan SDM Papua Yang Berdaya Saing, (Bandung:

Alfabeta), 2018.

Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, (Bandung: Citra Aditya Bakti), 2000.

Soedjono Dirdjosisworo, Pengantar Ilmu Hukum, ( Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), 2008.

Sonny Sumarsono, Teori dan Kebijakan Publik Ekonomi Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Graha Ilmu), 2009.

Sri Herianingrum Tika Widiastuti, Ekonomi dan Bisnis Islam: Seri Konsep dan Aplikasi Ekonomi dan Bisnis Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada).

Syamsul Arifin, Pengantar Hukum Indonesia, (Medan: Medan Area University Press), 2012.

Tim penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi kedua, cet.1,(Jakarta: Balai Pustaka), 1991 .

Tim ICCE UIN Jakarta. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, (Jakarta Prenada Media), 2003.

65 Tribowo Darmawan Dan Bahagijo, Mimpi Negara Kesejahteraan.

(Jakarta:LP3ES). 2006.

Jurnal

Anis Tiana Pottag, Politik Hukum Pengendalian Tenaga Kerja Asing Yang Bekerja Di Indonesia, Jurnal Politik Hukum Vol. 1 No. 2, 2018.

Chairul Saleh, Kajian Kebijakan Dan Strategi Pemerintah Dalam Upaya Perlindungan Tenaga Kerja Lokal Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Jurnal Bisnis Dan Manajemen Vol. 10 No. 2, 2016.

Diana Harding, Anissa Lestari Kadiyono, Yuyun Hidayat, Pelatihan Dan Pengembangan SDM Sebagai Salah Satu Upaya Menjawab Tantangan MEA, Jurnal Psikologi Sains Dan Teknologi Vol. 2, No. 2, 2018.

Eddy Kiswanto, Negara Kesejahteraan (Walfare State): Mengembalikan Peran Negara Dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial Di Indonesia. Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Politik Vol.9 No.2, 2005.

Fitratunnisa, Dampak Tenaga Kerja Asing Terhadap Sosial Kemasyarakat Masyarakat Kota Dumai, Jurnal FISIP Universitas Riau Vol. 4 No.1, 2016.

I Wayan Gede Wiryawan. Perlindungan Hak Konstitusional Pekerja Dalam Sistem Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia. Majalah Ilmu Hukum Kertha Wicaksana. Vol. 19 No. 2 .2013.

Jepi Adianto dan Muhammad Fedryansyah, Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Dalam Menghadapi Asean Economy Community, Jurnal Pekerjaan Sosial Vol.1 No.2. Bandung: Universitas Padjajaran. 2018.

Joko Ismono, Hubungan Kerja dalam Perspektif HAM, Ekonomi, dan Pembangunan, jurnal hukum Vol.2 No.1 , 2018.

66 Latif Adam, Membangun Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia Melalui Peningkatan Produktivitas, Jurnal Kependudukan Indonesia Vol. 11 No. 2, 2016.

Laurensius Arliman S, Perkembangan Dan Dinamika Hukum Ketenagakerjaan Di Indonesia, Jurnal Selat Vol.5 No.1. 2017.

Monika Suhayati, Kontroversi Perpres Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, Jurnal Hukum Vol. 10 No. 9, 2018.

Muhammad Fadli, Optimalisasi Kebijakan Ketenagakerjaan Dalam Menghadap Masyarakat Ekonomi Asean 2015, Jurnal Rechtvinding Vol.3 No.4, 2014.

Muhdar HM, Potret Ketenagakerjaan, Pengangguran, Dan Kemiskinan Di Indonesia: Masalah dan Solusi, Jurnal IAIN Gorontalo Vol. 11 No.1, 2015.

Nasri Bachtiar dan Rahmi Fahmi, Pengaruh Tenaga Kerja Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesempatan Kerja: Suatu Tinjauan Literatur. Jurnal kependudukan Indonesia. Vol.1 No.1. Tahun 2011.

Nina Juwitasari dan Sanhaji dan Solechan, Implikasi Yuridis Keberadaan Tenaga Kerja Asing Sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Jurnal Diponegoro Law Review Vol.5 No.2, 2016.

Oman Sukmana, Konsep Dan Desain Negar Kesejahteraan (Walfare State), Jurnal Social Politik, Vol.2 No.1,2016.

Putu Genta Prayoga Mahardika Dan I Made Sarjana, Kajian Izin Penggunaan Tenaga Kerja Asing Dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018, Vol.9 No.9, 2019

Randang Frankiano B, Kesiapan Tenaga Kerja Indonesia Dalam Menghadapi Persaingan Dengan Tenaga Kerja Asing, Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 5 No. 1, 2011.

67 Ridwan Iskandar dan Budi Setiawan, Sertifikasi Kompetensi Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Lulusan Perguruan Tinggi Pariwisata Dalam Menyambut MEA,Vol. 2 No 2, 2015.

Risky Vista Puspita Sari, Aries Harianto, Ida Bagus Oka Ana. Kepastian Hukum Pengaturan Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia.

Jurnal Hokum Vol.5 No.3. 2018.

Riska Franita, Analisa Pengangguran Di Indonesia, Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol.1, 2016.

Sintaningrum Dan Liiklai Felfina, Kebijakan Proteksi Tenaga Kerja Indonesia Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, Jurnal Fisip Universitas Padjajaran Vol.15 No.1. 2017.

Suhandi, Pengaturan Ketenagakerjaan Terhadap Tenaga Kerja Asing Dalam Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN Di Indonesia, vol.XXI No.2, 2016.

Sunartono. Analisis Peningkatan Kesempatan Kerja Di Indonesia. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 2008.

Syaifuddin Zuhdi, Wisnu Tri Nugroho, Roudlotul Jannah, Meninjau Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 Sebagai Rangka Perbaikan Hukum Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ,Vol. 4 No.

1, April 2019.

Sunarso Dan Puji Lestari, Mengatasi Masalah Ketenagakerjaan Dalam PJPT II Sebagai Strategi Untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional, Jurnal Pendidikan No.1, 1995.

Ujang Charda S, Perlindungan Hukum Ketenagakerjaan Terhadap Tenaga Kerja Anak Yang Bekerja Di Luar Hubungan Kerja Pada Bentuk Pekerjaan Terburuk. Jurnal Syi’ar Hukum Vol . Xii . No. 2. 2010.

68 Skripsi

Saputri Ratu, Skripsi : Pelaksanaan Pengawasan Tenaga Kerja Asing Oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung, (Lampung:Universitas Bandar Lampung). 2017.

Adam Nugraha Nasution, Skripsi: Pengaruh Tenaga Kerja Asing Terhadap Kondisi Buruh Di Indonesia. Bandung: Universitas Pasundan, 2016.

Agung Syarifudin, Skripsi: Pengawasan Terhadap Perizinan Pembangunan Perumahan Dengan Hunian Berimbang Di Kota Bandung Dalam Mewujudkan Negara Kesejahteraan (Welfare State), (Bandung:

Universitas Pasundan). 2016.

Annisa Amalia, Skripsi: Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Outsourcing (Studi Komparasi Antara Hukum Islam Dan Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan), Lampung:

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018.

Ario Adrianto, Skripsi: Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Ketenagakerjaan Di Tinjau Dari Perspektif Hukum Islam, Makassar:

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2017.

Budi Astuti, Tesis: Sertifikasi Uji Kompetensi Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Indonesia /Tenaga Kerja Wanita Penata Laksana Rumah Tangga (TKI / TKW PLRT), (Semarang: Universitas Diponegoro), 2008.

Elva, Skripsi: Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Yang Dilakukan Penderita Gangguan Jiwa, ( Lampung:

Universitas Lampung), 2019.

Krismena Natalina Panjaitan, Skripsi: Pembinaan Karier Ketenagakerjaan dalam Perbankan (Studi Kasus di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Karangayu Semarang), (Semarang:

Universitas Diponegoro, 2010.

69 Muchsin, skripsi: Perlindungan Dan Kepastian Hukum Bagi Investor Di Indonesia, (Surakarta: Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret). 2003.

Muhammad Reza Baihaki, Skripsi: Problematika Open Legal Policy Dalam Periodisasi Masa Jabatan Hakim Konstitusi, Jakarta: UIN Syarifhidayatullah Jakarta, 2019.

Setiono, Tesis: Rule Of Law (Supremasi Hukum), (Surakarta: Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret). 2004.

Siti Romlah, Skripsi: Problematika Legal Protection Ojek Online Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 41/PUU-XVI/2018, (Jakarta:

UIN Syarifhidayatullah Jakarta). 2019.

Syafaruddin, skripsi : Aspek Hukum Tenaga Kerja Asing Pada Perusahaan Swasta Di Kota Medan, (medan: universitas sumatera utara). 2002 . Trini Diyani, Skripsi: Paradigma Baru Kebijakan Penanaman Modal Asing

PT. Freeport Indonesia, (Jakarta: UIN Syarifhidayatullah Jakarta), 2019

Website

Diakses dari http://kemnaker.go.id/berita/beritanaker/menkumham-tegaskan-isu-serbuan-tka-China-itu-hoax, tanggal 14 maret 2019 09.00 WIB.

Diakses dari

https://nasional.kompas.com/read/2018/04/05/10393051/jokowi-teken-perpres-permudah-tenaga-kerja-asing?page=all, pada tanggal 14 maret 2019 pukul 09.15 WIB.

Diakses dari https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/05/06/1564/februari-2019--tingkat pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-01-persen.html, pada tanggal 5 Oktober 2019 pukul 20:50 WIB.

Diakses Dari Http://Tesishukum.Com/Pengertian-Perlindungan-Hukum-Menurut-Para-Ahli/. Tanggal 29 Juli 2019 Pukul 15.05 WIB.

70 Diakses Dari

70 Diakses Dari

Dokumen terkait