• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Defenisi Operasional

Defenisi operasional variable digunakan agar tidak menimbulkan penafsiran ganda yaitu dengan memberikan batasan-batasan terhadap variable-variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

30

a. Metode pendistribusian produk (X), kemampuan PT. Telkomsel untuk mendistribusikan produk-produknya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar.

b. Memenuhi kebutuhan pasar (Y), kemampuan PT. Telkomsel untuk memasarkan produknya secara cepat dan tepat sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan pemasaran yang efektif, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

31

BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Sejarah Singkat PT. Telkomsel

PT. Telkomsel merupakan anak perusahaan dari PT. Telkom Indonesia dengan nilai saham sebesar 65 % dan Singapore Telecom (Singtel) dengan nilai saham 35% yang berdiri pada tanggal 26 Mei tahun 1995. PT. Telkomsel adalah perusahaan yang bergerak di bidang operator jasa telekomunikasi selular dengan frekuensi jaringan operator 900/1800 GSM. Telkomsel adalah kependekan dari

”Telekomunikasi Selular”, yakni perusahaan jasa telekomunikasi yang berbasis GSM.

Telkomsel memiliki sejarah yang cukup singkat untuk menjadi operator GSM terkemuka di Indonesia, yaitu :

1. Oktober 1993 Menparpostel menugaskan Telkom untuk membuat sebuah Pilot Project GSM di pulau Batam.

2. November 1993 diimplementasikan Pilot Project oleh PT. Telkom di pulau Batam dan Bintan.

3. 31 Desember 1993 proyek GSM beroperasi dan merupakan awal komunikasi pertama antar ponsel di pulau Batam dan Bintan.

4. 24 Agustus 1994 PT. Telkom dan Indosat memperoleh izin prinsip mengoperasikan sistem GSM.

5. 1 November 1994 pembentukan perusahaan BUMN antara PT. Telkom dan PT.

Indosat.

32

6. 26 Mei 1995 resmi berdiri PT. Telkomsel sekaligus menandai beroperasinya layanan GSM di Jakarta dan sekitarnya.

7. 11 Maret 1996 status BUMN berubah menjadi PMA dengan bergabungnya PTT Telecom Netherlands (KPN Belanda) dan PT. Setdco Megacell Asia.

8. 29 Desember 1996 jangkauan PT. Telkomsel seluas 27 propinsi dan dilebih dari 340 kota kabupaten di seluruh Indonesia.

9. 20 April 2011 PT. Telkomsel meraih 100 juta pelanggan.

PT. Telkomsel memposisikan tiga gambaran rumusan strategi untuk memposisikan layanan mereka dengan produk terbaik, total solusi untuk pelanggan dan menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan tetap. PT. Telkomsel mulai mengambil keuntungan besar dalam jasa dan produk ketika jaringan servis datanya mulai mencakup keluar negeri (internasional). Secara internasional kredibilitas Telkomsel diakui oleh 227 mitra yang mencakup 143 negara, dan sukses menjalin kemitraan dengan SingTel atas komitmen bersama untuk menjadi salah satu pemegang saham dari PT. Telkomsel. Perluasan jaringan dan jasa layanan suara (voice service) menjadi fokus kunci Telkomsel, sebab di Indonesia sendiri PT.

Telkomsel baru melakukan 4% penetrasi tahap kedua dengan pertumbuhan pasar selular yang cepat dan tingkat persaingan operator telepon selular yang tinggi. Pangsa pasar di Indonesia masih berjalan dengan jasa layanan suara (Voice Service) ini berlawanan dengan aktivitas diseluruh dunia yang sedang menuju 3G lisensi dan spektrum. Kebijakan manajemen untuk lebih menguasai kompetensi pasar yang semakin ketat yang diarahkan menembus pangsa pasar.

33

Sejak peluncuran produk pada bulan November 1997 PT. Telkomsel menjadi operator telekomunikasi selular pertama di Asia yang memperkenalkan teknologi GSM, GPRS dan Teknologi TEPI. Dengan total pendapatan PT. Telkomsel sudah tumbuh dari Rp. 491 milyar tahun 1997 dan pendapatan terakhir 25,5 trilyun diperiode yang sama jumlah pelanggan selular Telkomsel meningkat pada tanggal 31 Desember 1997 sampai pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi 65 juta pelanggan.

PT. Telkomsel adalah operator telepon selular yang terkemuka dengan pangsa pasar yang cukup besar, pada akhir Desember 2008 Telkomsel mempunyai 65 juta pelanggan berdasarkan pada statistik sekitar 52 % pangsa pasar di Indonesia dan selebihnya sudah terbagi dengan perusahaan jasa telekomunikasi GSM sejenisnya.

Disamping itu, PT. Telkomsel sudah membuka jaringan internasional dengan menjalin kerjasama dengan 143 Negara.

PT. Telkomsel merupakan operator yang menyediakan akses layanan data terlengkap melalui implementasi teknologi CSD, GPRS (General Packet Radio Service), PT. Telkomsel menyediakan beraneka ragam fitur yang memberikan kenyamanan berkomunikasi, dari yang sifatnya dasar hingga yang tercanggih seperti Multy Party Call, SMS2e-mail, MMS, Video Streaming, Farida Multi Number, mobile banking, info on demand, nada sambung pribadi dan lain sebagainya. Untuk lebih menjangkau pelanggan telepon selular di seluruh Indonesia dimanapun mereka berada PT. Telkomsel telah meluncurkan sistem penjualan dengan prinsip kepuasan pelanggan adalah kuncinya dengan berprinsip itu PT. Telkomsel dalam melayani

34

pelanggannya mendirikan kantor pelayanan dengan nama GraPARI Telkomsel atau Graha Pari Sraya Telkomsel yang berasal dari bahasa Sansekerta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai tanda penghargaan atas diresmikannya kantor pelayanan Telkomsel di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak itulah seluruh kantor pelayanan Telkomsel ditetapkan dengan nama GraPARI Telkomsel atau Graha Pari Sraya Telkomsel. Selain sebagai kantor pelayanan yang memfokuskan diri untuk melayani pelanggannya, Grapari juga menyediakan penjualan produk sendiri seperti kartu HALO, Simpati, dan Kartu AS. Grapari tidak menjual perangkat telepon selular kecuali jika ada kebijaksanaan tertentu untuk menjual dalam bentuk paket produk Telkomsel, hal ini pun tidak selalu dilakukan. Sehingga jika ada pelanggan yang ingin membeli perangkat telepon selular terpisah dari produk Telkomsel, maka GraPARI akan menyarankan untuk mendapatkannya pada dealer resmi, outlet eksklusif maupun ritel yang telah bekerjasama dengan PT. Telkomsel.

B. Slogan, Visi, Misi dan Budaya PT. Telkomsel 1. Slogan Telkomsel

”Paling Indonesia” Menjadikan Telkomsel sebagai perusahaan jasa telekomunikasi seluler pilihan yang paling banyak jumlah pelanggannya, terbukti dengan jumlah pelanggan Telkomsel pada tahun 2012 mencapai 110 juta di Indonesia. PT. Telkomsel selalu mengutamakan kualitas dan ketersediaan kapasitas jaringan serta menyediakan jasa pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya.

35

2. Visi

“The Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in The Region”

Maknanya adalah PT. Telkomsel ingin menyediakan kualitas dan kepuasan di berbagai segmen pelanggan dan menyediakan berbagai gaya hidup pelanggan.

3. Misi

“Deliver Mobile Lifestyle Services and Solution in Excelent Way That Exceed Customer Expectation, Create Value for All Stakeholder and The Economic Development of The Nation”

Maknanya adalah Telkomsel ingin memberikan solusi mobilitas yang terbaik bagi pelanggan eksternal, memberikan nilai employer choice bagi para pemegang saham dan karyawan dan menjadi penggerak perekonomian bangsa.

4. Budaya Telkomsel

a. Customer Intimacy : mengutamakan keakraban dan kepedulian untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan.

1) Pemahaman kebutuhan dan keinginan pelanggan 2) Pemberian solusi

3) Mengatasi keluhan

b. Profesionalism : mengutamakan keahlian, komitmen, dedikasi, obyektivitas dan orientasi jangka panjang.

1) Tanggung jawab terhadap tugas

2) Tanggung jawab terhadap aset perusahaan 3) Manajemen waktu dan kualitas

36

4) Kontribusi pribadi

c. Teamwork : kemampuan bekerja sama secara sinergis untuk mencapai tujuan.

1) Menghormati perbedaan 2) Komitmen terhadap tujuan tim 3) Umpan balik yang konstruktif 4) Keterlibatan dan partisipasi 5) Kepercayaan

d. Integrity : konsistensi antara moral dan tindakan yang sesuai dengan standar etika dan praktik yang benar.

1) Karyawan perusahaan harus bersikap konsisten dalam pemikiran 2) Perbuatan berdasarkan peraturan dan norma perusahaan.

C. Logo dan Arti Telkomsel

Setiap bagian dan warna dari logo Telkomsel memiliki maksud dan arti tersendiri yaitu :

Gambar 1 Gambar 2

37

a. Lingkaran elips horizontal yang membelah heksagon tersebut melambangkan penyelenggara jasa telekomunikasi domestik.

Lingkaran elips vertikal melambangkan penyelenggara jasa telekomunikasi internasional di Indonesia.

b. Heksagon merah itu sendiri melambangkan seluler (simbol seluler) sedangkan warna merah memiliki makna bahwa Telkomsel berani dan siap menyongsong masa depan dengan segala kemungkinannya.

c. Heksagon abu-abu kehitam-hitaman berarti bahwa Telkomsel selalu siap mengayomi dan terus memenuhi kebutuhan pelanggannya, sedangkan warna logam adalah warna logam yang berarti juga kesejukan, luwes dan fleksibel juga melambangkan teknologi.

d. Pertemuan dua lingkaran elips berwarna putih berarti bahwa kedua lingkaran elips tersebut berpotongan diatas heksagon merah yang membentuk huruf

“T” yang merupakan huruf awal dari Telkomsel. Warna putih mengandung makna kebersihan, keterbukaan, transparansi dan kecerahan.

D. Struktur Organisasi PT. Telkomsel

Struktur Organisasi adalah kerangka kerja atau pola pekerjaan dalam kelompok tugas yang teratur dalam suatu organisasi yang menggambarkan proses komunikasi, proses pengambilan keputusan, proses penilaian prestasi, proses sosialisasi dan karir. Selain itu juga mengammbarkan tanggung jawab serta wewenang setiap bagian didalam suatu organisasi atau perusahaan.

38

Dalam suatu perusahaan dalam segala aktivitasnya terhadap hubungan individu yang menjalankan perusahaan tersebut. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan semakin kompleks juga hubungan yang ada. Untuk itu perlu dibuat suatu bagan atau struktur yang memadai sehingga saling berhubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi.

Struktur organisasi yang ditentukan dengan baik harus didukung oleh moral karyawan yang mengetahui tentang apa yang diharapkan dari pekerjaan, siapa atasannya dan bagaimana pekerjaan cocok dengan struktur organisasi secara keseluruhan. Semua diharapkan untuk membentuk tingkat kerja dan loyal dan harmonis. Kordinasi tentang kegiatan setiap karyawan merupakan tanggung jawab.

39

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN TELKOMSEL AREA 4 PAMASUKA

Vice President Area Pamasuka

GM Sales & Customer Care Region Sulawesi & Papua

GM FA Pamasuka GM ICT Operation Region

Sulawesi & Papua

Manager Treasury Pamasuka Maneger General & Affair

Pamasuka Manager Accounting, Tax, & Budget

Pamasuka

40

Berdasarkan struktur oirganisasi tersebut, maka fungsi dan wewenang masing-masing bagian akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Vice president area pamasuka : bertanggung jawab terhadap seluruh wilayah area 4 pamasuka (papua, maluku, sulawesi, kalimantan)

2. Gm sales & customer care region sulawesi & papua : bertanggung jawab terhadap wilayah regional 9 sulawesi & papua (sales & pelayanan)

3. Gm fa pamasuka :bertanggung jawab dibidang finance & administration untuk wilayah pamasuka

4. Gm ict operation region sulawesi &papua : bertanggung jawab dibidang network untuk wilayah sulawesi & papua

5. Manager treasury pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan segala proses pembayaran kepada mitra telkomsel

6. Manager accounting, tax, &budget pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan reporting dan penggunaan budget serta perhitungan pajak

7. Manager procurement pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan pada semua proses pengadaan barang dan jasa wilayah pamasuka 8. Manager general & affair pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan

persetujuan pada pengadaan yang bersifat kebutuhan gedung kantor dan keperluan kantor

9. Spv cash management pamasuka section : bertanggung jawab memonitor penerimaan pembayaran dari distributor telkomsel

41

10. A / p management pamasuka section : bertanggung jawab mereview pengajuan pembayaran atas tagihan yang akan dibayar

11. Supervisor budget & management reporting pamasuka : bertanggung jawab mereview penggunaan budget oleh departemen yang lain sehingga sesuai dengan account yang telah ditetapkan

12. Spv accounting operation pamasuka : bertanggung jawab mereview proses pencatatan transaksi untuk dijadikan report accounting

13. Supervisor admin procurement sulawesi & papua : bertanggung jawab mereview pengajuan pengadaan barang dan jasa serta pendaftaran mitra telkomsel

14. Supervisor procurement sulawesi & papua : bertanggung jawab mensupervisi proses pengadaan barang dan jasa

15. Supervisor facilities pamasuka : bertanggung jawab mereview segala kebutuhan kantor dan mengelola penggunaan mobil operasional

16. Supervisor inventory , distribution & warehouse pamasuka : bertanggung jawab mereview proses distribusi produk (kartu perdana & voucher) kepada distributor telkomsel

17. Cash management pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan pembayaran kepada mitra dan kantor cabang telkomsel

18. Treasury pamasuka senior staff : bertanggung jawab memastikan pemabayaran dari distributor telkomsel

19. Treasury pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan pembayaran kepada mitra telkomsel (supplier)

42

20. Treasury pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan pencatatan by system seluruh dokumen tagihan yang akan dibayarkan

21. Budget & management reporting pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan verifikasi penggunaan budget agar sesuai account

22. Accounting, tax, & budget pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan verifikasi pengajuan pengadaan untuk disesuaikan dengan budget yang tersedia 23. Accounting operation pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan verifikasi

perhitungan pajak dan reporting pajak

24. Admin procurement sulawesi & papua : bertanggung jawab melakukan distribusi dokumen permintaan pengadaan barang & jasa kepada bagian pengadaan

25. Procurement pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan proses pengadaan barang dan jasa dibidang sales & marketing

26. Procurement pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan proses pengadaan barang dan jasa dibidang network

27. Procurement pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan proses pengadaan barang dan jasa dibidang sales & marketing

28. Procurement pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan pengadaan barang

& jasa dibidang network

29. Offire facilities pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan pengadaan kebutuhan kantor

30. Offire facilities pamasuka staff: bertanggung jawab mengelola penggunaan fasilitas kantor

43

31. Inventory, distribution & warehouse pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan distribusi product ( kartu perdana & voucher) kepada distributor telkomsel

E. Kegiatan usaha

1. Corporate Social Responsibility

Program ini sifatnya menjadi wajib dan tidak terlepaskan dari program utama Telkomsel, dengan harapan bahwa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia dengan kehadiran Telkomsel tidak hanya manfaat yang diperoleh dari layanan Telekomunikasi berikut multiplier effect yang ditimbulkannya, namun dapat lebih terasa secara langsung dan menyentuh aspek kebutuhan sehari-hari dengan sasaran bidang kesehatan dan pendidikan. Sasaran ini dipilih dengan harapan memberi kontribusi positif bagi masa depan bangsa Indonesia melalui generasi penerus dengan modal dasar sehat, santun dan berilmu.

2. Pendidikan Kreatif

Telkomsel melakukan berbagai jenis pendekatan guna menggali potensi diri remaja. Salah satunya melalui pendekatan pemberian pendidikan yang berorientasi pada kreativitas. Program yang dilakukan kepada 1000 siswa-siswi SMP ini membantu para pelajar dalam pencarian jati diri, dimana masa ini merupakan saat yang sangat strategis dan krusial yang ditandai perubahan fisik maupun psikis. Salah satu kegiatan ini adalah membuat karya musik yang bisa ditampilkan sebagai alat untuk mempermudah proses pembelajaran kreatif kepada anak-anak muda Indonesia.

44

Kegitan ini termasuk dalam kegiatan Filantropi Perusahaan. Jadi perusahaan memerhatikan masyarakatnya dengan mengembangkan berbagai program yang menunjang pengembangan diri masyarakat demi peningkatan kualitas hidup masyarakatnya di kemudian hari.

3. Pendidikan Non Formal

Telkomsel melihat potensi masyarakat yang sangat kurang dalam bidang pendidikan formal, maka diadakanlah kegiatan Pendidikan Non Formal. Dengan adanya kegiatan ini dapat mengembangkan kualitas masyarakat Indonesia, khususnya di kota Makassar. Kegiatan ini sangat berguna karena akan memberikan manfaat bagi masyarakat di kemudian hari dalam rangka peningkatang kualitas kehidupan yang lebih layak bagi manusia. Kegiatan yang pernah dilakukan adalah “Training IT”

bidang Matematika kepada guru-guru sekolah yang mengajar mata pelajaran Matematika.

Kegiatan training IT ini termasuk kegiatan Filantropi Perusahaan (Corporate Philanthropy) seperti yang dijelaskan oleh Kotler dan Lee (2005) dalam Kartini (2009:63-75). Kegiatan Filantropi Perusahaan ini merupakan kegiatan dengan memberikan pelayanan secara cuma-Cuma kepada masyarakat yang membutuhkan.

4. Bersih itu Sehat dan Santun

Sekolah-sekolah yang ada di Indonesia belum tentu memiliki fasilitas WC yang bersih, sarana olahraga yang baik dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi anak-anak. Salah satu pendekatan yang dilakukan Telkomsel dalam membantu terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif ialah dengan membangun sarana

45

sanitasi dan berolahraga/bermain di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia khususnya di kota Makassar untuk melatih dan membiasakan hidup bersih, sehat dan santun.

Kegiatan ini sangat berkaitan dengan isu-isu kesehatan dan lingkungan bertujuan untuk membantu masyarakat agar tercipta kehidupan dan lingkungan sehat.

5. Ketrampilan/Kewirausahaan

Telkomsel mencanangkan aktivitas yang senantiasa dapat menciptakan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dalam meningkatkan mutu kehidupan masyarakat dapat juga dilakukan melalui pemberian pendidikan keterampilan dan kewirausahaan. Salah satu hal yang aktif dilakukan Telkomsel di berbagai daerah ialah dengan melakukan pelatihan teknisi reparasi ponsel disertai pemberian sarana awal usahanya kepada para pemuda potensial di berbagai kota seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Yogyakarta dan Makassar. Dalam memberikan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, stimulasi terhadap objek kegiatan dilakukan dengan pemberian modal usaha, fasilitas utama dan fasilitas pendukung dari Telkomsel sendiri. Sejak tahun 2009 Telkomsel fokus memberikan bekal kepada anak jalanan, penyandang cacat dan mantan pecandu narkotika melalui pelatihan kewirausahaan teknisi telepon genggam.

46

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Setelah penulis melakukan penelitian selama kurang lebih 2 bulan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung, wawancara dengan beberapa informan yang terkait langsung dengan metode pendistribusian produk PT Telkomsel Area Pamasuka dan melakukan studi pustaka yang berhubungan dengan pendistribusian produk, maka penulis berhasil memperoleh data berhubungan dengan masalah yang diteliti.

Berdasarkan data yang diperoleh langsung pada lokasi penelitian, maka dalam bab ini penulis akan memaparkan sejumlah hasil penelitian tentang metode pendistribusian produk PT Telkomsel Area Pamasuka dalam Upaya memenuhi kebutuhan pasar/outlet.

1. Analisis metode pendistribusian produk terhadap upaya memenuhi kebutuhan pasar/outlet.

Berdasarkan metode pendistribusian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat dilihat pada tabel peningkatan distribusi produk.

46

47

Sumber : Canvaser Distibutor PT. Telkomsel Pamasuka, 2014

Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Halo sebagai berikut:

AKTIVASI

Berdasarkan tabel 1 dan grafik di atas, menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu halo pada minggu pertama bulan Desember 2013 sebanyak 15 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 20 pcs, minggu ketiga juga mengalami peningkatan sebanyak 23 pcs, dan minggu keempat mengalami penurunan penjualan

48

sebanyak 10 pcs, artinya pada minggu keempat jumlah penjualan menurun tetapi ini tidak merugikan pihak perusahaan dalam mendistribusikan produk ke distributor, karena produk kartu halo merupakan produk pasca bayar yaitu pengguna produk bagi kalangan menengah keatas. Penurunan pada minggu keempat tersebut disebabkan oleh sales yang bertugas menawarkan produk pasca bayar sudah sulit mendapatkan pelanggan.

Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Simpati sebagai berikut:

AKTIVASI

2500 2359

2000 2100

1510 1700

1500

1000 AKTIVASI

500

minggu I minggu II minggu III minggu IV

Berdasarkan tabel 1 dan grafik di atas, menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu Simpati pada minggu pertama bulan desember 2013 sebanyak 1.510 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 1.700 pcs, minggu ketiga dan

49

keempat meningkat sebanyak 2.100 pcs dan 2.359 pcs, artinya peningkatan jumlah penjualan produk simpati pada bulan desember 2013 sebesar 20 % perminggu.

Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu As sebagai berikut:

AKTIVASI

Berdasarkan tabel 1 dan grafik diatas, menunjukkan bahwa pendistribusian produk kartu As pada minggu pertama bulan Desember 2013 sebanyak 1.500 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 2.100 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 2.350 pcs dan 2.595 pcs, artinya pada bulan Desember 2014 penjualan produk kartu Simpati mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya sebesar 25 %.

50

Untuk pendistribusian produk pada bulan Januari 2014, dapat terlihat pada tabel 2. Performance Sales Team PT. Telkomsel Pamasuka sebagai berikut:

Minggu Produk

Sumber : Canvaser Distibutor PT. Telkomsel Pamasuka, 2014

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Halo sebagai berikut:

AKTIVASI

Berdasarkan tabel 2 dan grafik di atas menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu halo pada minggu pertama bulan Januari 2014 sebanyak 16 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 21 pcs, minggu ketiga juga mengalami peningkatan sebanyak 24 pcs, dan minggu keempat mengalami penurunan penjualan

51

sebanyak 18 pcs, artinya pada minggu keempat jumlah penjualan menurun.

Penurunan pada minggu keempat tersebut disebabkan oleh sales yang bertugas menawarkan produk pasca bayar sudah sulit mendapatkan pelanggan.

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Simpati sebagai berikut:

AKTIVASI

Berdasarkan tabel 2 dan grafik diatas menunjukkan bahwa pendistribusian produk kartu simpati pada minggu pertama bulan Januari 2014 sebanyak 3.000 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 3.450 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 4.580 pcs dan 4.891 pcs, artinya pada bulan januari 2014 penjualan produk kartu Simpati mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya 30 %.

52

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu As sebagai berikut:

AKTIVASI

Berdasarkan tabel 2 dan grafik diatas menunjukkan bahwa pendistribusian produk kartu As pada minggu pertama bulan Januari 2014 sebanyak 1.500 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 2.380 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 3.560 pcs dan 3.569 pcs, artinya pada bulan Januari 2014 penjualan produk kartu As mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya sebesar 35%.

Selanjutnya pendistribusian produk pada bulan februari 2014, dapat terlihat pada tabel 3 Performance Sales Team PT. Telkomsel Pamasuka sebagai berikut:

53

Sumber : Canvaser Distibutor PT. Telkomsel Pamasuka, 2014

Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Halo sebagai berikut:

AKTIVASI

Berdasarkan tabel 3 dan grafik di atas menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu halo pada minggu pertama sebanyak 18 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 23 pcs, minggu ketiga juga mengalami peningkatan sebanyak 29 pcs, dan minggu keempat mengalami penurunan penjualan sebanyak 20

54

pcs, artinya pada minggu keempat jumlah penjualan menurun. Penurunan pada minggu keempat tersebut disebabkan oleh sales yang bertugas menawarkan produk pasca bayar sudah sulit mendapatkan pelanggan.

Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Simpati sebagai berikut:

AKTIVASI

5000

4000 3560 3598

3000 3210

2000

AKTIVASI .

2050

1000

minggu I minggu II minggu III minggu IV

pendistribusian produk kartu simpati pada minggu pertama bulan Februari 2014 sebanyak 2.050 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 3.210 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 3.560 pcs dan 3.598 pcs, artinya pada bulan Februari 2014 penjualan produk kartu Simpati mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya sebesar 35 %.

Dokumen terkait