BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Pengertian dan Jenis-Jenis Profitabilitas
Untuk mengukur prestasi perusahaan, maka rasio profitabilitas merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para manejer untuk mengetahui kondisi
dan keadaan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya agar diketahui perkembangannya. Rasio profitabiltas juga akan memberikan gambaran efisiensi untuk penggunanya. Mengenai hasil akan memberikan dampak kepada profitabilitas dapat dilibatkan setelah membandingkan pendapatan bersih setelah pajak dan bunga dengan harta.
1. Rasio profitabilitas juga menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, pembelian kas, modal sendiri, investasi atau modal asing, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut juga sebagai operating ratio.
Profitabilitas adalah menggambarkan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manejemen perusahaan. Ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinnya bahwa penggunaan rasio ini menunjukkan efesiensi perusahaan.
Bambang riyanto memberikan penjelasan tentang profitabilatas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Pendapat lain mengatakan bahwa rasio profitailitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini memberi tingkat efisiensi manejemen suatu perusahaan, hal ini ditunjukkan oleh besarnya laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.
Beberapa defenisi tersebut rasio profitabilitas adalah perbandingan dari laba yang diperolah dengan jumlah atau laba dengan investasi yang ada, juga dapat dikatakan kemampuan untuk mencapai keuntungan tertentu sebagai akibat dan kebijaksanaan dan keputusan penggunaan dana dalam perusahaan sehingga efisiensi dalam perusahaan dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan operasional. Dalam perhitungan rasio profitabilitas ada beberapa cara atau rumus yang dapat dipilih tergantung dari kepentingan penganalisa terhadap masalah keuangan tersebut (profit margin on sales, return on total assets return worth dan lain sebagainya).
2. Jenis-jenis rasio profitabilitas
Jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan sebagai alat untk menganalisa data antara lain :
a. Net Profit Margin (sales margin) : adalah untuk melihat efisiensi perusahaan dalam mencapai volume penjualan untuk menghasilkan laba yang diharapkan, sedaangkan operation assets turn over perusahaan.
Suatu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan adalah sampai sejauhmana perusahaan untuk mengelola usahanya agar dapat menghasilkan laba yang maksimal mungkin, sedangkan laba itu sangat dipengaruhi oleh sejauhmana perusahan mencapai tingkat volume penjualan dengan biaya sewajarnya, karna tingkat efisiensi dalam perusahaan akan menyebabkan semakin tinggi pula pencapaian net profit margin perusahaan.
Adapun rumus net profit margin tersebut adalah :
Standar yang baik adalah diatas 10%
Sedangkan rasio profitabilitas yang membandingkan antara laba kotor dengan penjualan bersih adalah gross profit margin
Standar yang baik diatas 10%
Untuk menaikkan profit margin ada beberapa cara yang dapat ditempuh : 1) Menaikkan hasil penjualan yang lebih besar.
2) Mempertahankan net sales dengan menekan operating espenses.
3) Mengusahakan net sales dengan terjadi penurunan operating.
b. Return on assets (ROA) : Rasio ini menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik. Hal ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba. Return on total assets adalah perbandingan antara laba sebelum pajak dengan keseluruhan modal. Rasio rentabilitas ekonomi adalah salah satu rasio rentabilitas yang dimaksud untuk dapat mengukur tingkat perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan pada perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.
Demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dan operasi perusahaan net operating income dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan operasi tersebut net operating assets.
Dari penjelasan diatas diberikan rumus, adalah :
Standar yang baik adalah diatas 1%
c. Return on equity ( ROE ) : rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen .
G. Pengertian dan Jenis-Jenis Solvbilitas
Perusahaan yang bonafik dan dapat mengimbangi seluruh hutang-hutangnya, maka perusahaan tersebut dapat berkelanjutan. Solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-kewajibannya baik berupa hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang seandainya perusahaan diliquidir/dibubarkan, maka perusahaan dikatakan bahwa dalam keadaan solvabel. Tetapi sebaliknya bilamana perusahaan tidak mampu membayar seluruh hutang-hutangnya baik berupa jangka pendek maupun jangka panjang bila diliquidir, maka perusahaan tersebut dikatakan dalam keadaan insolvabel atau tidak solvabel.
Solvabilitas biasa juga disebut lavarge merupakan rasio yang biasa digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Dalam artiluas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban apabila perusahaan dibubarkan. Kemampuan suatu perusahaan dapat diketahui melalui neraca suatu perusahaan yang menunjukkan posisi aktiva lancar, aktiva tetap dan kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang yang dapat dianalisa untuk mengetahui perusahaan tersebut solvabel atau insolvabel.
Solvabilitas suatu perusahaan, dapat diketahui melalui neraca perusahaan yang bersangkutan dan perhitungan pada tingkat solvabilitas menggunakan dua macam rasio, yaitu :
1. Total debt to tatal assets
Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan antara total uang dengan total aktiva dan seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
Dapat digambarkan dengan rumus dibawah ini :
Semakin tinggi rasio ini maka pendanaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karna dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Sebaliknya semakin rendah rasio ini maka semakin kecil pula perusahaan dibiayai dengan utang. Standar pengukuran untuk menilai baik tidaknya rasio perusahaan digunakan rasio rata-rata industri.
2. Total debt to total equity
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan equitas.
Rasio ini dicari dengan membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan seluruh equitas. Rasio ini berguna mengetahui jumlah dana yang disediakan atau dengan kata lain rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang, dapat digambar dengan rumus dibawah ini :
Sebaliknya semakin rendah rasio ini maka semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau penyusutan terhadap aktiva. Rasio ini menunjukkan kelayakan dan rasiko keuangan perusahaan.
H. Pengertian Rasio Standar
Pengertian rasio standar dalam analisa laporan keuangan adalah menunjukkan hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan.
Hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana. Secara individu rasio itu kecil artinya kecuali jika dibandingkan dengan rasio standar yang layak dijadikan dasar perbandingan. Bila tidak ada standar yang dipakai sebagai dasar perbandingan dari penafsiran rasio-rasio suatu perusahaan, menganalisa tidak dapat menyimpulkan apakah rasio-rasio ini menjukkan kondisi yang menguntungkan.
I. Kerangka Pikir
Adapun kerangka pikir yang telah diuraikan dapat digambarkan dalam bentuk : Gambar 2.1
J. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut :
“ berdasarkan analisa kinerja keuangan ditinjau dari aspek profitabilitas dan solvabilitasyang diterapkan pada PT. Pabrik Gula Takalar Tbk kurang baik “.
PT. Pabrik Gula Takalar. Tbk
Laporan Kinerja Keuangan
Analisis rasio
Solvabilitas
Peningkatan laba Profitabilitas
BAB III
METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan PT. Pabrik Gula Takalar Tbk dijadikan sebagai objek penelitian penulis. Sedangkan waktu penelitian dan penulisan diperkirakan kurang lebih 2 (dua) bulan.
B. Metode Pengumpulan Data
Penulis mengumpulkan data serta keterangan yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini, maka digunakan metode penelitian studi kasus (case study method) dan pengumpulan data melalui penelitian, sebagai berikut :
1. Penelitian pustaka (library research)
yaitu penelitian yang dilakukan dengan jalan mengadakan teleah secara langsung terhadap beberapa buku sebagai bahan pustaka, serta keterangan ilmiah yang erat kaitannya dengan masalah yang diatas, dapat ditambah pula bahan kuliah yang ada hubungannya dengan pembahasan skripsi ini.
2. Penelitian lapangan (field research)
yaitu penelitian yang dilakukan dengan jalan mengadakan kunjungan secara langsung kepada objek penelitian yang telah ditetapkan.
Untuk mengumpulkan data lapangan yang diperlukan, digunakan teknik/metode, sebagai berikut :
a. Dokumentasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data berupa laporan keuangan yang bersumber dari PT. Pabrik Gula Takalar Tbk.
b. Wawancara, yaitu melakukan komunikasi dengan pimpinan dan staf.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis data
a. Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan yang diteliti dalam bentuk angka-angka dan dapat digunakan pembahasan lebih lanjut.
b. Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari hasil dari perusahaan baik dalam bentuk informasi secara lisan maupun secara tertulis.
2. Sumber data
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan yang memerlukan pengelolaan lebih lanjut, antara lain data keuangan, yaitu neraca dan laba rugi.
b. Data skunder, yaitu data yang bersumber dari perusahaan sejenis ataupun dan instansi/jawatan yang terkait untuk melengkapi data/informasi sehubungan pembahasan ini.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Pada dasarnya populasi merupakan keseluruhan objek yang diteliti. “populasi adalah keseluruhan dari kasus yang membentuk suatu kumpulan kasus
(spesifik)”. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Pabrik Gula Takalar Tbk pada tahun 2012 sampai 2013.
2. Sampel
Sampel adalah bagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasinya.
Adapun sampel dari penelitian ini adalah neraca dan laporan laba rugi PT.
Pabrik Gula Takalar Tbk pada tahun 2012 sampai 2013.
E. Defenisi Operasional
1. Kinerja adalah perstasi perusahaa dalam mengelolah sumber daya yang diajukan untuk mencapai sasaran dan tujuan bisnis.
2. Kinerja keuangan adalah pemamfaatan keuangan perusahaan dalam mencapai tujuan tertentu yaitumencari laba yang sebesar-besarnya disamping untuk memenuhi permintaan konsumen, dengan mem-perhatikan sumber dan penggunaan keuangan perusahaan.
3. Profitabilitas adalah Untuk mengukur prestasi perusahaan, maka rasio profitabilitas merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para manejer untuk mengetahui kondisi dan keadaan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya agar diketahui perkembangannya.
4. Solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-kewajibannya baik berupa hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang seandainya perusahaan diliquidir/dibubarkan, maka perusahaan dikatakan bahwa dalam
keadaan solvabel. Tetapi sebaliknya bilamana perusahaan tidak mampu membayar seluruh hutang-hutangnya baik berupa jangka pendek maupun jangka panjang bila diliquidir, maka perusahaan tersebut dikatakan dalam keadaan insolvabel atau tidak solvabel.
5. Pengertian rasio standar dalam analisa laporan keuangan adalah menunjukkan hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan. Hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana.
6. Laporan keuangan adalah merupakan suatu kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan yang tercermin pada laporan-laporan keuangan perusahaan yang pada hakekatnya merupakan hasil akhir dari kegiatan akuntansi perusahaan.
F. Metode Analisa Data
Analisis rasio keuangan sumber Bambang Riyanto ( 2001 ) : 1. Profitabilitas :
a. Gross profit margin ratio : rasio ini merupakan perbandingan antara penjualan bersih dikurangi dengan harga pokok penjualan dengan tingkantan penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.
b. Net profit margin : rasio ini digunakan untuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
c. Return on assets( ROA ) : rasio ini digunakan untuk mengukur dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan netto.
d. Return on equity ( ROE ) : rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan.
2. Solvabilitas :
a. Total debt to total assets : rasio ini menunjukkan sejauh aset yang dimiliki perusahaan dibiayai oleh utang.
b. Total debt to total equity : rasio ini digunakan untuk menilai utang dengan equitas perusahaan, atau dengan kata lain setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang.
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah singkat PT. Pabrik Gula Takalar
Pabrik Gula Takalar terletak di Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Propinsi Sulawesi Selatan. Pabrik Gula Takalar didirikan dalam rangka melaksanakan kebijaksanaan pemerintah untuk swasembada gula nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian R.I Nomor 668/Kpts/Org/8/1981 tanggal 11 Agustus 1981.
Studi kelayakan disusun oleh PT Agriconsult Internasional pada tahun 1975, dilanjutkan oleh PT Tanindo pada tahun 1981 dengan menggunakan fasilitas kredit ekspor dari Taiwan.
Pelaksanaan pembangunan diserahkan pada Tashing Co. (Ptc) Ltd. Agency of Taiwan Machinery Manufacturing Co. (TMCC) sebagai Main Contractor dengan partner dalam negeri yakni PT Sarang Tehnik, PT Multi Mas Corp, PT Barata Indonesia.
Pembangunan Pabrik Gula Takalar menghabiskan dana sebesar Rp. 63,5 milyar dan selesai dibangun pada tanggal 27 Nopember 1984. Performance test dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 11 Agustus 1985 dengan jenis gula yang dihasilkan SHS 1 melalui prosesing SULFITASI dan hasil yang baik.
Pabrik Gula Takalar dibangun dengan kapasitas giling 3.000 ton tebu per hari (TTH), yang dengan mudah dikembangkan menjadi 4.000 TTH. Pabrik Gula
Takalar giling perdana tahun 1984, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 23 Desember 1987.
B. Lokasi PT. Pabrik Gula Takalar
PT. Pabrik Gula Takalar desa pa’rappunganta, kacamatan polombangkeng utara, kabupaten takalar, propinsi sulawesi selatan, PO BOX 92201 telp/fax 0418-232819, email : [email protected] / [email protected].
Areal PG. Takalar terdiri dari Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 181.93 Ha dan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 9.967,04 Ha yang tersebar pada 3 (tiga) kabupaten yaitu:
1. Kabupaten Gowa : 1.996,86 Ha dengan : a. Luas Bruto = 971,14 Ha
b. Luas Netto = 870,40 Ha c. Luas Tarra = 100.74 Ha
2. Kabupaten Takalar: 6.550,21 Ha dengan :
a. Luas Bruto = 4.819,45 Ha b. Luas Netto = 4.338,97 Ha
c. Luas Tarra = 480,48 Ha
3. Kabupaten Jeneponto: 1.419,97 Ha dengan : a. Luas Bruto = 834,33 Ha
b. Luas Netto = 759,61 Ha c. Luas Tarra = 74,72 Ha
Hak Guna Bangunan (HGB) diterbitkan dalam 1 (satu) sertifikat yaitu tahun 1990 dan berakhir pada tahun 2010 sedangkan Hak Guna Usaha (HGU) diterbitkan dalam 2 (dua) sertifikat yaitu tahun 1992 yang berlaku s/d tahun 2024 dan sertifikat tahun 1993 yang berlaku s/d dengan tahun 2023.
C. Visi dan Misi
1. Visi
Menjadi perusahaan agribisnis dan agroindustri yang kompetitif, mandiri, dan memberdayakan ekonomi rakyat.
2. Misi
Misi perusahaan adalah:
a. Menghasilkan produk utama perkebunan berupa gula dan minyak sawit, serta produk pendukung yang berdaya saing tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional,
b. Mengelola bisnis dengan teknologi akrab lingkungan yang memberikan kontribusi nilai kepada produk dan mendorong pembangunan berwawasan lingkungan,
c. Melalui kepemimpinan, teamwork, inovasi, dan SDM yang kompeten, meningkatkan nilai secara terus-menerus kepada shareholder dan stakeholders,
General Manager
d. Menempatkan Sumber Daya Manusia sebagai pilar utama penciptaan nilai (value creation) yang mendorong perusahaan tumbuh dan berkembang bersama mitra strategis.
D. Stuktur organisasi PT. Pabrik Gula Takalar
Gambar 4.2
Keuangan Masinis Stasiun Gilingan
a. Tenaga Kerja Tetap : 378 orang b. Tenaga Kerja Tidak Tetap : 342 orang
c. Tenaga Musiman (giling) : 300 orang d. Tenaga tebang (giling) : +/- 3.000 orang
E. Mekanisme Kerja
Bagian ini akan diuraikan hubungan kerja organisasi, yaitu hubungan antara pimpinan dengan staf (bawahan), serta hubungan staf dengan staf itu sendiri.
Penjelasan yang lebih jelas tentang mekanisme kerja ini, maka akan diuraikan job secara sistematis sebagai berikut :
1. General Manager
Bertugas dalam memimpin pengelolaan perusahaan secara keseluruhan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Tugas General Manager:
a. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan dibidang administrasi keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan.
b. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan.
c. Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
d. Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif..
e. Memimpin rapat umum, dalam hal : untuk memastikan pelaksanaan tata-tertib, keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat, menyesuaikan alokasi waktu peritem masalah, menentukan urutan agenda, mengarahkan diskusi kearah consensus, menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan.
2. Manager Tanaman
Bertugas dalam memimpin dan mengkoordinasi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan produksi dan penjualan komditi tanaman semusim.
Tugas Manager Tanaman :
a. Merumuskan kebijaksanaan dalam masalah areal, pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, penebangan, dan pengangkutan tanaman tebu.
b. Memberikan bimbingan teknis dalam penanaman tebu kepada petani tebu.
c. Menyelenggarakan administrasi, arsip, dan statistik di bidangnya.
d. Mengadakan penelitian guna memecahkan masalah di bidangnya, dalam rangka penghematan biaya dan penyediaan bahan baku yang efektif dan efisien.
Manager Tanaman membawahi beberapa bagian, yaitui :
a. Kepala Sinder Tebu, yang bertugas membersihkan tanaman tebu untuk digiling, maupun untuk pembibitan periode yang akan datang.
b. Sinder Kebun Percontohan, yang bertugas menyelidiki jenis tanaman tebu yang baik, cocok digunakan, dan tahan terhadap hama.
c. Sinder Tebang Angkut, yang bertugas mempersiapkan penebangan dan pengangkutan tebu yang akan digiling di pabrik
3. Manager TUK ( Tata Usaha dan Keuangan )
Bertugas dalam memimpin dan mengkoordinasi keuangan perusahaan, serta bertanggung jawab melaksanakan kegiatan akuntansi perusahaan, dan bertugas dalam memimpin dan mengkoordinasi pendayagunaan dan pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan citra perusahaan.
Tugas Manager TUK ( Tata Usaha dan Keuangan ) :
a. Menyelenggarakan pembukuan dan membuat laporan secara periodik di bidang keuangan untuk keperluan manajemen.
b. Melaksanakan pengawasan di bidang finansial dan inventaris.
c. Menyusun rencana kerja, rencana anggaran dan belanja, serta perencanaan laba dalam rangka penyusunan rencana anggaran dan belanja pabrik.
Manager TUK ( Tata Usaha dan Keuangan ) membawahibeberapa bagian, yaitu:
a. Bagian Akuntansi Pembukuan, yang bertugas mencatat dan membukukan semua transaksi yang terjadi, membuat laporan bulanan, serta membuat manajemen keuangan.
b. Bagian Keuangan, yang bertugas menerima dan mengeluarkan uang yang dibutuhkan oleh pabrik dalam menjalankan aktivitasnya.
c. Bagian Sumber Daya Manusia, yang bertugas menerima dan menghentikan karyawan dengan persetujuan Administratur, serta melaksanakan kegiatan surat-menyurat.
d. Bagian Gudang, yang bertugas mencatat dan membukukan keluar masuknya gula hasil produksi pabrik.
4. Manager Instalasi
Bertugas dan memimpin para masinis dan mengkoordinasi di bidang instalasi dalam kegiatan perusahaan untuk meningkatkan pruduktivitas pabrik.
Tugas Manager Instalasi :
a. Melaksanakan rencana, prosedur, dan kebijaksanan di bidang instalasi secara efektif dan efisien dalam kegiatan operasional perusahaan.
b. Memimpin para masinis, karyawan bagian instalasi untuk tercapainya efektivitas biaya dan penyelenggaraan ketepatan pelaksanaan teknis di bidang instalasi.
c. Memberikan pendapat dan pertimbangan dalam menyelesaikan persoalan di bidang instalasi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pabrik.
Manager Instalasi membawahi beberapa bagian, yaitu :
a. Masinis Stasiun Gilingan, yang bertugas mempersiapkan dan memperbaiki alat-alat dan mesin-mesin gilingan, sehingga pada saat musim giling tidak mengalami kerusakan.
b. Masinis Stasiun Ketelan, yang bertugas mempersiapkan dan memperbaiki alat-alat dan mesin-mesin ketelan.
c. Masinis Stasiun Listrik, memperbaiki alat-alat penerangan dan aliran listrik pada setiap bangunan milik pabrik sehingga dapat berfungsi dengan semestinya.
d. Masinis Pabrik Tengah, yang bertugas mempersiapkan dan memperbaiki alat-alat dan mesin-mesin yang terdapat dipabrik tengah, seperti mesin pemanas dan mesin pemurnian.
e. Masinis Pabrik Belakang, yang bertugas mempersiapkan dan memperbaiki alat-alat dan mesin-mesin yang terdapat dipabrik belakang, seperti mesin pemutar dan mesin pengering gula.
f. Masinis Bangunan, yang bertugas memperbaiki dan memelihara sarana bangunan yang dimiliki pabrik.
g. Kepala Besali, yang bertugas memperbaiki dan memelihara sarana pengangkutan yang dimiliki pabrik.
h. Kepala Remise, yang bertugas mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan sehingga dapat digunakan bila diperlukan.
5. Manager Pengolahan
Bertugas meningkatkan dan memantapkan mutu produk, menekantingkat kehilangan material mengandung gula selama proses di pabrik,dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Tugas Manager Pengolahan :
a. Memimpin para chemikerdan karyawan bagian pengolahan agar terselenggara efektivitas dan efisien pelaksanaan operasional.
b. Melaksanakan kegiatan teknis operasional, administrasi, dan finansial di bidang pengolahan guna menjamin kelancaran dan ketertiban proses produksi, sehingga diperoleh hasil yang memenuhi standar baik dalam kualitas maupun kuantitas.
c. Memberikan pendapat dan pertimbangan dalam menyelesaikan persoalan di bidang pengolahan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pabrik.
Manager Pengolahan membawahi beberapa bagian, yaitu :
a. Chemiker, yang bertugas memberikan dan menetapkan kadar gula dalam setiap kemasan tebu yang akan digiling.
b. Processing, yang bertugas menetapkan kecepatan giling dan mengawasi proses produksi agar berjalan sebagaimana mestinya.
BAB V
HASIL PENELITIAN
A. Hasil Analisis Keuangan PT. Pabrik Gula Takalar Ditinjau Dari Aspek Profitabilitas
Dalam menganalisis tingkat profitabilitas suatu perusahaan, maka kita menggunakan rasio profitabilitas. Rasio ini merupakan alat ukur untuk me-ngetahui sampai sejauh mana perusahaan tersebut menggunakan dana atau modalnya atau mengarahkan dananya secara efisien. Untuk lebih jelasnya, maka kita menggunakan rumus seperti yang dijelaskan pada bab dahulu sebagai berikut, yaitu :
1. Gross Profit Marginrasio ini merupakan perbandingan antara penjualan netto ( penjualan bersih ) dikurangi dengan harga pokok penjualan dengan tingkantan penjualan, dan dibandingkan dengan penjualan netto (penjualan bersih). rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.
Gross Profit Margin 2012 =
x 100
=1,21 %
Gross Profit Margin 2013 =
x 100
= -5,48 %
Tabel 5.1 Gross Profit Margin Tahun Laba kotor Penjualan
bersih
Gross profit margin
Dalam persen (%) 2012 942.523.737 77.408.170.695 0,0121 1,21 % 2013 -11.765.962.365 214.674150185 -0,0548 -5,48 %
Gambar 5.1Gross Profit Margin
Rasio ini menujukkan perbandingan pendapatan / kerugian, berdasarkan rumus diatas diperoleh hasil sebagai berikut :
Laba bersih terhadap penjualan tahun 2012 sebesar 1,21 % dinilai baik karena perusahaan sudah mendapatkan keuntungan. Hal ini disebabkan karena peningkatan laba.
Laba bersih terhadap penjualan tahun 2013 sebesar -5,48 % dinilai sangat
Laba bersih terhadap penjualan tahun 2013 sebesar -5,48 % dinilai sangat