BAB II FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA
A. Pengertian dan Pendaftaran Desain Industri
Di Indonesia dahulu desain industri tercakup dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian. Sebelumnya tidak ada pengaturan khusus mengenai desain industri. Istilah yang digunakan dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tersebut adalah desain produk industri dimana pengaturan selanjutnya akan dibuat dalam bentuk Peraturan Pemerintah. Akan tetapi Peraturan pemerintah tidak pernah dikeluarkan.38
Kemudian pada penjelasan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian dijelaskan mengenai pengertian desain produk industri, yaitu :
” Yang dimaksud dengan desain produk industri adalah hasil rancangan suatu barang jadi untuk diproduksi oleh suatu perusahaan industri. Yang dimaksud dengan perlindungan hukum adalah suatu larangan bagi para pihak lain untuk dengan tanpa hak melakukan peniruan desain produk industri yang telah dicipta serta telah terdaftar. Maksud dari pasal ini adalah untuk memberikan rangsangan bagi terciptanya desain-desain baru.”
Sesuai dengan amanat Presiden Nomor R.43/PU/XII/1999, tertanggal 8 Desember 1999 pemerintah mengajukan rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri yang bersamaan dengan Rancangan Undang-Undang tentang Rahasia Dagang dan Rancangan Undang-Undang tentang Tata Letak Sirkuit Terpadu kepada
38Suyud Margono dan Amir Angkasa,Komersialisasi Aset Intelektual Aspek Hukum Bisnis,
Dewan Perwakilan Rakyat.39 Akhirnya dicapai kesepakatan untuk menyetujuinya disahkannya Rancangan Undang-Undang tersebut pada tanggal 20 Desember 2000 yang kemudian disahkan oleh Presiden menjadi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri. Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2000 Nomor 243, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045.
Adapun yang menjadi latar belakang dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 31 tahun 2000 tentang Desain Industri oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam konsiderans Undang-undang Nomor 31 Tahun 2000 adalah sebagai berikut :
1. Bahwa untuk memajukan industri yang mampu bersaing dalam lingkup perdagangan nasional dan internasional perlu diciptakan iklim yang mendorong kreasi dan inovasi masyarakat di bidang desain industri sebagai bagian dari sistem hak atas kekayaan intelektual;
2. Bahwa hal tersebut diatas didorong pula oleh kekayaan budaya dan etnis Bangsa Indonesia yang sangat beranekaragam merupakan sumber bagi pengembangan desain industri;
3. Bahwa Indonesia telah meratifikasi Agreement Establishing the World Trade Organization(Persetujuan Pembentukan Organisasi perdagangan Dunia) yang mencakup Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs) dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 sehingga perlu diatur ketentuan mengenai desain industri.
Berdasarkan latar belakang diberlakukannya Undang-Undang Desain Industri, maka dimaksudkan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap pendesain atau pemegang hak desain industri. Serta untuk merangsang dan mendorong semangat terciptanya aktivitas kreatif dari pendesain untuk terus-menerus menciptakan desain- desain baru. Pengaturan desain industri dimaksudkan untuk memberikan landasan
perlindungan hukum yang efektif guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran berupa penjiplakan, pembajakan, atau peniruan atas desain industri. Serta untuk menjamin perlindungan hak-hak pendesain dan menetapkan hak dan kewajibannya, agar pihak yang tidak berhak tidak menyalahgunakan hak desain industri tersebut.
Pengertian istilah desain secara etimologi, yaitu kata desain berarti rencana, maksud, tujuan, membuat rencana.40 Desain dapat juga diartikan gagasan awal, rancangan, perencanaan, pola, susunan, pikiran. Kata desain juga dapat diartikan bermacam-macam, ada yang berpendapat bahwa desain sama dengan kata ”anggitan” yang memiliki arti sebagai menyusun, mengubah dan mengarang.41
Selanjutnya pengertian industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.42Kata industri dapat juga diartikan kerajinan atau perusahaan untuk membuat atau menghasilkan barang-barang.43
Perkembangan pengertian desain industri dalam berbagai pemahaman menunjukan kecenderungan menitik-beratkan kata desain secara generik. Secara etimologi memiliki makna yang beragam dan berbaur disekitar pengertian seni dan karya. Namun ketika terjadi perubahan kearah industrialisasi, justru arah
40S. Wojowasito dan W.J.S Poerwadarminta, Kamus lengkap Inggris-Indonesia, Indonesia- Inggris, Hasta, Bandung, 1980, Hal.41
41 Imam Buchori Zaibuddin, Paradigma Desain Indonesia: Peranan Desain Dalam Peningkatan Mutu Produk, CV. Rajawali, Jakarta, 1986, Hal. 80.
42 C.S.T. Kansil, Hak Milik Intelektual (Hak Milik Perindustrian dan Hak Cipta), Sinar
Grafika, Jakarta, 2001, Hal. 405.
perkembangannya menunjukkan aspek fungsi dan industri. Kata desain diduga berasal dari bahasa Italia, yaitudesignoyang artinya gambar.44
Menurut Hadi Setia Tunggal memberikan Pengertian Desain Industri sebagai berikut :45
”Desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk 3 (tiga) dimensi atau 2 (dua) dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola 3 (tiga) dimensi atau 2 (dua) dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan.”
Desain industri (Industrial Designs) adalah karya intelektual yang menghasilkan produk yang memiliki karakter khusus dalam tampilan formal atau ornamental, yang menimbulkan kesan estetis, dan yang diproduksi secara massal, serta perlindungan hukumnya adalah atas faktor non-fungsionalnya namun dapat memfasilitasi fungsi.46
Menurut Henry Soelistyo Budi memberikan definisi desain industri sebagai berikut :47
”Desain Industri adalah Suatu kreasi mengenai bentuk, konfigurasi atau komposisi garis-garis atau warna-warna atau garis-garis tiga dimensi yang dapat memberikan rupa atau penampilan khusus suatu barang atau komoditas industri dan dapat dipakai sebagai pola untuk memproduksi barang atau komoditi industri secara massal.”
44Agus Sachari,Paradigma Desain Indonesia,Rajawali, Jakarta, 1986, Hal. 40.
45Hadi Setia Tunggal,Tanya Jawab Hukum Hak Kekayaan Intelektual, Harvarindo, Jakarta,
2012, Hal. 83.
46Achmad Zen Umar Purba,Op. cit, Hal. 77-78.
47 Henry Soelistyo Budi, Perlindungan Hak Cipta di Bidang Desain Tekstil, Disampaikan
pada seminar perlindungn hak cipta di bidang desain tekstil, kerja sama FH Unpad dengan perhimpunan masyarakat HAKI Indonesia,, Bandung, 28 Maret 1998, Hal. 4.
Dari pengertian desain industri diatas, maka dapat diketahui bahwa suatu hal dikatakan sebagai desain industri apabila memiliki unsur-unsur :
1. Suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis, warna, atau garis dan warna, atau gabungan dari padanya berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi.
2. Memberi kesan estetis.
3. Bentuk konfigurasi atau komposisi tersebut dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi.
4. Untuk menghasilkan suatu produk barang, komoditas industri atau kerajinan tangan.48
Pengertian Desain Industri yang diberikan Undang-Undang Desain Industri tidak jauh berbeda dengan pengertian yang disusun dalam perundang-undangan negara lain :
1. Dalam Model Law World Intellectual Property Organization (WIPO) dinyatakan :
Desain Industri adalah setiap komposisi dan garis-garis atau warna-warna, dengan ketentuan bahwa komposisi atau bentuk itu dapat memberikan rupa/penampilan khusus pada suatu hasil/produk industri dan dapat dipakai sebagai suatu pola/pattern untuk suatu hasil/ produk industri.
2. Di Negara Malaysia menyebut Undang-Undang tentang desainnya dengan
Design Act(1996) yang memberi pengertian desain sebagai berikut :
Desain industri adalah fitur-fitur dari suatu bentuk, konfigurasi, pola, atau ornamen yang diterapkan pada suatu produk melalui suatu proses industri atau alat-alat, menjadi terwujud apabila sudah diterapkan pada suatu produk jadi dan ditentukan oleh penampakannya.
3. Di Negara Brazil menyebut Undang-Undang tentang desainnya denganPatent Act(1997), yang memberikan pengertian desain industri sebagai berikut : Desain industri adalah setiap bentuk dan ornament plastik atau artifisial dari suatu objek atau setiap susunan garis atau warna dari ornament yang dapat diterapakan terhadap suatu produk dengan syarat harus dapat diperlihatkan adanya desain yang baru dan orisinil atas konfigurasinya yang eksternal dan dapat diproduksi secara manufaktur.
4. Dalam Undang-UndangDesign Act (2003) yang berlaku di Negara Australia menjelaskan bahwa desain industri diberikan pelindungan terhadap keseluruhan penampakan visual baik berupa fitur-fitur bentuk, konfigurasi, pola atau ornamen pada barang yang dapat dinilai atau dipertimbangkan pada barang yang telah jadi.
5. Di Negara Jepang (1960) menyebut Undang-Undang tentang Desainnya dengan namaDesign Law (Undang-Undang Industrial Design), memberikan pengertian desain industri sebagai berikut :
Desain adalah bentuk, pola atau warna atau suatu kombinasi dari ketiganya dari suatu produk industri yang memberikan kesan estetis jika dilihat dengan kasat mata.49
6. Di Negara Thailand menyebut Undang-Undang tentang Desainnya dengan nama Patent Act (1979), memberikan pengertian desain industri sebagai berikut:
Desain industri adalah setiap bentuk atau komposisi garis-garis, atau warna- warna yang memberikan penampakan yang khusus dari suatu produk dan dapat dijadikan sebagai suatu pola untuk suatu produk atau kerajinan .50 Elemen utama yang menyamakan definisi desain industri di Indonesia dengan negara-negara lain adalah desain itu merupakan bentuk, pola, warna atau kombinasi, dan memiliki estetis.51 Akan tetapi untuk menilai suatu kreasi memiliki kesan estetis atau tidak tentu saja bukan hal yang mudah karena bersifat subjektif, baik dari sudut pandang pemeriksa maupun pemilik desain. Untuk itulah perlu dicapai suatu kepastian hukum dalam penentuan estetis dalam suatu desain industri.
Suatu desain industri harus didaftarkan, untuk mendapatkan hak desain industri. Permintaan pendaftaran ini diajukan ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual. Dalam Undang-Undang Desain industri permintaan pendaftaran disebut dengan istilah permohonan yang merupakan dasar bagi timbulnya hak desain industri.
49Rachmadi Usman,Op.Cit, Hal. 426.
50Insan Budi Maulana, Pelangi HaKI dan Anti Monopoli, PSH FH UII, Yogyakarta, 2000,
Hal. 171.
51 Insan Budi Maulana, Bianglala HaKI (Hak Kekayaan Intelektual), Hecca Publishing,
Dengan adanya permohonan ini maka pemegang hak desain industri memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan hak desain industri yang dimilikinya dan melarang orang lain yang tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang telah diberi hak desain industri.52
Pengertian permohonan itu sendiri juga telah dijelaskan dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Desain Industri, yaitu permohonan adalah pendaftaran desain industri yang diajukan kepada Direktorat Jendral. Adapun persyaratan formal yang harus dipenuhi dalam pengajuan permohonan pendaftaran yang seperti dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Desain Industri mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
1. Diajukan secara tertulis; 2. Memakai bahasa Indonesia; 3. Diajukan ke Direktorat Jendral; 4. Dengan membayar biaya pendaftaran.
Sistem pendaftaran yang dianut oleh Undang-Undang Desain Industri adalah bersifat konstitutif. Hal tersebut diatur secara tegas dalam Pasal 12 Undang-Undang Desain Industri yang menyatakan bahwa pihak yang untuk pertama kali mengajukan permohonan dianggap sebagai pemegang hak desain industri, kecuali jika terbukti sebaliknya. Sistem pendaftaran desain industri menganut asas kebaruan dan pengajuan pendaftaran pertama (first to file system).
Asas pendaftaran pertama berarti orang yang pertama kali mengajukan permohonan hak atas desain industri yang akan mendapatkan perlindungan hukum dan bukan orang yang pertama kali mendesain. Lebih lanjut untuk keperluan publikasi atau pengumuman pendaftaran permohonan hak atas desain industri, dalam pemeriksaan juga dilakukan pengklasifikasian permohonan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.53
Cara mengajukan permohonan desain industri ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual secara tertulis dalam bahasa Indonesia, yaitu :54
1. Mengisi formulir permohonan yang memuat:
a. Tanggal, bulan, dan tahun surat permohonan;
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui si pemohon atau kuasanya dalam menyampaikan permohonan tersebut.
b. Nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pendesain;
Untuk mengetahui data identitas seorang atau beberapa orang yang menghasilkan desain industri. Sedangkan untuk kewarganegaraan pendesain bertujuan untuk mengetahui apakah pendesain itu warga negara Indonesia, berada di wilayah Republik Indonesia atau diluar negeri atau pendesain kewarganegaraan asing.
53Adrian Sutedi, Hak Atas Kekayaan Intelektual, Sinar Grafika, Jakarta, 2009, Hal. 142. 54 Iswi Hariyani, Prosedur Mengurus Hak Kekayaan Intelektual Yang Benar, Pustaka
c. Nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pemohon;
Untuk permohonan desain industri selain dapat diberikan oleh si pendesain, dapat juga diberikan kepada pihak lain yang diberikan oleh pendesain. Sedangkan kewarganegaraan pemohon perlu dicantumkan apabila terdapat perbedaan kewarganegaan dengan si pendesain
d. Nama dan alamat lengkap kuasa apabila permohonan diajukan melalui kuasa;
Apabila memakai kuasa, maka nama serta alamat lengkap harus dicantumkan secara jelas, agar dapat diketahui domisili dari kuasa si pemohon.
e. Nama negara dan tanggal penerimaan permohonan yang pertama kali jika permohonan diajukan dengan hak prioritas.
2. Permohonan ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya, serta dilampiri : a. Contoh fisik atau gambar atau foto serta uraian dari desain industri;
yang dimohonkan pendaftarannya (untuk mempermudah proses pengumuman permohonan, sebaiknya bentuk gambar atau foto tersebut di scan atau dalam bentuk disket atau floppy disk dengan program yang sesuai);
b. Surat kuasa khusus, dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa; c. Surat pernyataan bahwa desain industri yang dimohonkan adalah milik
3. Jika permohonan diajukan secara bersama oleh lebih dari satu orang, permohonan tersebut ditandatangani salah satu pemohon dengan dilampiri persetujuan tertulis para pemohon lain.
4. Jika permohonan diajukan oleh bukan pendesain, permohonan harus disertai pernyataan yang dilengkapi dengan bukti bahwa pemohon berhak atas desain industri yang bersangkutan.
5. Membayar biaya permohonan sebesar Rp. 300.000,- untuk usaha kecil dan menengah (UKM) dan Rp. 600.000,- untuk non-UKM per permohonan. Guna mendapatkan tanggal penerimaan sebagai tanggal diterimanya permohonan, syarat minimal yang harus dipenuhi adalah:
a. Mengisi formulir permohonan;
b. Melampirkan contoh fisik atau gambar atau foto dan uraian dari desain industri yang dimohonkan pendaftarannya; dan
c. Membayar biaya permohonan.
Apabila ternyata terdapat kekurangan dalam pemenuhan syarat-syarat dan kelengkapan permohonan, Direktorat Jendral memberitahukan kepada pemohon atau kuasanya agar kekurangan tersebut harus dipenuhi dalam waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat pemberitahuan kekurangan tersebut. Jangka waktunya dapat diperpanjang untuk paling lama 1 (satu) bulan atas permintaan pemohon. Apabila kekurangan tidak dipenuhi Direktorat Jendral memberitahukan secara tertulis kepada pemohon atau kuasanya bahwa permohonan dapat ditarik
kembali. Dalam hal permohonan dianggap ditarik kembali, segala biaya yang telah dibayarkan kepada Direktorat Jendral tidak dapat ditarik kembali.55
Namun demikian dapat juga permohonan ini ditarik kembali atas inisiatif pemohon, yaitu dengan permintaan penarikan kembali atas inisiatif pemohon yang diajukan secara tertulis oleh pemohon atau kuasanya kepada Direktorat Jendral selama permohonan tersebut belum mendapat keputusan. Dalam penjelasan Undang- Undang Desain Industri telah memberikan penjelasan mengenai pengertian ”belum mendapat keputusan” adalah permohonan yang berlum terdaftar dalam Daftar Umum Desain Industri. Dengan perkataan lain jika belum diumumkan dalam Daftar Umum Desain Industri, maka dianggap desain industri tersebut belum mendapat keputusan atas permohonan pendaftaran tersebut.56
Menurut Pasal 23 Undang-Undang Desain Industri, terhitung sejak tanggal penerimaan, seluruh pegawai Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual atau orang yang karena tugasnya bekerja untuk dan/atau atas nama Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual berkewajiban menjaga kerahasiaan permohonan sampai dengan diumumkan permohonan yang bersangkutan. Kewajiban menjaga kerahasiaan tersebut bertujuan supaya terpeliharanya sifat baru dari desain industri yang sedang dimohonkan pendaftarannya.
Setelah memenuhi segala persyaratan permohonan desain industri, maka akan dilakukan 2 (dua) pemeriksaan, yaitu pemeriksaan administratif permohonan dan
55H. OK. Saidin, Op. cit, Hal. 476-477.
pemeriksaan substantif. Apabila hasil pemeriksaan substantif terhadap permohonan yang bersangkutan telah memenuhi dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang, maka menurut ketentuan pasal 29 Undang-Undang Desain Industri Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual menerbitkan dan memberikan sertifikat desain industri dalam tenggang waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari. Sertifikat desain industri berlaku terhitung sejak tanggal penerimaan (filing date). Tanggal penerimaan (filing date) adalah tanggal diterimanya surat permohonan yang menentukan saat berlakuya perhitungan perlindungan atas desain industri yang bersangkutan.57