• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI A.KAJIAN TEORI

1. Pengertian Hasil Belajar a)Definisi Belajar

Teori Belajar yang paling tua ialah teori asosiasi, yakni hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan itu bertambah kuat bila sering di ulang dan di respons yang tepat diberi ganjaran berupa makanan atau pujian atau cara lain yang dapat memberikan rasa puas dan senang (Nasution, 2005: 131).

Belajar dapat di definisikan sebagai perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah. Bagi Gagne Belajar di maknai sebagai suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku. Selain itu, Gagne juga menekankan bahwa belajar sebagai suatu upaya memperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui instruksi. Instruksi yang dimaksud adalah perintah atau arahan dan bimbingan dari seseorang pendidik atau guru (Suprijono, 2011: 2).

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses mencari suatu pengetahuan yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dan proses berubahnya sebuah tingkah laku.

Belajar juga mempunyai prinsip, berikut adalah prinsip-prinsip belajar.

Pertama, prinsip belajar adalah perubahan perilaku. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a.) Sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari.

b.) Kontinu atau berkesinambungan dengan perilaku lainya. c.) Fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup.

d.) Positif atau berakumulasi.

e.) Aktif atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan. f.) Permanen atau tetap.

g.) Bertujuan dan terarah.

h.) Mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan.

Kedua, belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar adalah proses sistematik yang dinamis, konstruktif, dan organik. Belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai komponen belajar.

Ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan lingkunganya (Suprijono,2011 : 4).

Dengan adanya prinsip-prinsip belajar diatas dapat disimpulkan bahwa belajar tidak jauh-jauh kaitanya dengan perubahan

tingkah laku, belajar adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan yang diinginkan, belajar merupakan pengalaman yaitu pengalaman interaksi pada lingkunganya.

b) Definisi Hasil Belajar

Hasil Belajar berasal dari dua kata yaitu hasil dan belajar. Hasil (product) merupakan suatu perolehan akibat dilakukanya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional (Purwanto, 2009: 44).

Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu hasil yang telah dicapai setelah mengalami proses belajar atau setelah mengalami interaksi dengan lingkunganya guna untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang akan menimbulkan tingkahlaku sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil belajar adalah pola - pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian - pengertian, sikap- sikap apresiasi dan keterampilan, merujuk pemikiran Gagne, hasil belajar berupa :

1) Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pegetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis.

2) Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Keterampilan intelektual merupakan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.

3) Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.

4) Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.

5) Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai. Sikap erupakan kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.

Hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge ( pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), aplication (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization (karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory (mulai melakukan), pre-routine level (tahap dapat melakukan dengan benar), dan rountinized (terampil dan menjadi kebiasaan). Psikomotorik juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial, dan intelektual (Suprijono, 2011 : 5-6).

Perlu di ingat hasil belajar merupakan perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Jadi hasil belajar tidak hanya perubahan kognitif saja, atau afektif saja atau psikomotorik saja, tetapi perubahan yang mencakup semua.

c) Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Hasil belajar

Belajar merupakan proses yang menimbulkan terjadinya perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku atau kecakapan. Jadi berhasil tidaknya seseorang dalam proses belajar tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengauhi hasil belajar dapat di golongkan dalam dua bagian, yaitu faktor intern dan faktor ekstern (Slameto, 2003: 55-77).

1) Faktor ekstern adalah faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang berasal dari luar diri siswa. Faktor-faktor ekstern itu antara lain :

a.) Latar Belakang Pendidikan orang tua

Latar belakang pendidikan orang tua paling mempengaruhi hasil belajar. Semakin tinggi pendidikan orang tua, maka anak dituntut harus lebih dari orang tuanya.

Pendidikan orang tua yang rendah tetapi menekankan anaknya untuk tetap sekolah agar pendidikan anaknya tidak sesuai dengan orang tuanya yang rendah dan mungkin juga ketika anak melihat dan merasakan hidup miskin itu susah, dia tidak mau menyerah untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan yang lebih dari orang tuanya agar hidupnya lebih tercukupi.

Dengan demikian latar belakang keluarga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

b) Status ekonomi sosial orang tua

Keadaan ekonomi keluarga erat hubunganya dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar harus terpenuhi kebutuhan pokoknya.

Bisa jadi ada anak yang hidup dengan keadaan yang miskin maka kebutuhan pokonya kurang terpenuhi, kesehatanya juga terganggu, akibatnya belajar anak jadi terganggu. Tetapi adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari pemerintah yang di berikan kepada siswa sangat membantu anak-anak yang kurang mampu, untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Ada pula perkembangan lain yaitu sistem ganda dalam pendidikan yaitu sistem kerja sama antara sekolah dengan usahawan, mungkin karena usahawan tersebut sadar bahwa pendidikan itu keubutuhan yang harus tepenuh untuk menambah kesejahteraan hidup.

c) Ketersediaan sarana dan prasarana

Sarana prasarana mempunyai arti penting dalam pendidikan dan sebagai tempat yang strategis bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Karena sarana prasarana sangat menunjang kegiatan belajar mengajar maka dalam sekolah harus mempunyai ruang

kelas, ruang guru, perpustakaan, halaman sekolah dan ruang kepala sekolah, ketersediaan sarana prasarana tersebut menunjang anak untuk bebas berkreasi sesuai yang dinginkan dan memberikan pelayanan anak. Bisa dikatakan bahwa sarana prasarana adalah penunjang kualitas pendidikan dan mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Maka dari itu kepala sekolah bertanggung jawab atas pengadaan sarana prasarana pendidikan yang diperlukan, karena sarana prasarana menunjang tercapainya tujuan pendidikan yang di harapkan oleh pendidikan di Indonesia.

d) Media yang di pakai guru

Media diartikan sebagai alat-alat elektromekanis yang menjadi perantara antara siswa dan materi pelajaran. Contohnya media pembelajaran pada konteks sempit ini, meliputi : radio, tape recorder, TV, kamera, OHP, slide, in focus, komputer, dan laptop, yang berupa elektronik. Secara luas media pembelajaran yaitu alat yang membantu siswa dan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Media tidak hanya menggunakan alat elektronik, dengan kekreatifan seorang guru maka akan terbentuk sebuah media yang menarik misalnya mengunakan gambar dengan menggambar manual dengan menggunakan kertas lipat atau menggunakan bahan alam sekitar yang dapat dimanfaatkan.

Asalkan media tersebut dapat membantu siswa untuk memvisualkan hal-hal abstrak, mengasah rasa, merangsang kreativitas, menemukan pengetahuan, memaknai konsep dan dapat memenuhi tujuan pendidikan.

e) Kompetensi guru

Komepetensi guru merupakan kemampuan seseorang yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat di wujudkan dalam hasil kerja nyata yang bermanfaat bagi diri dan lingkunganya.

Guru yang berkompeten pasti akan mengajarkan pelajaran dengan penuh semangat dan penuh senang hati, sehingga murid akan mendapatakan sesuatu yang baru setiap kali masuk kelas untuk belajar. Guru yang kompeten akan menghasilkan siswa yang berkompeten pula, sebaliknya jika guru memiliki kompetensi yang rendah maka siswa juga akan bermutu rendah. Dengan demikian kompetensi guru sangatlah berperan penting dalam mencerdaskan siswa, bukan hanya mampu dalam akademik saja tetapi mampu dalam meningkatkan karakter.

2) faktor intern adalah faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor - faktor intern itu antara lain:

a)Kesehatan

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting yang harus terpenuhi, faktor yang menjadikan kita lancar dalam suatu kegiatan adalah kesehatan.

Sehingga kesehatan merupakan yang harus terpenuhi bagi anak, karena kesehatan merupakan energi untuk menjadikan semangat untuk mendaptkan materi pelajaran. Komponen kesehatan yang harus dipenuhi mulai dari makan dan minuman serta olahraga yang cukup. Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Siswa yang kesehatanya terjamin maka belajarnya juga akan lancar dan fokus, sehingga hasil belajarnya juga akan memuaskan.

b) Kecerdasan/intelegensia

Kecerdasan/intelegensia besar pengaruhnya dalam menentukan seseorang dalam mencapai keberhasilan. Seseorang yang memiliki intelegensi yang tinggi akan lebih cepat dalam mengahadapi dan memecahkan masalah, dibandingkan dengan orang yang memiliki intelegensi rendah.

Kemampuan inteligensi seseorang sangat mempengaruhi terhadap cepat dan lambatnya penerimaan informasi serta terpecahkan atau tidaknya suatu permasalahan. Oleh karena itu

guru berkewajiban untuk mengasah kecerdasan siswa agar mendapatkan nilai atau hasil belajar yang memuaskan.

c) Kesiapan atau Kematangan

Kesiapan atau kematangan adalah tingkat perkembangan di mana individu atau organ-organ sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam proses belajar, kematangan atau kesiapan ini sangat menentukan keberhasilan dalam belajar. Oleh karena itu, setiap upaya belajar akan lebih berhasil jika dilakukan bersama dengan tingkat kematangan individu, karena kematangan ini erat hubunganya dengan masalah minat dan kebutuhan anak.

Kesiapan belajar setiap siswa harus disiapkan oleh guru serta berkolaborasi dengan orang tua, dari rumah anak harus di siapkan bahwa dia akan belajar di sekolah, di sekolah dia harus menurut semua peraturan dari guru dan sekolahan, sehingga siswa siap untuk menerima pelajaran.

d) Bakat

Bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus.

Seorang anak yang memiliki bakat berarti dia punya potensi, tiap individu memiliki bakat yang berbeda-beda meskipun berada di dalam satu keluarga. Akan tetapi, bakat atau talenta diturunkan secara genetik dari keluarga, bakat baru

mucul jika ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Kewajiban orang tua yaitu mengarahkan kemudian mengembangkan bakat seorang anak. Misalnya mengajak anak untuk bernyanyi, bermain musik, menulis, atau apapun yang dapat menonjolkan bakatnya, setelah mengetahui bakatnya kemudian di kembangkan melalui les atau ekstrakulikuler dalam sekolah. Setiap orang tua jangan pernah memaksakan anak sesuai keinginan orang tua karena itu tidak mengembangkan melainkan membuat anak tertekan karena keinginan orang tua terkadang tidak sesuai dengan bakat dan minat anaknya, mungkin orang tua bisa bekerja sama dengan guru di sekolah untuk mengembangkan bakat anak. Jika bakat seorang anak sudah dikembangkan kemungkinan besar dia juga akan serius dan semangat untuk belajar, agar imbang antara bakat / potensi dengan pengetahuan akademiknya, sehingga hasil belajar akan memuaskan.

e) Minat

Minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan. Minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar siswa. Suatu kegiatan belajar yang dilakukan tidak sesuai dengan minat siswa akan

memungkinkan berpengaruh negatif terhadap hasil belajar siswa yang bersangkutan.

Mungkin dengan adanya minat dan tersedianya rangsangan yang ada sangkut pautnya dengan diri siswa, maka siswa akan mendapatakan kepuasan batin dari kegiatan belajar yang telah didapat sebelumnya. Minat merupakan salah satu unsur untuk menggerakan motivasi anak untuk giat belajar, jadi sangat jelas bahwa minat merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan belajar.

f) Motivasi

Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya setiap guru memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana anak belajar serta anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkunganya.

Cara untuk meningkatkan motivasi belajar, guru harus membuat semenarik mungkin topik materi yang akan di sampaikan, tujuan pembelajaran harus jelas di sampaikan, peserta didik harus diberitahu kompetensi yang harus dicapai,

memberikan pujian atau hadiah jika mereka paham materi, guru bisa memperhatikan perbedaan individu setiap murid, sehingga nantinya akan memberikan hasil belajar yang memuaskan. 2. Metode Picture and Picture

a. Definisi Metode picture and picture

Metode mengajar adalah salah satu atau jalan yang harus dilalui dalam belajar mengajar. Metode pembelajaran yang diterapakan akan sangat mempengaruhi siswa dalam menyerap materi yang disampaikan oleh guru. Metode pembelajaran picture and picture ini merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran

yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih, dan silih asuh. metode pembelajaran picture and picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan diurutkan menjadi urutan logis (Hamdayani, 2014: 213)

Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Metode apa pun yang digunakan selalu menekankan aktifnya peserta didik dalam setiap prose Pembelajaran Inovatif, setiap pembelajaran harus memberikan sesuatu yang baru, berbeda dan selalu menarik minat peserta didik. Pembelajaran kreatif, setiap pembelajarannya harus menimbulkan minat kepada peserta didik untuk menghasilkan sesuatu atau dapat

menyelesaikann suatu masalah dengan menggunakan metode, teknik atau cara yang dikuasai oleh siswa itu sendiri yang diperoleh pembelajaran.

Metode pembelajaran picture and picture merupakan sebuah metode pembelajaran dimana guru menggunakan alat bantu gambar atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif belajar. Dengan menggunakan alat bantu atau media gambar, diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan fokus dan dalam kondisi yang menyenangkan, sehingga apapun pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik dan mampu meresap dalam hati serta dapat diingat kembali oleh siswa (Hamdayani, 2014: 213). Jadi metode picture and picture adalah metode yang menggunakan media gambar untuk menjelaskan atau untuk menerangkan materi kepada peserta didik. Berikut ini kekurangan dan kelebihan metode Picture and Picture : 1) Kekurangan dan Kelebihan Metode Picture and Picture

a.) Kelebihan metode pembelajaran Picture and Picture antara lain:

1.) Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Dengan melihat cara mereka memasangkan gambar dengan ayat serta penjelasan mereka tentang ayat tersebut.

2.) Siswa dilatih berpikir logis dan sistematis untuk mengurutkan dan menyesuaikan gambar dengan ayat, serta kesesuaian penjelasan mereka terhadap ayat tesebut.

3.) Motivasi siswa untuk belajar semakin dikembangkan. Di karenakan mereka tertarik dengan metode gambar yang membiarkan mereka berpikir dan mengetahui real kenyataan pada ayat tersebut. Sehingga siswa paham penjelasan ayat tersebut.

b.) Kekurangan metode Picture and picture yaitu:

1.) Memakan banyak waktu. Kebutuhan akan dukungan fasilitas, alat, dan biaya yang cukup memadai Karena harus mempersiapkan bahan- bahan yang akan di gunakan.

2.) Membuat sebagian siswa pasif.Kekurangan ini biasanya hanya saat awal pembelajaran saja, ketika sudah mulai di jelaskan mereka akan senang dan tertarik.

3.) Adanya beberapa siswa tertentu yang terkadang tidak senang jika disuruh bekerja sama dengan yang lain. (Huda, 2014: 239).

2) Langkah-langkah penerapan Picture and picture ini dapat dilihat sebagai berikut :

Pada tahap ini, guru di harapkan menyampaikan kompetensi dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian, siswa dapat mengukur sampai sejauh mana kompetensi yang harus mereka kuasai. Guru juga harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian kompetensi tersebut untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam mencapainya.

2) Tahap 2: Presentasi Materi

Pada tahap penyajian materi, guru telah menciptakan momentum awal pembelajaran. Keberhasilan proses pembelajaran dapat dimulai dari sini. Pada tahap inilah, guru harus berhasil memberi motivasi pada beberapa siswa yang kemungkinan masih belum siap.

3) Tahap 3 : Penyajian Gambar

Pada tahap ini, guru menyajikan gambar dan mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang di tunjukan. Dengan gambar, pengajaran akan hemat energi dan siswa juga akan lebih mudah mendalami materi yang di ajarkan. Lebih khususnya dengan gambar ini peserta didik mudah hafal dan paham tentang isi kandungan surat al falaq. Gambar yang di gunakan yaitu mulai dari ayat pertama yang artinya katakanlah aku

berlindung kepada tuhan yang menguasai subuh (fajar)

pada ayat ini di tunjukan gambar matahari terbit dan pada gambar tersebut di beri tulisan atau lafal Allah, ayat kedua yang artinya dari kejahatan (mahluk yang) Dia ciptakan pada ayat ini menggunakan gambar yang berisi semua mahluk ciptaan Allah yaitu ada gambar (manusia, hewan, jin) ayat ketiga yang artinya dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita pada ayat ini menggunakan gambar keadaan malam dengan contoh kejahatan perampok atau begal ketika malam, ayat keempat

yang artinya dan dari kejahatan (perempuan – perempuan) penyihir yang meniup pada buhul – buhul (talinya) pada gambar ini di tunjukan gambar seorang pemyihir / dukun perempuan, ayat kelima

yang artinya dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki pada ayat ini menggunkan gambar 2 orang anak yang memiliki nilai ulangan yang berbeda kemudian yang memiliki nilai jelek dia melirikan matanya dan menggerutkan mukanya seperti dia tidak suka dengan temannya yang mendapatkan nilai bagus. Kemudian gambar itu di sajikan satu persatu dan dijelaskan isi kandungan dan inti dari ayat tersebut sehingga menambah

kepercayaan mereka bahwa setiap manusia harus dan hanyalah berlindung kepada Allah Swt.

4) Tahap 4 : Pemasangan Gambar

Pada tahap ini, guru menunjuk / memanggil salah satu siswa untuk memasang gambar sesuai dengan penjelasan ayat dan ayatnya. Kemudian masing-maisng siswa di berikan soal untuk memasangkan gambar dengan ayatnya di urutkan secara logis sesuai dengan pasangan dan urutnya. Siswa di ajak mengurutkan gambar sesuai urutan ayatnya, misalkan ada gambar penyihir wanita berarti itu penjelasan dari ayat ke 4, dan seterusnya siswa harus bisa mengurutkan sesuai urutan logis, jika dapat mengurutkan menandakan bahwa mereka dapat hafal urutan ayat yang benar tidak kebolak balik, jika mereka bisa memsangkan dengan gambar yang sesuai maka tandanya mereka paham dengan penjelasan ayat tersebut.

5) Tahap 5 : penjajakan

Tahap ini mengharuskan guru untuk menanyakan kepada siswa tentang alasan / dasar pemikiran di balik urutan gambar yang disusunnya. Setelah itu, siswa bisa diajak untuk menemukan tuntutan kompetensi dasar berdasarkan indikator - indikator yang ingin di capai. Guru

juga mengajak siswa agar diskusi menjadi semakin menarik.

6) Tahap 6 : Penyajian Kompetensi

Berdasarkan penjelasan atas urutan gambar - gambar, guru mulai menjelaskan lebih lanjut sesuai dengan kompetensi yang ingin di capai.

7) Tahap 7 : penutup

Di akhir guru dan siswa saling berefleksi mengenai apa yang telah di capai dan mengulang materi dan kompetensi untuk memperkuat ingatan siswa tentang materi al falaq (Huda, 2014: 236).

Dokumen terkait