BAB II KAJIAN PUSTAKA
H. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisa data penelitan ini, peneliti akan menggunakan teknik analisis deskripitif kualitatif yaitu data-data yang dikelola dengan mengunakan teknik kualitatif, dan selanjudnya ditabulasikan atau diorganisasikan lalu ditarik suatu kesimpulan secara deskriptif kualitatif
dengan menggunakan rumusan prosentase. Adapun rumusan prosentase adalah sebagai berikut:
P = x 100 %
Keterangan : P = Prosentase
F = Frekwensi (Jumlah responden)
N = Number of Cases (Banyaknya individu)
65 A. Gambaran Umum SMK Negeri 6 Bima
SMK Negeri 6 Bima terletak di jalan Lintas Tambora sanggar Kabupaten Bima. Sekolah ini berdiri sejak pada tahun 2007, sekolah ini di bangun di atas tanah seluas 2,6 Hektar dan tanah ini adalah milik pemerintah. Sekolah ini didirikan oleh karna keingina Masyarakat Sanggar yang satu-satunya sekolah SMKN di desa boro kecamatan sanggar.
Sejak berdirinya, SMK Negeri 6 bima ini telah mengalami berbagai perubahan baik dari sarana dan prasarana, penyelenggaraan, maupun guru, sekolah ini di Pimpin oleh Drs. Sudirman, M.Pd.
1. Adapun Visi dan Misi SMKN 6 BIMA KAB.BIMA Visi :
“Menjadi SMK yang berkualitas, unggul berdasarkan IMTAQ dan IPTEK serta menghasilkan tamatan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global”.
Misi :
1. Meningkatkan kualitas organisasi dan manajemen sekolah dalam menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif
2. Meningkatkan kualitas KBM dalam mencapai kompetensi siswa berstandar nasional Internasional
3. Meningkatkan kualitas kompetensi guru dan pegawai dalam mewujudkan standar pelayanan minimal (SPM)
4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung penguasaan IPTEK
5. Meningkatkan kualitas SDM dan kualitas pembinaan kesiswaan dalam mewujudkan IMTAQ dan sikap kemandirian
6. Meningkatkan kemitraan dengan DU/DI sesuai prinsip demand driven 7. Meningkatkan kualitas pengelolaan unit produksi dalam menunjang
kualitas SDM.
8. Memberdayakan lingkungan sekolah dalam mewujudkan wawasan wiyata mandala.
TUJUAN :
1. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya.
2. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.
3. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan. Teknologi dan seni, agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi
4. Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.
2. Struktur Oganisasi SMK Negeri 6 Bima
Pengorganisasi dalam suatu lembaga pendidikan sangatlah penting agar segala proses yang dilakukan dalam lingkungan lembaga pendidikan
dapat berjalan dengan baik. Adapun struktur organisasi di SMK Negeri 6 Bima ialah Sebagai berikut :
Struktur Organisasi SMK Negeri 6 Bima
Dinas Dikpora Kab. Bima
Keterangan : : Garis Koordinasi : Garis Komando
3. Keadaan Guru dan Karyawan SMK Negeri 6 Bima
Untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar, perlu didukung guru yang memadai sesuai dengan kebutuhan sekolah. Adapun jumlah guru yang terdapat di SMKN 6 Bima berjumlah 28 orang. Sedangkan karyawan yang bertugas diluar lingkup pengajar berjumlah 9 orang. Rincian lebih lanjut tentang data guru dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel : III
Keadaan Guru SMK Negeri 6 Bima
No Nama Pendidi
kan
Jabatan 1 Drs. Sudirman, M.Pd. S2 Kepala Sekolah 2 Hairul Yarham, S.Pd S1 Kepala Perpustakaan 3 Abdul Malik, S. Pt S1 Wakasek Kurikulum 4 Feri Kiswanto, S. PdI S1 Wakasek Sarpras/MTAQ
5 Akhyar, S. Pd S1 Wakasek Kesiswaan
6 Izhar , S. Pd S1 Guru Bhs. Inggris
7 Junaidin, S.Pd S1 Guru IPA
8 Evi, S.Pd S1 Guru MSPT
9 M. Feri, S.Pd S1 Guru Mulok
10 Hayatun Nufus, S.Pd S1 Guru MISS
11 Sumantia, S.Pd S1 Guru MSDSA
12 Ahmad Yani, S.Pd S1 Guru kewirausahaan
13 Abdul Muis, S.Pd S1 Guru MRAS
14 Agustina, S.Pd S1 Guru Fisika
15 Asriani, S.Pt S1 Guru Matematika
16 Iwan Kurniawan, ST S1 Guru Kimia
17 Marwati, S.Pd S1 Guru Biologi
18 Arifudin ,S.Pd S1 Guru IPS
19 Abd. Hafid, S.Pd S1 Guru KKPI
20 Firdaus , S.Pd S1 Guru MPPM
21 Mirawati, S.Pd S1 Guru Mulok
22 Nuraini, S.Pd S1 Guru MARSAVCC
23 Herdiati, S.Pd S1 Guru MARSAVCD
24 Trisnawati, S.Pd S1 Guru MKCCD
25 Ida Rahayu, S.Pd S1 Guru MDV
26 Desy Ditha W, S.Pd S1 Guru MISAVC
27 Rosiah, S.Kom S1 Guru MIPAVM
28 Saddam, S.Pd S1 Guru
Sumber : Dokumentasi Guru SMK Negeri 6 Bima 2014
Tabel guru dan pegawai tersebut menunjukkan jumlah guru dan pegawai SMK Negeri 6 Bima dari segi jumlah sangat memadai untuk melaksanakan proses pengajaran di sekolah tersebut.
Sedangkan keadaan Karyawan SMK Negeri 6 Bima terdapat di dalam tabel berikut:
Tabel: IV
Keadaan karyawan SMK Negeri 6 Bima
No Nama Jabatan
1 Kepala Tata Usaha
2 Mardiana A. Md DP. Komputer
3 Nuraini Bendahara
4 Suniati Kesiswaan
5 Tamsyiah A, Md Persuratan
6 Armansyam Iventaris
7 Muh. Ali Penata Lingkungan Penjaga
8 Habibi Penata Lingkungan Penjaga
Sumber: Dokumentasi Guru SMK Negeri 6 Bima 2014 4. Keadaan siswa SMK Negeri 6 Bima
Kemajuan sekolah tidak diukur dari segi fasilitas gedung yang mewah, melainkan didukung oleh kuantitas dan kualitas siswa, karena mereka adalah subjek dan sekaligus objek pendidikan.
Siswa SMK Negeri 6 Bima 2012/ 2013 berjumlah 173 siswa dengan keterangan sebagai berikut:
Tabel: V
Keadaan Siswa SMK Negeri 6 Bima
No Kelas Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 X 26 18 44
2 VIII 23 25 48
3 IX 39 42 81
Jumlah Total 88 85 173
Sumber: Dokumentasi SMK Negeri 6 Bima 2014
5. Keadaan Sarana Dan Prasarana SMK Negeri 6 Bima
Sarana dan prasarana belajar dan mengajar dalam suatu lembaga pendidikan merupakan suatu syarat utama yang harus di siapkan untuk memperlancar terjadinya proses pengajaran. Proses pengajaran tidak akan berlangsung dengan baik dan tampa di dukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Sarana fisik dan fasilitas belajar mengajar adalah merupakan factor penunjang keberhasilan proses pengajaran di sekolah termsuk di SMK Negeri 6 Bima, Untuk mengetahui secara jelas keadaan sarana dan prasarana di SMK Negeri 6 Bima dapat di lihat pada tabel berikut.
Tabel VI
Keadaan Sarana Dan Prasarana SMK Negeri 6 Bima No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Keadaan
1 Ruang Kapala Sekolah 1 Permanen
2 Ruang Guru 1 Permanen
3 Ruang BP/BK 1 Permanen
4 Ruang Lab. IPA 1 Permanen
5 Ruang Lab. Komputer 1 Permanen
6 Ruang Lab. Bahasa 2 Permanen
7 Ruang Perpustakaan 1 Permanen
8 Kamar Mandi/WC 4 Permanen
9 Ruang Osis 1 Permanen
10 Mushollah 1 Permanen
13 Rumah dinas kepsek 1 Permanen
14 Ruang Kelas 27 Permanen
15 Ruang Keterampilan 1 Permanen
Sumber: Dukumentasi SMK Negeri 6 Bima 2014
B. KEMAMPUAN ATAU KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMKN 6 BIMA
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di kelas X, XI, dan XII SMK Negeri 6 Bima dengan menyebarkan angket tentang Kemampuan
atau Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam di SMKN 6 BIMA maka diperoleh data sebagai berikut:
Tabel VII
Distribusi frekuensi siswa yang menyatakan suka dengan mata pelajaran pendidikan agama islam
Sumber Data: Tabulasi Angket no. 1.
Dari tabel di atas siswa, nampak bahwa responden yang menyatakan sering dengan mata pelajaran PAI adalah 79%, yang menyatakan sering 9%
yang menyatakan kadang-kadang 12% sedangkan yang menyatakan tidak senang cuman 0% dan tidak ada yang menyatakan tidak senang. Jadi Kesimpulannya hasil penelitian di atas menandakan bahwa sebagian besar sangat suka terhadap mata pelajaran pendidikan agama islam.
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Zum’ardiansyah siswa SMK negeri 6 Bima pada hari Rabu tanggal 7 april 2014 juga mengatakan:
Kompetensi atau kemampuan guru PAI yang sangat pintarnya bergaul dengan peserta didiknya,berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didikya dan strategi belajar mengajar guru yang sangat tepat dan efektif sesuai dengan kondisi atau keada’an siswa siswi SMKN 6 Bima di samping itu juga guru PAI SMKN 6 Bima sangat menguasai materi yang di ajarkan sehingga siswa siswi di SMKN 6 Bima sangat senang dengan mata pelajaran PAI dan guru PAI mampu membuat siswa siswinya tidak merasa bosan dengan apa yang di ajarkan karna No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 27 79%
2. Sering 3 9%
3. Kadang-kadang 4 12%
4. Tidak senang 0 0%
Jumlah 34 100%
gurunya sering cerita pengalamanya yang bermotivasi untuk siswa siswi yang sesuai dengan materi yang di ajarkan.
Dari hasil wawancara peneliti dengan salah satu siswa di atas maka dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa siswa siswi sangat senang atau suka dengan mata pelajaran PAI dengan guru yang berwibawa serta mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya dan sangat menguasai materi ketika mengajar.
Tabel VIII
Distribusi frekuensi siswa yang suka menonton TV yang berkaitan dengan ceramah, lombah ceramah, lomba hafal Al-Qur’an dll
Sumber Data: Tabulasi angket no. 2.
Berdasarkan tabel di atas siswa yang suka menonton TV yang berkaitan dengan ceramah, lomba ceramah, dan lomba hafal Qur’an adalah selalu 12%, yang menyatakan sering 15% yang menyatakan kadang-kadang 67% sedangkan yang menyatakan tidak pernah cuman 6%. Kesimpulan dari tabel di atas, yaitu sebagian besar siswa menyatakan kadang-kadang yang suka menonton TV yang berkaitan dengan ceramah, lomba ceramah, dan lomba hafal Qur’an.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 4 12 %
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 23 67%
4. Tidak pernah 2 6%
Jumlah 34 100%
Tabel IX
Distribusi frekuensi Siswa yang berusaha mengerjakan tugas dari guru, meskipun tugas sangat sulit
Sumber Data: Tabulasi angket no. 3.
Berdasarkan tabel di atas siswa yang selalu berusaha mengerjakan tugas dari guru meskipun tugas sangat sulit adalah yang menyatakan selalu 44%, yang menyatakan sering 15% yang menyatakan kadang-kadang 38%
sedangkan yang menyatakan tidak pernah 3%. Kesimpulan dari tabel di atas yaitu, sebagian besar siswa selalu mengerjakan tugas-tugas dari gurunya meskipun sangat sulit.
Tabel X
Distribusi frekuensi Siswa menghindari tugas Pendidikan Agama Islam
Sumber Data: Tabulasi angket no. 4.
Sesuai dengan tabel di atas, nampak bahwa siswa tidak pernah menghindari tugas Pendidikan Agama Islam yang mengtakan selalu sedikit
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 15 44%
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 13 38%
4. Tidak pernah 1 3%
Jumlah 34 100%
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selau 2 6 %
2. sering 3 9%
3. Kadang-kadang 10 28%
4. Tidak pernah 19 56%
Jumlah 34 100%
sekali 6%, yang mengatakan sering 9%, yang mengatakan kadang-kadang 28% dan yang mengatakan tidak pernah yaitu 56%. Dari kesimpulan hasil penelitian diatas menandakan bahwa sebagian besar siswa kadang-kadang mengerjakan tugas pendidikan agama islam yang di berikan oleh guru PAI.
C. PRESTASI SISWA DI SMKN 6 BIMA
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di kelas X, XI, dan XII SMK Negeri 6 Bima dengan menyebarkan angket tentang Prestasi Siswa di SMKN 6 BIMA maka diperoleh data sebagai berikut.
Tabel XI
Distribusi frekuensi Siswa siswa rajin belajar untuk meraih prestasi di dalam kelas
Sumber Data: Tabulasi angket no. 5.
Sesuai dengan tabel di atas, nampak bahwa siswa selalu belajar untuk meraih prestasi di dalam kelas yaitu 44%, yang mengatakan sering 18%, yang mengatakan kadang-kadang 26% dan yang menyatakan tidak pernah 12%. Jadi kesimpulan dari hasil peneltian diatas sebagian besar siswa selalu bersemangat untuk belajar dan meraih prestasi di dalam kelas.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 15 44%
2. Sering 6 18%
3. Kadang-kadang 9 26%
4. Tidak pernah 4 12%
Jumlah 34 100%
Kemudian hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto, S.PdI pada hari rabu tanggal 7 April 2014, mengatakan bahwa:
Tidak ada upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dengan pendekatan KTSP, meski demikian siswa tetap rajin belajar untuk meraih prestasi di dalam kelasnya.
Dari hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa siswi di SMKN 6 Bima sangat antusias dalam dalam meraih prestasi didalam kelas walaupun pihak sekolah tidak ada upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dengan pendekatan KTSP.
Tabel XII
Distribusi frekuensi Siswa yang membahas bidang studi Pendidikan Agama Islam di rumah setelah pulang sekolah
Sumber Data: Tabulasi angket no. 6.
Berdasarkan tabel di atas siswa yang selalu membahas bidang studi PAI di rumah setelah pulang sekolah adalah 3%, yang menyatakan sering 14% yang menyatakan kadang-kadang 56% dan yang menyatakan tidak
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 1 3%
2. Sering 5 14%
3. Kadang-kadang 19 56%
4. Tidak pernah 9 26%
Jumlah 34 100%
pernah hanya 26%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa yang yang membahas bidang studi pendidikan agama islam dirumah setelah pulang sekolah adalah 19 orang atau 56% dan bisa dikatakan sebagian besar mengatakan kadang-kadang
Guru harus bisa memberikan contoh yang baik terhadap siswanya dan bukan hanya guru saja yang harus memberikan contoh yang baik tapi bimbingan dan arahan di dalam kehidupan keluargalah yang sangat utama yang bisa memberikan contoh yang baik terutama kedua orang tuanya yang harus kontrol atau perhatikan apakah anaknya belajar atau tidak setelah pulang sekolah karna seorang anak harus perhatikan kembali pelajaranya dirumah apa yang menjadi pelajarnya di seokolah tersebut.
Hal ini sesuai dengan wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto, S.PdI pada hari rabu tanggal 7 April 2014, mengatakan bahwa:
Tidak ada minat belajar siswa dirumah, contohnya dihari jum’at siswa di haruskan membawa yasin tapi pada kenyata’anya yang membawa yasin hanya beberapa orang saja, karna alasnya siswa lupa dan sebagainya.
Dari hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa hasil pembelajaran PAI siswa tidak dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Tabel XIII
Distribusi frekuensi Siswa mengabaikan tugas yang di berikan oleh guru PAI
Sumber Data: Tabulasi angket no. 7.
Dari tabel di atas siswa yang selalu mengabaikan tugas yang di berikan oleh guru Pendidikan Agama Islam adalah 27%, yang menyatakan sering 15% yang menyatakan kadang-kadang 20% sedangkan yang menyatakan tidak pernah 38%. Kasimpulan hasil penelitian di atas bahwa sebagian besar siswa yang mengatakan selalu mengabaikan tugas yang di berikan oleh guru Pendidikan Agama Islam
Tabel XIV
Distribusi frekuensi Siswa mempunyai kemauan yang tinggi untuk meraih prestasi
Sumber Data: Tabulasi angket no. 8.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 9 27%
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 7 20%
4. Tidak pernah 13 38%
Jumlah 34 100%
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 24 70%
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 4 12%
4. Tidak pernah 1 3%
Jumlah 34 100%
Dari hasil tabel di atas, nampak bahwa siswa siswi yang mempunyai kemauan tinggi untuk meraih prestasi sebagian besar menyatakan selalu (70%),dan sebagian kecil (15%) menyatakan sering, sedikit sekali (12%) menyatakan kadang-kadang dan yang menyatakan tidak pernah hanya (3%).
Melihat dari tabulasi angket tersebut diatas, maka secara pressentase dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden menjawab selalu yaitu 24 orang atau 70%. Dapat disimpulkan bahwa siswa sangat antusia dalam meraih prestasi baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto, S.pdI pada hari rabu tanggal 7 April, mengatakan bahwa:
Sudah ada tiga kategori yang siswa raih juara satu di tingkat Kecamatan dan semuanya di utus ke tingkat Kabupaten pada tanggal 5 febuari 2012, lomba pertama di lomba Syahril Qur’an atas nama Zum’ardiansyah,Yuyun, dan Dian Jelita, kedua di lomba Fahmil Qur’an atas nama Qarnita, Nur Hidayah, dan Heni Anggriani dan yang ketiga di lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an pada tanggal 20 febuari 2014 atas nama Zum’ardiasyah
Dari hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa sangat antusias dalam meraih prestasi baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
Tabel XV
Distribusi frekuensi Siswa yang belajar keras agar prestasi belajarnya lebih dari teman kelasnya
Sumber Data: Tabulasi angket no. 9.
Dari hasil tabel di atas sebagian kecil (35%) menyatakan selalu, sebagian besar (29%) menyatakan sering,sebagian kecil (24%) menyatakan kadang-kadang dan yang menyatakan tidak pernah sedikit sekali (12%).
Dapat disimpulkan bahwa siswa yang belajar keras agar prestasi belajarnya lebih dari teman kelasnya, hal ini bisa di lihat sebagian besar menyatakan selalu.
Tabel XVI
Distribusi frekuensi Siswa yang mengabaikan kritikan dari teman-temannya untuk kemajuan belajar
Sumber Data: Tabulasi angket no. 10.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 12 35%
2. Sering 10 29%
3. Kadang-kadang 8 24%
4. Tidak pernah 4 12%
Jumlah 34 100%
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 7 21%
2. Sering 4 12%
3. Kadang-kadang 13 38%
4. Tidak pernah 10 29%
Jumlah 34 100%
Dari hasil tabel di atas sedikit sekali (21%) siswa menyatakan selalu, sebagian kecil (12%) menyatakan sering, sebagian besar (38%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian kecil (29%) menyatakan tidak pernah. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengabaikan kritikan dari teman-temannya untuk kemajuan belajar, hal ini bisa di lihat sebagian besar menyatakan kadang-kadang.
Tabel XVII
Distribusi frekuensi Siswa yang memperhatikan guru pendidikan Agama Islam ketika mengajar di depan kelas
Sumber Data: Tabulasi angket no. 11.
berdasarkan tabel di atas sebagian besar (85%) siswa menyatakan selalu, sedikit selalu (3%) menyatakan sering, sebagian kecil (12%) menyatakan kadang-kadang dan yang yang menyatakan tidak pernah hanya (0%). Dapat disimpulkan bahwa siswa yang memperhatikan guru Pendidikan Agama islam ketika mengajar di depan kelas, hal ini bisa di lihat sebagian besar menyatakan selalu.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 29 85%
2. Sering 1 3%
3. Kadang-kadang 4 12%
4. Tidak pernah 0 o%
Jumlah 34 100%
Tabel XVIII
Distribusi frekuensi Siswa yang menyukai pengarahan dari guru sekalipun mengharuskanya untuk belajar Pendidikan Agama Islam lebih
keras
Sumber Data: Tabulasi angket no. 12.
Dari hasil tabel di atas sebagian besar (41%) siswa menyatakan selalu , seb (15%) magian kecilenyatakan sering, sedikit sekali (32%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian kecil (12%) yang menyatakan tidak pernah. Hal Ini dapat disimpulkan atau bisa dilihat sebagian besar menyatakan selalu.
Tabel XIX
Distribusi frekuensi Siswa yang memperbaiki cara belajar menunggu arahan dari gurunya
Sumber Data: Tabulasi angket no. 13
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 14 41%
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 11 32%
4. Tidak pernah 4 12%
Jumlah 34 100%
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 3 9 %
Dari hasil tabel di atas sedikit sekali (9%) menyatakan selalu, sebagian kecil (24%) menyatakan sering memperbaiki cara belajar tampa menunggu arahan dari gurunya, sebagian besar (38%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian kecil (29%) yang menyatakan tidak pernah. Dapat disimpulkan bahwa kesadaran siswa memperbaiki cara belajar tampa menunggu arahan dari gurunya sebagian besar menyatakan kadang-kadang.
Tabel XX
Distribusi frekuensi Siswa yang tetap belajar di kelas meskipun guru pendidikan Agama Islam tidak datang
Sumber Data: Tabulasi angket no. 14.
Dari tabel di atas sedikit sekali (6%) siswa menyatakan selalu, sebagian kecil (9%) menyatakan sering, sebagian besar (47%) menyatakan kadang-kadang dan kurang dari setengah (38%) menyatakan tidak pernah.
Peneliti Melihat dari tabulasi angket tersebut diatas, maka secara pressentase dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden menjawab kadang-kadang yaitu 16 orang atau 47% yang dimana berarti bahwa Dapat disimpulkan bahwa siswa kurang belajar di kelas karna guru pendidikan
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 2 6%
2. Sering 3 9%
3. Kadang-kadang 16 47%
4. Tidak pernah 13 38%
Jumlah 34 100%
Agama islam tidak datang dan setelah peneliti perhatikan dari tabulasi angket di atas siswa di SMKN 6 Bima harus di perhatikan lebih seius lagi oleh guru yang lain ketika guru mata pelajaran yang bersangkutan berhalangan untuk hadir dengan begitu siswa akan tetap belajat meski gurunya tidak hadir.
Tabel XXI
Distribusi frekuensi Siswa yang bersikap masa bodoh terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang di alaminya
No Jawaban responden Frekuensi (F) Persentase
1 Selalu 6 18%
2 Sering 4 12%
3 Kadang-kadang 11 32%
4 Tidak pernah 13 38%
Jumlah 34 100%
Sumber Data: Tabulasi angket no. 15.
Dari tabel di atas sebagian kecil (18%) siswa menyatakan selalu, sedikit sekali (12%) menyatakan sering, kurang dari setengah (32%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian besar (38%) menyatakan tidak pernah. Peneliti Melihat dari tabulasi angket tersebut diatas, maka secara pressentase dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden menjawab tidak pernah yaitu 13 orang atau 38% yang dimana berarti bahwa Dapat disimpulkan bahwa siswa yang masa bodong terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang di alaminya sebagian besar menyatakan tidak pernah.
Tabel XXI
Distribusi frekuensi Siswa yang selalu membaca buku baik yang berkaitan dengan pelajaran umum maupun buku pendidikan agama
islam
Sumber Data: Tabulasi angket no.16.
Dari hasil tabel di atas sebagian kecil (32%) siswa menyatakan selalu, sebagian kecil (15%) menyatakan sering, sebagian besar(44%) menyatakan kadang-kadang dan sedikit sekali (9%) yang menyatakan tidak pernah. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar menyatakan kadang-kadang siswa yang selalu membaca buku yang berkaitan dengan pelajaran umum maupun buku pendidikan agama islam
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto,S.PdI pada tanggal 7 April 2014, mengatakan bahwa:
Yang mendukung peningkatan kualitas pembelajara PAI dengan pendekatan KTSP adalah motivasi dari guru dan yang menghabat peningkatan pembelajaran PAI adalah sarana prasarana yang kurang, No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 11 32%
pertama laboraturium, kedua perpustakaan yang belum banyak buku atau refrensi dan yang ketiga musholah belum jadi dan yang seharusnya ada ruangan tersendiri untuk praktek sholat mayat sebagainya, contohnya setiap hari jum’at melakukan baca yasin di ruangan lain yang harusnya ada ruangan khusus atau musholat yang bisa dipake baca yasin.
Dari hasil pernyataan siswa siswi melalui angket dan wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kurangnya minat membaca buku siswa siswi di SMKN 6 Bima di karnakan sarana prasarana yang kurang memadai tetapi guru di SMKN 6 Bima sangat memotivasi siswa siswinya untuk selalu membaca buku apa saja yang berkaitan dengan mata pelajaran.
Dari hasil pernyataan siswa siswi melalui angket dan wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kurangnya minat membaca buku siswa siswi di SMKN 6 Bima di karnakan sarana prasarana yang kurang memadai tetapi guru di SMKN 6 Bima sangat memotivasi siswa siswinya untuk selalu membaca buku apa saja yang berkaitan dengan mata pelajaran.