• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

H. Pengrtian Biaya Tenaga Kerja

I. Pengertian Pendapatan

Pendapatan merupakan hasil yang diperoleh dari aktivitas-aktivitas perusahaan dalam suatu periode. Pendapatan merupakan hal yang penting karena pendapatan adalah objek atas aktivitas perusahaan. Pendapatan memilki pengertian yang bermacam-macam tergantung dari sisi mana untuk meninjau pengertian pendapatan tersebut. Pendapatan timbul dari peristiwa ekonomi antara lain penjualan barang,

penjualan jasa, penggunaan aktiva perusahaanoleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti dan deviden.

Pendapatan pada prinsipnya mempunyai sifat menambah atau manaikkan nilai kekayaan pemilik perusahaan, baik dalam bentuk penerimaan maupun berupa hak dan tagihan. Untuk lebih jelasnya pengertian pendapatan ini, dapat kita ikuti penjelasan yang dikemukakan beberapa ahli sebagai berikut :

Menurut PSAK No.23 Tahun 2012, menyatakan bahwa “Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal”.

Sedangkan menurut Akuntansi Perusahaan PELINDO (2007:19) pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbil dari aktivitas normal entitas perusahaan selama suatu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan aset bersih yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Pengertian pendapatan dapat ditemui dalam berbagai literatur akuntansi baik mengenai sumber, cara memperoleh maupun cara mengukurnya. Pendapatan ini dapat terjadi setiap saat dan dapat pula terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Menurut Santoso, Iman (2009;340) menyatakan bahwa “Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa (normal activity) dan dikenal dengan sebutan yang berbeda, misalnya: penjualan (sales), peghasilan jasa (fees revenues), pendapatan bunga (interest revenue), pendapatan dividen (dividend

revenue), pendapatan royalty (royalties revenue), dan pendapatan sewa (rent revenue)”.

Definisi tersebut memberi arti, bahwa revenue atau pendapatan adalah keseluruhan penerimaan dari hasil penjualan barang-barang atau jasa yang diperoleh yang diperoleh oleh suatu unit usaha selama periode tertentu.

Menurut Stice, James D, Earl K.Stice, K.Fred Skousen (2009;493) menyatakan bahwa: “Pendapatan adalah arus kas masuk atau peningkatan lain dari aset suatu entitas atau pelunasan utang-utangnya (atau kombinasi dari keduanya) yang dihasilkan dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, atau aktivitas-aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral yang berkelanjutan dari entitas tersebut”.

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia bahwa pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh perusahaan atau oleh dirinya sendiri. Jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga, seperti pajak pertambahan nilai, bukan merupakan manfaat ekonomi yang mengalir keperusahaan dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas dan karena itu harus dikeluarkan dari pendapatan.

Menurut PSAK No.23 Tahun 2012, menyatakan bahwa “Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal”.

Untuk itu penelitian dapat menarik beberapa kesimpulan mengenai sehubungan dengan revenue sebagai berikut :

1. Pendapatan (revenue) biasa terjadi setiap saat, dan bisa juga terjadi secara berkala atau pada saat tertentu.

2. Pendapatan (revenue) diperoleh melalui hasil penjualan barang atau jasa, dengan kata lain revenue timbul karena adanya barang atau jasa yang dijual kepada konsumen. Pendapatan dapat pula diperoleh dari penjualan atau pertukaran aktiva diluar barang-barang atau pertukaran aktiva tetap juga hasil dari hasil investasi seperti bunga, dividen dan lain-lain.

3. Pendapatan (revenue) yang sifatnya menambah atau menaikkan nilai kekayaan pemilik akibat adanya penilaian kembali atas aktiva tetap perusahaan dan aktiva yang timbul dari pembelian harta, investasi oleh pemilik, pinjaman-pinjaman ataupun koreksi laba rugi periode tahun lalu, tidak dapat dikategorikan sebagai pendapatan (revenue).

4. Pengertian penghasilan (income) sering disamakan dengan pengertian pendapatan (revenue), padahal dalam literatur akuntansi sesungguhnya kedua istilah tersebut mempunyai arti yang berbeda. Jika pendapatan masih merupakan pendapatan kotor yang belum dikurangi biaya dan beban untuk memperolehnya, maka penghasilan adalah pendapatan dikurangi dengan biaya (cost) dan beban (expense).

Pendapatan adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh para anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atas faktor-faktor produksi

yang mereka sumbangkan dalam turut serta membentuk produk nasional. Menurut Reksoprayitno, pendapatan atau income adalah uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa bunga, dan laba termasuk juga beragam tunjangan, seperti kesehatan dan pension (Reksoprayitno, 2009).

Ada 3 kategori pendapatan yaitu :

1. Pendapatan berupa uang yaitu segala penghasilan berupa uang yang sifatnya regular dan yang diterima biasanya sebagai balas jasa atau kontra prestasi.

2. Pendapatan berupa barang adalah segala pendapatan yang sifatnya reguler dan biasa, akan tetapi selalu berbentuk balas jasa dan diterima dalam bentuk barang dan jasa.

3. Pendapatan yang bukan merupakan pendapatan adalah segala penerimaan yang bersifat transfer redistributive dan biasanya membuat perubahan dalam keuangan rumah tangga (Sunuharjo, 2009).

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengertian penghasilan maka penulis akan mengutip beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli dalam berbagai literatur akuntansi.

Dari sejumlah definisi mengenai pendapatan dan income yang telah dikemukakan diatas, maka jelaslah income tidak sama dengan revenue walaupun dalam arti sehari-hari sering kita mendengar kedua istilah tersebut adalah sama padahal keduanyan adalah berbeda walaupun mempunyai kaitan yang erat satu dengan yang lainnya.

Dalam bisnis, pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk atau jasa kepada pelanggan.

Bagi investor, pendapatan kurang penting disbanding keuntungan yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.

Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan juga pertumbuhan keuntungan, dianggap penting bagi perusahaan yang dijual ke publik melalui saham untuk menarik investor.