BAB II PENYAKIT MENULAR DAN INTERAKSI SOSIAL
A. Pengertian Penyakit Menular
BAB II
PENYAKIT MENULAR DAN INTERAKSI SOSIAL
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari pola komunikasi antar sesama mereka, baik melalui komunikasi verbal maupun non-verbal. Komunikasi ini yang membangun hubungan antar sesama manusia sehingga tercipta sebuah interaksi untuk membangun ikatan sosial yang harmonis di lingkungan masyarakat. Ikatan sosial ini yang bisa menjadikan manusia menjalin interaksi sosial. Akan tetapi, terkadang interaksi sosial tidak bisa terjalin dengan sempurna karena beberapa sebab yang menghalanginya, salah satunya adalah penyakit menular. Oleh karena itu perlu untuk menelisik arti dari penyakit menular secara komprehensif begitu juga dengan interaksi sosial, sehingga tidak sedikit para ahli mengemukakan definisi tentang penyakit menular dan interaksi sosial serta berbagai seluk beluknya agar bisa mendapatkan pemahaman yang utuh dan terhindar dari kesalahpahaman.
A. Pengertian Penyakit Menular
Hari ini manusia masih dihantui oleh wabah covid-19 yang menyebar ke seantero dunia. Manusia khawatir dengan kehadiran virus ini, karena virus ini bisa merenggut nyawa manusia. Bahkan di beberapa negara banyak korban jiwa yang berjatuhan disebabkan oleh virus ini. Tidak terkecuali negara Indonesia, termasuk salah satu negara yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia. Virus ini menular dengan mudah kepada setiap orang, melalui media-media penyebaran yang dekat dan sering digunakan oleh manusia sehingga tanpa disadari seseorang bisa terkena virus tersebut.
Maka tidak heran jika virus ini sering disebut-sebut dengan epidemi atau pandemi. Padahal kenyataannya antara epidemi dan pandemi mempunyai arti yang berbeda. Kedua istilah ini identik dengan wabah virus yang menular. Secara bahasa, epidemi diartikan penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbukan banyak korban. Sedangkan, pandemi adalah epidemi yang terjadi di seluruh dunia, atau di wilayah yang sangat luas, melintasi batas internasional dan menjangkiti manusia dalam jumlah besar. Perbedaan antara keduanya terletak pada luas cakupan geografi penyebaran penyakit tersebut.1
Dalam bahasa Inggris penyakit menular disebut dengan transmissible disease, communicable disease atau contagious disease adalah penyakit yang berpindah dari satu individu ke individu lain, baik pada manusia maupun hewan. Penyakit menular ini disebabkan oleh agen biologi seperti mikroorganisme patogenik (virus, bakteri, fungi dan parasit).
Keberadaan mereka di dalam tubuh manusia bisa mengakibatkan infeksi, dan ketika terjadi perpindahan agen infeksi atau parasit tersebut dari individu yang terinfeksi ke individu yang sehat maka dapat menyebabkan penularan penyakit. Penyakit menular dapat ditularkan atau berpindah dari orang yang sakit ke orang yang sehat atau orang yang belum terkena penyakit menular tersebut dan penularannya bisa terjadi secara langsung atau melalui perantara.2
Selain itu, penyakit menular disebut juga dengan wabah dalam bahasa arab dikenal dengan istilah wabā. Wabā jama’ nya awbīah atau awbā’
1 Ivan Muhammad Agung, “Memahami Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Psikologi Sosial”, Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, vol. 1, no. 2 (Mei, 2020), 69.
2 Qanita Khalisah, Penyakit Menular Dan Virus Corona Covid-19, Makalah, SMA Negeri 3 Medan (2020), 5.
25
adalah segala bentuk penyakit umum yang menyebar dan terjadi di suatu wilayah.3 Definisi ini selaras dengan pengertian yang diberikan oleh dunia kedokteran dalam Islam yaitu sebuah penyakit yang penularannya sangat cepat dan berbahaya sehingga merajalela di tengah-tengah khalayak masyarakat.
Armaidi Darmawan mengklasifikasikan ada tiga kelompok utama penyakit menular. (1) Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian cukup tinggi; (2) penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama; (3) penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian atau cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.4
Ibn Ḥajar al-Asqalānī dalam kitabnya Badhl al-Mā’ūn fī Faḍl al-Ṭāūn menyebutkan beberapa pengertian wabah yang beliau kutip dari beberapa pendapat para ulama:
1. Ibn ‘Arabī dalam kitab Sharh al-Tirmidhī mengatakan bahwa wabah adalah penyakit yang menyengsarakan manusia sehingga menghilangkan ruh kehidupan. Dinamakan wabah karena menyerang seluruh manusia tanpa pandang bulu, mudah tersebar dan membunuh siapa saja.
2. Abu Walīd al-Bājī dalam kitab Sharh al-Muwaṭṭa’ menyebutkan jika wabah adalah penyakit umum yang menyerang manusia dalam jumlah besar di seluruh penjuru negeri dan tidak seperti penyakit manusia pada umumnya.
3. Ibn Atsīr berkata dalam kitab al-Nihāyah, Rasulullah Saw. bersabda:
“Kehancuran umatku adalah karena ṭa’n (fitnah) dan ṭā’ūn.
3 Jamāl al-Dīn Ibn Manẓūr, Lisān al-‘Arab (Beirut: Dār Ṣādir, 1994), I/189.
4 Armaidi Darmawan, “Epidemiologi Penyakit Menular Dan Penyakit Tidak Menular”, JMJ, vol. 4, no. 2 (November 2016), 195-96.
(H.R.Ahmad) ṭa’n: pembunuhan dengan tombak, dan ṭā’ūn: penyakit umum, wabah yang menyebar di tempat terbuka sehingga merusak organ tubuh. Maksud hadis: Sebagian besar kejadian yang menghancurkan umat ini adalah fitnah yang dapat menumpahkan darah manusia yaitu wabah. Lafaz ṭā’ūn berulang kali disebutkan dalam hadis.
4. ‘Iyāḍ berkata: Ṭā’ūn berasal dari luka yang ada di tubuh, sedangkan wabah lebih umum. Dinamakan ṭā’ūn karena bisa menghancurkan apapun akan tetapi dia berbeda dengan wabah. Maka bisa diartikan bahwa semua ṭā’ūn adalah wabah dan bukan semua wabah itu ṭā’ūn.
Wabah adalah setiap penyakit yang menular dengan sangat cepat, ṭā’ūn mempunyai arti yang lebih khusus, yaitu sejenis penyakit bisul, penyakit yang membengkak dengan rasa sakit yang luar biasa, terasa panas dan sekitarnya memerah, menghijau, menghitam, menghasilkan detak jantung yang keras dan muntah, mengeluarkan cairan dari ketiak, tangan, jari-jari dan seluruh badan.5
Dari beberapa pengertian di atas penyakit menular dikategorikan sebagai penyakit yang berbahaya sehingga bisa menyerang siapa saja.
Dan jika penyakit menular tersebut sudah menyebar dan menjangkiti orang-orang di dalam suatu wilayah maka akan berubah statusnya menjadi wabah. Beberapa penyakit menular sudah pernah terjadi di masa lalu, bahkan di zaman Rasulullah Saw. penyakit menular sudah merajalela. Penyakit menular yang terjadi di zaman Rasulullah Saw.
disebut dengan ṭā’ūn atau wabā dan sebagainya. Oleh karena itu, tidak heran jika Rasulullah Saw. memberikan peringatan kepada umatnya untuk
5 Ibn Ḥajar al-Asqalānī, Badhl Mā’ūn fī Faḍl Ṭāūn (Riyadh: Dār
al-‘Asimah, t.th), 95-7.
27
menjaga diri dan mengantisipasi penyebaran penyakit menular di sekitarnya.