• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pertumbuhan dan Perkembangan

2.1.2. Pengertian Perkembangan

Perkembangan (development) adalah berkembangnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, organ-organ, dan system organ yang berkembang sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjinigsih, 2002).

Prinsip-prinsip perkembangan pada anak akan dijelaskan sebagai berikut : 1. Perkembangan melibatkan perubahan

Tujuan perubahan perkembangan ialah realisasi diri atau pencapaian kemampuan genetik atau aktualisasi diri yaitu upaya untuk menjadi orang yang terbaik secara fisik dan mental. Ini merupakan dorongan untuk melakukan apa saja yang sesuai baginya untuk merasa bahagi dan puas, orang harus diberikan kesempatan untuk memenuh dorongan tersebut.

Beberapa jenis perubahan yang terjadi dalam dalam perkembangan adalah : a. perubahan ukuran, termasuk disini perubahan fisik dalam tinggi, berat organ

dalam dan sekeliling serta perubahan dalam memori, penalaran, persepsi, dan imajinasi kreatif.

b. perubahan proporsi, anak-anak bukanlah miniatur orang dewasa dalam proporsi fisiknya. Mereka juga tidak memiliki miniature mental orang dewasa. Kemampuan imajinatif mereka berkembang lebuh baik daripada kemampuan

penaarannya, sehingga sedangkan yang terjadi pada orang dewasa justru sebaliknya..

c. hilangnya cirri lama,misalnya kelenjar thymus setelah pubertas dan rambut serta gigi bayi, kehilangan kegunaaannya, cirri itu secara bertahap mengalami atrofi, seperti halnya beberapa ciri bawaan psikologis dan perilaku seperti gerak dan bicara bayi serta imajinasi yang sangat luas.

d. mendapatkan ciri baru, seperti ciri fisik yang baru termasuk gigi tetap dan karakteristik jenis kelamin primer dan sekunder, ciri mental yang baru termasuk perhatian dalam seks, standar moral, dan keyakinan agama.

2. Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan selanjutnya

Petunjuk ilmiah pertama yang penting dari pentingnya tahun-tahun awal berasal dari penelitian Freud tentang kesulitan penyesuaian kepribadian. Kesulitan seperti itu dikatakan Freud dapat dilacak sampai ke suatu pengalaman yang tidak menyenangkan di masa kanank-kanak.

Kondisi yang mempengaruhi dasar awal perkembangan pada anak adalah : a. hubungan antarpribadi yang menyenangkan, hubungan yang menyenangkan

terutama dengan anggota keluarga akan mendorong anak mengembangkan kecendrungan menjadi terbuka dan menjadi lebih berorientasi kepada orang lain b.keadaan emosi, ketiadaan hubungan emosional akibat penolakan anggota

keluarga atau perpisahan dengan orang tua, seringkali menimbulkan gangguan kepribadian. Sebaliknya pemuasan emosional mendorong perkembangan kepribadian.

c.metode melatih anak, anak-anak yang dibesarkan orang tua yang permisif ketika besar cenderung kehilangan rasa tanggung jawab, mempunyai kendali emosional yang buruk, dan sering berprestasi rendah dalam melakukan sesuatu. Mereka yang dibebaskan oleh orang tua yang demokratik atau sedikit otoriter penyesuaian pribadi dan sosialnya lebih baik.

d. peran yang dini, anak pertama yang seringkali diharapkan bertanggung jawab di rumah dan menjaga anak yang lebih kecil dapat mempunyai kepercayaan diri yang lebih besar daripada saudaranya yang lahir sesudahnya tetapi mungkin juga mempunyai kecendrungan ntuk mengembangkan kebiasaan memerintah sepanjang hidupnya.

e.struktur keluarga di masa kanak-kanak, seorang anak yang berasal dari sebuah keluarga yang besar, siap dan perilakunya cenderung otoriter, sedangkan yang berasal dari keluarga yang bercerai atau berpisah.

f.rangsangan lingkungan, lingkungan yang merangsang merupaka salah satu pendorong perkembangan kemampuan anak yang diturunkan. Bercakap-cakap dengan bayi atau menunjukkan gambar bercerita pada seorang anak prasekolah mendorong minat dalam belajar berbicara dan keingina untuk mambaca. Lingkungan yang merangsang mendorong perkembangan fisik dan mental yang baik, sedangkan lingkungan yang tidak merangsang menyebabkan perkembangan anak di bawah perkembangannya.

3. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar

Proses kematangan intrinsik adalah terbukanya karakteristik yang secara potensial ada pada individu yang berasal dari warisan genetik individu. dalam fungsi filogenetik yaitu fungsi umum ras, misalnya merangkak, duduk, dan berjalan, perkembangan berasal dari proses kematangan. Sesungguhnya latihan hanya memberi sedikit keuntungan. Sebaliknya mengendalikan lingkungan dengan cara memngurangi kesempatan berlatih akan menghalangi perkembangan.

Berbeda halnya dalam fungsi ontogenik yaitu fungsi khas individu misalnya berenang, melempar bola, naik sepeda, atau menulis diperlukan latihan. Tanpa latihan, perkembangan tidak akan terjadi. Kecendrungan yang diwariskan tidak dapat matang sepenuhnya tanpa dukungan lingkungan.

4. Pola perkembangan dapat diramalkan

Studi longitudinal mengenai kecerdasan telah mengungkapkan bahwa pola perkembangan mental dapat diramalkan seperti halnya pola perkembangan fisik. Hasil beberapa studi longitudinal meliputi berbagai segmen daur hidup sejak bayi hingga usia 50 tahun menunjukkan bahwa bagian utama dari pertumbuhan mental muncul pada saat bayi berkembang paling cepat, yaitu selama 16 hingga 18 tahun pertama. Juga terdapat pola perkembangan yang dapat diramalkan untuk berbagai fungsi kecerdasan, seperti daya ingat dan penalaran, yang merupakan kecerdasan umumnya.

5. Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan

Tidak saja pola perkembangan dapat diramalkan, tetapi ia mempunyai karakteristik tertentu yang sama dan dapat diramalkan. Studi perkembangan telah menunjukkan bahwa terdapat sejumlah karakteristk yang dapat diramalkan, diantaranya adalah :

- ukuran kematangan, pada usia yang agak awal kita dapat meramalkan bagaimana keadaan fisik seseorang ketika ia dewasa nanti.

- perencanaan pendidikan, dapat didasarkan atas bakat ketarampilan kecerdasan awal anak.

- persiapan untuk tahapan berikutnya, pada setiap tahapan perkembangan anak dapat disiapkan untuk tahapan berikutnya.

- perencanaan pekerjaan, perkembangan fisik, kecerdasan, dan kepribadian awal memberi petunjuk tentang apa saja yang dapat dikerjakan anak ketika ia dewasa. Petunjuk ini dapat digunakan orang tua dan guru untuk merencanakan pendididkan bagi pekerjaan anak kelak.

- adopsi, karena pola awal perkembangan fisik dan mental dapat meramalkan perkembangan di masa datang, hal itu dapat digunakan sebagai pedoman memilih bayi untuk di adopsi.

6. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan

Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak, setiap anak mengikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatannya sendiri. Beberapa anak berkembang dengan lancar, bertahap dan langkah demi langkah, sedangkan yang lain bergerak dengan kecepatan melonjak. Beberapa diantaranya menunjukkan sedikit penyimpangan, sedangkan pada yang lain banyak terjadi penyimpangan.

Perbedaan perkembangan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kemampuan bawaan, suasana emosional, apakah seseorang mempunyai dorongan intelektual yang kuat, dan apakah seseorang mempunyai kesempatan untuk mengalami dan belajar.

7. Periode pola perkembangan

Walaupun perkembangan berlangsung secara berkesinambungan, terdapat bukti bahwa pada berbagai usia ciri bawaan tertentu lebih menonjol daripada yang lain karena perkembangannya terjadi lebih cepat.Oleh karena itu dimungkinkan untuk menandai periode utama yang ditunjukkan oleh jenis perkembangan tertentu yang membayangi lainnya. Karena adanya variasi individual, batas usia untuk periode ini hanya dapat diramalkan secara kasar.

Dalam pola perkembangan, beberapa periode ditandai oleh “keseimbangan” dan yang lain oleh “ketidakseimbangan”. Pada yang pertama, anak menyesuaikan diri dengan baik dan mudah ditangani. Sedangkan pada yang kedua penyesuaian tampaknya terganggu oleh kondisi dari dalam atau oleh faktor lingkungan.

8. Adanya harapan sosial dalam periode perkembangan

Dalam setiap kelompok budaya, pengalaman telah menunjukkan bahwa pada orang dapat mempelajari pola perilaku dan keterampilan tertentu dengan lebih mudah dan berhasil pada usia-usia tertentu ketimbang saat lainnya. Kelompok ini kemudian mengharapkan setiap individu bersikap sesuai dengan waktu perkembangan ini.

Harapan sosial dikenal juga dengan tugas perkembangan. Berikut ini adalah tujuan tugas perkembangan :

a. tugas perkembangan ini bertindak sebagai pedoman untuk membantu para orangtua dan guru guna mengetahui apa yang harus dipelajari anak pada usia tertentu.

b. tugas perkembangan menimbulkan kekuatan motivasi bagi anak-anak untuk belajar hal-hal yang diharapkan masyarakat dari mereka pada usia tersebut. c. tugas perkembangan menunjukkan pada para orang tua dan gru tentang apa

yang diharapkan dari mereka di masa mendatang. Dengan demikian mereka menyadari perlunya menyiapkan anak untuk menghadapi harapan baru tersebut.

9. Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya yang potensial

Walaupun pola perkembangan bergerak normal, kadang-kadang pada setiap usia terdapat bahaya di beberapa bidang perkembangan yang mengganggun pola normal ini.

Beberapa hal ini berasal dari lingkungan sedangkan yang lain timbul dari dalam diri. Terlepas dari asalnya, bahaya ini dapat mempengauhi usaha penyesuaian fisik, psikologis dan sosialyang dilakukan seorang anak. Akibatnya, mereka

mengubah pola perkembangan sehingga menghasilkan suatu daerah mendatar dimana tidak terjadi pergerakan maju atau menyebabkan kemunduran ketahapan yang lebih rendah. Bila hal ini terjadi, anak itu menghadapi masalah penyesuaian dan dikatakan mempunyai “penyesuaian yang buruk” atau “tidak matang”.

10.Kebahagiaan bervariasi pada berbagai pola perkembangan

Sesuai dengan tradisi, masa anak-anak merupakan periode kehidupan yang paling membahagiakan. Tradisi ini telah dipertegas dengan hal lain, bahwa masa kanak-kanak seharusnya bahagia, waktu yang bebas dan aman untuk menjamin penyesuaian yang baik dalam hidup kedewasaan. Dewasa ini, terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa keyakinan tersebut tidak benar dan bagi banyak anak , hal itu justru berlawanan.

Studi mengenai kebahagiaan di masa kanak-kanak telah mengungkapkan bahwa bagi beberapa anak, masa kanak-kanak adalah saat bahgia, sedangkan bagi yang lain merupakan masa yang tidak bahagia. Laporan retrospektif mengenai kebahagiaan pada berbagai usia yang dilakukan orang dewasa telah menunjukkan hasil yang serupa.

Beberapa orang dewasa ingat bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang paling bahagia dalam kehidupan mereka. Sebaliknya laporan retrospektif dari beberapa orang dewasa telah menunjukkan bahwa ingatan yang tidak menyenangkan membayangi kebahagiaannya dan bahwa mereka tidak ingin kembali ke masa kanak-kanak. (Hurlock, E.B. 2005)

Perkembangan anak-anak dapat dibagi menjadi 5 area sebagai berikut : (Nursalam, 2002)

1. Perkembangan Kognitif

Perkembangan kemampuan anak untuk mempelajari dan memecahkan masalah. Misalnya :

- bayi usia 2 bulan yang menjelajahi lingkungannya dengan menggunakan tangan atau matanya

- anak usia 5 tahun yang belajar memecahkan persoalan matematika sederhana 2. Perkembangan Sosial dan Emosional

Perkembangan kemanpuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain termasuk upayanya untuk mengendalikan diri. Misalnya :

- bayi usia 6 minggu belajar tersenyum - bayi usia 10 bulan belajar untuk melambai

- anak usia 5 tahun belajar untuk menentukan gilirannya dalam bermain bersama 3. Perkembangan Berbicara dan Berbahasa

Perkembangan kemampuan anak untuk memhami dan menggunakan bahasa. Misalnya :

- bayi usia 12 bulan mengucapkan kata pertamanya - anak usia 2 tahun menyebutkan nama anggota tubuhnya

4. Perkembangan Motorik Halus

Perkembangan kemampuan anak untuk menggunakan otot halusnya terutama tangan dan jarinya. Misalnya : mengambil mainan, memegang sendok, membalikkan halaman buku, menggunakan crayon untuk menggambar.

5. Perkembangan Motorik Kasar

Perkembangan kemampuan anak untuk menggunakan otot kasarnya. Misalnya :

- bayi usia 6 bulan belajar untuk bangkit dari posisi terlentang - bayi usia 12 bulan belajar berdiri dengan berpegangan pada kursi - anak usia 5 tahun belajar melakukan lompat tali

2.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Dokumen terkait