G. Kerangka Pemikiran
1. Pengertian Supervisi Pendidikan
Dilihat dari sisi etimologi ―supervisi‖ berasal dari kata ―super‖ dan ―vision‖ yang
masing-masing kata itu berarti ―atas‖ dan ―penglihatan‖.66 Jadi supervisi pendidikan dapat diartikan sebagai penglihatan dari atas. Melihat dalam hubungannya dengan masalah supervisi dapat diartikan dengan menilik, mengontrol, atau mengawasi. Pengertian ini mengisyaratkan bahwa supervisi dilakukan oleh pihak yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pihak yang disupervisi.
Sedangkan menurut istilah, pengertian supervisi bermacam-macam sesuai dengan keragaman latar belakang para pakar dan konteks penggunaannya. Harold P. Adams dan Frank C. Dickey (dalam Sudjana) memberikan batasannya dalam buku berjudul ”Basic
Principles of Supervision”, beliau manyatakan bahwa supervisi adalah upaya yang dilakukan oleh para petugas pendidikan agar para pendidik atau sumber belajar yang disupervisi dapat meningkatkan proses kegiatan belajar-membelajarkan, mengembangkan profesi kependidikan, memilih dan merevisi tujuan dan komponen-komponen pendidikan.67
Dalam buku Dictionary of Education, Good Carter (dalam sahertian) memberikan pengertian bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam
66
Subari, Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Perbaikan Situasi Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), h. 1.
67
D. Sudjana S., Manajemen Program Pendidikan untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Bandung: Penerbit Falah, 2010), h. 211-212.
memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru, merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.68
Boardman et. al. menyebutkan supervisi adalah salah satu usaha menstimulir, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. Dengan demikian mereka dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan setiap murid secara kontinu, serta mampu dan lebih cakap berpartsipasi dalam masyarakat demokrasi modern.69
Berbeda dengan Mc Nerney (dalam Sahertian) yang melihat supervisi sebagai suatu prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran.70 Ada pula pandangan lain yang melihat supervisi dari segi perubahan sosial yang berpengaruh terhadap peserta didik seperti yang dikemukakan oleh Burton dan Bruckner. Menurut mereka supervisi adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.71
Menurut Kimball Wiles (dalam Sudjana), Konsep supervisi modern dirumuskan sebagai berikut “Supervision is assistance in the development of a better teaching
68
Piet A. Sahertian, Konsep Dasar Dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya, (Jakarta; Rineka Cipta, 2010), h. 17.
69
Boardman, Charles., Harl R. Douglass., Rudyard K. Bent. Democratic Supervision in Secondary School, (Combridge, Massachusets: Houghton Mifflin Company, 1953), h. 5.
70
Piet A. Sahertian, Op. Cit., h.17. 71
Burton W.H., dan Lee J. Bruckner. Supervision. (New York: Appleton Century-Craff, Inc., 1955), h. 1.
learning situation”. Kimball Wiles memberi arti supervisi sebagai upaya untuk membantu pengembangan proses kegiatan kearah proses kegiatan yang lebih baik.72
Dari uraian definisi supervisi diatas, maka dapat dipahami para pakar menguraikan definisi supervisi dari tinjauan yang berbeda-beda. Harold P. Adams dan Frank C. Dickey memandang bahwa supervisi adalah upaya yang dilakukan oleh para petugas pendidikan agar para pendidik atau sumber belajar yang disupervisi dapat meningkatkan proses kegiatan belajar-membelajarkan, God Carter melihatnya sebagai usaha memimpin guru-guru dalam jabatan mengajar, Boardman et.al.melihat supervisi sebagai usaha membimbing dan mengkoordinasi guru secara kontinu, Mc Nerney memandang supervisi adalah suatu prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran, sedangkan Kimball Wiles berpendapat bahwa supervisi sebagai upaya untuk membantu pengembangan proses kegiatan kearah proses kegiatan yang lebih baik.
Sebagai simpulan dari uraian diatas, dapat dikemukakan bahwa supervisi ialah kegiatan memberi bantuan atau layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran dan melaksanakan tugas-tugas yang telah diberikan dalam mencapai tujuan organisasi atau lembaga penyelenggara program pendidikan agar mereka melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Orang yang melaksanakan supervisi disebut supervisor.
Supervisi pendidikan merupakan bantuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam memperbaiki pembelajaran. Supervisi memegang kaidah akademik, berasaskan kaidah-kaidah keilmuan. Sasaran utama kegiatan akademik adalah membantu menciptakan situasi pembelajaran yang lebih kondusif. Supervisi pendidikan
72
merupakan bantuan dan bimbingan terhadap guru untuk membantu mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapi guru. Supervisor pendidikan dituntut memiliki kompetensi sehingga dapat memberi petunjuk dan arahan kepada guru. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah swt. dalam QS. al-Sajadah/32: 24.
Artinya; Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.73
Berdasarkan ayat di atas, tugas supervisor pendidikan memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki situasi pembelajaran, dan memberi bantuan bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran untuk membantu peserta didik agar lebih baik dalam belajar.74 Supervisi pendidikan pada hakikatnya adalah segenap bantuan yang ditujukan kepada perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran memahami lingkungan pendidikan yang lebih luas, maka supervisi pendidikan meliputi semua fungsi dan masalah yang ada sangkut pautnya dengan peningkatan prestasi mengajar para guru atau prestasi yang disupervisi.75
Supervisi pendidikan merupakan tindak lanjut dari kontrol dan inspeksi, dilaksanakan berdasarkan data yang telah ditemukan sebelumnya. Supervisi merupakan bagian dari pengawasan, yaitu pembinaan untuk memperbaiki dan meningkatan mutu
73
Departemen Agama RI. AL-Qur‟an dan Terjemahnya, (Bandung, PT. Syamil Cipta Media, 2005), h. 417.
74
Syaiful Sagala, Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan, (Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2010), h. 88.
75
Burhanuddin, Analisis Administrasi Manajemen Kepemimpinan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), h. 284.
pembelajaran.76 Kontrol bertujuan untuk memeriksa apakah pekerjaan berjalan seperti yang telah direncanakan. Inspeksi merupakan pemeriksaan di tempat kerja untuk mengetahui bagaimana proses pekerjaan dilakukan oleh guru.
Dalam hal pengawasan, Islam sangat memperhatikan adanya bentuk pengawasan terhadap diri terlebih dahulu sebelum melakukan pengawasan terhadap orang lain. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw yang berbunyi:
َمِل َلِمَعَو َُسْفَ ن َناَد ْنَم ُسِيَكْلا َلاَق َملَسَو ِْيَلَع ُللا ىلَص ِيِب لا ْنَع ٍسْوَأ ِنْب ِدادَش ْنَع
َدْعَ ب ا
ُزِجاَعْلاَو ِتْوَمْلا
ِللا ىَلَع ى َمَتَو اَاَوَ َُسْفَ ن َعَبْ تَأ ْنَم
َبْكَْْا ِضْرَعْلِل اوُ يَزَ تَو اوُبَساَحُت ْنَأ َلْبَ ق ْمُكَسُفْ نَأ اوُبِساَح َلاَق ِباطَخْلا ِنْب َرَمُع ْنَع ىَوْرُ يَو
ِر
َ ن َبَساَح ْنَم ىَلَع ِةَماَيِقْلا َمْوَ ي ُباَسِحْلا فِخَي اَمنِإَو
ُاَيْ ندلا يِف َُسْف
Artinya: Sunan Tirmidzi : dari Syaddad bin Aus dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah."77
Kualitas hadis ini adalah hadis hasan, sedangkan maksud dari sabda Nabi "Orang yang mempersiapkan diri" adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya pada waktu di dunia sebelum di hisab pada hari kiamat.78 Seperti halnya ucapan Umar bin Al Khottób berikut ini:
76
Dadang Suhardan, SupervisiProfesional Layanan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran pada Era Otonomi Daerah, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 2.
77
CD Hadits: Kutub al-Tis‟ah, Sunan al-Tirmidzi : 2383. 78
َبْكَْْا ِضْرَعْلِل اوُ يَزَ تَو اوُبَساَحُت ْنَأ َلْبَ ق ْمُكَسُفْ نَأ اوُبِساَح َلاَق ِباطَخْلا ِنْب َرَمُع ْنَع ىَوْرُ يَو
ِر
َيِقْلا َمْوَ ي ُباَسِحْلا فِخَي اَمنِإَو
ُاَيْ ندلا يِف َُسْفَ ن َبَساَح ْنَم ىَلَع ِةَما
Artinya: Da telah diriwayatka dari U ar i Al Khottó dia erkata: hisa lah (hitunglah) diri kalian sebelum kalian dihitung dan persiapkanlah untuk hari semua dihadapkan (kepada Rabb Yang Maha Agung), hisab (perhitungan) akan ringan pada hari kiamat bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia.".79
Supervisor pendidikan dituntut untuk menjamin bahwa keseluruhan aktivitas penyelenggaraan organisasi dapat terlaksana dengan tingkat efesien, efektif dan produktifitas yang tinggi. Karena supervisi pendidikan itu menjadi tugas pokok secara fungsional oleh supervisor pendidikan.80 Seorang supervisor penting menguasai keterampilan melaksanakan supervisi, sejak merencanakan, melaksanakan, menilai, mengambil kesimpulan, membahas hasil supervisi, dan melaporkan hasil supervisi yang disertai dengan rekomendasi penyelesaian masalah yang ditemukan di lapangan.81
Upaya pemerintah secara umum dalam penetapan standarisasi supervisor sekolah dapat dilihat pada Permendiknas RI Nomor 12 tahun 2007 tentang supervisor sekolah. Terdapat poin penting yakni adanya enam kompetensi supervisor sekolah yang terdiri atas kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi akademik, kompetensi supervisi
79
Ibid.
80
Mustafa Husba, Strategi Membangun Kinerja Supervisor Pendidikan, (Cet.II, Makassar: Yapma Makassar, 2008), h. 17.
81
Departemen Agama RI, Kepengawasan Pendidikan, (Jakarta: Dirjen Kelembagaan Agama Islam, Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum, 2005), h. 48.
manajerial, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian dan pengembangan, serta kompetensi sosial.82
Kompetensi supervisor pendidikan di atas, untuk menjamin bahwa keseluruhan aktivitas penyelenggaraan organisasi dapat terlaksana dengan tingkat efesien, efektif dan produktifitas yang tinggi sehingga supervisor pendidikan mempunyai pandangan yang lebih cemerlang, dedikasi yang tinggi, mampu bertanggung jawab serta membantu para guru agar dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya saat di supervisi.
Usaha meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dapat dilakukan dengan memberikan bantuan profesional dalam bentuk penyegaran, konsultasi, bimbingan, dan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kompetensi lainnya. Bantuan-bantuan tersebut dapat dilaksanakan oleh pelaku supervisi atau biasa dikenal dengan istilah supervisor.83
Kegiatan supervisi dahulu banyak dilakukan adalah inspeksi, pemeriksaan, pengawasan atau penilikan. Supervisi masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan–-orang yang berposisi diatas, pimpinan—terhadap hal-hal yang ada dibawahnya.
Supervisi adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan dalam rangka membantu kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya guna meningkatkan mutu dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Supervisi ditujukan pada dua aspek yakni; manajerial dan akademik. Supervisi
82
Rahmania Utari, Penguatan Fungsi Pengawas Sekolah dalam Kerangka Perbaikan Mutu Pendidikan di Indonesia, (Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2006), h. 1.
83
Jerry H. Makawimbang, Supervisi dan Peningkatan Mutu Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 88.
manajerial menitikberatkan pada pengamatan pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung (supporting) terlaksananya pembelajaran. Sementara supervisi akademik menitikberatkan pada pengamatan supervisor terhadap kegiatan akademik, berupa pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.84
Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut supervisor pendidikan. Ia mungkin seorang pengawas umum pendidikan, atau kepala sekolah yang karena peranannya sebagai pemimpin mempunyai tanggung jawab tentang mutu program pengajaran di sekolahnya, atau seorang petugas khusus yang diangkat untuk memimpin perbaikan suatu bidang pengajaran tertentu, seperti misalnya pendidikan jasmani, seni rupa, musik, keterampilan-keterampilan dan lain sebagainya‖.85
Fungsi dan kedudukan seorang supervisor dalam sistem pendidikan mempunyai fungsi dan peran yang strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, sebab berperan banyak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanaan supervisi tidak mungkin seluruhnya berada pada tangan seorang supervisor karena keterbatasan kemampuannya. Supervisor harus dapat melakukan kerjasama dan mengkoordinasikannya dengan unsur- unsur yang lain. Tanggung jawab peningkatan mutu pendidikan berada pada semua pihak, bukan hanya pada supervisor dan guru.
Jika supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan
84
Akhmad Sudrajat, Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial, (Jakarta : Musyawarah kerja pengawas, 2009), Tersedia: http//depdiknas, [diakses tanggal 23 Maret 2015].
85
Oteng Sutisna, Administrasi Pendidikan, Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional,
pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya.