• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.6 Usaha Kecil Menengah

2.1.6.1 Pengertian Usaha Kecil dan Menengah

Di Indonesia sedikitnya terdiri dari tiga pengertian Usaha Kecil Menengah (UKM), sebagai berikut :

1. Menurut BPS, suatu usaha yang dijalankan oleh kurang dari 4 tenaga kerja disebut industri rumah tangga, kemudian jika usaha dijalankan oleh tenaga kerja sebanyak 5-19 pekerja digolongkan kepada industri kecil dan jika usaha dijalankan oleh 20-99 pekerja digolongkan industri menengah.

2. Menurut Kementrian Industri dan Perdagangan, usaha yang mempunyai nilai aset (tidak termasuk tanah dan bangunan) dengan aset kurang dari 200 juta rupiah disebut industri kecil, sedangkan suatu usaha yang memiliki aset anatara 200 juta – 5 milyar rupiah tergolong usaha kecil menengah.

3. Menurut Undang – undang Industri Kecil Tahun 1995, Kementrian Usaha Kecil dan Menengah serta Bank Indonesia, Usaha berskala kecil adalah usaha yang mempunyai modal kurang dari 200 juta rupiah (tidak temasuk tanah dan bangunan) atau memiliki penjualan kurang dari 1 milyar rupiah per tahun. (pustaka.unpad.ac.id)

Biro pusat statisitik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja, yaitu 5 sampai 19 oarng yang terdiri dari (termasuk) pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan pekerja keluarga. Perusahaan industri yang memiliki tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industy). Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanly dan Morse, bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1- 9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. Industri kecil menyerap 10-49 orang, industri sedang menyerap 50-99 orang dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih (Suryana, 2001 : 84).

Menurut Suhardjono dalam buku Manajemen Perkreditan Usaha Kecil dan Menengah (2003 : 33) ada dua definisi usaha kecil yang dikenal di

Indonesia. Pertama, definisi usaha kecil menurut Undang – undang Nomor 9 Tahun 1995 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 3/9/Bkr tahun 2001 tentang Usaha Kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp. 1 milyar dan memiliki kekayaan bersih, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, paling banyak Rp. 200 juta. Kedua, menurut kategori Biro Pusat Statistik (BPS), usaha kecil identik dengan industri kecil dan industri rumah tangga. BPS megklasifikasikan industri berdasarkan jumlah pekerjanya, yaitu industri rumah tangga dengan pekerja 1 – 4 orang, industri kecil dengan pekerja 5 – 19 orang, industri menengah dengan pekerja 20 – 99 orang, industri besar dengan pekerja 100 orang atau lebih.

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat (www.bappekab.sidoarjokab.go.id).

Sedangkan defifnisi usaha menengah menurut Instruksi Presiden no. 10 tahun 1999 adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki kekayaan bersih, termasuk tanah dan bangunan tempat uasaha, lebih besar dari Rp. 200 juta sampai dengan paling banyak Rp. 10 milyar (Suhardjono, 2003 : 33).

Harga saat ini belum terdapat keseragaman pendapat terhadap definisi yang tepat tentang usaha kecil dan menengah di Indonesia. Maka berdasarkan

referensi dari Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik, Departemen Koperasi, dapat disimpulkan pengertian tentang usaha kecil dan menengah. Dari definisi tersebut dapat dibedakan beberapa pengertian tentang usaha mikro, usaha kecil, menengah dan usaha besar.

a. Usaha Mikro merupakan usaha ekonomi yang dikembangkan dengan perhitungan aset mulai dari 5 juta rupiah dengan tenaga kurang dari 5 orang.

b. Usaha kecil adalah usaha ekonomi yang dikembangkan dengan perhitungan aset (diluar tanah dan bangunan) mulai dari 5 juta rupiah sampai kurang dari 5 orang sampai 19 orang. Pengertian usaha kecil menurut Surat Edaran Bank Indonesia No. 261/1/UKK tanggal 29 mei 1993 adalah usaha yang memiliki total aset maksimum 600 juta rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan.

c. Usaha menengah adalah usaha ekonomi yang dikembangkan dengan perhitungan aset mulai dari 200 juta rupiah sampai kurang dari 600 juta rupiah dengan jumlah tenaga kerja mulai 20 orang samapi dengan 99 orang.

d. Usaha kecil dan mencegah adalah kegiatan usaha berskala kecil yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok dalam mengelola bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi untuk dijual dan memperoleh keuntungan. (http://karimritonga.info/home/?p=6).

Badan usaha kecil dan menengah – industri dagang menurut keputusan yang telah dikeluarkan :

1.) Menurut Undang – undang No. 9 Tahun 1995 : mengenai usaha kecil dan menengah yang disebut usaha kecil adalah suatu usaha yang mempunyai kekayaan bersih dan maksimum 200 juta rupiah di luar tanah dan bangunan atau mempunyai omset penjualan maksimal 1 milyar rupiah per tahun.

2.) Menurut Undang – undang No. 10 tahun 1999 mengenai usaha kecil dan menengah industri dagang, yang disebut usaha menengah adalah usaha yang mempunyai kekayaan bersih lebih besar dari 200 juta rupiah sampai dengan maksimal 10 milyar rupiah. Usaha kecil dan menengah binaan Dirjen IKDK berdasarkan SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 589 tahun 1999 adalah usaha yang mempunyai nilai investasi seluruhnya sampai dengan 1 milyar rupiah. (http://karimritonga.info/home/?p=6)

Konspsi dan pengertian industri kecil, industri kecil menengah dan pedagang kecil dan menengah dapat diuraikan sebagai berikut :

a.) Industri kecil adalah suatu kegiatan usaha industri yang memiliki nilai investasi sampai dengan 200 juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan (SK Menperindag No. 254 tahun 1997).

b.) Industri kecil dan menengah adalah suatu kegiatan usaha industri yang memiliki aset sampai dengan 5 milyar rupiah di luar tanah dan bangunan serta beromset sampai dengan 25 milyar rupiah per tahun.

c.) Pedagang kecil dan menengah adalah suatu kegiatan usaha perdagangan yang memiliki omset sampai dengan 5 milyar di luar tanah dan bangunan serta beromset sampai dengan 25 milyar rupiah per tahun (http://karimritonga.info/home/?p=6).

Dalam Undang – undang No. 20 tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil dan menengah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan :

1.) Usaha Mikro adalah usaha produktif milik perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam Undang – undang ini.

2.) Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana diatur dalam Undang – undang ini.

3.) Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang – undang ini.

Dokumen terkait